
Narapala dan Tawang Sono langsung memerintahkan para prajurit untuk menyerang Rangga yang sedang terlibat pertarungan itu.
Melihat kedatangan pasukan istana siluman yang di pimpin oleh Narapala itu Rangga segera melepaskan pukulannya ke arah mereka wuuusss.. duuuaaarrr.... para prajurit itu pun langsung bertumbangan.
Narapala dan Tawang Sono melesat dengan ilmu ringan tubuhnya sambil melepaskan pukulannya ke arah Rangga wuuusss....., Rangga menangkis serangan itu dengan pukulan badai menerjang ombaknya wuuusss... duuuaaarrr... terjadi dentuman keras di hutan itu setelah pukulan mereka berbenturan.
"Menyerahlah Rangga dan serahkan kepala mu pada Raja Batara Derja"ucap Narapala.
"Kalau dia ingin kepala ku suruh ambil sendiri"ucap Rangga dengan tersenyum.
"Kurang ajar , prajurit bunuh dia"perintah Narapala.
Para prajurit pun langsung bergerak menyerang Rangga, melihat jumlah prajurit yang begitu banyak dari arah depan ia langsung menyambar pedang dua mustika nya yang melayang di samping kiri dan kanannya dan langsung melesat ke arah para prajurit itu.
Rangga memainkan jurus tebasan seribu pedangnya untuk menghadapi para prajurit itu ,tak ayal lagi para prajurit pun langsung berjatuhan satu demi satu seketika itu juga.
Setelah mendapat tendangan yang lumayan keras di dadanya seluruh pasukan Gondo Mayit pun lenyap seketika itu juga.
Melihat begitu banyaknya prajurit yang menyerang Rangga .Gondo mayit segera memutuskan untuk mundur dan meninggalkan tempat itu, karena dirinya tidak mau berurusan dengan kerajaan siluman.
Crash....crash.... crash pedang Rangga berkali-kali menumbangkan para prajurit kerajaan siluman yang menyerangnya, sudah tidak dapat di hitung lagi berapa banyaknya jumlah prajurit yang tewas di tangan nya.
Melihat Rangga mengamuk membabi buta Tawang Sono dan Narapala pun terlihat gusar.
"Manusia atau bukan dia sebenarnya"ucap Narapala begitu melihat sepak terjang Rangga yang begitu terginas ,ia benar benar kagum dengan tenaga Rangga yang tidak habis habisnya menghadapi prajurit yang begitu banyak.
"Narapala ini tidak bisa di biarkan ,mau berapa banyak lagi jumlah prajurit kita yang di bunuh nya lebih baik kita cepat turun tangan"ucap Tawang Sono dengan marah melihat Rangga menghabisi para prajurit nya.
"Baiklah mari kita serang dia bersama"ucap Narapala.
Mendengar ucapan Narapala itu Tawang Sono segera meluncur ke tengah pertarungan begitu juga dengan Narapala.
Mereka berdua langsung menyerang Rangga dengan pedangnya hiiiaat... Rangga yang mengetahui serangan mereka segera menangkis dengan pedang nya hingga membuat dua orang itu terpental seketika itu juga.
Tawang Sono dan Narapala sungguh tidak menyangka kalau benturan pedang tadi membuatnya sampai terlempar lima tombak jauhnya.
"Bangun lah kalian jika ingin melanjutkan pertarungan ini"ucap Rangga pada Narapala dan Tawang Sono.
"Pedang nya tidak bisa di anggap main main Tawang Sono"ucap Narapala.
"Sungguh luar biasa kekuatan pedang itu"ucap Tawang Sono.
"Sepertinya dia mau pamer kekuatan pada kita Tawang Sono , sekarang kita tunjukkan kekuatan kita padanya"ucap Narapala .
Narapala dan Tawang Sono kemudian duduk menyilang kan kedua kaki sambil memejamkan matanya dengan mulut yang terlihat komat kamit membaca mantra .
