Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Mengunjungi Ariani Dewi


__ADS_3

Setelah menjalani latihan yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Dewi Sekar Arum pun berhasil melatih ketajaman instingnya.Batu batu kerikil yang di lemparkan oleh Pandan Wangi dapat di tangkisnya tanpa ada yang terlewat satu pun, apa lagi sampai menyentuh badannya walaupun dengan mata tertutup. Pandan Wangi pun menyatakan bahwa Arum telah lulus dalam melatih ketajaman insting nya .


Karena merasa sudah tidak ada lagi yang bisa di ajarkan pada Arum,Pandan Wangi pun bermaksud untuk pergi mengunjungi sahabatnya yaitu Ariani Dewi yang saat ini berada di gunung Sinabung,ia berniat agar Arum dapat belajar darinya supaya menjadi lebih kuat lagi.


Pandan Wangi pun membicarakan niatnya itu kepada raja Bargola sekaligus meminta izin darinya.


"Pandan Wangi apakah kamu yakin bahwa Ariani Dewi berada di sana"tanya raja Bargola.


"Benar Gusti prabu ,setelah Gusti prabu Rangga dinyatakan gugur oleh Arya Soma, Ariani Dewi pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai senopati Martapura, ia lebih memilih untuk menyendiri di puncak gunung Sinabung untuk menenangkan batinnya"ucap Pandan Wangi.


"Rupanya begitu,jadi alasan Ariani Dewi pergi karena sudah tidak adanya anak prabu di Martapura"ucap raja Bargola dengan mengangguk angguk mendengarnya.


"Bagaimana , apakah Gusti prabu mengizinkan jika hamba ajak tuan putri untuk pergi bersama hamba ke gunung Sinabung"tanya Pandan Wangi.


"Izinkan saya untuk pergi dengan bibi kek , kalau saya cuma di sini saja, saya tidak akan tahu bagaimana keadaan di dunia luar sana"ucap Arum.


Mendengar perkataan cucunya itu raja Bargola tampak memegangi kepalanya terlihat sedang berfikir.


"Berapa lama kira kira kalian akan meninggalkan Argara ini"tanya raja Bargola.


"Hamba tidak bisa pastikan Gusti prabu ,mungkin bisa sebentar mungkin juga bisa lama"ucap Pandan Wangi.


Raja Bargola menatap Arum dalam dalam, hatinya merasa tidak rela jika harus berpisah dengan cucu kesayangannya itu,tapi demi perkembangan dan pengalamannya ,raja Bargola mau tidak mau akhirnya memberikan izin pada Pandan Wangi untuk mengajak Arum pergi.


"Baiklah aku izinkan kalian berdua untuk pergi meninggalkan Argara ini ,walaupun dengan terpaksa,tapi cepatlah kalian kembali jika urusan kalian dengan Ariani Dewi sudah selesai" ucap raja Bargola dengan berat hati..


"Terima kasih Gusti prabu telah mengizinkan kami dan hari ini juga kami akan segera berangkat Gusti"ucap Pandan Wangi.


"Aku serahkan keselamatan cucu ku padamu Pandan Wangi, kau lah yang bertanggung jawab jika terjadi apa apa pada cucu ku"ucap raja Bargola mengingatkan.


"Gusti prabu tenang saja akan ku pertaruhkan nyawa ku untuk melindungi tuan putri"ucap Pandan Wangi.


"Kakek jangan terlalu membebani bibi begitu,aku bisa menjaga diri ku sendiri kek"ucap Arum merasa tidak suka dengan ucapan kakeknya itu,karena ia di anggap sebagai anak kecil dan berlebihan.


"Aku percaya pada kemampuan mu Arum ,tapi kau masih belum tahu watak orang orang di luar sana, sebaiknya kau jangan sampai berpisah dengan bibi Pandan Wangi di luar sana nanti"ucap raja Bargola mengingatkan.


"baik kek ,aku akan ingat semua pesan kakek"ucap Arum.


"Maaf gusti prabu sudah waktunya kita berdua untuk berangkat"ucap Pandan Wangi.


"Silahkan berangkat dan bawa ini untuk keperluan kalian di perjalanan nanti"ucap raja Bargola sambil memberikan sebuah kantong berisi uang kepada Pandan Wangi.


"Apakah ini tidak terlalu banyak Gusti prabu"ucap Pandan Wangi, setelah melihat isi uang dalam kantong itu.


"Untuk perjalanan kalian saya rasa itu masih terlalu sedikit,apa mau saya tambah"ucap raja Bargola.


"Tidak... tidak Gusti prabu ini sudah lebih dari cukup kok"jawab Pandan Wangi.


Pandan Wangi dan Arum pun segera melangkah keluar istana dengan di iringi oleh raja Bargola.


