
Hao Zhao baru bisa bernafas lega ketika telah sampai di lantai teratas Lentera Harta, di mana sepanjang perjalanannya hingga bisa sampai sana Hao Zhao selalu di buat bertanya-tanya akan betapa berlebihan sikap setiap pekerja yang berpapasan dengannya.
Entah itu menyapa seraya memberi hormat atau hal sejenis selalu para pekerja di sana lakukan ketika berpapasan dengan Hao Zhao, membuat Hao Zhao tidak bisa merasa tenang sebab para pengunjung hampir pasti akan memperhatikan dirinya setelahnya.
“Aku sama sekali tidak terbiasa dengan ini." Hao Zhao menggeleng pelan teringat sikap hormat yang selalu ditujukan padanya oleh setiap pekerja Lentera Harta.
Hao Zhao sendiri setelahnya segera berjalan ke arah ruangan milik Yue Yie, ingin menanyakan kejelasan sikap para pekerja yang Hao Zhao duga ada kaitannya dengan Yue Yie.
Sempat mengetuk pintu ruangan beberapa kali tetapi tidak ada jawaban membuat Hao Zhao memutuskan untuk membuka saja langsung pintu ruangan itu, sebelum melihat Yue Yie tengah terlelap di sofa tempat gadis itu selalu menghabiskan waktunya.
Yue Yie terlelap dalam posisi duduk dengan beberapa lembar berkas di tangannya, membuat Hao Zhao entah mengapa merasa tidak tega sehingga membantu Yue Yie merapikan setiap dari berkas yang beberapa bahkan telah berceceran di lantai.
Hao Zhao sempat tidak sengaja menatap wajah Yue Yie ketika ingin sekalian membantu Yue Yie berbaring, di mana Yue Yie tengah tidak memakai kain tipis yang biasa selalu menutupi sebagian wajahnya.
“Cantik," gumam Hao Zhao tanpa sadar, terpukau dengan bagaimana keseluruhan wajah Yue Yie terlihat.
Kecantikan langka yang begitu jarang Hao Zhao temui, di mana Hao Zhao hanya pernah menemui kecantikan setara itu beberapa kali saja selama hidupnya itupun sudah cukup lama. Membuat Hao Zhao tidak bisa bersikap biasa saja melihat kecantikan semacam itu.
Hao Zhao dengan segera menghela nafas pelan, tidak berpikir apa yang dilakukannya merupakan sesuatu yang pantas sehingga Hao Zhao dengan segera membuang wajahnya. Mengalihkan pandangannya dari wajah Yue Yie, Hao Zhao coba hargai usaha Yue Yie yang selalu mencoba menyembunyikan wajah cantiknya itu.
__ADS_1
“Hanya para wanita tercantik dari masa aku hidup dua ratus tahun lalu yang bisa dibandingkan dengan kecantikan Yie, aku harap kecantikan ini tidak membawa masalah untuk Yie di masa depan." Hao Zhao setelah membantu Yue Yie berbaring, segera teringat kalau di dunia persilatan bukan hanya ada satu dua hal saja yang dapat menjadi sumber perseteruan.
Hao Zhao masih ingat kalau dahulu ada dua sekte yang bertempur antara satu sama lain hingga kedua sekte itu binasa, di mana alasannya hanya karena seorang wanita.
Dua murid Utama dari kedua sekte itu menyukai satu wanita yang sama, melahirkan perseteruan hingga pertempuran terjadi tiada hentinya. Tidak masuk akal memang sebab itu juga yang Hao Zhao rasakan, meski begitu semua yang terjadi merupakan fakta dan benar-benar ada.
“Bukan tidak mungkin hal seperti itu juga bisa terjadi di masa sekarang," ucap Hao Zhao pelan, sempat melirik ke arah Yue Yie yang tengah terlelap sebelum pergi keluar dari ruangan itu.
Hao Zhao sendiri setelahnya pergi ke salah satu ruangan lain yang ada di lantai tersebut, di mana itu merupakan kamar yang saat ini ditempatinya.
Hao Zhao hanya berdiri di depan jendela kamar yang telah terbuka lebar setelah memasuki kamarnya, di mana pikiran Hao Zhao telah melayang entah kemana memikirkan berbagai macam hal acak yang tiba-tiba muncul.
