Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Nyai Sarjani


__ADS_3

Arum yang tertidur pulas di dalam kamarnya pun terbangun setelah mendengar suara ribut-ribut di luar dan bermaksud untuk melihat nya.


"Arum..ayo cepat kita pergi dari sini"ucap Pandan Wangi setelah tiba di dalam kamarnya dan melihat Arum sudah bangun


"Memangnya ada apa bibi"tanya Arum tidak mengerti.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya ayo cepat bawa barang barang mu"ucap Pandan Wangi.


"Baiklah bibi"ucap Arum segera mengemasi semua barang bawaannya.


"Cepat sedikit Pandan Wangi "ucap Ariani Dewi dengan rasa panik.


Tidak lama kemudian Arum dan Pandan Wangi pun keluar dari kamar nya lalu ketiganya pun segera menuju ke kandang kuda.


Ratu Durgapali yang tidak mau kehilangan Ariani Dewi itu terus memburu nya, ia berkelebat cepat menuju ke belakang kedai, namun ia menghentikan langkahnya setelah melihat sebuah cahaya menuju ke arahnya.


Sementara pertarungan Raja Batara Derja dan Jaka Alap Alap terus berlangsung , serangan serangan mematikan raja Batara Derja membuat Jaka Alap Alap harus memeras keringat untuk bertahan menghadapi nya.


Dengan tongkat kepala elang miliknya Batara Derja terus mencecar Jaka Alap Alap yang bersenjata kan pedang tipis.


Serangan bertubi-tubi raja Batara Derja terpaksa membuat Jaka Alap Alap berjalan mundur untuk menghindari nya.


"Aku tidak akan segan segan menghabisi mu sekarang juga"ucap raja Batara Derja ia lalu melompat mundur dan melemparkan tongkatnya dan tongkat itu pun melayang sambil berputar putar yang menghasilkan angin dahsyat yang mengurung tempat di mana Jaka Alap Alap berdiri.


"Sialan aku terlambat untuk menghindari nya"ucap Jaka Alap Alap.


Ia pun segera meningkatkan tenaga dalamnya hiiiaat.... dengan kedua tangan ia memukul tongkat itu duuuaaarrr..... tongkat pun terlempar ke pemiliknya.


"Kurang ajar , terima ini "maki raja Batara Derja langsung mengirimkan pukulan ke arah Jaka Alap Alap wuusss..... melihat serangan itu Jaka Alap Alap dengan cepat menjatuhkan dirinya dan berhasil menghindari nya.


Tapi raja Batara Derja tidak mau memberikan kesempatan kepada nya untuk mengambil nafas dengan gerakan langkah seribu malaikat nya Batara Derja melesat cepat dan tiba-tiba sudah ada di depan Jaka Alap Alap yang belum sempat memperbaiki posisi nya.


"Apa ..!!!"ucap Jaka Alap Alap tersentak.


"Rasakan ini hiiiaat...."ucap Raja Batara Derja dengan cepat memukul Jaka Alap Alap tepat di perutnya .


"Akhh....."teriak Jaka Alap Alap.


Jaka Alap Alap pun terlempar beberapa tombak jauhnya , tidak ingin kepalang tanggung raja Batara Derja melompat tinggi menggunakan ilmu ringan tubuhnya dan melepaskan pukulan nya wuuusss.... duuuaaarrr..... meledak lah tempat di mana Jaka Alap Alap berada.


"Itulah pelajaran bagi orang yang berani merintangi jalan ku"ucap Raja Batara Derja sambil menatap kepulan asap di depan nya dengan rasa puas.


Akh....aah..!!! tiba-tiba tidak jauh dari tempat Batara Derja bertarung terdengar suara orang berteriak kesakitan.


"Dinda Durga"ucap Raja Batara Derja setelah mengenali suara teriak kan itu lalu dengan cepat ia segera melesat menuju ke arah sumber suara itu.


Betapa terkejutnya Raja Batara Derja melihat pemandangan di depannya itu.


"Dinda Durga ..kau tidak apa-apa"tanya Raja Batara Derja ketika melihat Ratu Durgapali istrinya bersandar di sebuah pohon dengan memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Kau tidak apa-apa Dinda"tanya raja Batara Derja.


Uhhhk .. Ratu Durgapali pun muntah darah segar dari mulut nya, melihat itu Raja Batara segera menyuruh Durgapali duduk dan ia pun segera menyalurkan tenaga dalamnya.


"Apa yang terjadi dinda kenapa bisa terjadi begini"tanya raja Batara Derja.


