Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Dewi Selendang Perak


__ADS_3

Ratu Sarjani sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan dua pedang naga itu ia pun bersiap menyerang Pandan Wangi kembali.


Di saat Ratu Sarjani akan menyerang Pandan Wangi tiba-tiba datanglah angin yang menderu hingga membuat ranting ranting pohon bergoyang dan daun daun kering beterbangan lalu muncullah raja Batara Derja di tempat itu dengan tiga orang pengawal nya di depan Ratu Sarjani.


"Rupanya aku kecolongan oleh penguasa hutan larangan , benar benar tidak bisa di maafkan"ucap raja Batara Derja dengan wajah penuh kemarahan.


"Kurang ajar kenapa dia datang di saat aku hampir mendapatkan pedang itu"ucap Ratu Sarjani dengan rasa jengkel.


"Ini benar benar gawat kalau aku harus berhadapan dengan raja sialan itu juga ,berhadapan dengan Ratu tengik saja aku masih kewalahan"ucap Pandan Wangi merasa cemas sambil melirik Ariani Dewi yang tergeletak pingsan.


Sebagai bekas Senopati yang cerdik Pandan Wangi segera memutar otaknya untuk mencari jalan keluar dari keadaan yang gawat itu.


Sambil berfikir, Pandan Wangi menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya setelah datang nya raja Batara Derja, kemudian ia segera menyimpan pedang nya kembali dan pedang naga mas itu pun lenyap seketika dari tangannya sebelum raja dan para pengawal nya melihat pedang itu.


"Narapala dan Dunggala kalian berdua hadapi wanita itu rebut pedangnya, Tawang Sono perempuan itu bagian mu sementara aku akan menghadapi Ratu Sarjani"ucap Raja Batara Derja sambil menunjuk Pandan Wangi dan Arum.


"Baik Gusti prabu"ucap mereka bertiga.


Mendengar perintah dari raja Batara Derja itu tiga orang bawahnya pun segera maju guna menyerang Pandan Wangi dan Arum.


Pandan Wangi segera tanggap dengan perkataan raja Batara Derja yang mau menyerang nya itu.


"Tunggu apa gunanya kalian menyerang kami berdua, karena kalian tidak akan mendapatkan apa-apa dari ku"ucap Pandan Wangi.


"Apa maksud dari perkataan mu itu perempuan"tanya Raja Batara Derja.


"Dengar kan baik baik oleh mu raja Batara Derja perempuan itulah yang telah mengambil kedua pedang itu dari tangan kami jadi rebutlah pedang itu dari tangan nya"ucap Pandan Wangi.


Ratu Sarjani terbelalak mendengar ucapan Pandan Wangi yang dengan cerdik ingin mengadu domba dirinya dengan raja Batara Derja.


"Kau jangan percaya pada ucapan nya Batara dia hanya ingin mengadu domba kita"ucap Ratu Sarjani.


Raja Batara Derja terdiam mendengar ucapan dari Pandan Wangi dan Ratu Sarjani ia sedang berfikir siapa yang dapat di percaya di antara keduanya itu, tapi Raja Batara Derja segera mengambil keputusan untuk menyerang Ratu Sarjani yang terkenal dengan pintar dan licik itu.


"Aku lebih percaya dengan wanita itu Sarjani dari pada kamu ,aku tidak mau termakan oleh kebohongan dan kelicikan mu seperti tempo hari yang lalu"ucap raja Batara Derja.


"Sialan dia benar benar bodoh percaya dengan perkataan wanita itu"ucap Ratu Sarjani dalam hati.


"Narapala, Dunggala dan Tawang Sono tunggu apalagi cepat serang dia "ucap raja Batara Derja.


"Lalu bagaimana dengan dua perempuan itu Gusti prabu"tanya Narapala.


"Biar kan mereka pergi karena mereka sudah tidak kita butuhkan lagi "ucap raja Batara Derja percaya sepenuhnya oleh ucapan Pandan Wangi.


