Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Kecurigaan


__ADS_3

Yue Yie sedang mencoba berpikir mempertimbangkan tawaran Hao Zhao yang sebenarnya tidak sama sekali buruk tetapi juga tidak bisa dirinya terima begitu saja.


Koin langka sebanding dengan sepuluh juta koin emas, di mana uang sebesar itu sudah ada di atas aset keseluruhan sekte Lentera Harta. Uang sejumlah itu juga bisa sebenarnya membeli seisi Lentera Harta, walau tidak mungkin para petinggi Lentera Harta mau menjualnya.


Memang sekte Lentera Harta meski terhitung baru di kekaisaran tersebut, tetapi memiliki kelonjakan cukup signifikan dari keuntungan yang mereka dapatkan melalui bisnis mereka.


Sehingga menaikan nilai mereka lebih dari sepuluh juta koin emas merupakan hal mudah meskipun itu butuh waktu, di mana jika Yue Yie menerima tawaran Hao Zhao maka itu berarti Hao Zhao juga akan ikut ambil bagian dalam kepemilikan Lentera Harta yang berarti sektenya tidak memiliki bisnis Lentera Harta sepenuhnya dan harus membaginya dengan Hao Zhao.


“Bagaimana? Apa Lentera Harta tertarik dengan tawaranku?" Hao Zhao sempat menyeringai sebelum mengatakan itu.


Yue Yie yang tengah serius berpikir harus terpecah fokusnya sebab pertanyaan Hao Zhao, sehingga pikiran Yue Yie segera menjadi kacau.


“Tuan Muda, bisakah memberi aku waktu sejenak untuk memikirkan ini?" Yue Yie dengan ekspresi memohon.


“Aku sudah memberimu waktu cukup banyak, butuh berapa lama lagi hingga kau mengambil keputusan?" Hao Zhao dengan ekspresi datarnya.


“Sedikit waktu lagi saja Tuan Muda, aku mohon." Yue Yie yang tidak ingin menyesal karena sembarangan mengambil keputusan.


“Baik, nikmati waktumu kalau begitu." Hao Zhao mempersilahkan Yue Yie memanfaatkan waktu yang diberikannya, di mana hanya diam saja Hao Zhao setelahnya seraya menatap Yue Yie lekat.


Yue Yie segera kembali terdiam mencoba fokus, walau harus gagal sebab entah mengapa merasa terganggu dengan bagaimana Hao Zhao menatapnya.


Yue Yie jelas salah tingkah ditatap oleh pemuda seperti Hao Zhao yang ketampanannya tidak main-main, membuat Yue Yie curiga apakah Hao Zhao sengaja melakukan itu untuk mengganggu konsentrasinya.


“Tuan Muda, bisakah aku memikirkan semua ini di luar?" Yue Yie setelah lelah dengan itu semua.


Hao Zhao sempat menatap Yue Yie dengan penuh tanda tanya, sebelum mengangguk pelan mempersilahkan Yue Yie melakukan apa yang diinginkannya.

__ADS_1


Yue Yie keluar dari ruangan itu setelahnya. Di mana di depan pintu ruangan, Yue Yie segera mengacak-acak rambutnya merasa dipermainkan oleh Hao Zhao.


“Tidak seperti ini seharusnya, dia itu siapa dan mengapa bisa membuat aku menjadi seperti ini," gumam Yue Yie nampak frustasi.


Ada dua hal yang amat mengganggu pikiran Yue Yie saat itu. Pertama tentu merupakan tawaran Hao Zhao yang meski menggiurkan tetapi terasa begitu tidak masuk akal, sementara yang kedua adalah sosok Hao Zhao itu sendiri yang tidak bisa Yue Yie tebak siapa dirinya juga darimana asalnya.


“Muridku, apa ada hal yang terjadi hingga kau tampak begitu buruk seperti ini?"


Sebuah suara berat terasa parau terdengar, di mana Yue Yie sontak menoleh sebelum terkejut mengetahui kehadiran seorang pria tua yang tidak lain merupakan gurunya.


“Guru, syukurlah kau datang," ucap Yue Yie dengan helaan nafas lega, berpikir gurunya bisa dan memiliki lebih banyak hak untuk memutuskan hal sejenis itu ketimbang dirinya.


Yang Gao merupakan nama pria tua itu, di mana dirinya merupakan patriak sekte Lentera Harta sekaligus penggagas berdirinya sekte yang lebih memfokuskan diri berjalan di bidang bisnis tersebut.


Yue Yie baru ingin memberitahu kehadiran sosok rumit seperti Hao Zhao pada gurunya, sebelum Yang Gao memberi isyarat pada Yue Yie untuk diam.


Yue Yie sempat bertanya-tanya tidak mengerti maksud gurunya menyuruh diam, walau pada akhirnya tetap menuruti saja dengan menutup mulutnya.