"Tadi se..wak..tu aku menge...jar mereka ada tiga cahaya yang menabrak ku dengan keras Kanda"ucap Ratu Durgapali dengan terbata-bata.


"Jadi mereka sudah kabur "tanya raja Batara Derja .


Ratu Durgapali hanya mengangguk mendengar pertanyaan suaminya itu.


"Sial...ini benar benar sial"ucap raja Batara Derja dengan penuh kekecewaan.


"Baiklah kali ini terpaksa aku biarkan mereka lolos,mari Dinda kita kembali ke istana"ucap raja Batara Derja kemudian menempelkan tangannya ke dada dan lenyap lah dia dari tempat itu.


Sepeninggalan raja Batara Derja dan Ratu Durgapali nampak seseorang keluar dari balik pohon menatap kepergian mereka.


"Terima kasih tuan atas pertolongan nya ternyata Batara Derja sangat kuat , Sepertinya aku harus segera kembali dan melaporkan hal ini pada tuan ku"ucap orang itu yang tidak lain adalah Jaka Alap Alap sambil memandang tiga cahaya yang telah menyelamatkan nya.


Tanpa terasa malam pun sebentar lagi berakhir dan berganti pagi, sementara perjalanan Ariani Dewi, Pandan Wangi dan Arum sudah cukup jauh meninggalkan kedai itu .


"Kurasa kita sudah cukup aman Ariani dari kejaran dua orang itu"ucap Pandan Wangi sambil memperlambat jalan kudanya.

__ADS_1


"Aku pikir juga demikian ,tapi sebaiknya kita terus berjalan karena sebentar lagi kita sampai di gunung Sinabung"ucap Ariani Dewi.


"Apakah kau masih sanggup melanjutkan perjalanan Arum"tanya Pandan Wangi.


"Aku masih sanggup bibi "jawab Arum .


"Kalau begitu ayo cepat lanjutkan perjalanan "ucap Ariani Dewi sambil menggebah kudanya dengan cepat menuju ke tempat tinggalnya.


Melihat Ariani mempercepat kudanya Pandan Wangi dan Arum pun juga melakukan hal yang sama.


...----------------...


Galah Sayuto yang mendapat kan tugas dari Gondo Mayit untuk menemui Nyai Sarjani sahabatnya itu, akhirnya ia pun telah sampai di hutan larangan yang terkenal angker dan mengerikan itu.


Galah Sayuto menghentikan kudanya dan memandang ke sekeliling hutan itu ,ia merasakan hawa yang berbeda dari hutan yang sudah di lewati nya dan pandangan nya pun tertuju pada sebuah gubug yang jaraknya sekitar seratus tombak berada di depannya.


Dengan langkah mantap Galah Sayuto kembali menjalankan dan mempercepat lari kudanya agar dapat cepat sampai di gubug itu.


Setelah beberapa saat kemudian ia dan kudanya pun sampai di depan gubug reot yang kelihatan mau roboh itu.


Galah Sayuto tidak langsung turun dari kudanya tapi mengamati dengan seksama gubug di depan nya itu dan halaman sekitarnya.


"Akhirnya aku sampai juga "ucap Galah Sayuto setelah merasa senang dan yakin telah sampai di tempat yang ia tuju , namun rasa senang Galah Sayuto tiba tiba hilang ketika melihat batu berterbangan menuju ke padanya.


"Rupanya dia mau menyambut ku akan ku terima sambutan mu Nyai"ucap Galah Sayuto langsung melompat menggunakan ilmu ringan tubuhnya dan melepaskan tenaga dalamnya ke arah batu batu yang melayang ke arahnya itu, wuusss.... duuuaaarrr.... duuuaaarrr...batu batu itu pun hancur menjadi berkeping keping.


Setelah batu batu dapat di hancurkan dengan mudah oleh Galah Sayuto kini berganti kayu kecil kecil dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya menyerang ke arahnya.


"Rupanya dia belum puas menyambut ku "ucap Galah Sayuto langsung mencabut pedangnya dan melesat ke arah kayu kecil kecil itu yang terbang melayang ke arahnya.


Hiiiaat.....Galah Sayuto menebaskan pedangnya ke arah kayu kayu itu dengan cepat crash....crash... crash... dalam sekejap kayu kayu itu pun menjadi kepingan-kepingan kecil.


Huuuuup...haaah... Galah Sayuto pun segera mengambil nafas panjang sambil bersiap menunggu sambutan apa lagi yang datang selanjutnya setelah kayu dan batu itu.