Narapala, Dunggala dan Tawang Sono pun segera menyerang Ratu Sarjani secara bersamaan .Mau tidak mau Ratu Sarjani pun menghadapi mereka bertiga untuk mempertahankan dirinya.


Mendapatkan kesempatan yang baik itu Pandan Wangi segera bergerak cepat mengajak Arum pergi dengan membawa serta Pandan Wangi yang pingsan itu.


Sementara pertarungan antara Ratu Sarjani dan ketiga pengawal raja Batara Derja terus berjalan.


Ratu Sarjani mengibaskan tangannya ,serangkuman angin pun muncul menerpa mereka bertiga hingga membuat ketiga orang itu terlempar, melihat para pengawal nya terdesak raja Batara Derja segera turun tangan untuk menghadapi nya.


Sementara mereka sedang bertarung Pandan Wangi dan Arum sudah jauh meninggalkan tempat itu dengan menaiki kudanya.


...****************...


Pagi yang dingin disertai hujan rintik-rintik membuat suasana di lembah Kematian masih tampak sepi, para penjaga pun tidak kelihatan lalu lalang satu pun di luar, mereka seperti nya enggan basah terkena air hujan.


Sementara di dalam pondok yang cukup besar dan longgar tampak tujuh orang dalam ruangan itu tapi yang lima orang terlihat sedang duduk bersemedi dengan mata tertutup.


Lima orang yang bersemedi itu tidak lain adalah Warok Singa,Karang Bolong Rupaksa Dara, tengkorak putih dan Kala Weling,sementara yang dua orang itu adalah Sungsang dan Darkala .


Darkala adalah seorang tokoh dedengkot aliran hitam yang namanya sudah Malang melintang di dunia persilatan, sehingga setiap golongan hitam maupun putih begitu mendengar namanya lebih baik lari dari pada harus berurusan dengan nya .


Ia saat ini berada di lembah Kematian setelah di beritahu Sungsang bahwa Warok Singa yang merupakan murid kesayangan nya tengah terluka parah, sehingga terpaksa ia harus meninggal bukit tengkorak untuk melihat keadaan nya.


Rupanya setelah menjalani pengobatan di kolam penyembuhan itu mereka belum sembuh secara total sehingga harus melakukan bersemedi untuk memulihkan tenaga dalam mereka.


"Berapa lama mereka akan bersemedi bukan kah ini sudah hari ke tujuh eyang guru"tanya sungsang pada Darkala.


"Kau benar Sungsang sudah saatnya bagi mereka untuk bangun dari semedi nya, cepat kau bangunkan mereka"Perintah Eyang guru Darkala.


"Baik eyang guru"jawab Sungsang.


Sungsang menghadap kelima orang di depannya itu dan memandangi nya satu persatu kemudian ia pun berlutut di depan mereka.


"Kepada para pemimpin persatuan iblis merah bangunlah kalian semua karena semedi yang kalian lakukan sudah selesai"ucap Sungsang.


Mendengar perkataan dari Sungsang tersebut kelima orang itu pun segera membuat mata mereka perlahan-lahan.


"Akhirnya selesai sudah semedi ku"ucap Warok Singa dengan pelan karena tubuhnya terasa lemah setelah tujuh hari tidak makan dan minum.


"Cepat kau siapkan makanan dan minuman untuk kami berlima Sungsang , biar tubuh kami kuat kembali"perintah Warok Singa.


"Baik kakang akan segera saya siapkan"ucap Sungsang kemudian pergi meninggalkan nya.


Eyang Darkala Kemudian menghampiri Warok Singa dan keempat orang lainnya yang telah bangun dari semedi nya itu.


"Hormat kami guru"ucap Warok Singa dan keempat temannya begitu melihat Eyang Darkala menghampirinya.


Eyang Darkala hanya mengangguk mendengar salam hormat murid nya itu.