“Ini menyebalkan," ucap Hao Zhao setelah mengingat hal tidak mengenakan, di mana Hao Zhao setelahnya lebih memilih berbaring di kasur sebelum mengeluarkan cincin Ruang pemberian Yue Yie pagi tadi.
Hamparan koin emas segera terbayang di dalam kepala Hao Zhao, di mana memang seperti itulah bagaimana cara cincin Ruang bekerja. Hanya perlu mengalirkan tenaga dalam maka untuk menyimpan, memeriksa atau mengeluarkan sesuatu dari dalamnya hanya perlu membayangkan saja.
“Jumlahnya tepat ada dua ratus ribu seperti yang dijanjikan ... tetapi apa ini?" Hao Zhao yang menemukan beberapa hal lain di dalam cincin itu.
Sekitar empat jenis tanaman obat segera muncul di sekitar Hao Zhao, di mana itu merupakan apa yang Hao Zhao temukan di dalam cincin Ruang pemberian Yue Yie.
__ADS_1
“Apa Yue Yie juga Yang Gao yang memberikan ini?" Hao Zhao setelahnya menemukan satu hal lain dari dalam cincin yang sama, di mana itu merupakan sebuah catatan yang seperti sengaja ditinggalkan bersamaan dengan empat tanaman obat itu.
“Aku tau sekiranya apa yang tubuhmu itu derita, empat jenis tanaman obat ini mungkin akan membantumu. Cobalah konsumsi keempatnya secara bergantian, aku harap kau bisa sembuh dan terus berkembang?" Hao Zhao membaca seluruh isi catatan itu.
Melihat dari isi catatannya jelas sudah dapat Hao Zhao ketahui siapa sekiranya orang yang menaruh catatan itu yang tidak lain pastilah Yang Gao.
“Pria tua itu lagi? Biar aku lihat kalau begitu apa pengetahuanmu terkait tanaman obat lebih hebat dariku." Hao Zhao segera memakan salah satu dari tanaman obat yang terasa cukup asing untuknya itu, sebelum duduk bersila juga memejamkan mata untuk menyerap seluruh khasiatnya.
Tidak butuh waktu lama hingga seluruh khasiat tanaman obat berhasil Hao Zhao serap, di mana ekspresi wajah Hao Zhao dengan segera berubah terkejut.
Menatap tidak percaya tiga tanaman obat tersisa, Hao Zhao berdecak kagum, “Hanya dengan mengkonsumsi salah satunya kondisi lukaku sudah membaik sejauh ini? Bagaimana jika aku berhasil mengkonsumsi ketiganya ...."
Hao Zhao tanpa banyak bicara segera melahap satu tanaman obat lain, menyerap seluruh khasiatnya sebelum melahap tanaman obat tersisa.
Hal tersebut terus Hao Zhao lakukan hingga keempat tanaman obat itu sudah habis tidak bersisa, di mana Hao Zhao kini tengah begitu fokus menyerap khasiat tanaman obat terakhir yang masuk ke dalam tubuhnya.
Berbeda dengan ketiga tanaman obat lain, waktu yang Hao Zhao butuhkan untuk menyerap khasiat tanaman terakhir cukup lama. Di mana bersamaan dengan terserapnya khasiat tanaman obat terakhir itu jugalah Hao Zhao merasakan perasaan yang telah lama tidak dirasakannya.
Hao Zhao tepat setelahnya segera membuka mata sebelum berkata, “Apa aku sembuh?" Hao Zhao masih sulit percaya.
__ADS_1
Hao Zhao segera kembali menutup mata untuk memeriksa hal itu lebih jelasnya, di mana di dalam tubuh Hao Zhao sudah tidak ada lagi luka dalam yang berarti Hao Zhao sudah sembuh sepenuhnya.
“Hahaha, pria tua itu benar-benar mengerti cara menyembuhkan lukaku ternyata. Apa dirinya merupakan seorang tabib atau semacamnya?" Hao Zhao dengan eskpresi wajah cerah, tidak berpikir akan ada saat dirinya bisa lepas dari luka dalam yang sudah sekian lama membebani tubuhnya.