"kami berangkat kek"ucap Arum setelah duduk di atas kudanya.


"Hati hati cucu ku dan cepat lah kau kembali"ucap raja Bargola.


"Kakek tenang saja, tunggu Arum di sini "ucap Arum.


Pandan Wangi dan Arum segera memacu kudanya meninggalkan istana Argara dengan di iringi lambaian tangan raja Bargola.


Hiyaa...hiyaa mereka berdua melarikan kudanya dengan cepat tak lama kemudian mereka pun sudah jauh meninggalkan Argara.


...----------------...


Sementara itu berita kematian Rangga telah menyebar luas ke seluruh penjuru dunia persilatan, bagi golongan hitam inilah saatnya bagi mereka untuk bergabung dengan kerajaan yang selama ini dendam kepada Martapura .Mereka berniat bergabung ke kerajaan itu karena mereka juga mempunyai dendam dengan pasukan Martapura yang selama ini selalu menghalangi jalan mereka.


Bahkan sudah ada beberapa kerajaan yang berani terang-terangan menyatakan ingin memisahkan diri dari Martapura.Karena mereka sudah tidak mau lagi jika harus membayar upeti tiap tahun kepada Martapura.


Beberapa golongan hitam sudah ada yang mendirikan persatuan dengan menyebut diri mereka persatuan iblis merah yang terletak di lembah Kematian , yaitu sebuah daerah yang masih bagian dari wilayah Martapura ,sepak terjang mereka pun tidak bisa di anggap sebelah mata karena sangat menyengsarakan rakyat.


Bagi golongan putih dengan kematian Rangga beban mereka kini menjadi semakin berat ,karena sejak Rangga di kabarkan telah gugur,di dunia persilatan telah terjadi pergolakan yang meresahkan di mana mana.


"Sudah saatnya kita bertindak kakang ,


karena tidak ada lagi yang perlu kita takuti setelah Rangga mampus bersama dengan Kala Murka"ucap Galah sayuto.


"Benar Galah Sayuto ,setelah tujuh tahun aku bertapa rasanya kekuatan ku sudah semakin besar saja dan aku juga merasa saat ini aku bisa menghancurkan Martapura dengan tangan ku sendiri, tapi aku tidak mau melakukan hal itu sekarang "ucap Gondo mayit.

__ADS_1


"Tapi apa alasan kakang menunda hal itu , bukan kah ini kesempatan kita untuk menghancurkan Martapura "ucap Galah Sayuto.


"Aku ingin Martapura itu hancur dari dalam Sayuto dengan begitu kita bisa menghemat tenaga kita"ucap Gondo Mayit.


"Tapi bagaimana caranya kakang "tanya Galah Sayuto tidak mengerti.


"Haaa ...haaaa....haaa.... nanti kau juga akan tahu Galah Sayuto "ucap Gondo Mayit.


Lalu Gondo Mayit pun menerangkan panjang lebar rencananya itu kepada Galah Sayuto, mendengar rencana Gondo Mayit itu Galah Sayuto pun mengangguk angguk tanda mengerti apa yang dimaksud oleh Gondo Mayit itu.


"Lalu kapan rencana itu kita mulai kakang"tanya Galah Sayuto.


"Sebentar lagi tunggu saat yang tepat,karena kita membutuhkan waktu yang tepat untuk melaksanakan rencana ku itu Galah Sayuto", ucap Gondo Mayit.


"Aku punya tugas untuk mu Galah Sayuto pergilah ke hutan larangan kau temui lah nyai Sarjani katakan padanya bahwa aku butuh bantuan nya.


Tapi sebelum kau pergi bawalah cincin ini sebagai bukti aku mengutus mu"ucap Gondo Mayit sambil menyerahkan sebuah cincin merah delima kepadanya.


Galah Sayuto memperhatikan cincin merah delima di tangan nya dengan rasa takjub dan kagum .


"Benar benar cincin yang luar biasa "ucap Galah Sayuto dalam hati.


"Cepat lah berangkat Galah Sayuto karena hutan larangan jarak nya cukup jauh dari sini"ucap Gondo Mayit.


"Baik kakang hari ini juga aku akan


berangkat"ucap Galah Sayuto lalu mohon diri dan meninggalkan gua setan.


...----------------...


Di tempat lain.


Malam itu di gua lembah Kematian telah berkumpul para dedengkot golongan hitam ,yang merupakan para pendekar nomor satu yang namanya sudah terkenal di seluruh dunia persilatan


Mereka adalah Warok singa, tengkorak putih, Kala weling, Karang Bolong dan Rupaksa Dara seorang tokoh wanita dari golongan hitam yang usianya sudah seratus tahun lebih tapi fisik nya masih kelihatan seperti orang belasan tahun, mereka inilah anggota dari perkumpulan persatuan iblis merah.


