
Gerbang kota Dahan Gugur tengah begitu ramai sore itu, di mana setiap penjaga kota di sana tidak bisa melakukan pekerjaan mereka seperti yang seharusnya membuat pemeriksaan untuk memasuki kota begitu terhambat.
Hal itu sendiri dikarenakan kehadiran pria bertopeng dengan sekitar sepuluh prajurit kekaisaran, membuat setiap penjaga kota harus sibuk memberi hormat mereka pada pria bertopeng juga setiap bawahannya tersebut.
“Tuan, apakah singgahnya Anda di kota ini telah usai? Jika benar seperti itu, kami ucapkan semoga Anda dapat aman selama perjalanan kembali ke ibu kota," salah satu penjaga kota, seraya membungkuk diikuti penjaga kota yang lain di belakangnya.
Pria bertopeng hanya menatap setiap penjaga kota dalam diam, sebelum mengangkat tangannya dengan jemari yang telah terkepal.
Buaghhh!
Penjaga kota yang sebelumnya berbicara dengan segera terlempar jauh setelah menerima pukulan dari pria bertopeng, di mana penjaga kota yang lain melihat hal tersebut hanya bisa menelan ludah mereka.
Setiap penjaga kota memang telah mengetahui siapa pria bertopeng itu, yaitu anggota Topeng Besi yang merupakan pasukan elit dari yang terelit milik kekaisaran. Di mana setiap anggota Topeng Besi bahkan diperbolehkan menyampaikan hasil tugas mereka secara langsung pada kaisar, menggambarkan sebesar apa status mereka di antara para prajurit kekaisaran yang lain.
“Kau mengatakan itu ketika pembunuh Gang Dalam saja belum sama sekali berhasil aku temukan? Kau pikir dengan otakmu, harus mengatakan apa aku pada kaisar terkait hal ini kalau aku kembali?!" seru pria bertopeng pada penjaga kota yang dipukulnya.
“Ma— maafkan aku Tuan, aku benar-benar bodoh berani mengatakan hal itu," ucap penjaga kota yang baru menerima pukulan pria bertopeng, di mana mulutnya terus saja mengeluarkan darah di tengah permintaan maafnya.
Pria bertopeng hanya mendengus kesal mendengar permintaan maaf penjaga kota, sebelum menghampirinya seraya berkata, “Ini semua juga sebab kebodohanmu, kau sebagai penjaga kota seharusnya mengetahui semua yang terjadi pada penguasa kotamu. Bukan tidak tau apa-apa macam orang bodoh seperti ini!"
Penjaga kota hanya bisa mengiyakan saja ucapan pria bertopeng, sesekali juga mencoba melirik penjaga kota lain berharap mereka menolongnya.
Penjaga kota yang lain menerima tatapan mata penuh permohonan dari penjaga tersebut hanya bisa terdiam, jelas tidak berani ikut campur yang mana bisa jadi mereka malah akan ikut terseret ke dalam situasi tersebut.
Pria bertopeng menyadari hal itu, di mana dengan segera pria bertopeng hampiri sekitar belasan penjaga kota lain yang kebanyakan tengah menunduk.
“Kalian, aku tidak tau harus mengatakan apa pada kalian ... tidak becus, itu mungkin yang paling tepat," ucap Pria bertopeng pada belasan penjaga kota.
__ADS_1
Para penjaga kota mendengar hal itu dengan segera mengerutkan dahi mereka, sama sekali tidak mengerti mengapa pria bertopeng harus memarahi mereka juga.
“Aku baru mengetahui dari laporan setiap penduduk kalau ada markas bandit di sekitar sini, biar aku tanya satu hal. Kalian sebagai penjaga kota kenapa hanya membiarkan para bandit itu begitu saja?" tanya pria bertopeng dengan sorot mata tajam di balik topengnya.
Para penjaga kota mendengar hal tersebut dengan segera terperanjat, tidak sama sekali menduga kalau pria bertopeng juga akan mengetahui hal itu.
“Ka— kami sudah mencoba membujuk tuan besar Dalan sebelumnya, tetapi tidak pernah ada tindakan, Tuan." ucap salah satu penjaga kota, mencoba menjelaskan kenapa masalah bandit belum juga diselesaikan.
Pria bertopeng mendengar hal itu dengan segera menaikan alis dari balik topengnya, tidak berapa lama kemudian mulai berkata, “Jika seperti itu, baguslah pemimpin kota sepertinya mati. Sebab dia jelas tidak berguna hingga masalah sekecil bandit saja tidak bisa diselesaikannya."
