Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kitab Pedang darah


__ADS_3

Setelah Markuraka dapat di rebut oleh putri Gandari dari Karang Hitam dengan bantuan Rangga dari Martapura ,kini Markuraka sepenuhnya di pimpin oleh putri Gandari dengan di dampingi oleh patih Danuraka .


Dan hari itu juga Markuraka menyatakan dirinya menjadi bagian dari kerajaan Martapura.


Sementara itu di Martapura Rangga mengumpulkan para menteri dan seluruh pendekar yang telah berjasa dalam pertempuran melawan Karang Hitam itu.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu saya akan langsung memulai saja pertemuan ini"kata Rangga,


"kalian tentu bertanya-tanya kenapa aku mengumpulkan kalian di ruang persidangan ini bukan,"ucap Rangga


"benar yang mulia,"ucap mereka serentak,


"begini setelah kita memenangkan peperangan kemarin saya berfikiran untuk lebih memperkuat Martapura agar lebih menjadi kuat lagi,


untuk itu saya meminta agar masing masing ketua dari berbagai padepokan yang hadir di sini bersedia untuk melatih para prajurit di Martapura ini,"ucap Rangga menjelaskan.


"Tapi bagi yang tidak berkenan atau mungkin tidak bisa tidak apa apa saya tidak memaksa kalian untuk itu"ucap Rangga,


semua ketua perguruan tampak saling melempar pandang mendengar perkataan Rangga itu seolah mereka minta pendapat satu sama lain namun akhirnya mereka pun menganggukkan kepala tanda saling setuju.


"kami bersedia yang mulia bahkan ini suatu kehormatan bagi kami"ucap salah satu ketua padepokan mewakili yang lain.


"Saya merasa senang dengan jawaban kalian semua"ucap Rangga dengan tersenyum.


"Bagaimana menurut mu kanda patih tentang rencana saya ini,"tanya Rangga kemudian,


"saya kira itu ide yang bagus dinda prabu dengan begitu para prajurit kita akan jadi lebih kuat,"jawab Arya Soma,


"Apakah ada yang keberatan,"tanya Rangga kepada seluruh yang hadir terutama pada para sesepuh Martapura .


"tidak yang mulia justru kami merasa senang dengan keputusan yang mulia itu,"jawab salah satu sesepuh kerajaan Martapura itu.


"Atas kesediaan dan dukungan kalian saya ucapkan terimakasih,"ucap Rangga,


"karena kemarin ada beberapa Senopati kita yang gugur hari ini juga saya akan mengangkat Senopati baru untuk mengisi jabatan itu dan saya bermaksud mengangkat Pandan Wangi dan Ariani Dewi untuk mengisi jabatan senopati itu"lanjut Rangga.


Mendengar hal itu Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun terkejut dan saling melempar pandang,


"Bagaimana Ariani Dewi dan Pandan Wangi apakah kalian berdua siap mengemban jabatan ini"tanya Rangga,


"Jika itu yang Gusti prabu kehendaki hamba tidak bisa menolaknya"ucap Ariani Dewi,


"lalu bagaimana dengan kamu Wangi"tanya Rangga,


"Hamba juga bersedia Gusti prabu"jawab Pandan Wangi.


"Bagus itu jawaban yang saya ingin dengar dari kalian berdua,"ucap Rangga terlihat senang.

__ADS_1


Setelah mengangkat Ariani Dewi dan Pandan Wangi menjadi senopati Rangga pun membubarkan pertemuan itu.


...----------------...


Sementara itu di padepokan Mawar Hitam yang terdiri dari para wanita,Nyi Sarweda terlihat sedang melatih jurusnya,


ia mengarahkan tangannya ke sebuah pohon pisang di depannya wuusss.... keluar lah asap hitam pekat dari kedua tangannya dan seketika itu juga pohon pun kemudian menjadi kehitaman-hitaman lalu menjadi abu,


Lasmini dan Rukmini terkejut melihat keampuhan ilmu itu.


"haaa...haaa....haaa.... sekarang kekuatan ku sudah pulih kembali,"ucap Nyi Sarweda dengan tertawa terbahak- bahak.


"Kalian jangan hanya bengong saja ,kalian berdua harus segera menyempurnakan ilmu itu agar hasilnya seperti itu "kata Nyi Sarweda sambil menunjuk ke pohon pisang di depannya,


"baik guru,"jawab Lasmini dan Rukmini serentak.


"Oh ya aku punya tugas untuk kalian berdua,"ucap Nyi Sarweda,


"tugas apa guru "tanya Lasmini,


"kalian berdua datanglah ke lembah jiwa untuk memberikan surat ini kepada kakak seperguruan ku Ki Manggala,"ucap Nyi Sarweda sambil mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam bajunya.


