Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Senyum Seringai


__ADS_3

“Apa-apaan," ucap Bao Yu, matanya tidak lepas dari Hao Zhao yang mulai berjalan keluar setelah semua hal yang telah dilakukannya.


Hao Zhao sendiri tidak memedulikan walau setiap mata kini berfokus padanya, kebanyakan tampak kagum sebab apa yang dilakukannya sudah berhasil membuat nona muda Bangau Emas bungkam.


“Aku sudah bisa pergi, jadi menyingkir lah," ucap Hao Zhao.


Setiap penjaga Bangau Emas segera memberi jalan untuk Hao Zhao, meski agak ragu sebab Bao Yu belum memperbolehkan mereka melakukan hal tersebut.


“Apa yang kalian lakukan? Cepat menyingkir lah, jangan membuat seolah aku tidak menepati ucapan ku karena keraguan kalian itu!!!" seru Bao Yu pada para penjaga Bangau Emas.


“Baik, Nona Yu," ucap serempak setiap penjaga yang kali ini benar-benar membuka jalan sepenuhnya untuk Hao Zhao lewat.


Hao Zhao mengangguk puas, meski menyebalkan tetapi masih menepati ucapannya cukup dirinya hargai sosok Bao Yu.


Setelah Hao Zhao pergi dari Bangau Emas, beberapa pengunjung yang memerhatikan segera menatap satu sama lain.


Sosok Bao Yu begitu terkenal dengan sikap keras kepalanya, apa yang dia ucapkan harus dilakukan pun apa yang dia inginkan harus didapatkan.


Hao Zhao yang sepertinya telah dijadikan Bao Yu sebagai target kini bisa lepas dengan mudahnya tentu terasa luar biasa menurut mereka, penasaran juga setiap dari mereka mengenai siapa sekiranya Hao Zhao hingga bisa tanpa ragu melakukan hal yang jelas membuat Bangau Emas tampak buruk dengan perbandingannya.


“Aku sudah mengetahui ini sejak awal, apa yang Bangau Emas jual memang hanya lebih mahal tetapi tidak sedikitpun lebih baik dibandingkan Lentera Harta."


“Kau pikir hanya kau saja? Aku pikir setiap orang di kekaisaran telah mengetahui hal ini tetapi tidak berani mengungkapkannya."


“Aku bertaruh jika Lentera Harta juga membuka cabangnya di kota ini, maka Bangau Emas akan sepi pembeli."


Pembicaraan penuh berbisik dari para pengunjung, entah mengapa tiba-tiba mendapatkan keberanian mengungkapkan hal tersebut setelah apa yang Hao Zhao lakukan.


Bao Yu mendengar pembicaraan mereka secara samar, rona wajahnya berubah merah padam jelas merasa tidak terima.


“Berhenti membicarakan hal buruk terkait Bangau Emas!!! Jika ada ketidakpuasan mengapa tidak mengungkapkan langsung di hadapanku dibanding berbisik seperti itu!!!" seru Bao Yu.

__ADS_1


Para pengunjung segera bungkam, mereka masih waras untuk tidak melakukan hal tersebut. Sebodoh apapun mereka, mencari masalah dengan salah satu dari Emat Sekte Ternama adalah kebodohan mutlak menurut mereka.


“Nona Yu, kami rasa dirimu salah mendengarnya."


“Benar Nona Yu, lagipula bagaimana bisa Bangau Emas dibandingkan dengan Lentera Harta atau apalah itu."


“Tepat, aku bahkan yakin perbandingan kualitas sumber daya yang pemuda tadi lakukan hanya keberuntungan atau bahkan dirinya sengaja mengambil sumber daya terburuk dari Bangau Emas guna membandingkannya dengan milik Lentera Harta."


Beberapa ucapan yang bertujuan meninggikan Bangau Emas bersamaan menjatuhkan Lentera Harta, pengunjung yang berbicara tidak peduli walau ungkapan mereka tidak benar asal Bao Yu senang mendengarnya.


“Kalian pintar bisa mengetahuinya, sekarang lanjutkan apa yang kalian lakukan dan jangan hiraukan aku," ucap Bao Yu sebelum melangkah pergi menaiki lantai selanjutnya bangunan tersebut.


Bao Yu baru menapaki beberapa anak tangga ketika Ma Feng tiba-tiba menepuk pundaknya.


“Nona Muda Yu, aku merasakan hal tidak biasa dari pemuda yang sempat berurusan denganmu sebelumnya," ucap Ma Feng.


Bao Yu hanya mengerutkan dahi mendengar hal tersebut sebelum wajahnya berubah masam.