Para penjaga kota hanya bisa terkejut mendengar hal itu, tidak menyangka pria bertopeng akan berani mengumpat seorang bangsawan yang identitasnya jelas sama sekali tidak rendah.
“Kalian, tunggu hukuman kalian setelah aku juga para bawahanku selesai mengurus masalah bandit ini,"
Pria bertopeng setelahnya melangkah pergi dari sana bersama sekitar sepuluh prajurit kekaisaran berzirah lengkap, menuju tempat markas bandit dikatakan berada untuk menyingkirkan mereka.
***
“Tuan, keadaan di dalam markas bandit ini begitu menyedihkan."
“Benar, Tuan. Hampir tidak ada satupun bandit tersisa di dalam markas ini, mereka semua telah kehilangan nyawa."
Beberapa prajurit melaporkan hasil temuan mereka pada pria bertopeng, di mana mendengar hal tersebut pria bertopeng segera melangkah memasuki gerbang kemah untuk melihatnya sendiri.
Betapa terkejut pria bertopeng melihat apa yang di tangkap matanya, di mana kini hamparan jasad dengan tubuh terbelah dua sudah memenuhi pandangannya.
Setiap tenda yang ada di sana juga sudah rata dengan tanah, seperti tidak kuasa menahan dorongan dari suatu hal yang entah apa.
__ADS_1
“Siapa yang telah melakukan semua ini?" Pria bertopeng sebelum menyebar tenaga dalamnya ke sekitar kemah, sebelum merasakan keberadaan seseorang yang ada cukup jauh dari sana.
Ekspresi pria bertopeng seketika memburuk setelahnya, merasa ada sesuatu yang begitu berbahaya membuat pria bertopeng sontak menarik kembali tenaga dalamnya.
“Orang itu ... pastilah dirinya yang melakukan semua ini," ucap pria bertopeng pelan.
“Ada apa, Tuan? Apa Anda menyadari kehadiran seseorang?" tanya salah satu prajurit kekaisaran setelah tidak sengaja mendengar ucapan pria bertopeng.
Pria bertopeng hanya bungkam, sebelum berkata, “Kita pergi dari sini untuk kembali ke kota, tetapi sebelum itu, bakar kemah ini terlebih dahulu beserta setiap jasadnya."
Sekitar sepuluh prajurit Kekaisaran hanya bisa mengangguk, setelahnya melakukan apa yang pria bertopeng katakan sebelum pergi dari sana.
Pria bertopeng selama perjalanannya kembali ke kota Dahan Gugur, terus di pusingkan hal yang baru saja terjadi. Mempertanyakan siapa seseorang yang sempat dirinya rasakan keberadaannya juga mengapa dirinya bisa merasa gentar hanya karena menyadari keberadaannya.
“Sialan, kenapa wilayah ini tiba-tiba didatangi sekian banyak para pendekar tingkat tinggi?" Pria bertopeng dengan penuh tanda tanya, mencoba menebak mengapa hal itu bisa terjadi.
“Dari mulai pemuda misterius di Lentera Harta hingga pelaku pembantaian Gang Dalan, kini di tambah satu lagi pendekar misterius yang baru saja meratakan markas bandit ... aku takut kota Dahan Gugur bukan sesuatu yang bisa aku tangani," ucap pria bertopeng, mulai memiliki keinginan meminta bantuan lebih banyak orang dari kekaisaran.
***
Hao Zhao tengah bersandar di dahan sebuah pohon sore itu, matanya menatap langit yang mulai bewarna kemerahan seraya menikmati terpaan angin yang terus menyapa wajahnya.
“Tidak sopan," gumam Hao Zhao di tengah waktu tenangnya, merasa sedikit terganggu setelah merasakan aliran tenaga dalam entah milik siapa yang tiba-tiba mencoba menggapainya.
Hao Zhao mulai mengangkat jari telunjuknya yang telah dialiri tenaga dalam, ingin menyentuhkannya pada aliran tenaga dalam asing tersebut sebelum aliran tenaga dalam itu tiba-tiba menghilang.
“Kau beruntung bisa menarik tenaga dalammu tepat waktu, karena jika tidak ... mungkin kau bisa jatuh sekarat karena ketidaksopananmu," ucap Hao Zhao dengan ekspresi datarnya, tidak lagi terlihat beringas seperti saat dirinya bertarung sebelumnya.
__ADS_1