Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Ruang Bawah Tanah


__ADS_3

Hao Zhao juga Li Chen dengan segera memasuki kediaman di depannya setelah selesai dengan Tang Jiri juga para tetuanya, itu merupakan kediaman megah yang luasnya tidak main-main membuat Hao Zhao agak kesulitan mencari keberadaan Bunga Kehidupan.


“Kenapa jejak Bunga Kehidupan menjadi lebih sulit untuk dideteksi setelah kita masuk kemari?" tanya Hao Zhao.


Bunga Kehidupan sudah dirinya tandai dengan tenaga dalam, hal itu yang menuntun Hao Zhao hingga bisa sampai di sana tetapi tanda yang ditinggalkannya mulai memudar sesaat dirinya memasuki kediaman tersebut.


“Aku merasakan hal serupa, tunggu ...."


Li Chen nampak melakukan sesuatu di dalam kediaman tersebut, menuju salah satu sudut kediaman sebelum meninjunya demikian keras membuat dinding yang dipukulnya runtuh.


Seolah tidak puas hanya dengan itu, Li Chen melakukan hal serupa di beberapa sudut lain hingga kediaman tersebut runtuh sepenuhnya sebab kehilangan cukup banyak penopang bangunannya.


Kediaman yang awalnya berdiri kokoh kini telah menjadi sebuah reruntuhan, yang mana anehnya tidak ada seorangpun di dalam kediaman tersebut apalagi bunga kehidupannya.


“Di kediaman ini jejak terakhir Bunga Kehidupannya bisa kita rasakan, apa ada sesuatu yang patriak sekte ini telah lakukan untuk mengecoh kita?" tanya Hao Zhao setelah berhasil tepat waktu menjauh dari kediaman tersebut sebelum runtuh.


Li Chen hanya terdiam tidak menanggapi Hao Zhao, kepalanya entah mengapa terasa begitu sakit sebab jika tidak berhasil mendapatkan Bunga Kehidupan harapannya untuk pulih bisa dikatakan sirna.


“Sial, ini semua karena ide bodoh mu melepaskan bunga kehidupan ketika kita bisa langsung pergi membawanya," ucap Li Chen setelah sekian lama diam.


Tujuan Li Chen merubuhkan kediaman tersebut adalah agar bisa lebih cepat menemukan patriak sekte Pedang Corak yang membawa Bunga Kehidupannya, siapa sangka setelah bangunannya runtuh patriak tersebut tidak sama sekali ada di sana.


Hao Zhao hanya menghela napas panjang ketika Li Chen menyalahkannya, hal tersebut dapat dimengerti karena memang sepenting itu Bunga Kehidupan untuk Li Chen.


“Tunggu, kau kan punya Cang. Kenapa tidak memintanya mencari keberadaan Bunga Kehidupan daripada mengeluh seperti ini?" Hao Zhao yang baru teringat binatang Spiritual jenis apa Cang.


Li Chen mendengar hal tersebut sempat tersentak, jujur saja rasa ingin menyalahkan Hao Zhao begitu besar ada dalam dirinya sampai lupa kalau Cang bisa menemukan Bunga Kehidupan semudah membalikan telapak tangan.


“Tidak usah sok memberitahuku, aku juga tau jadi jangan berpikir kau yang memiliki ide ini ... Cang, cepat tuntun kami ke tempat Bunga Kehidupannya berada," ucap Li Chen dengan senyum lebar.

__ADS_1


Hao Zhao hanya menatap Li Chen lekat entah mengapa merasa kesal, tingkah Li Chen memang sering kali begitu berlawanan dengan umurnya.


“Habis cemberut bak bocah kesal sekarang tersenyum lebar bak bocah habis dibelikan mainan, jika rupa mu tidak menggambarkan umurmu setidaknya buat tingkah mu yang menggantikan itu," ucap Hao Zhao.


Li Chen mengangkat alisnya mendengar hal itu, sempat tertawa geli sebelum berkata, “Apa? Aku tidak mendengar mu jadi berhenti berbicara buruk mengenai aku."


“Kau tidak dengar tapi tau aku berbicara buruk?" tanya Hao Zhao.


Li Chen hanya menghiraukan ucapan Hao Zhao setelahnya, ingin membuktikan pada Hao Zhao jika bukan Hao Zhao saja yang bisa membuat dirinya merasa kesal tetapi dirinya juga bisa melakukan hal serupa pada Hao Zhao.


Hao Zhao bersama Li Chen sendiri di tengah pembicaraan tersebut terus mengikuti Cang yang sudah berjalan di depan mereka, tempat yang Cang tuju merupakan tempat pusat bangunan kediaman berada yang kini hanya tinggal reruntuhan saja.