"Bagaimana keadaan kalian setelah bersemedi selama tujuh hari tujuh malam lamanya"tanya Eyang Darkala.


"Kami merasa lebih baik dan sepertinya tenaga dalam kami pun sudah pulih seperti sedia kala Guru"ucap Warok Singa.


"Benar apa kata Warok Singa guru "tambah Karang Bolong.


"Bagaimana dengan mu Rupaksa Dara kenapa diam saja"tanya Eyang Darkala.


"Aku merasa sudah lebih baik guru, cuma aku tidak habis pikir kenapa kami berlima dapat dengan mudah di kalahkan oleh dua muda mudi itu guru"ucap Rupaksa Dara.


"Untuk saat ini sebaiknya kau simpan dulu rasa kesal mu itu Rupaksa Dara, karena ada hal yang lebih penting yang perlu kalian ketahui"ucap eyang Darkala.


Tentang apakah itu guru"tanya Warok Singa.


"Nanti saja aku ceritakan pada kalian tentang sesuatu yang penting itu,lebih baik kalian berlima makan dulu setelah itu temui aku di ruangan tengah"ucap Eyang Darkala lalu pergi meninggalkan mereka.


Setelah Eyang Darkala meninggalkan tempat itu kemudian muncullah Sungsang dengan membawa sebuah kendi berisi air dan sebuah wadah berisi madu di tangan kirinya untuk mereka.


"Inilah untuk sementara makanan untuk kalian berlima"ucap sungsang sembari meletakkan madu dan air di depan mereka.


"Apa tidak ada makanan lain selain ini Sungsang"ucap Karang Bolong.


"Banyak kakang tapi ini adalah makan pembuka untuk kalian , karena kalau kalian langsung makan makanan yang berat berat aku takut perut kalian akan sakit sebab dalam tujuh hari ini perut kalian kosong,jadi mau tidak mau inilah makanan yang terbaik untuk kalian saat ini"ucap Sungsang menjelaskan.


"Sudah jangan banyak protes turuti saja apa kata Sungsang "ucap Warok Singa .


Ia pun kemudian mengambil madu itu dan meminumnya dengan lahap.


"benar benar nikmat setelah beberapa hari tidak makan dan minum"ucap Warok Singa.


Keempat orang temannya pun kemudian mengikuti apa yang Warok Singa lakukan, Karang Bolong yang tadinya protes itu pun tidak menyangka bahwa walaupun cuma sekedar madu tapi rasanya begitu nikmat sekali.


Setelah meminum madu yang di suguhkan Sungsang itu badan mereka pun sekarang tampak bertenaga dan kuat mereka pun segera bangkit dari duduknya untuk menemui gurunya Darkala yang telah menunggu di ruangan tengah.


...****************...


Setelah melakukan pertarungan dengan Ratu Sarjani cukup lama akhirnya raja Batara Derja pun sadar bahwa ia telah di bohongi oleh Pandan Wangi , sumpah serapah pun keluar dari mulut raja Batara Derja karena sudah di bohongi oleh Pandan Wangi.


Akhirnya ia pun memerintahkan Narapala dan Dunggala untuk mengejar Pandan Wangi ke Martapura sementara dirinya dan Tawang Sono kembali ke istana dengan membawa kekecewaan yang tidak terobati.

__ADS_1


Sementara itu setelah berhasil mengadu domba raja Batara Derja dan Ratu Sarjani kini perjalanan Pandan Wangi dan Arum telah sampai di desa di desa pasung ketika hampir tengah malam .


Melihat keadaan Ariani Dewi yang sekarat dan menghawatirkan Pandan Wangi sesegera mungkin mencari tabib di desa itu.


"Bibi itu ada sebuah rumah "ucap Arum dengan rasa gembira begitu melihat rumah pertama yang di desa itu.


"Kau benar Arum mari kita ke sana"ucap Pandan Wangi segera menjalankan kudanya dengan pelan menunju rumah itu.