Tiba-tiba sebuah kobaran api melayang ke arahnya dalam jumlah yang tidak kurang dari sepuluh buah wuuusss... wuuusss.....


"Sialan rupanya dia benar-benar mau membunuh ku ucap "Galah Sayuto bersiap menghadapi kobaran kobaran api dengan pedangnya.


Hiaaaat.... Galah kembali melesat dan menyabetkan pedangnya ke sebuah api itu duuuaaarrr.... meledak lah api itu kemudian lenyap.


"Tinggal enam lagi aku harus cepat , kalau tidak bisa bisa tubuh ku hangus oleh rasa panas ini"ucap Galah Sayuto sambil melompat menghindari api yang mengejarnya itu.


Galah Sayuto melepaskan pukulan nya wuuusss.... namun kali ini ia gagal karena sepertinya api itu ada yang mengendalikan nya.


"Kurang ajar rupanya dia mau mempermainkan aku , baiklah akan gunakan cincin merah delima ini"ucap Galah Sayuto.


Galah Sayuto pun segera mengeluarkan cincin merah delima dari kantong nya dan memakai nya ke jarinya seketika itu juga tubuh nya merah membara serta panasnya melebihi api api itu.


Namun tiba-tiba api api itu pun lenyap seketika seperti ketakutan oleh cincin yang di pakainya itu.


Haaa.....haaa.....haaa..... terdengar suara tawa menggema di sekitar tempat itu.


"Rupanya kau utusan Gondo Mayit masuklah ke pondok ku "ucap suara itu yang tidak lain adalah nyai Sarjani.


Dengan sikap waspada Galah Sayuto pun segera berjalan melangkah memasuki pondok itu dan ketika ia masuk tiba-tiba sebuah cahaya sangat terang muncul dan dalam sekejap Galah Sayuto pun sudah tiba di sebuah tempat yang indah bersih dan harum baunya.


"Dimana aku , bukan kah tadi aku ada di gubug reyot kenapa aku seperti ada di sebuah istana"ucap Galah Sayuto dengan keheranan.


Di dalam keheranan nya itu tiba-tiba muncul dua orang wanita dengan berpakaian serba merah yang berjalan mendekat kepadanya.


"Selamat datang di istana Merah Delima tuan"ucap dua orang wanita itu.


Galah Sayuto benar benar seperti mimpi dan tidak percaya dengan apa yang di alaminya.


"Di istana Merah Delima"gumam Galah Sayuto.


"Mari tuan kita menghadap Gusti Ratu , karena tuan sudah di tunggu oleh beliau sejak tadi "ucap seorang pelayan itu.


"Baiklah "ucap Galah Sayuto.


Di sepanjang perjalanan Galah Sayuto di suguhkan dengan pemandangan pemandangan yang menarik yang membuat berdecak kagum, mulai dari dinding emas,batu mutiara yang terpampang di seluruh istana itu.


"Apakah semua ini nyata atau hanya ilusi ku belaka"ucap Galah Sayuto dalam hati.

__ADS_1


Sesaat kemudian sampailah mereka di Balairung istana Merah Delima , ternyata di sana sudah menunggu seorang wanita yang dengan pakaian gemerlapan dan begitu indah dia adalah Ratu Sarjani atau Nyai Sarjani.


"Hormat kami Gusti Ratu" ucap dua orang wanita itu .


"Ternyata Nyai Sarjani itu seorang Ratu,tapi mengapa kakang Gondo Mayit tidak memberi tahu tentang dia sebenarnya"gumam Galah Sayuto.


Melihat dua orang wanita itu membungkuk Galah Sayuto pun segera mengikuti apa yang apa yang mereka berdua lakukan.


"Aku sengaja menyuruh Gondo Mayit agar tidak mengatakan siapa aku sebenarnya pada orang lain , sebelum orang itu datang sendiri ke sini"ucap Ratu Sarjani ternyata tahu apa yang sedang di pikiran oleh Galah Sayuto.


"Maafkan saya Gusti Ratu yang tidak tahu ini"ucap Galah Sayuto.


"Katakan..! ada keperluan apa Gondo Mayit mengutus mu menemui aku"ucap Ratu Sarjani.


"Saya di utus oleh kakang Gondo Mayit untuk meminta bantuan pada Gusti Ratu untuk menghancurkan Martapura Gusti"ucap Galah Sayuto.


"Aku tidak keberatan untuk memberikan bantuan kepada nya ,tapi apa imbalan nya buat ku "tanya ratu Sarjani.


"Menurut kakang Gondo Mayit dia akan memberikan sepuluh anak gadis setiap bulan purnama pada Gusti ratu "ucap Galah Sayuto.


