
Hao Zhao baru keluar saat itu dari kamarnya, ingin menemui Yue Yie untuk menanyakan lebih jelasnya terkait turnamen yang akan segera di gelar di kota Dahan Gugur.
Di mana meski Hao Zhao sama sekali tidak memiliki pikiran akan kesulitan saat turnamennya digelar, Hao Zhao bukanlah tipe orang yang akan dengan bodoh meremehkan sebab mengerti kalau itu merupakan kesombongan yang bisa menjerumuskannya pada kekalahan.
“Turnamen akan digelar tidak lama lagi, Lentera Harta pastilah telah memiliki informasi terkait sekte mana saja yang akan ikut juga siapa-siapa saja pendekar muda yang akan bertanding," gimana Hao Zhao di tengah langkahnya menuju ruangan Yue Yie.
Tidak berapa lama hingga akhirnya Hao Zhao sampai di sana, di mana di depan pintu sudah ada satu prajurit kekaisaran dengan zirah lengkap miliknya tampak tengah berjaga.
Hao Zhao berhenti tepat di hadapan prajurit tersebut, memusatkan matanya ke wajah prajurit itu, segera Hao Zhao kenali prajurit itu sebagai orang yang pernah dirinya pukul jatuh tidak berapa lama lalu.
“Kau datang ke sini lagi? Apa anggota Topeng Besi ingin membuat masalah lagi di sini?" tanya Hao Zhao pada prajurit tersebut.
“Oh ... tidak. Jangan salah paham, aku kemari hanya untuk mengawal nona bangsawan penguasa kota. Mohon untuk tidak seenaknya sekali lagi asal pukul seperti saat itu," ucap prajurit yang nampaknya masih ingat siapa Hao Zhao.
Hao Zhao mendengar hal itu segera menatap penuh selidik, setelahnya berkata, “Jika benar seperti itu, cepat menyingkir. Aku ingin masuk,"
Prajurit kekaisaran terlihat terkejut, sebelum berkata, “Bi— bisakah kau urungkan terlebih dahulu hal itu, nona bangsawan tengah ada pembicaraan dengan nona Yie di dalam. Jadi aku mohon untukmu membiarkan mereka menyelesaikan pembicaraannya terlebih dahulu."
Hao Zhao segera menghela napas pelan, tidak sama sekali berpikir prajurit kekaisaran tersebut akan berani sekali lagi mencoba mempersulitnya sehingga berkata, “Menyingkir atau kau akan merasakan pukulan ku seperti terakhir kali."
“Ba— baik, silahkan ...."
Prajurit kekaisaran segera menyingkir dari jalan Hao Zhao, di mana bahkan prajurit itu bukakan juga pintu ruangannya amat berusaha mencoba terlihat sopan karena tidak ingin Hao Zhao marah.
Hao Zhao hanya melangkah dalam diam memasuki ruangan, jelas menyadari kalau sepertinya kejadian terakhir kali masihlah begitu membekas di ingatan prajurit kekaisaran tersebut.
__ADS_1
Sesampainya Hao Zhao di dalam ruangan, segera disambut dirinya oleh Yue Yie juga satu gadis muda lain yang terlihat masihlah belasan tahun.
Baik Yue Yie atau pun gadis muda itu awalnya tengah asik berbicara antara satu sama lain, hingga harus terhenti sesaat setelahnya sebab kehadiran Hao Zhao yang begitu tiba-tiba. Di mana hal tersebut jelas membuat Hao Zhao bingung, harus menjelaskan maksud kehadirannya di sana dengan bagaimana.
Hao Zhao sendiri awalnya memaksa masuk hanya untuk memastikan, apakah ucapan prajurit yang berjaga di depan pintu benar atau tidak dan jelas sudah sekarang kalau prajurit tersebut tidak berbohong.
“Tuan Muda Zhao, ada keperluan apa hingga dirimu datang kemari?" tanya Yue Yie, dengan senyum senang di balik kain tipis yang menutupi wajahnya.
“Tidak ada, hiraukan saja aku. Aku hanya merasa bosan terus menerus ada di kamar," ucap Hao Zhao, setelahnya duduk di bangku sisi ruangan yang terpisah dari dua sofa kayu tempat Yue Yie berbicara dengan gadis muda di hadapannya.
Yue Yie hanya mengangguk pelan tanda mengerti, berbeda dengan gadis muda di hadapan Yue Yie yang terus saja menatap Hao Zhao dalam diam tampak begitu kagum.
Hao Zhao mengenali siapa gadis itu melalui informasi yang diterimanya dari Jian San, Meng Dali namanya. Di mana dirinya adalah anak satu-satunya dari Meng Kiao, penguasa baru kota Dahan Gugur pengganti Gang Dalan.
“Oh, tidak. Haha, Saudari Yie. Bagaimana jika kita lanjutkan saja pembicaraan kita sebelumnya?" Meng Dali dengan gugup, tampak salah tingkah setelah dipergoki Yue Yie.
“Itu yang aku inginkan, tetapi jika Saudari Dali merasa terganggu atau tidak nyaman. Bagaimana jika kita bicarakan ini di ruang makan Lentera Harta saja? Saudari Dali juga bisa menikmati sarapan di sana," ucap Yue Yie, terlihat kesal bagaimana ekspresinya mengetahui Meng Dali sepertinya tertarik pada Hao Zhao.