Karena jaraknya hanya lima tombak sejurus kemudian mereka pun sampai di depan rumah yang mereka tuju.


"Pasti orang nya sedang tidur ,Arum turun dari kuda mu cepat kau bantu bibi untuk menurun kan bibi Ariani Dewi "gumam Pandan Wangi yang satu kuda berdua dengan nya.


"Baik bibi Wangi"jawab Arum kemudian ia segera turun dari kudanya dan segera membantu Pandan Wangi untuk menurunkan Ariani Dewi.


"Kau tunggu di sini Arum jaga bibi Ariani "ucap Pandan Wangi.


Setelah menurunkan Ariani Dewi dari kudanya Pandan Wangi segera melangkah menghampiri rumah tadi dan mengetuk pintu.


Tok....tok...tok.... terdengar Pandan Wangi mengetuk pintu ,tidak lama kemudian pintu rumah pun terbuka lebar dan muncullah seorang aki aki dengan tongkat di tangan kanannya serta lampu minyak di tangan kirinya.


"Masuk lah kalian dan bawa teman kalian yang terluka itu kedalam"ucap si pemilik rumah .


Pandan Wangi dan Arum langsung terkejut mendengar perkataan sang pemilik rumah ,bagaimana ia bisa tahu kalau dirinya membawa orang yang tengah terluka.


"Maaf aki kalau aku kedatangan kami menganggu waktu istirahat aki"ucap Pandan Wangi.


"Tidak usah minta maaf aku memang sudah menunggu kedatangan kalian dari tadi jadi cepat masuklah"ucap si aki itu.


Pandan Wangi dan Arum pun segera membawa Ariani Dewi masuk ke dalam rumah.


Dalam pikiran Arum dan Pandan Wangi tersimpan tanda tanya siapa sebenarnya laki-laki tua itu , kenapa ia bisa kalau dirinya akan datang kemari.


"Cepat baringkan teman kalian "ucap si aki itu.


Pandan Wangi pun segera membaringkan Ariani Dewi di atas dipan yang di ruangan itu.


"Maaf ,aku mau bertanya siapakah sebenarnya aki ini mengapa bisa tahu akan kedatangan saya kemari pasti aki ini orang sakti"tanya Pandan Wangi.


"Aku hanya seorang tabib biasa nona, jangan berlebihan menganggap aku orang sakti panggil saja aku Kiwari ucap aki yang mengaku dirinya tabib itu.


(Kiwari adalah seorang tabib yang pernah mengobati Kencana Loka yang waktu itu terluka akibat bertarung dengan Ki jamprang lalu di tolong oleh Rangga ,dalam episode sebelumnya).


"Kalau begitu kebetulan tolong lah temannya saya Kiwari"ucap Pandan Wangi.


"Baik lah akan segera ku periksa teman kalian "ucap Kiwari kemudian memeriksa keadaan Ariani Dewi.


Si aki itu mengangguk angguk setelah memeriksa luka Ariani Dewi, rupanya luka Ariani cukup parah.


"Bagaimana keadaan teman saya Kiwari"tanya Pandan Wangi dengan cemas.


"Lukanya cukup parah , sepertinya ia terkena pukulan yang cukup telak mengenai tubuhnya"ucap Kiwari.


"Tapi tenang lah kalian berdua jangan khawatir "ucap Kiwari kemudian masuk kedalam kamar nya untuk mengambil sesuatu.


"Berarti bibi Dewi membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan dirinya , kasihan bibi Dewi"ucap Arum setelah mendengar perkataan dari Kiwari.


"Ya kita terpaksa melanjutkan perjalanan setelah Ariani Dewi sembuh Arum"ucap Pandan Wangi sambil menyandarkan tubuhnya.


"Kalau aku bertemu wanita itu lagi akan ku balas perbuatan nya yang telah melukai bibi Dewi"ucap Arum dengan mengepalkan tangannya.