“Ada apa dengan tempat ini?" tanya Li Chen ketika Cang tiba-tiba berhenti setelah sampai di sana.


“Meong!!!" Cang seolah menyampaikan sesuatu.


“Ada hal yang aneh di sini?" Li Chen seolah mengerti apa yang Cang sampaikan.


“Hei, bodoh. Cang sudah berusaha sekeras ini memberimu arahan tetapi kau masih juga tidak paham?" Hao Zhao sembari mengambil salah satu buku di rak yang ada di sana.


Luapan energi segera memenuhi sekitar area reruntuhan tersebut, membentuk sebuah pelindung tipis hampir tidak terlihat yang sebelumnya tersembunyi.


“Ini formasi penyamar keberadaan, pantas saja sulit mengetahui ada hal aneh di sini," ucap Li Chen setelah segalanya menjadi jelas.


Hao Zhao hanya mengangguk membenarkan ucapan Li Chen, jujur saja jika Cang tidak menuntun mereka ke sana dirinya akan terkecoh dan mengira di kediaman tersebut memang tidak ada apa-apa.


“Kalau sudah seperti ini lalu apa?" tanya Li Chen sebab memang tidak ada hal aneh lain di reruntuhan tersebut selain formasinya.


“Kalau sudah seperti ini tinggal mencari apa yang coba formasi ini sembunyikan," ucap Hao Zhao sembari melenyapkan buku yang baru diambilnya.

__ADS_1


Energi tipis di sekitar area tersebut perlahan pudar bersamaan dengan lenyapnya buku di tangan Hao Zhao, buku tersebut memang Hao Zhao ketahui sebagai pusat dari inti formasinya.


Sesaat setelah formasi yang sebelumnya ada kini terlah hancur, jejak keberadaan Bunga Kehidupan segera berhasil sekali lagi dapat Hao Zhao juga Li Chen rasakan.


“Apa-apaan ...."


Li Chen yang menyadari jika Bunga Kehidupan ada di bawah tempatnya berdiri, segera tanpa ragu mengangkat satu kakinya sebelum menghantamkannya ke lantai yang dirinya pijak.


Bammm!!!


Pijakan Li Chen menghantam keras lantai di bawahnya, tetapi tidak ada yang terjadi sebab betapa kokohnya lantai tersebut.


“Hei, jangan diam saja. Cepat bantu aku menghancurkan lantai ini agar kita bisa tu—"


Belum Li Chen menyelesaikan ucapannya, Hao Zhao sudah lebih dahulu mengambil satu buah buku lain yang ada di rak. Dari buku tersebut Hao Zhao rasakan ada aliran bekas tenaga dalam serupa dengan buku yang telah hancur sebelumnya.


Sesaat setelah buku tersebut Hao Zhao ambil, lantai tempat mereka berada perlahan bergetar sebelum memisah, memperlihatkan sebuah tangga turun ke ruang bawah tanah.


“Apa ini? Kalau ada hal seperti ini kenapa tidak kau beritahu aku terlebih dahulu jadi aku tidak perlu menyianyiakan tenagaku," ucap Li Chen kesal.


Hao Zhao hanya tersenyum sinis sebelum berkata, “Sesekali gunakan otakmu dan istirahatkan otot mu, kau baru bisa dibilang cerdas kalau sudah bisa melakukan itu."


Li Chen mendengar hal tersebut jelas jengkel, merasa Hao Zhao mengatainya bodoh walau tidak secara langsung dan hanya tersirat saja.


“Kalau kau berpikir aku mengumpat mu bodoh lebih baik lupakan, lagipula untuk apa mengatakan hal yang sudah jelas adalah kenyataan," ucap Hao Zhao sembari melangkah bersama Cang menuruni anak tangga menuju ruang bawah tanah.


“Meong!!!" Cang seolah setuju dengan apa yang Hao Zhao katakan.


Li Chen hanya bisa membatu di tempatnya ketika Hao Zhao juga Cang telah lebih dahulu pergi meninggalkannya, emosinya sedang bergejolak sehingga coba dirinya tahan agar tidak pecah.

__ADS_1


“Percobaan pembunuhan, mengumpat ku bodoh bahkan berani menganggap aku bocah ... entah siapa lagi di dunia persilatan yang punya keberanian lebih besar dari yang bocah Zhao ini miliki ... sialan!!! Aku Li Chen salah satu dari Tiga Naga Bebas, bocah sialan menyebalkan!!!" seru Li Chen mencoba meredakan rasa marahnya dengan teriakan itu.


__ADS_2