Ma Feng menyadari perubahan ekspresi Bao Yu segera menelan ludah, setelahnya berkata,“Benar Nona muda Yu, apa ada yang salah dengan itu?"


“Salah? Tentu saja!!! Kau harusnya membantuku menangani pemuda itu!!! Andai saja kau membantuku, pemuda itu jelas tidak akan bisa pergi dengan mudah seperti ini!!!" ucap Bao Yu dengan nada tinggi.


Ma Feng hanya bisa mengerutkan dahinya sebelum berkata, “Memangnya menahan pemuda itu di sini amat diperlukan, Nona Muda Yu?"


Bao Yu sempat terdiam, tidak ada yang salah dengan ucapan Ma Feng tetapi tidak bisa dibenarkan juga, sebab karena hal tersebut dirinya jadi tidak bisa menatap wajah Hao Zhao lebih lama.


“Berhenti bicara padaku dan cepat cari informasi terkait dirinya, jangan membantah apalagi bertanya, cukup lakukan saja," ucap Bao Yu sembari mengibaskan tangannya, menyuruh Ma Feng enyah dari hadapannya.


Ma Feng hanya mengangguk sebelum melangkah untuk melakukan apa yang Bao Yu minta, dalam perjalanannya itu dirinya berkata, “Sial, entah apa yang terjadi hingga sikap menyebalkan Nona Muda Yu tiba-tiba kembali."


***

__ADS_1


Sudah larut malam saat Hao Zhao baru sampai di sekitar pusat kota dekat sekte Pedang Corak berada, dirinya menunggu tidak beberapa lama sebelum Li Chen bersama Cang datang menghampirinya.


“Sial, ini menyebalkan. Terus menerus menyebarkan rumor yang kebanyakan orang sulit untuk percaya, beruntung aku dapat melakukannya," ucap Li Chen memaparkan keluh kesahnya selama beberapa hari terakhir.


Hao Zhao hanya mengangguk puas tidak sama sekali menanggapi keluhan Li Chen, bagaimanapun apa yang diminta olehnya untuk Li Chen lakukan termasuk mudah bagi pendekar sekelas Li Chen.


“Asal itu berhasil maka kita hanya harus menunggu, sampai rumor yang kita sebar sampai ke telinga Empat Sekte Ternama," ucap Hao Zhao.


Eskpresi Li Chen segera berubah tidak puas mendengar hal tersebut, menatap Hao Zhao dingin bahkan sebelum tidak lama kemudian berkata, “Kita? Aku seorang diri yang melakukan semuanya, Bocah. Yang kau lakukan beberapa hari terkahir hanya bersantai, jadi jangan tidak tau malu mengungkapkan hal sejenis itu."


“Apa? Bersantai? Aku mencoba mengakrabkan diri dengan lingkungan sekitar, kau harusnya tau kalau penting untuk mengenali medan sebelum ada pertempuran." Hao Zhao dengan gelengan pelan.


“Omong kosong, kau pikir aku bodoh sampai tidak bisa mengetahui niatmu yang ingin semua pekerjaan diselesaikan olehku?"


“Meong!!!" Cang yang tiba-tiba bersuara mengungkapkan dukungannya untuk Li Chen.


“Lihat? Bahkan Cang mengetahuinya," timpal Li Chen dengan senyum sinis.


Hao Zhao hanya menatap Cang tidak percaya, kucing kecil itu balas menatap balik Hao Zhao seolah penuh tanda tanya.


“Berhenti mencoba mempengaruhi Cang agar mendukungmu, bocah tidak tau malu," ucap Li Chen yang dengan cepat menutup pandangan Cang.


“Haha, sudahlah. Lagipula bukanlah kau yang paling butuh Bunga Kehidupannya? Jadi normal untukmu bekerja lebih keras dibandingkan aku," Hao Zhao dengan tawa geli.


“Sial, kau. Jadi itu benar kalau kau melimpahkan semua tugasnya padaku?!!"


“Berhenti protes, lagipula aku bukan tidak melakukan apa-apa beberapa hari terakhir." Hao Zhao yang sesaat setelahnya memberitahu informasi terkait Bao Yu pada Li Chen.


“Bao Yu, Nona Muda Bangau Emas itu?" tanya Li Chen mencoba memastikan.


“Tepat, aku tidak yakin apa yang membawanya kemari, tetapi bukankah rencana kita akan jauh lebih lancar karena hal ini?" Hao Zhao dengan senyum seringai di wajahnya.

__ADS_1


“Kau benar, ini akan jauh lebih lancar dengan kehadirannya," timpal Li Chen dengan senyum serupa.


__ADS_2