Tidak berapa lama kemudian terlihat aura merah yang muncul disekitar tubuh mereka yang makin lama makin membesar.
Lalu tubuh Tawang Sono dan Narapala berubah membesar hingga sebesar gajah tapi bentuk wajah mereka menyerupai serigala hutan dengan taring tajam di mulut mereka masing-masing.
"Jadi mereka itu sebenarnya adalah siluman serigala"ucap Rangga setelah mengetahui perubahan dari tubuh mereka.
Auuuu... mereka berdua pun melolong panjang menandakan sudah sempurna perubahan yang mereka lakukan dan siap untuk menyerang.
Lalu Tawang Sono dan Narapala langsung menyerang Rangga yang berdiri di depan nya Tawang Sono pun melepaskan pukulannya wuusss.... Rangga menggunakan ilmu ringan tubuhnya melayang ke atas menghindarinya, namun tanpa ia sadari Narapala bergerak cepat tiba-tiba berada di depannya dan langsung memukulnya buug.. hingga membuat nya terpental braak... tubuh Rangga terjatuh membentur pohon hingga pohon itu pun tumbang.
"Rupanya perubahan wujud mereka juga menjadikan mereka semakin kuat"ucap Rangga sambil membersihkan debu dari bajunya kemudian segera berdiri .
Melihat Rangga sudah kembali berdiri Narapala dan Tawang Sono pun segera menyerang Rangga kembali, seakan mereka tidak ingin memberikan Rangga barang sejenak untuk beristirahat.
"Rupanya kalian begitu bernafsu untuk membunuh ku , baiklah akan aku akhiri pertarungan ini"ucap Rangga.
Melihat Narapala dan Tawang Sono menyerang bersamaan Rangga segera memasang jurus tebasan seribu dan langsung melesat menyambut mereka yang masih di udara.
Hiiiaat.... pertarungan di udara pun terjadi, Tawang Sono dan Narapala terkejut begitu melihat sambaran pedang Rangga yang begitu cepat dan sulit di tembak itu.
Dengan kuku yang tajam mereka mencoba mencabik cabik Rangga, namun dengan pedang nya Rangga melindungi dirinya hingga membuat serangan mereka tidak dapat mengenainya.
Narapala dan Tawang Sono segera melipat gandakan kekuatan nya sehingga membuat area pertarungan menjadi semakin memanas.
Rangga segera melepaskan dua pedangnya dan menjauhi tempat pertarungan itu untuk menghindari hawa panas yang teramat sangat itu,sementara pedangnya masih terus bergerak menghadapi mereka berdua.
Narapala dan Tawang sono tidak menyadari kalau Rangga sudah di bawah dengan bersiap siap melepas kan pukulan badai menerjang ombaknya.
Rangga segera menghimpun tenaga dalamnya dan muncullah bola energi di kedua tangan nya yang makin lama makin membesar, setelah di kira cukup Rangga segera bersiap untuk melepaskan nya.
"Andana dan Andini kembali lah"teriak Rangga.
Kedua pedang itu pun segera meluncur ketempat Rangga ,dan ia pun melepaskan pukulannya wuusss..... Narapala dan Tawang Sono pun terkejut karena mereka tidak pernah menduga akan mendapatkan serangan dadakan seperti itu .
Hiiiaat.... Tawang Sono dan Narapala segera mengeluarkan pukulan nya untuk menangkis serangan itu wuuusss...... duuuaaarrr... dentuman keras kembali terjadi menghiasi pertempuran mereka.
"Andana dan Andini saat nya mengakhiri pertarungan ini "ucap Rangga.
Kedua pedang itu pun kembali bergerak cepat sekali kearah Narapala dan Tawang Sono ,lalu blesss... pedang itu pun berhasil menusuk tubuh mereka berdua hingga membuat nya tewas seketika itu juga.
Mereka berdua terkapar dengan dadanya tertembus oleh dia pedang itu.