"Ya kau benar Arum aku juga akan buat perhitungan dengan dia tunggu saja saat nya nanti"ucap Pandan Wangi.


Tak lama kemudian Kiwari pun keluar dari dalam kamarnya, tangan terlihat membawa sesuatu entah apa itu hanya dia yang tahu ia pun lalu memberikan sesuatu yang di bawahnya itu kepada Pandan Wangi.


"Cepat kau minum kan air ini sedikit demi sedikit kepada teman mu sampai habis"ucap Kiwari.


"Baik Ki"ucap Pandan Wangi segera memberikan air itu kepada Ariani Dewi.


Ariani Dewi membuka mulutnya pelan pelan dan air pun sedikit demi sedikit masuk kedalam mulutnya hingga air di wadah itu pun habis, tak menunggu lama tubuh Ariani Dewi pun bergetar seperti tersengat sesuatu.


"Ki kenapa tubuhnya teman ku bergetar seperti itu"ucap Pandan Wangi dengan panik.


"Kau tak perlu khawatir tunggu lah sebentar lagi obatnya sedang bekerja"ucap Kiwari.


Pandan Wangi dan Arum menatap Ariani Dewi tanpa berkedip dengan rasa cemas di hatinya.


"Di mana aku"ucap Ariani Dewi tiba-tiba,Pandan Wangi dan Arum pun terkejut melihat Ariani Dewi bisa sembuh secepat itu ia lalu memandang ke arah Kiwari yang berdiri di sampingnya seperti ingin minta penjelasan.


"Wangi ,Arum ..."ucap Ariani Dewi.


"Syukurlah kau sudah sembuh Ariani"ucap Pandan Wangi.


"Bibi Dewi "seru Arum langsung berlari memeluk nya.


"Arum senang bibi sudah sembuh"ucap Arum.


"Bibi sangat terima kasih kepada Arum dan bibi Wangi karena telah membawa bibi ke tempat ini"ucap Ariani Dewi sambil mengelus rambut Arum.


"Kalian pasti sudah tahu air apa yang ku berikan tadi , bukan"ucap Kiwari.


"Jangan jangan itu adalah air terjun bidadari "ucap Pandan Wangi.


"Benar sekali perkataan mu nona,itu memang air terjun bidadari"ucap Kiwari membenarkan Pandan Wangi.


Pandan Wangi lalu teringat tentang kejadian beberapa tahun silam ketika ia pernah minum air itu ketika tenaga dalamnya musnah dan berkat air itu pula tenaga dalamnya kembali lagi.


"Kalau saya boleh tahu di manakah Kiwari mendapatkan air itu"ucap Pandan Wangi.


"Baiklah akan saya ceritakan pada kalian tentang air itu"ucap Kiwari.


"Sebelum kalian tiba di sini ada seseorang yang mengaku bernama Jaka Alap Alap yang datang kemari dan memberikan air ini pada ku,ia mengatakan bahwa akan ada orang wanita yang datang kemari yang satu dari wanita itu terluka,maka obati lah dengan air ini lalu orang itu pun langsung pergi begitu saja"ucap Kiwari mengakhiri ceritanya.


Mendengar nama Jaka Alap Alap di sebut Kiwari Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun terkejut, mereka benar benar tidak mengerti siapa kah Jaka Alap Alap itu sebenarnya kenapa ia selalu mengawasi perjalanannya.


"Apa orang itu tidak mengatakan sesuatu yang lain Kiwari"tanya Pandan Wangi.


"Benar ia tidak mengatakan apapun selain kata kata tadi"jawab Kiwari.


"Sudahlah Wangi jangan terlalu dipikirkan beristirahat lah ,kau pasti lelah setelah semalaman menempuh perjalanan"ucap Ariani Dewi sambil mengelus kepala Arum yang tertidur di pangkuannya.


"Kau benar Ariani biarlah kita urus Jaka Alap Alap lain waktu"ucap Pandan Wangi.


