
“Auuu!!!"
Hao Zhao segera melapisi bilah pedangnya dengan tenaga dalam, bersamaan dengan itu dirinya berkata, “Lebih baik kau sudahi ocehan tidak jelas mu, jangan ganggu aku di tengah situasi berbahaya ini."
“Bocah, kau yang memulainya ...."
“Ngrawww!!!"
“Sialan, menyebalkan. Kenapa Cang malah seperti mendukungnya," ucap Li Chen seraya berdecak kesal, ketika Hao Zhao juga Cang sudah lebih dahulu melompat demikian tingginya untuk menyerang binatang spiritual yang sudah kembali mengaum.
Serigala setinggi belasan kaki yang sempat tertegun sebab serangan tiba-tiba memang sudah kembali memasuki posisi siap menyerang.
Serigala tersebut bahkan sudah mengangkat kaki cakarnya untuk menyambut Hao Zhao juga Cang yang kini sudah begitu dekat dengannya, dengan penuh keyakinan serta percaya diri serigala itu mengayunkan cakarnya.
Ctankkk!!!
Wushhh!!!
Hao Zhao sempat terhempas ketika pedangnya berbenturan dengan cakar sebesar pohon milik binatang spiritual serigala, beruntung untuknya masih bisa mendarat dengan cukup baik dan tidak menerima luka apapun dari pertukaran serangan tersebut.
“Auuu!!!!"
“Ngrawww!!!"
Sesaat setelah pertukaran serangannya dengan Hao Zhao, binatang spiritual serigala sudah kembali mengayunkan cakarnya untuk menyambut serangan Cang.
Cakar kecil milik Cang dengan cakar besar milik binatang spiritual serigala beradu, dari perbedaan besar juga kekuatan jelas tidak perlu menebak untuk mengetahui siapa yang akan unggul dari pertukaran serangan tersebut.
Greppp!!!
“Ini berbahaya," gumam Hao Zhao yang berhasil menangkap Cang, kucing itu memang segera terlempar tanpa perlawan dari pertukaran serangan yang terjadi.
Hao Zhao segera membawa Cang menjauh tidak lama setelahnya, untuk membuat jarak aman dengan binatang spiritual serigala yang seolah sudah kembali siap memberi serangan lain.
“Auuu!!!"
Binatang spiritual serigala seolah mengerti segera mengejar Hao Zhao, setiap langkahnya memangkas jarak tidak masuk akal sehingga mempersempit jarak bukan masalah untuknya.
“Hei, Cang. Ayo kita berikan serangan tiba-tiba," ucap Hao Zhao yang menyadari mustahil untuk terus lari.
“Meong!!!"
__ADS_1
Cang secara tiba-tiba melompat turun dari dekapan Hao Zhao, sesaat setelahnya kembali melompat demikian tinggi dengan ayunan cakarnya mengarah ke wajah binatang spiritual serigala.
“Auuu!!!"
Binatang spiritual serigala menerima luka cukup dalam dari cakaran Cang, bahkan ada bekas di wajahnya sebab cakaran itu.
“Ngrawww!!!"
Binatang spiritual serigala menggelengkan kepalanya ke sana kemari, membuat Cang yang tengah singgah di sana terlempar demikian jauhnya sebelum menghantam keras dahan sebuah pohon.
“Kau sudah berusaha, Cang!!!" Hao Zhao yang menyadari seluruh perhatian binatang spiritual serigala tengah terpaku ke arah Cang, dengan segera melompat amat sangat tinggi dengan pedangnya yang telah begitu siap diayunkan.
Slashhh!!!
Muncratan pekat darah tersembur ke sana kemari dari wajah binatang spiritual serigala, itu menyasar sekitar matanya membuat penglihatannya terganggu sebab darah yang mengalir.
“Auuu!!!"
Binatang spiritual serigala menggunakan salah satu cakar kakinya untuk menampik, cakaran dari kaki itu hampir menghujam tubuh Hao Zhao yang beruntung masih bisa dihindari.
“Itu berbahaya," ucap Hao Zhao setelah mendarat cukup mulus kembali ke tanah.
Hao Zhao segera kembali memerhatikan binatang spiritual serigala yang kini seolah tidak lagi memiliki keinginan menyerang, sebelum sadar kalau sepertinya bukan tidak ingin menyerang lah alasan dari apa yang dilakukan binatang spiritual tersebut.
“Tunggu, ini akan berbahaya," gumam Hao Zhao teringat binatang spiritual tersebut sempat melakukan hal serupa pada Tang Jiri juga orang-orangnya.
Binatang spiritual tersebut memiliki kekuatan setara dengan pendekar Jiwa tahap Puncak, artinya kekuatan serangan dari tenaga dalamnya pun tidak bisa sama sekali diremehkan begitu saja.
“Meow?"
Hao Zhao mendengar Cang mengeong dengan segera menoleh untuk memastikan, betapa terkejut dirinya melihat kucing menyebalkan itu seluruh tubuhnya tengah bergetar.
“Aku tidak tau Cang bisa ketakutan seperti ini ...."