" Ternyata kalian berdua cukup merepotkan juga "ucap Rangga segera menyimpan pedang kembali.
Melihat kedua pemimpin nya telah tewas para prajurit pun menjadi bingung mau terus maju atau mundur.
"Kalau kalian ingin tetap hidup silahkan mundur tapi jika kalian ingin mati majulah"ucap Rangga.
Baru saja Rangga selesai berkata seperti itu tiba-tiba sebuah pukulan tiba tiba datang menyerangnya wuuusss.... Rangga yang merasakan serangan dadakan itu segera melompat ke samping untuk menghindarinya sehingga pukulan itu hanya menerpa ruang kosong duuuaaarrr.....asap mengepul di sekitar Rangga berdiri.
Rupanya nyai Durgandana yang melepaskan pukulan tadi, ia datang bersama ketiga orang lainnya yaitu raja Batara Derja, Ratu Durgapali dan maharaja Dawung.
Raja Batara Derja terkejut melihat tempat itu yang sudah di penuhi oleh banyak nya mayat berserakan yang tidak lain adalah mayat para prajurit nya sendiri yang telah tewas di tangan Rangga.
Begitu pula Ratu Durgapali juga tidak kalah terkejut setelah melihat Narapala dan Tawang Sono juga telah menjadi mayat.
"Kurang ajar dia telah membantai prajurit prajurit ku"ucap raja Batara Derja dengan amarah yang meluap luap.
Rangga hanya tersenyum melihat kehadiran keempat orang itu, yang merupakan orang orang terkuat dari kerajaan siluman muncul bersamaan di hadapannya.
__ADS_1
"Kali ini aku tidak akan melepaskan mu Rangga kau harus mati hari ini juga di tangan ku"ucap nyai Durgandana.
"Kebetulan kalau begitu kita bisa menyelesaikan sengketa yang terjadi di antara kita"jawab Rangga.
"Setelah kematian mu giliran Martapura yang akan kami hancurkan supaya hatiku puas bisa membalas kematian Kencana Wungu "ucap nyai Durgandana.
"Tunggu duluan,saya pikir Martapura tidak ada hubungannya jadi kalian tidak usah bawa nama Martapura dalam dendam kalian"ucap Rangga.
"Nyai tidak usah banyak bicara dengan dia sebaiknya kita ***** dia bersama sama"ucap maharaja Dawung.
"Gusti prabu hati hatilah dengan dua orang itu tenaga dalamnya tidak bisa di buat main main"ucap pulang Geni.
"Benar aku bisa merasakan tekanan kekuatan wanita dan laki-laki tua itu"ucap Rangga.
"Mari kita serang dia maharaja"ucap nyai Durgandana.
Maharaja Dawung langsung bergerak cepat menyerang dan dalam hitungan detik sudah ada di hadapan Rangga sambil melepaskan pukulannya , namun Rangga yang sudah siap dari tadi mampu menghindari, namun sambaran tenaga dalam nya membuat raja terjajar namun tidak sampai terjatuh.
Maharaja Dawung terus melancarkan serangannya hingga Rangga di desak mundur,nyai Durgandana juga tidak tinggal diam ia melepaskan pukulannya wuusss duuuaaarrr.. namun Rangga dapat menghindari nya . Tapi gerakan maharaja Dawung yang sangat cepat berhasil mengenainya hingga membuatnya terpental hingga terjatuh
"Sialan gerakan sangat sulit di tebak "ucap Rangga kemudian berdiri.
Raja Batara Derja dan Ratu Durgapali segera maju menyerang dengan tongkat nya .
Rangga Tidak mau terus bertahan dan menjadi bulan bulan serangan mereka ia pun mengeluarkan keris pulang Geni untuk menghadapi serangan tongkat raja Batara Derja itu.
Pertarungan pun makin lama makin bertambah sengit , dalam pertarungan itu Rangga tidak bisa main main melihat gerakan mereka yang cepat dan lincah.