“Oh, tidak perlu Saudari Yie. Aku sudah sarapan sebelum datang kemari, jadi bisa kita bicarakan semuanya di sini," ucap Meng Dali, di mana lirikan matanya sesekali terus mencoba mencuri pandang ke arah Hao Zhao.
Yue Yie menyadari hal itu, Yue Yie juga entah mengapa terlihat kesal karenanya. Walau begitu, tidak ada yang bisa Yue Yie lakukan sehingga hanya bisa menahan rasa kesalnya saja.
Hao Zhao dalam diamnya terus memperhatikan pembicaraan yang terjadi di antara kedua gadis muda itu, di mana entah mengapa Hao Zhao merasakan seperti ada yang tidak beres di antara keduanya. Untuk jelasnya sendiri Hao Zhao tidak ketahui, tetapi rasa tidak beresnya dapat Hao Zhao rasakan jelas.
“Apa pembicaraan di antara gadis memang selalu terlihat seperti ini?" Hao Zhao penuh tanda tanya, cukup penasaran mengapa tenaga dalam Yue Yie terus saja bocor keluar saat melakukan pembicaraan dengan Meng Dali.
__ADS_1
Di samping Yue Yie, Meng Dali sedikit berbeda tetapi masih serupa. Di mana entah mengapa Hao Zhao dapat merasakan hawa menggebu dari Meng Dali yang entah apa alasannya.
“Pendekar Jiwa, tingkat kekuatan ini dapat membuat aku menjadi lebih sensitif terhadap apa yang dirasakan orang lain. Pantas saja Paman Gao bisa menebak kalau aku memiliki sebuah luka dalam di pertemuan pertama kami, bisa jadi karena dia juga dapat merasakan kekhawatiran yang sudah aku coba pendam saat itu," gumam Hao Zhao, cukup terkesima dengan apa yang bisa dilakukan tingkat kekuatan barunya.
Hao Zhao sendiri lebih banyak diam saat itu, mendengarkan saja pembicaraan antara Yue Yie juga Meng Dali yang ternyata ada kaitannya dengan turnamen yang akan digelar di kota Dahan Gugur.
“Pada intinya, aku hanya ingin mengundang Saudari Yie untuk datang menjadi tamu kehormatan di turnamen tersebut. Mengingat Lentera Harta beberapa tahun kebelakang telah begitu menjadi primadona di dunia peralatan, aku yakin banyak dari para peserta yang akan senang dapat melihat Nona Muda Lentera Harta seperti Anda," ucap Meng Dali, setelah pembicaraan cukup panjang.
“Datang? Sebenarnya tidak perlu Saudari Dali minta aku akan melakukannya, bahkan bersama Guruku ketika turnamen di kota ini digelar." Yue Yie dengan senyumnya yang dipaksakan, jelas masih kesal mengingat Meng Dali terus mencoba melirik Hao Zhao setiap ada kesempatan.
“Apa benar seperti itu? Bahkan patriak Gao juga? Jika seperti ini jelas merupakan kehormatan untuk keluarga Meng ku," ucap Meng Dali seraya membungkuk sebagai tanda terimakasih, tampak mengira Lentera Harta mau melakukan itu sebab ingin memberi wajah untuk keluarganya.
“Jangan salah paham, kami melakukan ini bukan untuk keluarga Meng atau sejenisnya. Melainkan untuk mendukung Tuan Muda Lentera Harta yang akan ikut tanding di sana memperebutkan tiket undangannya," ucap Yue Yie, tidak ingin Meng Dali merasa senang sebab kesalahpahaman tersebut.
“Tuan Muda? Apakah Lentera Harta memilikinya? Jangan bilang ...."
Meng Dali segera menoleh ke arah Hao Zhao, tampak tidak berpikir ada kemungkinan lain selain Hao Zhao yang paling mungkin merupakan Tuan Muda yang dimaksud terlihat dari betapa Yue Yie memberi hormat pada Hao Zhao.
“Benar, dirinya adalah Tuan Muda Zhao. Orang yang akan menemaniku mengikuti turnamen utama Bibit Pahlawan di ibu kota," ucap Yue Yie dengan senyum bangga, tampak ingin memamerkan kedekatan yang tidak Meng Dali miliki dengan Hao Zhao.
“Eh? Bagus untukmu Saudari Yie, aku harap Tuan Muda Zhao memang memiliki kemampuan untuk melanjutkan langkahnya hingga ibu kota kekaisaran," ucap Meng Dali, seperti sadar apa yang coba Yue Yie lakukan dengan perkataannya tersebut.
“Saudari Dali berkata apa? Tuan Muda Zhao jelas bisa melakukan itu," ucap Yue Yie dengan senyum jengkel di balik kain tipis yang menutupi sebagian wajahnya.
Hao Zhao hanya mengerutkan dahinya mendengar pembicaraan di antara keduanya, sebelum berkata, “Apa sebenarnya penyebab dua gadis ini terlihat menaruh kesal antara satu sama lain?"
__ADS_1