Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Mengambil Tindakan


__ADS_3

Tang Pei hanya bisa menatap Hao Zhao dengan penuh amarah seraya memegangi luka koyakan di bahunya, tidak sama sekali bisa menerima dirinya harus terpaksa mundur ketika lawannya hanyalah seorang pendekar muda.


Tang Pei dengan amarahnya seperti sudah gelap mata, mengangkat sekali lagi pedangnya sebelum mencoba mengambil langkah untuk kembali menyerang Hao Zhao yang hanya menatapinya penuh merendahkan.


“Hey, Saudara Pei. Diam di tempatmu," ucap pria bertopeng besi menahan langkah Tang Pei.


“Apa maksudnya menghentikan aku seperti ini? Bocah angkuh ini harus mati ... tidak, dia layak mati," ucap Tang Pei seraya memberontak mencoba melepas genggaman tangan pria bertopeng besi yang menahannya.


Pria bertopeng besi hanya bisa menghela napas pelan melihat bagaimana Tang Pei bereaksi akan tindakannya, dirinya sadar jika Tang Pei sepertinya telah gelap mata sebab amarahnya.


“Saudara Pei, aku harap kau ingat perjanjian kita. Jadi jangan melakukan sesuatu yang merugikan ketika kau sadar kemampuanmu bukanlah apa-apa di hadapannya," ucap pria dengan topeng bewarna keemasan yang tidak bisa tinggal diam.


Setiap orang memang benar-benar dibutuhkan jika mereka ingin melumpuhkan Hao Zhao, membiarkan Tang Pei maju seorang diri jelas sama artinya dengan melepas Tang Pei secara cuma-cuma untuk mati di tangan Hao Zhao.


Pria dengan topeng bewarna keemasan jelas paham akan hal itu, sebab jika dirinya maju berhadapan langsung dengan Hao Zhao saja dirinya tidak yakin bisa menang apalagi Tang Pei yang hanya pendekar Pembentukan Jiwa tahap Menengah.


“Tindakanku tidak sama sekali merugikan, aku hanya berusaha menghabisinya apa itu yang kau maksud merugikan?" Tang Pei mulai menatap pria dengan topeng bewarna keemasan tajam, seperti sudah tidak peduli apapun lagi selama bisa melampiaskan emosinya.


“Turunkan pandanganmu, apa kau sudah kehilangan akal hingga berani berbicara juga menatapku dengan cara seperti itu?" Pria dengan topeng bewarna keemasan mulai menghampiri Tang Pei, setelahnya aliran aura mulai keluar dari tubuhnya menjalar ke berbagai arah.


Pria bertopeng besi menyadari hal itu dengan segera mengambil langkah untuk menjauh dari keduanya, seolah membiarkan saja Tang Pei diurus oleh temannya.


Tang Pei sendiri sesaat setelahnya dengan segera merasakan tekanan luar biasa sebab aura yang dikeluarkan pria dengan topeng bewarna keemasan, wajahnya berubah buruk tidak lama kemudian membuatnya tersadar jika sikapnya jelas telah menyinggung seseorang yang tidak seharusnya dirinya singgung.


“Kau yang paling lemah di antara kita bertiga, jadi lakukan apa yang aku katakan harus kau lakukan dan jangan melakukan apa yang tidak aku ijinkan. Apa kau mengerti?" tanya pria dengan topeng bewarna keemasan pada Tang Pei.

__ADS_1


Tang Pei ingin mengiyakan ucapan pria dengan topeng bewarna keemasan tetapi sayang mulutnya tidak bisa digerakan, sehingga hanya bisa mengangguk cepat dirinya sebagai tindakan pengganti ucapan persetujuan.


“Bagus, kalau begitu sekarang bersiap dengan pedangmu," ucap pria dengan topeng bewarna keemasan yang bersamaan dengan itu auranya mulai perlahan surut sebelum menghilang.


“Akhirnya sadar juga, huh?" pria bertopeng besi yang telah kembali mendekat tepat setelah memastikan tidak ada sisa aura dari temannya.


Hao Zhao tidak jauh dari ketiganya hanya memperhatikan semua itu dalam diam, di mana dari apa yang terjadi jelas dapat Hao Zhao sadari jika ketiganya seperti tidak memiliki kekompakan sama sekali.


“Untuk hal ini jelas alasannya, mereka khususnya Tang Pei baru bersama tidak terlalu lama. Sehingga hanya dua anggota Topeng Besi saja sepertinya yang aku harus waspadai kerjasamanya ketika bertarung," gumam Hao Zhao.


Hao Zhao tidak lama setelah itu dengan segera mengangkat pedangnya, sebab telah dirinya sadari bagaimana Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi seperti sudah selesai dengan urusan mereka.


“Jadi, apa pembicaraan di antara kalian telah selesai?" tanya Hao Zhao seraya mengangkat alisnya.