"Matilah kau..."seru nyai Durgandana yang tiba-tiba di belakang Rangga dengan pedang di tangannya .
"Andana dan Andini keluarlah "ucap Rangga , pedang andalan nya pun segera keluar dan menangkis serangan nyai Durgandana ,nyai Durgandana begitu terkejut setelah pedangnya berbenturan dengan pedang itu.
Rangga segera memerintahkan dua pedang kembar nya untuk terus menyerang nyai Durgandana hingga membuatnya sedikit menjauh dari tempat itu dan menyimpan kerisnya kembali.
Dengan menjauhnya nyai Durgandana dari tempat itu Rangga sedikit lebih leluasa untuk menghadapi mereka bertiga.
Ratu Durgapali dan maharaja Dawung serta raja Batara Derja terus menggempur Rangga tanpa henti ,hingga salah satu pukulan mereka berhasil mengenainya dan membuat Rangga kembali terlempar.
"Akh... kerja sama mereka benar rapat"ucap Rangga.
Maharaja Dawung segera melepaskan pukulannya untuk menghabisi Rangga yang terjatuh itu wuuusss... Rangga segera bergerak cepat menghindarinya duuuaaarrr....
Melihat tuan terdesak Andini segera pergi meninggalkan Andana untuk membantu Rangga,Andini terbang langsung menyerang ketiga orang itu hingga membuat nya mereka bertiga terlempar oleh sambaran tenaga dalamnya.
"Kurang ajar kuat sekali tenaga dalam ini"ucap Raja Batara Derja begitu merasakan tenaga dalam dari Andini.
Andini berputar putar di atas kepala Rangga seolah ia ingin melindungi Rangga dari serangan ketiga orang itu.
Sementara itu pertarungan nyai Durgandana dengan Andana masih terus berjalan,nyai Durgandana di buat repot oleh serangan Andana yang cepat dan bertenaga itu, hingga pada suatu kesempatan Andana berhasil mendesak nyai Durgandana hingga membuatnya terlempar oleh hembusan tenaga dalamnya dan Andana pun pergi meninggalkan nya untuk kembali pada Rangga menyusul Andini.
"Kurang ajar senjata gila macam apa itu "teriak nyai Durgandana begitu dadanya sedikit sakit setelah terkena hembusan tenaga dalam dari Andana.
Melihat dua pedang nya berada di samping nya Rangga pun langsung meraih dua pedang kembar itu.
"Baiklah Andana dan Andini kita tunjukkan pada mereka kekuatan kita"ucap Rangga.
Maharaja Dawung menatap tajam pada Rangga dan memperhatikan pedang di tangan nya,ia seolah mengingat sesuatu yang pernah terjadi mengenai dua pedangnya itu.
Batara Derja yang melihat ayahnya berdiri terpaku segera mendekati nya.
"Apakah ada sesuatu yang aneh Romo dengan Rangga"tanya Batara Derja.
"Bukan dia yang menarik perhatian ku tapi dua pedang nya itu"ucap maharaja Dawung.
"Memangnya kenapa dengan dua pedangnya itu romo "ucap Batara Derja.
"Apa kah kau pernah mendengar pedang legendaris yang bernama pedang kembar dua mustika"ucap maharaja Dawung.
Nyai Durgandana yang sudah di tempat itu pun langsung menanggapi perkataan maharaja Dawung itu.
"Kalau tidak salah itulah pedang kembar dua mustika yang kau maksud itu maharaja Dawung"ucap nyai Durgandana.
"Ya kau benar Nyai rupanya pedang itu muncul kembali setelah bertahun tahun lenyap tanpa kabar"ucap maharaja Dawung.
"Baiklah akan aku rebut pedang itu"ucap nyai Durgandana langsung melesat menyerang Rangga wuuusss.... duuuaaarrr.. dengan ilmu ringan tubuhnya Rangga terbang menghindari serangan nyai Durgandana itu.
