Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Munculnya Si Jubah Hitam


__ADS_3

"Berhenti kalian semua"terdengar suara seseorang menghentikan langkahnya Pandan Wangi dan ketiga temannya.


Pandan Wangi lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling hutan itu, namun tidak menemukan siapa-siapa.


"Ku dengar tadi ada suara orang,"ucap Ariani Dewi,"benar aku juga tadi dengar,"ucap Sugati,"sebaiknya kita harus hati-hati,"ucap Sugala.


"Jangan seperti pengecut siapa di sana cepat keluarlah!"ucap Pandan Wangi,


Haaa...haaa...haaa... terdengar suara tawa yang memekik telinga,"Pandan Wangi dan ketiga temannya segera mengerahkan tenaga dalamnya untuk melindungi diri dari suara tawa itu.


"Tawanya sangat kuat bersiaplah kalian semua,"ucap Pandan Wangi mengingat kan,


Lalu haaap...muncullah orang yang tertawa tadi itu di depan mereka dengan berbadan agak bungkuk serta tongkat di tangannya ,dia adalah Ki Sumpit , lalu kemudian di ikuti oleh munculnya Serigala Merah dan ke lima anak buahnya.


"Mau apa kalian menghadap perjalanan kami,"ucap Sugati ,


"pertanyaan mu tidak lucu anak muda,cepat kalian serahkan kitab Pedang Darah itu pada kami, kalian akan ku biarkan pergi dengan selamat"ucap Ki Sumpit.


"Kami tidak membawa kitab apa pun jadi minggirlah biarkan kami lewat,"ucap Pandan Wangi dengan tenang,


"jangan biarkan aku gunakan kekerasan pada kalian cepat serahkan kitab itu,"ucap Ki Sumpit dengan mengancam.


Keluarlah emosi Ariani Dewi mendengar perkataan Ki Sumpit itu,


"Hai tua bangka ,apa kau lihat kami membawa kitab itu,"ucap Ariani Dewi dengan kesal,


"Apa kalian pikir aku akan percaya begitu saja,aku tahu pasti di antara kalian membawa kitab itu"ucap Ki Sumpit tetap pada pendiriannya.


"Benar kata orang, semakin tua orang itu maka akan semakin rabun dia,"ucap Ariani Dewi dengan jengkel,


"kurang ajar,jaga mulut mu atau ku remukan mulut mu dengan tongkat ku ini,"ucap Ki Sumpit tersulut kemarahannya,


" dengar orang tua,apa yang di katakan teman kami benar, kami tidak membawa kitab yang tadi kau minta"kata Pandan Wangi dengan lunak.


"Apa kalian pikir aku bodoh,mau percaya begitu saja,"ucap Ki Sumpit ngotot,

__ADS_1


"Mari kita pergi dari sini , jangan ladeni orang tua gila ini "ucap Pandan Wangi,lalu melangkahkan kakinya berniat pergi dari situ,namun tiba-tiba ia merasakan getaran angin serangan dari arah sampingnya ,


dengan refleks ia membungkukkan badannya dan kemudian melayangkan tendangannya ke arah penyerang itu yang tak lain adalah Ki Sumpit, mendapat serangan balasan dari Pandan Wangi itu Ki Sumpit segera menggunakan tongkatnya untuk menangkisnya.


"Apa mau mu orang tua tiba-tiba menyerang aku,"kata Pandan Wangi dengan nada tinggi,


"Sudah ku bilang cepat kalian serahkan kitab itu,"desak Ki Sumpit.


"Jika kau bersikeras baiklah akan ku berikan ,"ucap Pandan Wangi dengan emosi yang tidak terbendung,lalu ia mencabut pedangnya, "kalian semua bersiap kita terpaksa layani mereka,"ucap Pandan Wangi kepada ketiga temannya itu,


"baiklah kita beri mereka pelajaran,"ucap Ariani Dewi dengan gemas,


"Serigala Merah cepat serang mereka kita ambil paksa kitab itu,"perintah Ki Sumpit. Serigala Merah dan buahnya pun langsung menerjang menyerang , Ariani Dewi , Sugati dan Sugala ,sedangkan Pandan Wangi berhadapan dengan Ki Sumpit.


Pandan Wangi langsung mengayunkan pedangnya ke arah Ki Sumpit , dengan sigap Ki Sumpit menangkis serangan Pandan Wangi dengan tongkatnya, dan pertarungan sengit pun terjadi , Pandan Wangi mencoba mengurung Ki Sumpit dengan permainan pedangnya,namun Ki Sumpit dengan mudah menghindarinya dan menyerang balik Pandan Wangi.


Sugala memiringkan badannya menghindari sabetan-sabetan pedang anak buah Serigala merah yang dengan ketat menyerang nya,


Ariani Dewi nampak malas bertarung, karena dari tadi ia belum mencabut pedangnya ia hanya terus menghindari tebasan-tebasan pedang Serigala Merah dan hanya sesekali menyerang dengan tendangannya, tapi maksud sebenarnya Ariani Dewi adalah ingin mengukur seberapa lincah lawannya itu dalam bermain pedang,


"baiklah akan aku layani kau bermain pedang"ucap Ariani Dewi .