"Terima ini dan berangkat lah sekarang juga,"ucap Nyi Sarweda lalu menyerahkan surat itu kepada Lasmini,


"baik guru"jawab Lasmini.


Mereka berdua terus memacu kudanya hingga melewati hutan belantara yang penuh dengan bahaya itu.


"Ku harap mereka cepat sampai dan tidak ada rintangan yang menghalanginya,"ucap Nyi Sarweda di padepokan nya.


Nyi Sarweda adalah seorang pendekar wanita yang sangat di segani oleh semua kalangan baik Hitam mau pun putih, setelah menutup dirinya sekian lama kini ia muncul kembali setelah luka dalamnya sudah sembuh akibat bentrok dengan begawan Barnowo, guru dari Pandan Wangi itu.


Setelah lama menempuh perjalanan Lasmini dan Rukmini pun melihat sebuah sungai yang airnya sangat jernih,


"Lasmini bagaimana kalau kita istirahat dulu di sungai itu,"kata Rukmini,


"benar Rukmini saya juga haus mari kita ke sana,"ucap Lasmini, lalu mereka pun menuju kearah sungai itu yang jarak masih sekitar seratus tombak dari mereka,


namun tiba-tiba Lasmini menghentikan kudanya dan mengangkat tangan kanannya ke atas, melihat itu Rukmini pun menghentikan kudanya,"ada apa Lasmini,"tanya Rukmini,


"lihat di sana ada dua kuda ,"jawab Lasmini,


"memangnya kenapa Lasmini,"tanya Rukmini,


"aku ingin tahu siapa mereka itu ,sebaiknya kita dekati mereka dengan diam-diam,"kata Lasmini,


"kenapa kita tidak langsung saja kita ke sana,"tanya Rukmini,

__ADS_1


"kamu jangan ceroboh aku khawatir dengan isi surat ini "jawab Lasmini,


"baiklah kalau itu alasan mu,"ucap Rukmini setuju.


Lalu mereka pun turun dari kudanya dan berjalan mengendap-endap menuju dua orang yang ada di sungai itu,


tanpa di sadari oleh mereka ternyata ada dua orang selain mereka yang mengawasi kedua orang di sungai itu,


"sebaiknya kita harus cepat menuju tempat itu , karena aku takut kitab pedang darah itu ke dahuluan orang lain,"kata Sugati,


"baik mari kita berangkat,"jawab Sugala,Lalu keduanya pun pergi meninggalkan sungai itu.


Sugati dan Sugala adalah sepasang pendekar sakti dari lereng gunung Merapi, mereka mendapat tugas dari gurunya untuk mencari kitab pedang darah yang kabarnya berada di gua kelalawar, sebelah utara kerajaan Martapura.


"Apakah tadi kau dengar perkataan mereka Rukmini,"tanya Lasmini,


"ya mereka menyebut kitab pedang darah,"ucap Rukmini,


"Apakah kau pernah dengar tentang kitab itu tanya"tanya Lasmini ,


"saya belum pernah mendengarnya Lasmini"jawab Rukmini,


"nanti saja kita tanyakan pada guru,"kata Lasmini kemudian,


"kalau begitu mari kita sekarang ke sungai,"ucap Rukmini,


"tunggu Rukmini lihat siapa mereka,"kata Lasmini sambil menunjuk dua orang yang baru keluar dari tempat persembunyiannya,


"ternyata ada orang lain selain kita di sini,"ucap Rukmini,


"mereka juga pasti mencuri dengar pembicaraan kedua orang tadi,"ucap Lasmini ,"kemana mereka Lasmini "tanya Rukmini sambil melihat ke sekelilingnya mencari-cari kedua orang itu,


"ku rasa mereka sudah pergi ayo cepat kita ke sungai,"ajak Lasmini dan mereka berdua keluar dari tempat persembunyiannya dan menuju ke sungai.


Setelah merasa cukup lama Lasmini dan Rukmini beristirahat di sungai itu lalu kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan menuju lembah jiwa.


...----------------...


Di tempat lain tepatnya di padepokan kalajengking Ki Lukajaya sedang mendengarkan berita yang di bawa muridnya itu.


"Apa benar dengan apa yang kau dengar itu"Durpala,


"iya guru benar ,"jawab Durpala,


"saya juga mendengarnya guru mereka menyebut tentang kitab pedang darah,"ucap Baskara,


"Jika itu benar adanya maka akan banyak para pendekar yang berlomba-lomba untuk mendapatkannya, jika berita ini sampai tersebar luas"ucap Ki Lukajaya."Kalau kami boleh tahu apa kelebihan kitab pedang darah itu guru,"tanya Baskara,"baik akan ku beri tahu pada kalian mengenai kehebatan kitab itu"kata Ki Lukajaya.

__ADS_1


__ADS_2