“Menerima tawarannya? Kenapa?" tanya Yue Yie dengan sedikit tidak menyangka, kalau gurunya ternyata telah mengetahui tentang kehadiran Hao Zhao di sana.


“Lakukan saja, pemuda ini menarik," Yang Gao dengan senyum kecil.


“Baiklah kalau itu keputusanmu Guru, aku akan lakukan sesuai perintahmu." Yue Yie yang setelahnya segera kembali memasuki ruangan tempat Hao Zhao berada.


Hao Zhao tengah merasa begitu bosan saat Yue Yie akhirnya datang kembali ke sana, di mana sudah saatnya menurut Hao Zhao untuk Yue Yie segera mengambil keputusan.


Hao Zhao baru ingin menanyakan keputusan yang Yue Yie ambil sebelum secara tiba-tiba menoleh ke arah sudut ruangan.

__ADS_1


Hao Zhao merasakan kehadiran seseorang di sana, di mana amat terkejut Hao Zhao setelah mengetahui setinggi apa kekuatan seseorang yang jelas tengah mencoba bersembunyi dengan menghilangkan hawa keberadaannya.


“Aku sudah mencoba menawarkan pilihan terbaik dan ini jawabannya?" Hao Zhao yang merasa dibodohi mulai memunculkan pedangnya yang sedari awal tersimpan di dalam cincin Ruang.


Yue Yie melihat pedang Hao Zhao muncul secara tiba-tiba segera merasa terkejut, mempertanyakan apa yang Hao Zhao coba lakukan dengan pedang itu.


“Tuan Muda, ada apa? Apa ada salah satu dari sikapku yang menyinggungmu?" Yue Yie yang sama sekali tidak mengerti penyebab kemarahan Hao Zhao.


Hao Zhao mendengar pertanyaan Yue Yie segera menatap Yue Yie tajam, sebelum berkata, “Jika kau merasa keberatan dengan tawaranku kau hanya perlu menolaknya, bukan malah memanggil seseorang untuk berurusan denganku seperti ini."


Yue Yie semakin merasa bingung mendengar ucapan Hao Zhao, tidak sama sekali paham seseorang yang Hao Zhao maksud karena memang hanya ada dirinya juga Hao Zhao di sana.


“Tuan Muda, mohon tenangkan dirimu. Hanya ada kita berdua di sini, lagipula bagaimana mungkin aku berani menyuruh seseorang untuk berbuat jahat pada pelanggan terhormat sepertimu," Yue Yie mencoba bersikap sewajarnya, agar Hao Zhao tidak semakin curiga dengan dugaan tidak masuk akalnya.


“Omong kosong." Hao Zhao sudah menarik pedangnya sebelum menebaskannya ke arah pojok ruangan, di mana di sanalah Hao Zhao mengetahui ada kehadiran seseorang entah siapa.


Kilauan energi hasil tenaga dalam Hao Zhao tercipta dari tebasan pedang tersebut, di mana segera terlihat sosok pria tua dengan pedangnya tengah menahan serangan energi hasil tebasan pedang Hao Zhao.


Yue Yie melihat hal itu dengan segera merasa terkejut, bagaimana tidak jika ternyata Yang Gao lah yang Hao Zhao maksud sebagai seseorang yang disiapkannya untuk melakukan hal buruk pada Hao Zhao.


“Guru, apa kau tidak apa?" Yue Yie menghampiri Yang Gao dengan segera, merasa khawatir melihat ekspresi gurunya yang nampak menahan sakit setelah menghalau energi pedang Hao Zhao sebelumnya.


“Muridku, aku tidak apa. Hanya beberapa rasa terkejut saja yang saat ini tengah aku rasakan, sama sekali tidak menyangka akan ada generasi muda bisa memiliki kekuatan sebesar ini." Yang Gao dengan senyum lebar, sama sekali tidak menyangka Hao Zhao bisa merasakan hawa keberadaannya di sana.


“Tetap saja Guru, itu berbahaya. Lagipula sejak kapan Guru mulai memperhatikan pembicaraan antara aku dengan Tuan Muda di sini?" Yue Yie dengan penuh penasaran, tidak sama sekali tau kalau gurunya ternyata ada di sana.


“Sejak awal tentu saja, lagipula memangnya gurumu ini bisa tau dari mana terkait tawarannya jika tidak mendengarnya secara langsung?" Yang Gao dengan senyumnya, merasa semakin penasaran pada sosok Hao Zhao yang seolah tidak pernah berhenti mengejutkannya sedari awal dirinya perhatikan.

__ADS_1


Hao Zhao hanya menatap Yue Yie juga Yang Gao dalam diam, tidak sedikitpun menurunkan kewaspadaannya teringat keduanya bisa kapan saja menyerangnya jika dirinya lengah sedikit saja.


“Aku sempat ceroboh sebelumnya," gumam Hao Zhao, menyesalkan mengapa baru sadar dirinya terkait keberadaan Yang Gao di sana.


__ADS_2