Maharaja Dawung dan yang lainnya segera maju mengeroyok Rangga.
Pertarungan di udara pun terjadi , dengan gerakan yang halus dan lembut tapi sangat mematikan maharaja Dawung mencoba merebut pedang itu dari tangan Rangga.
Batara Derja dan Ratu Durgapali menyerang Rangga dari sisi kanan dan kiri , untuk menghadapi kepungan mereka itu Rangga langsung mengeluarkan jurus dewa pedang membelah bulan tingkat satu.
Maharaja Dawung merasa terkejut begitu merasakan sambaran pedang itu, begitu juga Nyai Durgandana yang dengan cepat mengenali jurus pedang yang Rangga peragakan.
"Apa hubungannya Rangga dengan Purnama jaya" batin Durgandana.
Maharaja Dawung mengeluarkan pedang nya hitam nya dan langsung menyerang Rangga desssss... terjadi benturan dengan pedang mereka berdua hingga membuat keduanya sama-sama terjajar.
Tangan maharaja Dawung merasa nyeri bukan main setelah benturan tadi.
"Seperti membentur tembok baja saja tangan ku ini"ucap maharaja Dawung sambut mengerahkan tenaga dalamnya untuk mengusir rasa nyeri di tangan nya.
kemudian ia melipat gandakan kekuatan dan langsung menyerang Rangga kembali wuuusss... melihat maharaja Dawung menyerang nya Rangga melesat keatas dengan meningkatkan jurusnya menjadi jurus dewa pedang membelah bulan tingkat dua hingga pedang di tangan nya pun semakin menyala terang.
Hiiiaat..... melalui pedang nya maharaja melepaskan pukulan wuuusss.... Rangga segera menangkisnya duuuaaarrr......
"Rupanya ia benar benar sudah menguasai jurus yang berkaitan dengan pedang itu "ucap maharaja Dawung.
Nyai Durgandana datang dari arah belakang dengan pedang di tangannya mencoba membokong nya,namun Rangga yang mengetahui nya segera memutar tubuhnya dan desss.... pedang Rangga berhasil menangkisnya dan langsung memberikan sebuah tendangan yang cukup keras hingga membuat nyai Durgandana terpental dan terjatuh sangat keras buuug.....
Ratu Durgapali yang melihat ibunya dalam kesulitan itu segera melepaskan pukulan wuuusss...... Rangga segera mengibaskan pedangnya dan mengembalikan pukulan itu padanya sontak saja ratu Durgapali terkejut dengan segera membuang dirinya ke samping duuuaaarrr....
"Kurang ajar hampir saja pukulan ku mengenai ku"maki ratu Durgapali.
Melihat keadaan yang kurang menguntungkan raja Batara Derja segera mendekati ayahnya.
__ADS_1
"Romo sebaiknya kita serang dia dengan menggabungkan jurus kita"ucap Raja Batara Derja.
"Maksud mu dengan menggabungkan jurus banaspati mengguncang alam"ucap maharaja Dawung.
"benar Romo untuk menyelesaikan pertarungan"jawab Raja Batara Derja.
"Baiklah mari kita serang dia dengan jurus itu"ucap maharaja Dawung.
Kemudian mereka berdua pun segera menyiapkan jurus itu untuk menghabisi Rangga.
Sementara raja Batara Derja dan maharaja Dawung bersiap siap dengan jurus nya , Rangga saat itu di sibukkan dengan serangan nyai Durgandana dan Ratu Durgapali yang sudah menyerang nya kembali.
Nyai Durgandana terus menyerang Rangga dengan gencarnya namun setiap serangan nya selalu dapat di patahkan oleh Rangga dengan mudah, begitu juga dengan Ratu Durgapali serangan pedangnya pun ternyata tidak dapat mendesak Rangga , karena diam diam Rangga sudah meningkat jurusmya menjadi jurus dewa pedang membelah bulan tingkat tiga hingga membuat mereka berdua terhempas oleh sambaran energi pedangnya.