"Beristirahat lah kalian supaya besok pagi badan kalian segar kembali" ucap Kiwari lalu meninggalkan mereka bertiga dan masuk ke dalam kamarnya.


Akhirnya Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Arum beristirahat di kediaman Kiwari sambil menunggu pagi tiba.


...****************...


"Lapor kakang Galah Sayuto ternyata mereka sudah sangat dekat"kata Suryodipo.


"Bagus jangan sampai kita gagal seperti Dadung Kawu hari ini juga kita harus berhasil menghabisi mereka"ucap Galah Sayuto.


"Baik kakang,lalu apa rencana kita selanjutnya"tanya Suryodipo.


"Kita sambut mereka dengan panah setelah mereka lewat jalan ini, cepat kau tempat kan para pemanah di setiap pohon "ucap Galah Sayuto.


Baik kakang akan segera saya perintahkan para pasukan"ucap Suryodipo segera pergi untuk mengatur anak buahnya.


"Mulyana dan Cabang Rana kalian berdua


tetap di sini , setelah Kencana Loka dan teman temannya sibuk menghindari panah panah itu kita bokong mereka "ucap Galah Sayuto dengan akal licik nya.

__ADS_1


"Baik kakang"ucap mereka berdua.


Hiyaaa..... hiyaaa... terdengar kencana Loka , Lingga dan Sendawa memacu kudanya dengan cepat tanpa mereka sadari bahwa bahaya sudah mengintai mereka bertiga di tempat itu.


Sendawa yang berjalan paling depan terlihat memperlambat kudanya , kencana Loka dan Lingga yang ada di belakangnya pun juga ikut memperlihatkan kudanya itu.


"Ada apa Sendawa "tanya Lingga.


"Perasaan ku tidak enak seperti nya sebentar lagi akan ada sesuatu"ucap Sendawa.


"Apakah kalian juga merasakan apa yang aku rasakan"tanya Sendawa.


"Tidak sendawa aku tidak merasakan apa-apa"jawab kencana Loka.


"Aku juga tidak merasa apa pun di sekitar sini"ucap Lingga.


"Kalau begitu mungkin perasaan ku saja paman, mari kita lanjutkan perjalanan"ucap Sendawa.


Di saat mereka akan melanjutkan perjalanan tiba-tiba seraaaaang.... puluhan anak panah pun menghujani mereka.


"Awas paman. . teriak"teriak Sendawa seraya mencabut pedangnya.


"Kurang ajar ... siapa lagi mereka"ucap Kencana Loka lalu melompat dari kudanya dan menghalau panah panah itu dengan pedangnya.


Lingga memiringkan badannya menghindari panah panah itu sambil menangkis setiap anak panah yang datang padanya.


Mereka bertiga benar benar di sibukkan oleh anak panah yang datang menyerang nya.


Dengan permainan pedangnya lingga dapat menghalau setiap anak panah yang datang ke arahnya tanpa tak ada satupun yang terlewati.


Suryodipo merasa geram melihat tidak satu pun anak panah dari anak buahnya yang mengenai mereka.


"Baik lah aku ingin tahu apakah kau sanggup menghindari bidikan ku"ucap Suryodipo kemudian ia langsung memasang anak panah pada busurnya dan mengambil ancang-ancang.


Wuuusss.....anak panah Suryodipo meluncur deras ke arah Lingga lalu crash....anak panah itu luput dari tebasan pedang Lingga dan menancap di pahanya.


"Akh......"teriak Lingga .


"Rasakan itu panah beracun ku"ucap Suryodipo dengan penuh kemenangan.


Melihat Lingga terluka Kencana Loka segera mendekati nya sambil menangkis anak panah yang terus berdatangan.


"Paman cepat bawa lingga ke balik pohon"teriak Sendawa sambil memperhatikan arah datangnya anak panah itu.


