Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Menuntut Permintaan Maaf


__ADS_3

Melihat Pao Cun memaksa Fang Du untuk meminta maaf jelas segera membuat para pendekar yang ada di restoran terperangah, keduanya merupakan bagian langsung Empat Sekte Ternama tetapi bersedia melakukan hal tersebut hanya karena dua orang generasi muda jelas mengejutkan untuk mereka.


Para pendekar bukan tidak melihat pertukaran serangan antara Pao Cun dengan Li Chen, Pao Cun jelas kalah tetapi karena hal itu kini Pao Cun mengambil langkah mundur tentu mereka pertanyakan alasannya.


“Tetua Cun, apa-apaan ini? Mereka bahkan sudah menghina Empat Sekte Ternama tetapi mengapa Anda seperti ingin melepaskan mereka?" tanya salah satu pendekar sebab tidak bisa menahan rasa penasaran.


Pao Cun hanya melirik setiap dari belasan pendekar dingin sebelum berkata, “Kalian juga telah menyinggung keduanya, sekarang membungkuk lah dan meminta maaf pada mereka."


Belasan pendekar hanya bisa menatap satu sama lain penuh tanda tanya, meski begitu tetap mereka lakukan perintah Pao Cun tidak ingin membuatnya marah.


Hampir seisi restoran kini membungkuk pada Hao Zhao juga Li Chen, orang yang mereka beri hormat hanya diam sebab tidak menduga hal seperti ini akan terjadi.


“Hei, pria bernama Pao Cun ini sepertinya serius ingin masalah selesai sampai di sini. Apa yang akan kita lakukan jika sudah seperti ini?" bisik Hao Zhao.


“Agak berlebihan jika sudah seperti ini tetapi kita masih memaksa memperpanjangnya, meski begitu tidakkah kau merasa ada satu hal yang kurang?" Li Chen dengan senyum seringai.


Hao Zhao segera menatap setiap pendekar di hadapannya, seluruh dari mereka membungkuk kecuali satu orang yang tidak lain adalah Pao Cun.


Tetua Tertinggi Tombak Jiwa itu masih berdiri tegak dengan satu tangannya menekan kepala Fang Du untuk terus membungkuk, amat menunjukan betapa percaya diri pria tersebut Hao Zhao akan menyetujui permintaannya.


“Hei, kami akan setuju menghentikan segalanya di sini asal kau juga membungkuk dan meminta maaf atas tindakanmu," ucap Hao Zhao.


Apa yang Hao Zhao katakan jelas membawa pertanyaan bagi setiap pendekar di sisi Pao Cun, mereka menganggap Hao Zhao berlebihan karena berani meminta sosok seperti Pao Cun membungkuk hanya karena masalah sekecil ini.


“Nak, kau tau apa arti ucapan mu bukan?" tanya Pao Cun yang kali ini ekspresinya berubah geram.


“Aku tau, artinya adalah kau harus meminta maaf jika tidak ingin masalah ini semakin panjang," jawab Hao Zhao penuh percaya diri.

__ADS_1


Brakkk!!!


Pao Cun tiba-tiba menghantamkan kepalan tangannya ke meja membuat meja tersebut ambruk, setelahnya menyeret Fang Du untuk keluar dari restoran sebab menganggap permintaan Hao Zhao sudah begitu kurang ajar.


“Bukan merasa beruntung sosok sepertiku berbaik hati tidak ingin memperpanjang masalah ini malah tidak tau diri, aku akan mengingat ini," ucap Pao Cun di tengah langkahnya.


Hao Zhao segera melirik Li Chen memberinya isyarat untuk melakukan sesuatu, Li Chen segera mengeluarkan aura miliknya membuat hawa seisi restoran saat itu juga berubah berat.


“Hei, siapa yang mengijinkan mu pergi seperti ini?" tanya Li Chen dengan sorot mata tajam.


Pao Cun yang tiba-tiba merasakan sesuatu menekan tubuhnya jelas tidak diam saja,yang mana segera Pao Cun keluarkan aura miliknya untuk melawan tekanan aura milik Li Chen.


“Hei, bocah. Aku tidak tau dari mana kalian berasal tetapi jangan sembarangan bertingkah di tempat orang!!!" seru Pao Cun.


