Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Pembuktian


__ADS_3

Hao Zhao menajamkan pandangannya, seorang gadis muda begitu cantik baru memasuki bangunan Bangau Emas ketika menyanggah pembicaraannya.


“Dia ... bukankah Nona Muda Bangau Emas?"


“Benar, dirinya adalah salah satu murid Utama dari Empat Sekte Ternama."


“Nona Bao Yu maksudmu? Jika benar maka habislah pemuda itu berani menjelekan Bangau Emas di hadapannya."


Pembicaraan ramai terdengar tepat setelah Bao Yu datang, kebanyakan merupakan pengunjung yang awalnya tidak tertarik akan apa yang terjadi pada Hao Zhao.


“Oh, jadi dirinya murid Utama sekte Bangau Emas. Pantas banyak yang langsung mengenalinya," gumam Hao Zhao.


Bao Yu terus melangkah sampai berdiri tepat di hadapan Hao Zhao, wajah Bao Yu yang awalnya begitu dingin bak es entah mengapa terlihat terkejut tidak lama kemudian.


“Eh ...."


Hao Zhao hanya menaikan alisnya, sesaat setelahnya berkata, “Apa ada yang mengganggumu, Nona?"


Bao Yu segera tersadar dari rasa terkejutnya, meski demikian apa yang baru terjadi tidak bisa mengembalikan wajah dingin Bao Yu seperti semula.


“U— ucapan mu, cepat tarik kembali ucapan mu," ucap Bao Yu terbata.


“Ucapan ku yang mana?"


“Terkait Bangau Emas yang kau anggap lebih buruk dari Lentera Harta."


Hao Zhao hanya mengerutkan dahi, tidak ingat pernah berucap demikian karena hanya membandingkan apa yang dilakukannya.


“Aku tidak pernah berkata demikian, sebaliknya Nona yang malah merendahkan Lentera Harta dengan ucapan Nona sebelumnya," ucap Hao Zhao.


Bao Yu terdiam, telapak tangannya sudah terkepal merasa tersinggung sebab Hao Zhao berani membalas perkataannya.


“Tidak pernah sekalipun dalam hidupku ada yang berani seperti ini di hadapanku, aku harusnya marah ... tetapi mengapa tidak bisa?" gumam Bao Yu ditengah geram dan rasa asing yang dirasakannya.


Hao Zhao menyadari hal tersebut, ada yang mengganggu pikiran Bao Yu sepertinya tetapi dirinya tidak peduli.


“Senang bertemu dengan Anda, Nona. Kalau begitu sampai jumpa." Hao Zhao yang tidak ingin memperpanjang masalah.

__ADS_1


“Tu— tunggu, kau mau kemana?"


Hao Zhao baru melangkah tidak seberapa jauh untuk keluar ketika Bao Yu tiba-tiba menggenggam lengannya, membuat Hao Zhao menatap Bao Yu penasaran akan apa maksud gadis itu melakukan hal tersebut.


“Jangan sentuh aku ...."


Bao Yu tiba-tiba menghempas tangan Hao Zhao yang sempat dirinya genggam, senada dengan itu apa yang Bao Yu ucapkan membuat seolah Hao Zhao lah yang melakukan hal tersebut.


“Nona, tetapi dirimu yang menyentuhku," ucap Hao Zhao.


“Diam!!!" pekik Bao Yu dengan ekspresi rumit.


Hao Zhao hanya bisa menatap Bao Yu aneh, mempertanyakan apa memang sudah dari sananya sikap tidak masuk akal nona muda Bangau Emas itu.


“Ka— kau sudah berani mengatakan hal buruk terkait Bangau Emas, enak saja asal pergi seenaknya," ucap Bao Yu terbata-bata saat Hao Zhao hanya menatapnya dalam diam.


Hao Zhao segera menghela napas pelan, sudah dijelaskan olehnya tidak memiliki niat melakukan itu tetapi Bao Yu seperti menghiraukannya.


“Sebab itu aku menghentikan mu, jadi saat aku meraih tanganmu semua itu tidak aku lakukan karena aku mau, paham?" Bao Yu dengan nada bicara sedikit mengancam.


Hao Zhao hanya diam, tidak berpikir itu perlu dijelaskan secara detail oleh Bao Yu karena tidak sepenting itu.


Bao Yu sempat terlihat kecewa mendengar itu, meski sesaat setelahnya ekspresi tersebut menghilang seolah coba disembunyikan.


“Kenapa tidak tinggal lebih lama ... eh ... tidak, enak saja kau mau pergi setelah semua ini!!!" Bao Yu dengan gaya bicara berubah-ubah begitu pula dengan ekspresinya.