Hao Zhao tentu mengerti jika yang paling mengenal binatang spiritual adalah binatang spiritual itu sendiri, melihat ketakutan Cang tentu dirinya sadar kalau sepertinya kucing itu tengah memiliki firasat begitu buruk melihat serangan yang akan serigala bertinggi belasan kaki lancarkan.
“Serangan tenaga dalam pendekar Jiwa tahap Puncak akan sekuat apa?" Hao Zhao penuh tanda tanya, menggenggam erat pedangnya sebab bingung harus melakukan apa.
Ingin melompat langsung untuk menerjang binatang spiritual serigala tetapi Hao Zhao ragu itu tidak akan sempat. Bagaimanapun jika dirinya gagal, itu sama saja dengan menyerahkan tubuhnya sendiri untuk dihantam oleh serangan yang serigala itu akan lakukan.
Kumpulan energi biru pekat sudah mulai lekat terlihat disekitar cakar binatang spiritual serigala, seolah hanya tinggal menunggu waktu saja sampai tenaga dalam itu dilesatkan olehnya.
__ADS_1
“Benar, lebih baik kita adu saja," ucap Hao Zhao yang mulai mengalirkan tenaga dalam demikian besar ke pedangnya.
Hao Zhao terus menggunakan waktunya untuk mengalirkan tenaga dalam sebanyak mungkin ke pedangnya, siapa sangka jika Cang juga melakukan hal serupa di antara cakar kecilnya.
“Bagus, Cang. Aku tau aku dapat mengandalkan mu," ucap Hao Zhao.
Binatang spiritual serigala, Hao Zhao juga Cang sudah saling menatap tajam antara satu sama lain, seolah mengerti kalau satu serangan yang akan mereka lakukan akan segera mengakhiri pertarungan yang tengah terjadi. Sampai tiba-tiba....
Slashhh!!!
Li Chen entah datang dari mana dengan belati kecilnya berhasil melepaskan tebasan cukup kuat ke arah leher binatang spiritual serigala, hal itu berhasil dilakukan tanpa hambatan sebab binatang spiritual serigala hanya berfokus pada Cang juga Hao Zhao saja.
“Sekarang!!!" seru Hao Zhao seraya mengayunkan pedangnya.
Energi kebiruan dari tenaga dalam Hao Zhao segera melesat cepat ke arah binatang spiritual serigala, pada saat yang sama energi serupa juga melesat dari arah lain yang tidak lain merupakan milik Cang.
“Auuu!!!"
Binatang spiritual serigala yang telah dipenuhi luka seolah mengamuk menerima serangan tiba-tiba, meski begitu tidak bisa melakukan apapun setelahnya sebab lesatan tenaga dalam dari Hao Zhao juga Cang sudah terlebih dahulu menghantamnya.
Bummm!!!
Ledakan dahsyat dari tenaga dalam kembali tercipta, kali ini binatang spiritual serigala lah targetnya membuatnya ambruk tidak lama setelahnya.
Hao Zhao yang melihat hal tersebut segera bergerak sebelum melompat ke arah binatang spiritual serigala, hal serupa juga dilakukan Li Chen dan Cang dengan masing-masing senjata mereka.
Hao Zhao dengan pedangnya, Li Chen dengan belati kecilnya juga Cang dengan cakarnya segera menghujam satu bagian tubuh yang sama dari binatang spiritual tersebut.
Area jantung yang menjadi sasaran mereka, yang mana tepat setelah hujaman itu berhasil, segera terpejam mata binatang spiritual setinggi belasan kaki tersebut sebab kehilangan nyawa.
“Haha, lihat? Rencana ku berhasil, Bocah Sialan," ucap Li Chen yang segera tergeletak akibat merasa lelah.
“Berhenti berlebihan, aku akui rencana tipu daya usulan mu tidak buruk tetapi tidak lebih dari itu," timpal Hao Zhao seraya menyarungkan pedangnya.
Hao Zhao dengan segera melirik ke arah jasad binatang spiritual serigala, tidak pernah menyangka dirinya kalau binatang spiritual setingkat nya juga Cang ternyata memang benar bisa memahami apa yang manusia ucapkan.
Dengan menimbulkan perselisihan di awal kemunculan seolah Li Chen tidaklah berguna, membuat kecerdasan serigala itu bekerja otomatis sehingga hanya memfokuskan diri pada Hao Zhao juga Cang saja.
Siapa yang akan menyangka berkat kecerdasan yang berhasil didapatnya itulah binatang spiritual serigala menemui ajalnya.
“Hei, tidakkah kau berpikir kerja sama kita terlihat begitu baik? Aku yakin tidak akan ada yang percaya kalau kita mengatakan ini adalah pertama kalinya kita bertarung bersama," ucap Li Chen dengan senyum lebar di wajahnya.
__ADS_1
Hao Zhao hanya terdiam mendengar hal tersebut, jujur saja bekerja sama dengan Li Chen sama sekali tidak buruk tetapi menolak mengakuinya.
“Dia akan besar kepala jika aku menyetujui ucapannya," gumam Hao Zhao tanpa ekspresi.