"Rupanya mereka bersembunyi di atas pohon dan semak semak, baik lah", ucap Sendawa kemudian ia melepaskan pukulannya ke arah pohon itu duuuaaarrr... duuuaaarrr.... duuuaaarrr...


Dua ,tiga orang pun berjatuhan terkena pukulan Sendawa itu.


"Suryodipo kau hadapi pemuda itu , kencana Loka biar aku dan Mulyana serta Cabang Rana yang urus"ucap Galah Sayuto .


"Baik kakang"ucap Suryodipo sambil terus mengawasi Sendawa yang masih berkutat dengan anak panah yang menyerangnya.


Sementara itu Galah Sayuto dan kedua temannya segera mendekati Kencana Loka yang sedang mengobati luka Lingga.


"Ternyata panah ini beracun paman , rasanya panas sekali "ucap Lingga dengan muka tampak pucat.


Kencana Loka kemudian mengambil sebuah bumbung kecil dari bambu dari pinggang nya, kemudian ia membuka tutup bumbung kecil itu yang ternyata berisi sebuah pil berbentuk bulat.


"Lingga sekarang cepat kau telah pil ini supaya rasa sakit mu berkurang"ucap Kencana Loka.


"Haaa.... haaaa..... teman mu akan segera mati kencana loka , percuma saja kau berikan dia pil itu ,sebab dia sudah terkena racun kalajengking cobra jadi sebentar lagi nyawa teman mu akan melayang "ucap Galah Sayuto tiba tiba datang dengan dua teman temannya.


"Rupanya kalian yang melakukan semua ini, cepat berikan penawar nya pada ku sekarang"ucap Kencana Loka.


"Penawaran nya adalah kematian Kencana Loka"ucap Galah Sayuto dengan tersenyum mengejek.


"Biadab kau aku bersumpah kalau terjadi apa apa pada dia aku tidak akan mengampuni kalian"ucap Kencana Loka dengan gigi gemertakan saking marahnya.


Kencana Loka segera mencabut pedangnya dan menyerang Galah Sayuto dan kedua temannya.


Terjadilah pertarungan tiga lawan satu ,Galah Sayuto menjadi lawan berat bagi kencana Loka karena dia merupakan orang kepercayaan Gondo Mayit yang kesakitan sejajar dengan dengan pendekar pilih tanding bahkan mungkin di atasnya.


Kencana Loka mengerahkan tenaga dalamnya mencoba menguasai jalannya pertarungan itu nama serangan selalu dapat di mentahkan oleh Galah Sayuto.


Mulyana dan Cabang Rana merengsek dari sebelah kanan dan kiri sementara Galah Sayuto dari arah depan.


Kencana Loka benar benar terkurung dalam pertarungan itu.


Kencana Loka mencoba menangkis serangan Mulyana dari sebelah kanan ,Cabang Rana dengan gerakan cepat menyerang dari sebelah kirinya, mendapatkan serangan dari dua arah sekaligus,Kencana Loka segera melompat ke atas dengan ilmu ringan tubuhnya , tapi Galah Sayuto tidak tinggal diam, ia segera menyusulnya dan mengirim satu tendangan yang dengan tepat mengenai wajahnya , kencana Loka pun jatuh terjerembab.


Sementara itu orang yang menguntit perjalanan kencana Loka masih bertengger di atas pohon sambil menatap keadaan kencana Loka yang tidak berdaya itu.


"Terpaksa aku harus turun tangan sekarang kalau tidak nyawa mereka berdua tidak akan tertolong"ucap orang yang bertengger di atas pohon itu segera melesat menuju ke tempat pertarungan itu.


"Selamat tinggal kencana Loka "ucap Galah Sayuto bersiap menghabisi Kencana Loka.


"Manusia rendahan tidak punya malu bisanya hanya main keroyok saja"ucap orang itu.


Galah Sayuto segera membalikkan badannya ke arahnya datang nya suara itu dan ia mendapatkan seorang wanita bercadar dengan selendang di bahunya.