"Hari kita telah tiba untuk bersenang-senang sudah saatnya kita menteror rakyat Martapura kawan kawan"ucap Warok singa.


"benar kita buat seluruh rakyat Martapura dalam ketakutan " ucap Karang Bolong.


"Tunggu dulu bagaimana kalau Arya Soma turun tangan"tanya tengkorak putih.


"Benar apa kata Rupaksa Dara"ucap Kala Weling.


"Baiklah kita jalankan rencana kita ini malam nanti"ucap Warok Singa.


"Tapi rasanya kurang menantang Warok singa ,aku ingin langsung saja kita menyerang istana"ujar Kala Weling .


"Apa tidak terlalu berbahaya Kala Weling"tanya Rupaksa Dara.


"Apa kau takut Rupaksa Dara,kita tunjukkan bahwa persatuan iblis merah bukan persatuan kemarin sore yang bisanya hanya menakuti penduduk"ucap Kala Weling.


"Tutup mulut busuk mu itu Kala Weling tidak ada kitab Rupaksa Dara kenal takut"ucap Rupaksa Dara tersulut emosi nya.


"Tahan emosi mu Rupaksa Dara "ucap Warok Singa.


"Maaf Warok Singa ,aku cuma tidak suka jika ada orang yang melecehkan ku"ucap Rupaksa Dara.


"Anggap saja tadi aku salah ngomong Rupaksa Dara "ucap Kala Weling mencoba mengalah.


"Baiklah ku anggap perkataan mu itu sebagai ucapan permintaan maaf"ucap Rupaksa Dara .


"Kala begitu aku putuskan nanti malam kita serang istana Martapura "ucap Warok Singa.


Mendengar keputusan Warok Singa itu keempat orang itu mengangguk tanda setuju.


...----------------...


Pandan Wangi dan Arum masih terus melarikan kudanya dengan cepat, tanpa terasa mereka sudah sangat jauh meninggalkan Argara.


Hiyaa.... hiyaa.... Pandan Wangi menggebah kudanya perjalanan dan perjalanan mereka pun telah sampai ke sebuah desa di kaki gunung Sinabung, Pandan Wangi pun memperlambat lari kudanya dan kemudian berhenti.


"Ada apa bibi berhenti"tanya Arum ingin tahu .


"Ada baiknya kita cari penginapan Arum karena sebentar lagi hari mulai gelap"ucap Pandan Wangi.

__ADS_1


"Lalu di mana kita akan menginap bibi"tanya Arum.


"Kita cari kedai dulu di desa ini sekaligus untuk mengisi perut kita"ucap Pandan Wangi , sambil menjalankan kudanya dengan pelan.


Setelah beberapa saat kemudian Pandan Wangi pun menemukan sebuah kedai yang cukup ramai di desa itu, tanpa pikir panjang ia pun segera turun dari kudanya dengan di ikuti oleh Arum.


"Bibi seperti nya di dalam kedai itu ramai sekali dan kebanyakan para pria di dalam nya bibi"ucap Arum dengan perasaan ragu.


"Aku tahu itu ,tapi ini adalah kedai satu satunya yang ada di desa ini tuan putri"ucap Pandan Wangi segera melangkah masuk kedalam kedai.


Arum pun segera mengikuti Pandan Wangi melangkah ke dalam kedai walaupun dalam hatinya penuh dengan keraguan.


Setelah di dalam kedai itu Pandan Wangi dan Arum mengibaskan tangannya karena mencium bau tuak di mana mana.


Pandan Wangi mengedarkan pandangannya mencari tempat yang kosong, hingga pandangan nya berhenti di sudut ruangan kedai itu setelah melihat tempat duduk ada yang nampak kosong.


Pandan Wangi pun segera melangkah menuju ke sudut ruangan itu dengan di ikuti oleh Arum di belakang nya.


Bagi Arum ini adalah pertama kali baginya keluar istana dan masuk ke dalam sebuah kedai.


Melihat Pandan Wangi dan Arum di dalam kedai itu semua mata para pengunjung kedai itu tampak menatap tajam ,mereka benar benar terpesona oleh kecantikan mereka berdua, walaupun Pandan Wangi dan Arum terpaut usia yang cukup jauh tapi kecantikan dan kemulusan tubuh Pandan Wangi tidak jauh beda dengan Arum,ini di sebabkan oleh air terjun bidadari yang pernah di minum oleh Pandan Wangi beberapa tahun silam sehingga membuat nya tampak awet muda.


Pandan Wangi dan Arum tak memperdulikan tatapan para pria di dalam kedai itu mereka berdua segera mengambil tempat duduk di sebelah sudut ruangan itu.


"Rupanya ada dua bidadari yang salah masuk kawan kawan"ucap seorang laki laki dengan brewok tebal menghiasi seluruh mukanya.


