Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Ketidakmampuan


__ADS_3

Hao Zhao terus menebaskan pedangnya ke sana kemari seolah menari, di mana tarian pedang itu benar-benar memukau terbukti ketiga lawan Hao Zhao seperti terpaku seolah begitu menikmati apa yang Hao Zhao tengah tunjukan pada mereka.


Sampai di tengah tarian pedang Hao Zhao barulah ketiganya sadar dari bagaimana tarian pedang Hao Zhao memiliki maksud tertentu, baik Tang Pei, pria bertopeng besi juga pria dengan topeng bewarna keemasan bergerak serempak mengangkat pedang mereka seolah ingin menghalau sesuatu.


Ctankkk!!!


Ctankkk!!!


Ctankkk!!!


Energi pedang berbentuk jarum kecil serta tipis berbelok dari targetnya, di mana semua energi tipis itu berasal dari pedang Hao Zhao di tengah tarian yang sedang dilakukannya.


“Mereka menyadarinya?" Hao Zhao bertanya-tanya, sadar kalau apa yang ingin dilakukannya gagal sebab ketiganya menyadari cara kerja dari jurus yang digunakannya.


Tarian Pedang Harimau Surgawi bukanlah jurus yang bisa secara mudah membunuh lawan begitu saja, di mana kegunaan jurus itu pada dasarnya hanya sebagai pengalih perhatian di samping energi pedang tipis hampir tidak terlihat melakukan tugasnya sebagai langkah terakhir pengeksekusian.


Jika langkah terakhirnya gagal maka jurus itu berarti gagal sepenuhnya, sebab lawan akan jauh lebih waspada dan tidak lagi mau menaruh perhatian seindah apapun tarian pedang yang dilakukan oleh Hao Zhao.


Hal itu terbukti dari bagaimana Tang Pei, pria bertopeng besi juga pria dengan topeng bewarna keemasan menatap Hao Zhao dengan cara berbeda setelahnya. Tidak lagi mereka menatap penuh kekaguman seperti sebelumnya, sebaliknya mereka kini menatap Hao Zhao dengan penuh kewaspadaan.


“Sialan, tadi itu amat sangat berbahaya," ucap Tang Pei menyesali sempat menaruh lengah sebelumnya.


“Jurus yang baru digunakannya amatlah tidak biasa, aku tidak pernah tau kalau Lentera Harta ternyata memiliki jurus semacam ini," pria bertopeng besi menimpali.


“Kalian menunggu apa lagi? Berhenti berbicara dan bantu aku untuk menghabisinya," ucap pria dengan topeng bewarna keemasan, setelahnya bergerak tidak ingin memberi Hao Zhao kesempatan menggunakan jurus lain.


Baik Tang Pei juga pria bertopeng besi segera menyusul setelahnya, membuat ketiganya sekali lagi seperti mencoba menerkam Hao Zhao dengan pedang di tangan mereka.


Hao Zhao melihat hal itu tidak melakukan apapun hanya diam di posisinya, menunggu ketiganya mendekatkan jarak dengannya sebelum bergerak seolah menghilang tepat sebelum ketiga pedang dari lawan menyentuh dirinya.

__ADS_1


Blammm!!!


Ketiga pedang yang digunakan oleh Tang Pei dan dua anggota Topeng Besi menghantam kencang dinding kediaman, membuat satu sisi dinding lain harus kembali roboh sehingga tidak ada penyanggah yang cukup kini untuk membuat ruangan tempat pertarungan bisa tetap berdiri.


Atap jatuh setelahnya menimpa ketiganya, membuat ketiga orang itu seolah tertimbun tidak lagi terlihat di mata Hao Zhao yang sudah mulai menjauh dari sana.


“Apa-apaan ini?"


Meng Kiao datang dari ruangan lain di kediaman tersebut setelah mendengar suara riuh dari sana, di mana jelas dirinya segera dibuat terkejut oleh apa yang tengah terjadi dihadapannya.


“Ayah, apa yang terjadi?" tanya Meng Dali dengan langkah cepat, ikut merasa terganggu dengan suara keras yang hampir terus terdengar sedari tadi.


Dari reruntuhan segera muncul Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi dengan penuh kegeraman, menoleh ke sana kemari mencari keberadaan Hao Zhao tetapi tidak mereka temukan pemuda itu.


“Tuan-tuan, apa sebenarnya yang baru terjadi di sini?" tanya Meng Kiao dengan segera pada ketiganya.


“Tutup mulutmu dan jangan mengatakan kepada siapapun apa yang baru kau dan Putrimu lihat," ucap pria dengan topeng bewarna keemasan pada Meng Kiao dengan nada mengancam.