"Memang nya kau siapa ikut campur urusan ku"ucap Galah Sayuto.


"Aku paling tidak suka jika ada kekejaman di mata ku dan namaku adalah Dewi Selendang Perak"jawab orang itu yang ternyata adalah seorang wanita.


"Jauhi dia dan cepat berikan penawar racun itu sebelum kesabaran ku habis"ucap Dewi Selendang Perak.


"Kurang ajar Mulyana dan Cabang Rana cepat beri pelajaran pada wanita itu"perintah Galah Sayuto.


Mereka berdua pun langsung menyerang Dewi Selendang Perak itu.


Dewi Selendang Perak segera melempar selendang nya wuuusss...... Mulyana dan Cabang Rana menghindari nya namun selendang itu seperti punya mata yang terus mengejar nya.


Mulyana mencoba memotong selendang itu namun pedang tidak mempan karena ternyata selendang itu keras seperti baja.


Cabang Rana berusaha membantu Mulyana namun Dewi Selendang Perak segera menarik selendangnya dan dengan cepat melemparnya kembali dan crash dada Mulyana dan Cabang Rana pun tertembus selendang itu dan mereka dua pun tewas seketika.


Melihat teman temannya tewas dalam satu gebrakan saja Galah Sayuto pun segera menyerang Dewi Selendang Perak dengan mengirimkan pukulan nya wuuusss......


Dewi Selendang Perak segera melemparkan selendangnya untuk menghalau pukulan Galah Sayuto itu wuuusss.... duuuaaarrr....


Galah Sayuto pun terlempar ke belakang setelah terjadi ledakan tadi ternyata tenaga dalamnya masih di bawah Dewi Selendang Perak .


Dewi Selendang Perak segera melempar kan kembali selendang ke arah Galah Sayuto yang jatuh terkapar itu wuuusss.... selendang Perak itu meluncur deras ke arahnya ,Galah Sayuto terlihat pucat Pasih melihat selendang itu namun tiba-tiba selendang berhenti tepat didepan wajahnya.


"Cepat kau serahkan penawar racun nya atau selendang ini akan memotong kepala mu "ucap Dewi Selendang Perak.


"Ba...ik ini penawar racun nya tapi jangan kau bunuh aku"ucap Galah Sayuto dengan tersendat ,lalu ia mengambil sebuah botol dari baju dan memberikan penawar racun itu kepadanya.


"Cepat kau pergi dari sini dan ingat jangan sampai kau berurusan lagi dengan ku , karena jika sampai berurusan lagi dengan ku aku sudah tidak punya ampun lagi bagi mu"ucap Dewi Selendang Perak.


Galah Sayuto pun segera buru buru pergi dari tempat itu dengan membawa segudang dendam kepada Dewi Selendang Perak.


Dewi Selendang Perak segera menghampiri Lingga yang hampir sekarat karena racun nya sudah mulai menyebar ke seluruh pembuluh darahnya dan ia pun segera meminum kan penawar racun itu kepadanya.


"Aku ucapkan terima kasih atas pertolongan mu nona "ucap Kencana Loka tiba-tiba.


"Sudah lah Kencana Loka tidak usah kau berterima kasih pada ku karena sudah menjadi kewajiban ku untuk menolong kalian, kau rawat lah Lingga mudah mudahan dia baik baik saja setelah aku meminum kan penawar racun itu"ucap Dewi Selendang Perak.


Kencana Loka tersentak mendengar wanita yang menolong nya itu mengenal dirinya dan Lingga.


"Maaf sepertinya nona sudah mengenal kami berdua siapkah sebenarnya nona ini "tanya Kencana Loka.

__ADS_1


Lalu wanita itu pun membuka cadar yang menutupi wajahnya itu alangkah terkejutnya kencana Loka setelah tahu siapa orang yang ada di hadapannya itu.


__ADS_2