"Kau benar Sarwani seperti nya kita bisa bersenang-senang malam ini"ucap seorang temannya yang bernama Cokro.


"Bibi seperti nya mereka sedang membicarakan kita"ucap Arum.


"Sudahlah jangan hiraukan mereka, pelayan cepat bawakan kami makanan"ucap Pandan Wangi dengan acuh.


"Tunggu sebentar nyi sanak akan segera saya hantarkan"ucap pelayan kedai.


Pandan Wangi pun sebenarnya merasa sangat risih tahu mata para pria di kedai itu memandangi nya, namun sebisanya mungkin dia tidak memperdulikannya.


Tak lama kemudian pelayan pun datang dengan membawa makanan dan minuman untuk mereka berdua.


Pandan Wangi dan Arum pun segera melahap makanan yang telah terhidang di meja itu tanpa memperdulikan para lelaki hidup belang di depannya.


Di saat mereka sedang makan tiba-tiba dari munculah seorang dengan wajah garang dengan menyandang pedang besar di bahunya.


"Jika kalian masih sayang pada nyawa kalian cepat tinggalkan tempat ini karena Gusti Ratu kencana Wungu ingin makan di tempat ini"ucap orang itu dengan suara menggelar.


Mendengar nama yang di sebutkan orang itu para pengunjung kedai pun sangat terkejut siapa yang tidak tahu Ratu Kencana Wungu , seorang Ratu yang sakti mandraguna dan juga terkenal dengan kekejaman nya.


orang orang pun segera buru buru membayar makanan mereka dan langsung lari keluar begitu juga dengan Sarwani dan Cokro serta beberapa anak buahnya pun buru buru keluar dari kedai itu.


"Maaf nyi sanak berdua cepat tinggalkan tempat ini sayangi lah nyawa kalian karena ratu Kencana Wungu ingin makan di tempat ini"ucap pemilik kedai dengan muka khawatir.


"Maaf Ki aku tidak suka jika aku sedang makan ada orang yang menganggu ku,aku juga tidak perduli dengan ratu Kencana Wungu yang kau maksud itu"ucap Pandan Wangi dengan meneruskan makannya.


"Kurang ajar rupanya ada yang kecoak yang bosan hidup"ucap orang yang ada di depan pintu tadi.


Haaa.....haaa.....haaa..... terdengar suara tawa melengking memekik telinga hingga membuat Pandan Wangi dan Arum segera menyalurkan tenaga dalamnya untuk membentengi dirinya.


Namun malang bagi pemilik kedai yang tidak punya kemampuan apa apa itu ia pun langsung tergeletak pingsan.


Sekejap kemudian muncullah Ratu kencana Wungu di depan mereka berdua dengan menggenggam tongkat kepala tengkorak di tangannya entah dari mana dia datangnya karena tiba-tiba muncul begitu saja.


"Rupanya ada yang berani menantang ku terang terangan di sini "ucap ratu Kencana Wungu dengan menatap tajam ke arah pandan wangi dan Arum.


"Maaf Gusti ratu serahkan mereka berdua pada hamba biar hamba habisi mereka"ucap orang tadi.


"Cepat kau lakukan Brojo Segoro berikan mereka pelajaran yang setimpal karena telah berani pada ku"ucap Ratu Kencana Wungu kepada orang tadi yang ternyata bernama Brojo Segoro.


Brojo Segoro langsung mengirimkan pukulan kepada Pandan Wangi dan Arum yang sedang makan itu wuuusss..... merasakan ada bahaya yang mengancamnya Pandan Wangi segera segera menarik tangan Arum dan melompat ke atas hingga menjebol atap kedai itu dan pukulan Brojo Segoro pun hanya menerpa ruang kosong.


Melihat sasaran nya lenyap Brojo Segoro pun segera keluar mencari dua orang itu.


"Bibi biarkan aku yang menghadapi orang aneh itu "ucap Arum.


Pandan Wangi tidak langsung mengiyakan permintaan Arum itu dia berfikir sejenak untuk mengambil keputusan.


"Baiklah Arum buktikan latihan mu selama ini pada ku "ucap Pandan Wangi.

__ADS_1


Mampus lah kalian berdua hiaaaat... Brojo Segoro melesat menyerang mereka , Arum yang sudah memperoleh izin dari Pandan Wangi pun segera melesat menyambut kedatangan Brojo Segoro hiiiaat... Arum langsung mengirimkan tendangan nya duuug... tendangan Arum tepat mengenai Brojo Segoro hingga membuat nya terpental dua tombak dari depan nya tapi tampaknya tidak membuat Brojo Segoro terluka atau pun kesakitan.


Brojo Segoro segera membersihkan bajunya yang kotor akibat tendangan Arum tadi dan menatap tajam ke arah nya.


__ADS_2