
Ma Feng segera menghentikan langkahnya saat melihat reruntuhan bekas bangunan yang entah apa alasannya dipenuhi oleh luapan energi dengan jumlah luar biasa besar, hal tersebut membuatnya waspada takut-takut ada pendekar atau kelompok yang dicurigainya telah lebih dahulu menyerang sebelum sekte nya sampai.
“Tetua Feng, kenapa pergi tiba-tiba dan meninggalkanku?!!" pekik Bao Yu dengan nafas terpenggal.
Ma Feng hanya bisa menepuk dahinya sempat lupa akan tugasnya menjaga Bao Yu, hanya bisa meminta maaf saja sebelum menjelaskan apa yang dirasakannya dari reruntuhan tersebut.
“Kau benar, ada hal yang aneh dari reruntuhan itu. Ayo cepat kita periksa," ucap Bao Yu sebelum melengos begitu saja meninggalkan Ma Feng.
Ma Feng tentu segera mengambil langkah untuk melindungi Bao Yu yang menurutnya begitu seenaknya sendiri, yang mana saat keduanya tengah begitu berhati-hati bergerak terus mendekat ke reruntuhan tersebut, seorang pria dengan topeng menutupi wajahnya tiba-tiba muncul seolah dari dalam tanah di tengah reruntuhan tersebut.
“Nona Muda Yu, berlindung dibelakang ku," ucap Ma Feng cepat sembari mendahului Bao Yu mencoba melindunginya dari pria bertopeng itu.
Pria bertopeng sendiri tidak butuh waktu lama segera menyadari keberadaan Bao Yu juga Ma Feng di sana, yang mana segera berkata pria tersebut, “Pergi dari sini jika maksud kedatangan kalian adalah untuk Bunga Kehidupannya, orang-orang Bangau Emas."
Ma Feng segera terkejut mendengar hal itu, dirinya tidak mengerti bagaimana pria bertopeng bisa tau alasan semua tindakan yang dilakukan sekte nya juga keseluruhan Empat Sekte Ternama adalah untuk Bunga Kehidupan.
“Kau mengenali kami? Siapa kau dan apa tujuanmu datang kemari menganggu target kami?!!" Ma Feng dengan nada tinggi mencoba memberi intimidasi.
“Kau tidak perlu tau, lebih baik pergi dan bawa Nona Muda manja mu itu enyah dari sini sebelum aku melakukan suatu hal yang tidak pernah sekalipun kalian bayangkan," ucap pria bertopeng dengan nada datar seolah tidak memiliki sedikitpun ketertarikan.
Ekspresi Ma Feng segera memburuk mendengar itu, dirinya sempat menebak pria bertopeng bisa tau asal sekte nya hanya karena jubah yang dikenakannya saja, siapa sangka bahkan pria itu juga mengetahui jelas identitas Bao Yu yang mana ini berbahaya untuknya.
“Nona Muda Yu, kita pergi dari sini," ucap Ma Feng, tidak ingin Bao Yu menjadi target sebab betapa bernilai identitas Bao Yu di Bangau Emas.
“Pergi? Untuk apa pergi hanya karena ucapan asal pria bertopeng entah siapa ini?!!" seru Bao Yu yang entah sedari kapan sudah mengambil langkah maju untuk menyerang pria bertopeng itu.
__ADS_1
Ma Feng hanya bisa menepuk dahinya melihat hal tersebut, sadar jika membujuk Bao Yu hanya akan membuang waktu karena ucapan pria bertopeng yang sudah begitu berhasil memancing emosi gadis tersebut.
“Siapa yang kau sebut manja, pria yang bahkan tidak berani menunjukan wajahnya?!!" Bao Yu dengan pedangnya yang telah diayunkan.
Pria bertopeng nampak tidak sama sekali bergerak dari posisinya ketika Bao Yu bahkan sudah begitu dekat ingin menebasnya, yang mana belum pedang Bao Yu menggapai pria bertopeng, Bao Yu telah lebih dahulu jatuh sebab tekanan entah dari mana yang muncul begitu tiba-tiba.
“Menyebalkan, kalau tidak memiliki kemampuan setidaknya tau diri agar tidak perlu mati sia-sia," ucap pria bertopeng sembari mengangkat pedang yang ada di genggaman tangannya.
Bao Yu tengah jatuh berlutut tidak jauh dari tempat pria bertopeng berada, tidak bisa sedikitpun bergerak sebab tekanan yang seolah menimpa tubuhnya sehingga hanya bisa melihat saja pedang pria bertopeng tersebut mengayun ke arahnya.
Ctankkk!!!