Hao Zhao segera menyadari kalau bagaimana Bao Yu marah terkesan dibuat-buat, hal ini membuat Hao Zhao menaikan penjagaannya takut ada hal buruk yang Bao Yu tengah rencanakan.


‘Tidak ... kenapa dirinya bisa setampan ini!!! ' batin Bao Yu, menjelaskan sikap anehnya sedari tadi.


“Nona, aku tidak tau apa yang kau inginkan agar masalahnya selesai. Ada hal yang harus aku lakukan jadi mohon pengertian mu," ucap Hao Zhao.


“Pengertian? Jadi kau benar ingin pergi, huh?" Bao Yu yang tiba-tiba melipat tangannya dengan ekspresi datar.


Hao Zhao segera menatap Bao Yu penuh selidik, jelas sudah kalau memang benar Bao Yu ingin melakukan sesuatu jika melihat perubahan ekspresinya itu.


“Penjaga!!! Jaga pintu keluarnya!!!" seru Bao Yu.

__ADS_1


Beberapa pendekar Pemurnian tahap Tinggi dengan jubah sekte Bangau Emas segera berkumpul di dekat pintu keluar, guna memenuhi perintah nona muda mereka.


“Nona, apa yang kau lakukan?" tanya Hao Zhao.


Hao Zhao meski bisa saja keluar secara paksa dengan menghajar habis kumpulan penjaga itu, memilih menggunakan cara lain untuk keluar dari sana sebab tidak ingin dengan gegabah menyinggung kekuatan sebesar Bangau Emas.


“Kenapa bertanya? Tentu saja mengamankan mu, sampai kau bisa membuktikan ucapan mu terkait Lentera Harta yang lebih baik daripada Bangau Emas, kau harus tetap di sini," ucap Bao Yu dengan senyum puas.


Hao Zhao hanya bisa menatap dalam diam sosok Bao Yu. Aneh dan kekanakan, begitulah sekiranya kesan Hao Zhao padanya.


Di tengah diamnya Hao Zhao, senyum Bao Yu perlahan melebar. Seolah sudah berhasil membuat Hao Zhao bermain di telapak tangannya dan dirinya senang akan hal ini.


“Eh, kau mau kemana?" Bao Yu setelah melihat Hao Zhao tiba-tiba melangkah.


“Hanya melakukan apa yang dirimu mau, jadi tidak perlu khawatir aku akan kabur dari sini," ucap Hao Zhao seraya mendekati salah satu rak berisi sumber daya di dekatnya.


Bao Yu hanya mengangguk, bisa tenang dirinya setelah mengetahui Hao Zhao tidak berencana kabur.


Apa yang Hao Zhao lakukan segera menjadi pusat perhatian setiap pengunjung, mereka penasaran akan melakukan apa Hao Zhao untuk lepas dari cengkraman Bao Yu yang mencoba mempersulitnya.


Hao Zhao tidak menghiraukan semua hal tersebut hanya mengambil satu sumber daya dari rak yang dihampirinya, itu sejenis akar yang gunanya untuk memperkuat fisik seorang pendekar walau tidak seberapa.


“Nama sumber daya ini Akar Besi, benar?" tanya Hao Zhao pada Bao Yu.


Bao Yu yang terus memperhatikan Hao Zhao segera mengangguk, tidak mengerti apa rencana Hao Zhao dengan akar itu.


“Akar Besi, sumber daya tingkah rendah. Aku juga memilikinya." Hao Zhao memasukan lengannya ke dalam jubah untuk menggunakan cincin ruang agar tidak menarik perhatian.


Dari cincin ruang Hao Zhao dapatkan akar serupa dengan yang baru diambilnya, membuat setiap yang melihat bertanya-tanya apa yang coba Hao Zhao lakukan dengan dua Akar Besi tersebut.


“Akar Besi milikku aku dapatkan dari Lentera Harta, Nona mengatakan aku harus membuktikan kalau Lentera Harta memang benar lebih baik maka aku akan melakukannya," ucap Hao Zhao.


Dua akar besi di masing-masing tangan Hao Zhao dirinya alirkan tenaga dalam, hal paling mudah untuk membandingkan kualitas sumber daya daya adalah ketahanan sumber daya tersebut melawan kekuatan dari luar.


Kraashhh!!!


Akar Besi di salah satu tangan Hao Zhao tiba-tiba hancur berkeping-keping ketika yang satunya masih baik-baik saja, yang hancur merupakan milik Bangau Emas membuat setiap yang melihat bungkam seribu bahasa.

__ADS_1


“Bagaimana, Nona? Apa dirimu sudah puas?" tanya Hao Zhao menatap lekat Bao Yu yang terdiam.


__ADS_2