
Kembali ke turnamen setelah sudah cukup lama menghabiskan waktu dengan Yue Yie, Hao Zhao segera diberitahu oleh Yang Gao terkait hasil pertandingan yang baru saja terjadi.
Meng Dali anak penguasa kota berhasil menjadi semifinalis di turnamen lanjutan esok hari setelah mengalahkan salah satu dari murid Utama sekte Kecil yang menjadi lawannya, dengan itu berarti hanya tersisa satu pertandingan lagi saja di hari itu sebelum putaran selanjutnya digelar.
Dua orang pendekar muda di panggil naik arena setelahnya, di mana hari sudah mulai malam membuat putaran perempatfinal sudah hampir memasuki akhirnya.
“Ini dia, aku ingin tau apakah sesuatu yang aku berikan padamu beberapa hari lalu berhasil kau manfaatkan dengan baik atau malah menjadi percuma," gumam Hao Zhao melihat Jian San sudah hadap-hadapan dengan lawannya di putaran semifinal.
Jian San memang selalu Hao Zhao perhatikan setiap langkahnya di turnamen tersebut, di mana entah keberuntungan atau apa berhasil pemuda itu melangkah cukup jauh di turnamennya.
Hao Zhao sadari jika Jian San selalu bertemu dengan lawan yang memiliki tingkat kekuatan di bawahnya ketika mengikuti turnamen tersebut, di mana saat putaran perempat final inilah Jian San akhirnya bertemu lawan yang bisa dikatakan setara dengannya.
“Pendekar Pelatihan Tubuh tahap Tinggi, kau bisa sampai semifinal karena bantuan ku meningkatkan tingkat kekuatanmu sebelumnya. Sekarang dengan lawan di tingkat kekuatan serupa, bisakah kau mengalahkannya?" gumam Hao Zhao dengan penuh penasaran.
Di atas arena sendiri Jian San sudah mengeluarkan pedangnya begitu pula dengan lawannya, yang mana lawan Jian San merupakan pendekar muda yang cukup memiliki nama berkat kejeniusannya meski berasal dari sebuah sekte Kecil.
“Hei, kau sadar bukan jika kau bisa melangkah sejauh ini hanya karena keberuntungan mu?" tanya pendekar muda di hadapan Jian San.
Jian San hanya menatap tajam lawannya, tidak menanggapi sedikitpun ucapannya yang jelas hanya berusaha memprovokasi dirinya.
“Haha, jelas benar ucapan ku. Jian San, memang siapa yang mengenalmu di sini? Berbanding terbalik denganku, Li Kao. Lihat mereka, mereka bersorak-sorai untukku sementara tidak denganmu," ucap pemuda bernama Li Kao tersebut.
“Hei, tutup mulutmu. Kau terus mengoceh layaknya burung yang berkicau meski dengan satu perbedaan ...."
Li Kao hanya mengerutkan dahi begitu penasaran dengan lanjutan ucapan Jian San, di mana tidak perlu waktu lama hingga dirinya dibuat emosi oleh lanjutan ucapan yang membuatnya penasaran itu.
__ADS_1
“Burung yang berkicau nyaman didengar sementara ocehan mu tidak," ucap Jian San melanjutkan perkataannya.
“Kau ... mati!" Li Kao segera melompat ke depan mencoba menggapai Jian San dengan pedangnya.
Jian San segera terkejut melihat hal itu, pertandingannya saja belum di mulai tetapi Li Kao sudah bergerak untuk langsung menyerang jelas merupakan pelanggaran.
Jian San sempat melirik ke arah pengawas pertandingan tetapi sayangnya tidak ada yang prajurit kekaisaran itu katakan, seperti membiarkan saja Li Kao melakukan apapun yang diinginkannya walau jelas itu merugikan Jian San.
Ctankkk!!!
Jian San dengan susah payah berhasil mengahalau serangan Li Kao, di mana karena serangan tiba-tiba yang Li Kao lakukan jelas membuat Jian San sama sekali tidak siap sehingga halauan serangannya tidak sempurna membuat dirinya tetap menerima luka.
“Hei, bagaimana dengan aba-aba dimulainya pertarungan? Kenapa kau hanya membiarkannya saja?" Jian San seraya melangkah mundur, mencoba mempertanyakan keputusan pengawas pertandingan.
“Sekali lagi mengoceh kau akan didiskualifikasi, pertandingannya jelas sudah dimulai sedari tadi jadi jangan mencari alasan untuk membuat dirimu mendapat keuntungan," ucap pengawas pertandingan memperingati Jian San.