Nyai Durgandana benar benar tidak percaya setiap serangan nya tumpul di hadapan Rangga.
Merasakan getaran tenaga dalam yang begitu kuat Rangga segera mengalihkan perhatian nya pada maharaja Dawung dan Raja Batara Derja yang saat itu telah bersiap menyerang dengan jurus banaspati mengguncang alam.
Rangga yang saat itu masih di udara menatap tajam ke arah mereka berdua dan langsung bersiap meningkatkan jurusnya menjadi dewa pedang membelah bulan menjadi tingkat ke empat.
Selama menguasai jurus itu baru dua kali Rangga menggunakan jurus itu sampai tingkat terakhir yang mana pada saat menghadapi raja Kala Murka dan saat ini pada mereka berdua .
"Apa hubungannya mereka berdua dengan Kala Murka "batin Rangga setelah mengetahui kesamaan jurus mereka.
Dari tangan mereka berdua muncul gulungan bola energi yang begitu besar dengan warna merah darah hingga suasana di tempat itu ikut menjadi merah akibat pancaran tenaga dalam itu.
"Pulang Geni keluar "ucap Rangga .
Slaap...keris pulang pun muncul dan ,melayang di atas kepala Rangga.
Nyai Durgandana dan Ratu Durgapali melihat maharaja Dawung dan Raja Batara Derja mengeluarkan pukulan andalan nya mereka berdua segera menghimpun tenaga dalamnya besar besaran untuk menyerang Rangga.
Merasakan pancaran tenaga dalam dari berbagai penjuru Rangga pun segera melepaskan dua pedang kembar nya.
"Kalian bertiga bergerak jika nanti mendengar perintah ku"ucap Rangga .
Rangga segera mengeluarkan tenaga dalamnya sampai tingkat maksimal hingga membuat daun daun kering dan debu berterbangan di sekitar nya.
Ia mencoba menggabungkan jurus tebasan seribu pedang dengan jurus pedang dewa pedang membelah bulan tingkat keempat yang belum pernah sama sekali di cobanya.
Rupanya kali ini Rangga sedang bermain judi dengan dirinya sendiri karena kalau dia gagal menggabungkan kedua jurus itu maka dampaknya akan fatal bagi tubuh nya,ia melakukan hal itu karena tidak ada pilihan lain.
Hiiiaat.....tenaga dalam Rangga semakin meluap luap hingga getaran pancaran tenaganya sampai membuat daun pohon rontok dan berguguran lalu bola energi pun terbentuk di kedua tangan Rangga dengan ukuran bola raksasa.
Hiiiaat.... mereka berempat pun melepaskan pukulannya kepada Rangga yang saat itu dalam posisi melayang di udara wuuusss..... bola energi gambungan keempat orang itu begitu besar meluncur ke arahnya.
"Andana dan Andini habisi mereka"ucap Rangga kedua pedang pun meluncur deras ke arah maharaja Dawung dan Raja Batara Derja.
Hiiiaat.... Rangga pun melepaskan pukulannya untuk menyambut serangan mereka itu wuuusss...... duuuaaarrr... duuuaaarrr... duuuaaarrr.... duuuaaarrr.... ledakan besar mengguncang tempat itu .
Akkh.... keempat orang lawannya pun terpental akibat ledakan itu begitu pun juga dengan Rangga yang juga ikut terpental namun ia tidak sempat terjatuh karena keris pulang Geni menyokong tubuh nya.
Asap tebal yang hitam pekat pun memenuhi tempat itu hingga membuat hari semakin bertambah gelap saja di senja itu.
Dengan pelan pelan pulang Geni pun menurunkan Rangga yang tenaga benar benar sudah habis itu.
Sementara Ratu Durgapali dan nyai Durgandana jatuh terkapar dengan tubuh gosong dan nyawanya pun terbang meninggalkan raganya, Sedangkan nasib dari raja Batara Derja dan Raja Batara Derja juga tidak kalah mengenaskan setelah dua pedang kembar dua mustika itu menancap di tubuh mereka masing-masing.