Benturan aura saling bertabrakan antara milik Pao Cun juga Li Chen, aura milik Li Chen masih jauh lebih unggul terlihat dari belasan pendekar yang kini tampak kesulitan untuk bernafas.


“Hei, apa kau benar-benar menginginkan ini?" tanya Li Chen sembari melirik ke arah belasan pendekar bawahan Empat Sekte Ternama.


“Sialan," gumam Pao Cun.


Pao Cun mengerti akan berbahaya jika benturan aura terus dilanjutkan, meski begitu dirinya tidak memiliki pilihan lain sebab akan semakin kehilangan wajah jika mengambil langkah mundur di situasi ini.


“Hei, kau lupa ada aku di sini atau bagaimana?" Hao Zhao yang juga ikut mengeluarkan aura nya untuk memberi tekanan lebih pada Pao Cun.


Aura milik Hao Zhao juga Li Chen seolah menyatu mendorong mundur aura milik Pao Cun, pada saat yang sama belasan pendekar kini telah ambruk kehilangan kesadaran tidak kuasa menahan tekanan aura yang kini sudah demikian besar.


“Te— tetua Cun, dadaku sesak," ucap Fang Du sembari menarik-narik jubah Pao Cun.

__ADS_1


Aura milik Pao Cun memang sudah tidak sama sekali bisa memberi perlawanan, membuat Pao Cun mau tidak mau menarik aura nya sebelum membungkuk sesuai dengan apa yang Hao Zhao pinta.


“Maafkan aku juga murid sekte ku, apa kalian sudah puas?" tanya Pao Cun dengan napas sesak juga tubuh berat seolah bongkahan batu tengah menimpa pundaknya.


“Minta maaflah dengan benar, memangnya apa yang kau katakan sekarang pantas disebut permintaan maaf?" tanya Hao Zhao sembari menambah tekanan aura nya pada Pao Cun.


Pao Cun hanya bisa menahan geram menerima penghinaan demikian luar biasa itu, tidak sudi tetapi tidak ada yang bisa dirinya lakukan selain berkata, “Ma— maafkan aku, aku harap kesalahpahaman seperti ini tidak akan terjadi lagi pada kita di masa depan."


Hao Zhao segera melirik Li Chen, pria itu kini tengah tersenyum puas tanda semuanya bisa dihentikan cukup sampai di sana.


“Kalau begitu pergilah, adikku sepertinya sudah bahagia melihat permintaan maaf mu," ucap Hao Zhao.


“Ka— kalau begitu aku dan murid ku akan pergi," ucap Pao Cun yang dengan segera menyeret Fang Du keluar bersamanya.


Hao Zhao dengan segera melirik seisi restoran setelah itu semua selesai, belasan pendekar kini tengah berbaring kehilangan kesadaran begitupun dengan para pekerja restoran.


“Hei, tarik auramu. Mereka bisa mati jika terus seperti ini," ucap Hao Zhao yang aura di sekitar tubuhnya perlahan menghilang.


“Aku tau, tetapi bukankah menyenangkan melihat salah satu petinggi Empat Sekte Ternama memasang wajah seperti tadi? Seolah tidak bisa melawan juga tanpa harapan, betapa bodoh aku bisa diracun oleh para sampah macam mereka," ucap Li Chen seraya bersenandung riang.


Hao Zhao hanya tersenyum tipis mendengar hal itu, setelahnya entah mengapa ada perasaan menggebu dalam dirinya sehingga berkata, “Akan lebih menyenangkan lagi nanti, kau tau maksudku, kan?"


Li Chen menanggapi pertanyaan Hao Zhao dengan anggukan sebelum berkata, “Aku juga menunggunya."


“Meong???" Cang yang tidak sama sekali mengerti apa yang keduanya bicarakan.


“Kau tidak perlu tau, Cang. ini urusan antara manusia, Binatang Spiritual sepertimu hanya perlu tidak nakal saja," Li Chen sembari mengelus lembut kepala Cang.

__ADS_1


“Antara manusia? Aku kira kau dan Cang berasal dari spesies yang sama," ucap Hao Zhao dengan wajah datar tanpa rasa bersalah.


“Sialan," timpal Li Chen kesal.


__ADS_2