Bao Yu sempat merasa pasrah ketika ayunan pedang milik pria bertopeng telah begitu dekat dengannya, beruntung Ma Feng berhasil menghalau pedang tersebut tepat waktu atau nyawa Bao Yu harus menghilang di sana.
Ma Feng sendiri mengetahui Bao Yu tengah menerima tekanan dari aura milik pria bertopeng, dengan segera mengeluarkan aura miliknya untuk membantu Bao Yu lepas dari tekanan itu.
Bao Yu merasa tubuhnya sudah mulai bisa digerakkan meski masih terasa berat segera memaksakan diri untuk melangkah, menjauh dari sana untuk keluar jangkauan area tekanan aura milik pria bertopeng.
“Sialan, tingkat kekuatannya setara denganku tetapi bagaimana bisa aura miliknya sekuat ini?" gumam Ma Feng yang seolah menggantikan Bao Yu menerima berat tekanan aura milik pria bertopeng.
“Hei, sebelumnya sudah aku katakan. Kalau tidak memiliki kemampuan setidaknya tau diri agar tidak mati sia-sia," ucap pria bertopeng yang tanpa ragu kembali mengayunkan pedangnya.
Ctankkk!!!
Ma Feng yang tidak bisa bergerak dengan bebas untuk menghindar hanya bisa menggunakan pedangnya untuk menghalau, hal itu terjadi berkali-kali sebab pria bertopeng yang tanpa jeda terus menerus mencoba menebaskan pedang ke arahnya.
__ADS_1
Kepala, leher, jantung serta kaki, entah mengapa pria bertopeng terus secara berurutan mengayunkan pedangnya ke empat bagian tubuh itu. Hal ini membuat Ma Feng bisa dengan mudah menghalau sebab arah serangan pria bertopeng sudah begitu mudah tertebak, siapa sangka baru dirinya berpikir seperti itu kesulitan malah menghampirinya.
Seiring waktu mencoba menghalau tebasan pedang dari pria bertopeng, entah mengapa tubuh Ma Feng terasa semakin berat yang bersamaan dengan itu ayunan pedang yang pria bertopeng lancarkan juga menjadi semakin cepat.
Memiliki hambatan luar bisa dari aura pria bertopeng yang menekannya, membuat Ma Feng tidak bisa lagi mengimbangi kecepatan tebasan pria bertopeng membuat halauannya tidak berguna.
Slashhh!!!
Salah satu kaki Ma Feng menerima luka tebas demikian dalam ketika halauannya gagal, yang mana tiga bagian tubuh lain dengan segera menyusul membuat Ma Feng menderita luka cukup serius dari setiap tebasan itu.
“Sialan, untung saja aku bisa meminimalisir luka tebasan yang mengarah pada kepala, leher juga jantungku," gumam Ma Feng sembari mencoba melangkah mundur untuk keluar dari area aura milik pria bertopeng.
“Tetua Feng, bagaimana bisa hal seperti ini terjadi padamu? Bukankah tidak masuk akal dirimu harus kalah melawan pria bertopeng entah siapa itu?!!" seru Bao Yu yang memerhatikan itu semua dari kejauhan.
Ma Feng hanya dian tidak menghiraukan seruan Bao Yu, mencoba untuk fokus agar hal seperti sebelumnya tidak kembali terjadi.
“Wah, apa ini. Hanya aku tinggal sebentar dan kau sudah bersenang-senang seorang diri seperti ini?"
Satu pria entah siapa tiba-tiba muncul dari tempat yang Ma Feng baru sadari tenyata merupakan tangga yang mengarah ke ruang bawah tanah, pria lain yang baru muncul juga mengenakan topeng di wajahnya membuat Ma Feng tidak bisa sama sekali menebak identitas keduanya.
“Tunggu, tingkat kekuatan ini jelas setara patriak sekte ku." Ma Feng dengan ekspresi rumit merasakan hawa kehadiran tidak biasa dari pria bertopeng lain yang baru datang.
“Wah, baru aku datang seseorang sudah bisa menyadari betapa kuatnya aku. Sudah lama aku tidak mengalami sesuatu seperti ini," ucap pria bertopeng yang baru datang sembari melirik pria bertopeng lain yang telah ada di sana lebih lama, seolah bermaksud memamerkan kekuatannya.
“Katakan itu sekali lagi maka aku bisa sebut kau tidak tau malu, kau pikir siapa yang menjagamu selagi menyerap Bunga Kehidupannya jika bukan aku, hah?" timpal salah satu pria bertopeng yang tidak lain merupakan Hao Zhao.
__ADS_1