Haaa...haaa....haaa..... Ratu Sarjani tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Galah Sayuto itu .


"Dengar Galah Sayuto sepuluh gadis tidaklah cukup bagi ku ,lebih baik segera lah kau pulang jika itu tawaran mu"ucap ratu Sarjani.


"Maaf Gusti Ratu ,menurut kakang Gondo Mayit jika sepuluh gadis Gusti Ratu tidak mau kakang Gondo Mayit akan memberikan dua puluh lima gadis untuk Gusti Ratu"ucap Galah Sayuto.


"Baiklah aku terima tawaran mu dan cepat lah kau pergi dari sini"ucap Ratu Sarjani lalu lenyap dari hadapan Galah Sayuto.


Dan keanehan pun kembali terjadi pada Galah Sayuto karena tiba-tiba ia sudah ada di gubug reyot yang tadi dia masuki.


Galah Sayuto cepat cepat keluar dari gubug reyot itu langsung menghampiri kudanya dan sesegera mungkin meninggalkan tempat yang menakutkan itu.


...----------------...


Pertempuran di Martapura benar benar membuat Warok Singa dan teman temannya harus membayar mahal oleh luka dalam yang mereka alami.


Dengan sisa-sisa tenaganya mereka pun dapat kembali ke lembah Kematian dengan susah payah dan memakan waktu hampir lima hari untuk sampai di tempat itu.


Seorang murid penjaga terkejut ketika melihat kelima orang gurunya itu dalam keadaan terluka,ia dan keempat orang teman temannya segera berjalan menghampirinya.


"Kalian cepat bantu mereka berempat masuk ke dalam"perintah Warok Singa kepada para muridnya.


"Apa Yang terjadi guru"tanya seorang muridnya.


"mereka sedang terluka bawa mereka masuk cepat"perintah Warok Singa.


"baik guru"ucap sang murid itu segera bergegas menghampiri Tengkorak Putih,Karang Bolong, Kala Weling dan Rupaksa Dara.


"Sungsang cepat obati aku"teriak Warok Singa .


Mendengar teriakkan Warok Singa , Sungsang pun segera menghampirinya dan langsung memeriksa luka yang di alami Warok Singa.


Sungsang sangat terkejut setelah mengetahui luka yang di alami oleh Warok Singa itu , setelah melihat dada Warok Singa hitam kelam dan menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung.


"Ternyata lukanya tidak main-main"ucap sungsang dalam hati,ia pun segera menyalurkan tenaga dalam ke tubuh Warok Singa .


Hoooooeeek..... hoooooeeek...Warok Singa pun memuntahkan darah hitam dari mulutnya setelah aliran tenaga dalam dari sungsang.


"Bagaimana sungsang "ucap Warok Singa dengan pelan.


"Untung belum terlambat kakang luka mu sangat parah"ucap Sungsang.


Tak lama kemudian datang ,Karang Bolong, Tengkorak Putih, Rupaksa Dara dan Kala Weling yang di bantu oleh keempat murid murid lembah Kematian.


Melihat keadaan keempat orang itu Sungsang sudah bisa menebak bahwa luka yang di alaminya pasti sama,ia pun segera memeriksa keempat orang itu dan ternyata benar seperti dugaannya tapi luka keempat orang itu ternyata lebih parah dari luka yang di alami Warok Singa.


Kala weling segera menyalurkan tenaga dalamnya keempat orang itu secara bergantian dan mereka berempat pun muntah darah hitam seperti Warok Singa.


"Kalian berempat cepat bantu aku membawa mereka ke danau penyembuhan"perintah Sungsang kepada keempat murid yang membawa mereka tadi ,ia segera membawa Warok Singa yang sudah lemah itu dengan menggendongnya, begitu juga dengan para murid lembah Kematian itu mereka pun segera menggendong keempat orang gurunya yang sudah mulai sekarat.


Danau penyembuhan adalah sebuah danau yang mempunyai kegunaan untuk menyembuhkan luka dalam , karena selain airnya hangat juga mengandung banyak belerang jadi sangat cocok untuk proses penyembuhan luka dalam yang sangat parah


Sungsang dan keempat murid lembah Kematian itu segera memasukkan kelima orang gurunya tersebut masuk kedalam danau.

__ADS_1


"Kalian berempat jagalah tempat ini , sementara aku akan membuat ramuan untuk mereka"ucap Sungsang segera meninggalkan danau penyembuhan itu.


"Baiklah kakang Sungsang"ucap murid tersebut.


__ADS_2