"Sugala memutar badannya dengan cepat sambil mengirimkan tendangannya ke arah dua orang yang mengkroyok nya, dan berhasil mengenai salah satu orang itu dan ia pun terpental jauh hingga menabrak pohon dan orang itupun tidak bergerak lagi,


melihat temannya tewas orang itu langsung membabi buta menyerang Sugala dengan pedangnya , namun Sugala berkelit ke samping dan segera memberikan satu tusukan kearahnya dan tepat mengenai perut orang tersebut,


Sugala mencabut pedangnya dari perut orang itu lalu mengirim tendangannya dan orang itu pun tewas seketika menyusul temannya.


Melihat Sugati menghadapi tiga orang Sugala segera mendekat untuk membantunya,"satu bagian ku Sugati"ucap Sugala," dengan senang hati Sugala ambilah,"ucap Sugati.


Karena tidak ingin berlama lama Sugati segera melompat agak jauh dari lawannya kemudian dengan cepat melepaskan pukulannya duuuaaarrr... kedua lawannya itu pun tewas seketika dengan tubuh gosong, Sugala juga tidak butuh waktu lama ia pun telah menghabisi lawannya .


Melihat semua anak buahnya tewas, marahlah Serigala Merah,ia semakin gencar menyerang Ariani Dewi,namun dengan gesit Ariani Dewi meladeni serangannya itu,hingga akhirnya satu tendangan Ariani Dewi tepat mengenai perutnya hingga membuat dia terhuyung-huyung beberapa langkah kebelakang,


Sudah lima puluh jurus berlalu pertarungan Pandan Wangi dan Ki Sumpit,tapi belum ada tanda-tanda dari keduanya terlihat ada yang akan kalah.

__ADS_1


"Ternyata walaupun masih muda kau kuat juga bocah,"ucap Ki Sumpit,


"jika itu suatu pujian saya ucapkan terima kasih pada mu orang tua,"balas Pandan Wangi ,sambil mengatur nafasnya,


Ki Sumpit segera menyalurkan tenaga dalamnya ke tongkatnya, Pandan Wangi pun demikian, pertarungan tingkat tinggi pun di mulai, dengan melompat Ki Sumpit memukulkan tongkatnya ke arah Pandan Wangi, dengan pedang yang telah di aliri tenaga dalam itu Pandan Wangi menangkis serangan tongkat itu dan tiiing...pedang Pandan Wangi seperti membentur dinding baja,


lalu ia pun segera melompat ke belakang menjauhi Ki Sumpit karena tangannya merasa kesemutan,"tenaga dalamnya benar-benar kuat orang tua itu sebisa mungkin aku harus menghindari benturan tenaga dalam dengannya "ucap Pandan Wangi dan segera menyalurkan kembali tenaga dalam ke pedangnya dan segera melesat ke arah Ki Sumpit ,


"jurus pedang membelah awan,Pandan Wangi melompat tinggi dengan bersiap mengayunkan pedangnya , melihat itu Ki Sumpit mencoba menangkisnya,


namun tiba-tiba Pandan Wangi mengubah jurusnya dengan mengeluarkan pukulan lembur gunungnya dan duuuaaarrr... Ki Sumpit yang tidak menduga serangan itu tidak sempat untuk menghindarinya dan ia pun terlempar beberapa tombak ke belakang kemudian berhasil mendarat dengan sempurna.


"Terima kasih tuan "ucap Ki Sumpit , setelah di tolong oleh tuannya yang tidak lain adalah si Jubah Hitam.


Pertarungan Ariani Dewi dan Serigala Merah pun berhenti setelah mendengar kerasnya bunyi ledakan itu, Serigala merah segera berlari kearah Ki Sumpit dan Ariani Dewi pun segera menghampiri Pandan Wangi.


"Sialan siapa dia yang menapaki pukulan ku"ucap Pandan Wangi penasaran,


"siapa dia Wangi aku merasakan tenaga dalam kuat sekali"ucap Ariani Dewi,"Entahlah tapi yang jelas dia ada di pihak orang tua itu,"jawab Pandan Wangi,


"Sugala bersiaplah sepertinya dia sangat kuat,"ucap Sugati,"kau benar Sugati "jawab Sugala.


"Dasar tidak berguna kalian berdua menghadapi anak kemarin sore saja kalian tidak becus"ucap si Jubah Hitam merasa tidak senang,"maafkan kami tuan mereka benar-benar lawan yang tangguh"ucap Ki Sumpit dengan menunduk,


"Kalian berempat cepat serahkan kitab Pedang Darah itu "ucap si Jubah Hitam,


"kami tidak tahu di mana kitab itu"jawab Sugala,


"jika itu mau kalian baiklah"ucap si Jubah Hitam,lalu ia maju menyerang mereka berempat dan pertarungan satu lawan empat pun terjadi,


Sugala segera menyerang dengan pedangnya tapi dengan cepat di Jubah Hitam menangkap tangannya dan memberikan pukulan kepada dada Sugala hingga ia terlempar cukup jauh,


melihat Sugala di kalahkan dengan mudah Sugati langsung maju menyerangnya ,si Jubah Hitam bergerak cepat menyambut serangan itu dan segera memberikan tendangan ke perut Sugati hingga ia terlempar menyusul Sugala,


Ariani Dewi dan Pandan Wangi langsung maju menyerang bersamaan ,tapi sebelum serangan mereka sampai ,si jubah hitam segera mengibaskan tangannya dan seketika itu keluarlah angin dahsyat yang membuat pandan wangi dan Ariani Dewi juga terlempar seperti Sugati dan Sugala.

__ADS_1


__ADS_2