“Aku berhasil merasakan jejak tenaga dalamnya, ayo ikuti aku," ucap pria bertopeng besi sebelum melesat pergi dari sana mencoba mengejar Hao Zhao.


Hao Zhao sendiri tengah menyusuri atap demi atap bangunan kota seperginya dari kediaman keluarga Meng, di mana dirinya memang memiliki keinginan untuk membawa Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi keluar dari kota itu sebelum melanjutkan pertarungan mereka.


Hao Zhao memang menyadari sebelumnya jika Meng Kiao juga Meng Dali tengah mendekat ke arah pertarungannya berada, membuat Hao Zhao memutuskan pergi tidak ingin keberadaannya diketahui oleh keduanya yang malah akan membuat segalanya semakin merepotkan untuknya.


“Ketiga orang itu tidak memberitahu terkait aku pada keduanya bukan? Mengingat harga diri tinggi mereka hal seperti itu seharusnya tidak mereka lakukan," gumam Hao Zhao.


Tidak lama setelah itu segera Hao Zhao rasakan keberadaan tiga orang yang tenaga dalamnya dirinya kenali tengah mengejarnya, sehingga tidak perlu memastikan dirinya untuk mengetahui siapa ketiganya yang tidak lain pastilah Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi.


Hao Zhao segera mempercepat langkahnya tidak lama kemudian meninggalkan ketiga orang yang mencoba mengejarnya, sebelum sesaat setelahnya Hao Zhao berhenti karena merasa keberadaannya sudah cukup jauh dari kota Dahan Gugur.

__ADS_1


“Tempat ini seharusnya cocok untuk menghabisi mereka," ucap Hao Zhao pelan seraya memainkan bilah pedang dengan salah satu jemari tangannya menunggu kedatangan Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi.


Tidak butuh waktu lama sampai Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi muncul dari kejauhan, di mana amat terlihat setiap dari mereka mulai siap menebaskan pedang sesaat melihat Hao Zhao.


Ctankkk!!!


Tiga bilah pedang yang telah dialiri tenaga dalam mencoba menghujam tubuh Hao Zhao, di mana beruntung untuk Hao Zhao bisa menghalaunya meski tubuhnya harus terlempar cukup jauh dari posisinya.


Uhukkk!!!


Darah mengalir dari tepi mulut Hao Zhao, jelas terlihat kalau menghalau serangan dari ketiganya sekaligus masihlah begitu memberatkan tubuhnya tanda menghabisi ketiganya tidak akan semudah apa yang sempat Hao Zhao bayangkan.


“Angkuh, tidak menyadari kemampuan diri sendiri hingga berani menghalau secara langsung serangan kami," pria dengan topeng bewarna keemasan, begitu jelas terdengar ketidaksenangan dari suaranya.


Hao Zhao hanya menyeringai tidak memedulikan darah yang terus mengalir dari tepi bibirnya sebelum berkata, “Lalu kalian mau aku melakukan apa? Hanya menunggu kematian tanpa memberikan perlawanan?"


“Bukankah itu lebih baik untukmu? Dengan segala tingkah congkak tidak tau dirimu seharusnya mati dengan cepat sudah sebuah keringanan yang secara baik hati bisa kami berikan," ucap Tang Pei dengan ekspresi geram.


Hao Zhao hanya tertawa kecil mendengar ucapan Tang Pei, setelahnya berkata, “Keringanan atau ketidakmampuan?"


“Kurang ajar!!!" seru Tang Pei sebelum melesat cepat seorang diri mencoba menghabisi Hao Zhao.


Hao Zhao sempat menatap Tang Pei aneh sebelum tersenyum kecil, sama sekali tidak menyangka Tang Pei akan sukarela datang padanya seorang diri seperti itu dengan kemampuannya yang tidak seberapa.


Wushhh!!!


Ayunan pedang Tang Pei hanya membelah angin sebab Hao Zhao berhasil menghindar dengan cukup mudah, yang mana tidak lama setelah itu segera Hao Zhao balas balik serangan Tang Pei dengan pedang di tangannya.


Slashhh!!!

__ADS_1


Ayunan pedang Hao Zhao berhasil masuk cukup dalam mengoyak bahu kiri Tang Pei, membuat pria itu terpaksa melangkah mundur sadar terlambat sedikit saja nyawanya akan dalam bahaya.


“Lihat? Jawabannya adalah ketidakmampuan sehingga kalian mengharapkan aku hanya diam untuk menunggu kematian," ucap Hao Zhao dengan senyum sinis.


__ADS_2