Pria dengan topeng bewarna keemasan mengambil langkah maju seperti memegang posisi pemimpin sebelum berkata, “Sikapmu sebagai pendekar dengan tidak menyerang ketika musuh tidak siap aku hargai, sebagai balasannya biarkan kami ambil nyawamu agar kau bisa segera tenang lepas dari kehidupan!!!"


Tepat setelah ucapan itu baik Tang Pei maupun dua anggota Topeng Besi mulai mengambil langkah cepat menghampiri Hao Zhao, di mana sudah begitu siap masing-masing dari mereka menebaskan pedang di tangan mereka ke arah Hao Zhao.


“Membicarakan sikap seorang pendekar, bertarung mati-matian dengan seorang generasi muda seperti ini apakah sikap yang pantas untuk para tua bangka seperti kalian?" Hao Zhao dengan tawa pelan sebelum ikut mengambil langkah mempersempit jarak dengan ketiganya.


Hao Zhao sudah dihadapkan dengan tiga belah pedang tidak lama kemudian, yang mana masing-masing dari pedang itu tengah mencoba menggapainya dari berbagai arah serangan jelas mengepung.


Hao Zhao awalnya tidak sama sekali memusingkan hal tersebut sebab memiliki kepercayaan diri bisa menghalau juga menghindari masing-masing darinya, sampai hal tidak terduga terjadi barulah Hao Zhao sadar kalau sepertinya ada yang salah dengan situasinya.


Pria dengan topeng bewarna keemasan di tengah ayunan pedangnya tiba-tiba mengeluarkan aura miliknya, membuat gerak tubuh Hao Zhao menjadi tidak sebebas sebelumnya sehingga menghindari ketiga bilah pedang seolah mustahil untuknya.

__ADS_1


Tidak berhenti sampai di sana, pedang yang dipegang oleh pria bertopeng besi juga tiba-tiba bertambah kecepatan ayunannya. Membuat pedang itu bisa memangkas jarak cukup cepat hingga tinggal beberapa jengkal saja jaraknya dengan tubuh Hao Zhao.


“Ayunan Corak Pedang!!!" seru Tang Pei dengan pedang di tangannya seolah tidak mau kalah, di mana hal tersebut jelas menambah beban berat untuk Hao Zhao bisa lepas dari situasi buruknya.


Hao Zhao sendiri hanya bisa berpikir di tengah waktu yang tidak seberapa itu, terkait bagaimana dirinya bisa menghindari ketiga ayunan pedang yang sudah begitu dekat menggapainya sebelum sebuah ide muncul di dalam kepala Hao Zhao.


Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi sudah menunjukan senyum di wajah mereka, seperti sudah begitu yakin kalau mereka bisa mengakhiri nyawa Hao Zhao saat itu juga.


Hao Zhao melihat senyum di wajah mereka walau sekilas jelas merasa kesal, di mana tidak lama kemudian aliran aura mulai menyebar dari tubuh Hao Zhao melepas tekanan dari aura milik pria dengan topeng bewarna keemasan sehingga geraknya yang sempat terbatas kini mulai kembali bebas.


“Bermimpi sana kalau berpikir bisa menghabisi aku semudah itu," ucap Hao Zhao sebelum melesat cepat keluar dari kepungan Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi.


Hao Zhao baru lepas dari kepungan tersebut ketika pria dengan topeng bewarna keemasan tiba-tiba sudah muncul di hadapannya, entah dengan cara bagaimana pria tersebut bisa bergerak secepat itu Hao Zhao tidak sama sekali mengerti, satu hal yang Hao Zhao pahami adalah semua itu merupakan hal yang amat berbahaya untuknya.


“Mimpi? Haha, kau yang bermimpi bisa selamat dari sini!" seru pria dengan topeng bewarna keemasan seraya menebaskan pedangnya mengarah ke leher Hao Zhao.


Hao Zhao mencoba menghalau tebasan itu dengan pedangnya, sayang untuknya hal tersebut tidak sempat dilakukan olehnya membuat pedang milik pria dengan topeng bewarna keemasan seolah melenggang bebas melaju ke arah lehernya.


Ctankkk!!!


Hao Zhao sempat mulai pasrah ketika pedang milik pria dengan topeng bewarna keemasan sudah begitu dekat dengan lehernya, di mana setelahnya tiba-tiba pedang itu malah terlempar jauh entah apa alasannya.


“Siapa kalian?" Pria dengan topeng bewarna keemasan seraya melompat mundur untuk membuat jarak, setelah menyadari ada dua orang asing entah siapa tiba-tiba muncul di sisi kanan dan kiri Hao Zhao dengan pedang di masing-masing tangan mereka.


“Jadi ... akhirnya kalian memutuskan untuk mengambil tindakan?" tanya Hao Zhao pada keduanya yang tidak lain merupakan dua orang yang sempat muncul saat pembicaraannya dengan Yang Gao.

__ADS_1


__ADS_2