Merasa aneh takut ucapan pengawas pertandingan benar, segera Jian San lirik ke arah penonton dan tidak ada satu pun dari mereka mempermasalahkan apa yang terjadi sebelumnya membuat Jian San berpikir kalau ucapan pengawas pertandingan bukanlah omong kosong belaka.
“Hei, kau sedang memikirkan apa ketika lawan mu tengah mencoba menghabisi mu," ucap Li Kao yang telah kembali bergerak dengan pedang di tangannya.
Jian San segera merasa terkejut melihat Li Kao sudah ada di hadapannya, membuat Jian San segera mencoba menghindar walau sepertinya telah begitu terlambat untuknya.
“Sial, aku ceroboh. Pengawas akan menghentikan serangannya, kan?" gumam Jian San, sudah amat begitu pasrah.
Slashhh!!!
__ADS_1
Jian San terperanjat ketika menyadari pedang milik Li Kao tetap melaju untuk menghujam nya, di mana beruntung untuknya sempat mencoba menghindar sehingga pedang itu meleset dari sasaran utamanya meski tetap berhasil melukainya.
Jantung, titik itulah kemana pedang Li Kao mencoba menghujam sebelumnya. Di mana jika Jian San hanya diam saja dan mempercayakan sepenuhnya pada pengawas pertandingan untuk menghentikan serangan Li Kao, maka jelas kematian yang akan menghampirinya.
“Sialan, kenapa pertandingannya tidak dihentikan padahal serangannya membahayakan nyawaku?" tanya Jian San pada pengawas pertandingan yang hanya diam di posisinya, di mana luka di sekitar area dadanya telah mengeluarkan darah cukup banyak menjadi bukti seberapa berbahaya hujaman pedang Li Kao sebelumnya.
Pengawas pertandingan sempat tersenyum kecil sebelum wajahnya berubah begitu cepat menjadi penuh keseriusan, tidak lama setelahnya segera menghampiri Jian San seolah amat begitu khawatir.
“Nak, apa kau tidak apa? Sial, ini salahku karena terlambat mengambil keputusan sebelumnya." Pengawas pertandingan seraya mencoba memeriksa luka Jian San.
Jian San hanya mengerutkan dahi melihat tingkah pengawas pertandingan tersebut, apa yang dilakukannya jelas merupakan kesengajaan dan sekarang memilih berpura-pura jelas Jian San pertanyakan maksudnya.
Tidak berhenti sampai di sana saja bagaimana ketidakadilan dirasakan Jian San, sebab selanjutnya bagaimana reaksi penonton yang hadir juga tidak ada yang mempertanyakan sedikit pun apa yang baru saja terjadi seolah itu hanya sebuah insiden penuh ketidaksengajaan di mata mereka.
Hao Zhao di bangkunya hanya menatap diam semua yang baru saja terjadi di atas arena, bagaimana wajah Hao Zhao terlihat sendiri begitu tanpa ekspresi seolah dirinya tidak sama sekali terganggu akan hal tersebut.
“Dia jelas dicurangi, bagaimana bisa pengawas pertandingannya hanya diam saja? Belum lagi serangan yang mengarah padanya jelas mengancam nyawa, sehingga pengawas pertandingan seharusnya menghentikan pertandingannya," ucap Yue Yie jelas tidak bisa diam saja melihat jalannya pertandingan yang penuh kejanggalan.
Hao Zhao hanya melirik ke arah Yue Yie sejenak sebelum menoleh untuk menatap Yang Gao yang jelas juga pasti telah melihat apa yang baru saja terjadi, di mana penasaran dirinya akan tanggapan Yang Gao mengenai hal itu.
“Li Kao, dia murid Utama sekte Tanda Pedang," ucap Yang Gao tiba-tiba.
Hao Zhao hanya menatap Yang Gao tanpa sedikit pun perubahan ekspresi, mempertanyakan dirinya apa maksud ucapan itu dan apa hubungannya dengan yang baru saja terjadi.
Yang Gao seolah mengerti arti tatapan Hao Zhao akhirnya segera kembali berbicara, “ Sekte Tanda Pedang adalah bawahan langsung sekte Pedang Corak, biar aku tanya sesuatu. Apa kau kenal dengan pemuda yang darahnya telah berceceran di sana?"
__ADS_1
Hao Zhao segera mengepalkan telapak tangannya erat mendengar hal tersebut, jelas mulai bisa mengerti dirinya apa sekiranya alasan hingga semua hal itu bisa terjadi.
“Mereka sudah mulai menyelidiki aku, itu yang paling mungkin. Jika sudah seperti ini jelas mulai bisa aku temukan kemana sekiranya benang merahnya saling terhubung," ucap Hao Zhao pelan.