"Tubuh ku benar benar tidak bisa di gerekan pulang Geni"ucap Rangga kemudian jatuh pingsan.
...****************...
Sementara itu setelah berhasil membawa Putri Arum kabur dari istana siluman ke Martapura Arya Soma pun bergegas berangkat kembali untuk membantu Rangga menghadapi para pasukan istana siluman kali ini Arya Soma di temani oleh Pandan Wangi dan Ariani Dewi.
Semula Arya Soma melarang mereka tapi karena mereka bersikeras untuk ikut Arya Soma pun tidak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa mengizinkan mereka berdua.
Dengan perasaan khawatir Arya Soma pun mempercepat perjalanan dengan menggunakan ilmu ringan tubuhnya .
Namun di tengah jalan mereka bertemu dengan Gondo Mayit yang saat itu sedang beristirahat untuk memulihkan tenaga nya, terpaksa mereka bertiga menghentikan langkahnya.
"Gondo Mayit sedang apa dia di sini"ucap Arya Soma.
"Haaa....haaaa....haaaa....kita bertemu lagi Arya Soma"ucap Gondo Mayit.
"Dengar Gondo Mayit saat ini aku sedang buru buru jadi minggirlah jangan halangi jalan ku"ucap Arya Soma.
"Aku tahu tujuan mu mau kemana Arya Soma,kau pasti akan membantu Rangga iya kan, menurut ku kau pulang saja karena aku yakin pasti Rangga sudah menjadi bangkai di tangan maharaja Dawung"ucap Gondo Mayit.
Mendengar perkataan Gondo Mayit yang asal asalan itu Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun langsung terbakar emosi nya.
"Hai mayat hidup jaga bicaramu jika tidak ingin pedang ku merobek mulut busuk mu itu"ucap Ariani Dewi.
"Kurang ajar ,tadi kau memanggilku ku apa coba kau katakan lagi"ucap Gondo Mayit terbakar emosi mendengar perkataan Ariani Dewi tadi.
"Dengar baik baik kau tidak lebih dari mayat hidup yang tidak berguna"ucap Ariani Dewi dengan suara lantang.
"Kurang ajar kau perempuan sialan "ucap Gondo Mayit.
Hiiiaat....ia pun langsung menyerang Ariani Dewi yang berdiri di depan nya.
Pandan Wangi pun juga tidak tinggal diam dan langsung membantu Ariani Dewi.
pertarungan pun terjadi di tengah hutan senja itu , dengan jurus tebasan seribu pedangnya Ariani Dewi menghadapi serangan Gondo Mayit.
Pandan Wangi yang pedangnya berada ditangan Rangga terpaksa bertarung dengan tangan kosong untuk membantu Ariani Dewi.
"Kalau begini perjalanan akan makin lama tertundanya"ucap Arya Soma.
Ia pun segera melesat cepat ke arah pertarungan itu untuk membantu mereka berdua.
Pukulan tapak dewa maut hiiiaat..... duuuaaarrr..... pukulan itu pun mengenai Gondo Mayit hingga membuatnya terpental .
"Dengar Gondo Mayit aku tidak mempunyai waktu untuk meladeni kamu sekarang, jadi minggirlah sebelum aku benar benar marah"ucap Arya Soma merasa sangat geram pada Gondo Mayit .
"Baiklah kali ini terpaksa aku menyingkir , tapi lain kali akan ku buat kalian semua menderita"ucap Gondo Mayit kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu dengan luka yang lumayan parah akibat pukulan Arya Soma tadi.
__ADS_1
Setelah Gondo Mayit meninggalkan tempat itu mereka bertiga pun segera melanjutkan perjalanan nya.
Makin lama hari pun semakin gelap apa lagi di tambah rimbun nya daun daun pepohonan hutan itu menjadikan suasana makin bertambah semakin gelap saja.