
Brojo Segoro benar benar tidak terima dengan serangan Arum tadi itu, dengan tatapan nanar penuh kemarahan Brojo Segoro pun segera merentangkan tangannya, tiba-tiba segumpal cahaya kemerahan keluarga dari kedua tangan nya hingga menerangi tempat itu.
"Kau harus mampus anak kemarin sore "teriak Brojo Segoro langsung menerjang Arum.
Brojo Segoro dengan tangan kanan nya langsung melepaskan pukulan nya wuuusss....Arum segera membuang tubuhnya kekiri duaarrr.... serangan Brojo Segoro pun dapat di hindari nya.
Merasa serangan nya gagal Brojo Segoro pun segera mengirimkan kembali pukulannya dengan tangan kirinya wuuusss........ mendapatkan serangan susulan Brojo Segoro itu Arum cepat cepat mencabut pedang naga hijaunya hiiiaat... duuuaaarrr... dengan pedang naga hijau warisan ibunya itu Arum berhasil menangkis pukulan Brojo Segoro itu.
Asap pun mengepul menghiasi pertarungan mereka senja itu.
Perlahan lahan asap pun menghilang, dengan tatapan tidak percaya Brojo Segoro melihat Arum masih berdiri didepan nya.
"Rupanya kau boleh juga anak kecil"ucap Brojo Segoro terlihat kesal.
"Kalau kau masih penasaran mari kita lanjutkan pertarungan kita ini"ucap Arum.
Melihat hasil pertarungan itu tampak nya Pandan Wangi merasa puas dengan Arum yang mampu menghadapi serangan Brojo Segoro itu,ia dapat menilai bahwa serangan Brojo Segoro tadi bukan serangan biasa , ia juga mendapat kan ada keanehan pada jurus Arum tapi ia tidak tahu apa itu , tapi dalam pikirannya ia pernah melihat gerakan yang di peragakan oleh Arum barusan.
"Haaa....haaaa.... rupanya kau sudah merasa menang melawan ku anak kecil "ucap Brojo Segoro.
Brojo Segoro langsung menerjang Arum dengan pedangnya wuuusss.... dengan pedang terhunus Brojo Segoro bermaksud menghabisi Arum di depan nya itu, tapi dengan gerakan yang cepat Arum segera berkelebat menyambut serangan Brojo Segoro itu.
Senyum Brojo Segoro terlihat mengembang melihat Arum maju menyambut serangan nya itu .
"Kau akan segera mati anak ingusan"ucap Brojo Segoro .
Hiiiaat...ting... terdengar bunyi pedang beradu , ketika pedang mereka beradu Brojo Segoro diam diam mengirimkan pukulan lewat tangan kirinya dengan pukulan yang mematikan,
"Inilah saatnya kau mampus anak ingusan hiaaaat.... "teriak Brojo Segoro,ketika tangan kirinya akan menyentuh perut Arum tanpa di duga oleh Brojo Segoro Arum langsung memutar badannya dengan gerakan berlawanan dengan Brojo Segoro ,lalu dengan cepat Arum melayang kan tendangan kaki kanannya duugg.... Brojo Segoro pun tak sempat menghindari nya ia pun terhuyung huyung ke depan.
"Bagaimana mungkin ia dapat menghindari serangan ku "ucap Brojo Segoro dengan tidak percaya campur marah.
Arum pun langsung mengirimkan pukulan lembur gunung nya di saat keadaan Brojo Segoro sedang terhuyung huyung itu wuuusss..... duuuaaarrr... Brojo Segoro pun tak sempat menghindari serangan Arum yang tiba-tiba itu hingga membuat nya terpental lima tombak ke belakang.
"Benar benar telah bekerja insting anak itu"ucap Pandan Wangi yang dari tadi memperhatikan pertarungan itu.
"Apakah aku berhasil mengalahkan nya bibi"tanya Arum sambil menoleh ke arah bibinya
"Ku rasa belum lihat lah"ucap Pandan Wangi sambil menunjuk ke arah Brojo Segoro yang masih berdiri tegak tidak jauh di depan nya dengan bersandar di bawah pohon.
"Kenapa pukulan ku tidak mempan terhadapnya bibi"tanya Arum dengan heran.
"Bukannya tidak mempan karena tadi ada orang yang menghalau pukulan mu itu tuan putri"ucap Pandan Wangi.
Mendengar perkataan bibi gurunya itu Arum segera mengedarkan pandangannya dan ia pun melihat sosok pria besar yang tidak jauh dari samping Brojo Segoro dia adalah Bajang Samudera.
"Untung kau cepat datang Kakang "ucap Brojo Segoro kepada Bajang Samudera.
"Menghadapi anak kemarin sore saja kau tidak bejus Segoro minggirlah biar aku yang menghabisi dia"ucap Bajang Samudera.
Pandan Wangi melihat Bajang Samudera akan maju menggantikan Brojo Segoro ia pun segera menghampiri Arum karena Bajang Samudera tampak nya lebih kuat dari Brojo Segoro, bukannya Pandan Wangi meremehkan Arum tapi untuk mencegah hal hal yang tidak di inginkan oleh karena itu Pandan Wangi terpaksa mengambil alih pertarungan itu.
"Tuan putri minggirlah biar aku yang melayani dia"ucap Pandan Wangi.
"Tapi bibi .."ucap Arum merasa keberatan.
"Ku harap tuan putri tidak keras kepala karena keselamatan tuan putri adalah tanggung jawab ku"ucap Pandan Wangi.
"Baiklah bibi"ucap Arum segera menyingkir.
"haaa...haaa .. rupanya kau milih mati duluan gadis manis"ucap Bajang Samudera melihat Pandan Wangi maju menggantikan Arum.
"Simpan kata kata mu orang jelek"ucap Pandan Wangi dengan berdiri tenang.
"kurang ajar beraninya kau mengejek ku "ucap Bajang Samudera langsung bergerak cepat menyerang Pandan Wangi seperti menghilang.
"Apa dia menghilang"ucap Arum ketika melihat Bajang Samudera lenyap dari hadapan Pandan Wangi.
Pandan Wangi yang bekas pentolan Senopati Martapura pun tidak gugup melihat serangan Bajang Samudera itu.
Hiiiaat..Pandan Wangi memiringkan tubuhnya dan melompat ke samping menghindari serangan Bajang Samudera yang cepat itu.
Pandan Wangi pun tidak mau ambil resiko ia segera mencabut pedang naga mas di tangannya seketika itu tempat itu pun terang benderang.
"Rupanya mereka berdua bukan orang orang sembarangan "ucap Ratu Kencana Wungu setelah melihat pedang pusaka Pandan Wangi.
"Aku ingin lihat seberapa tangguh perempuan itu"lanjut Ratu Kencana Wungu.
Pertarungan Pandan Wangi dan Bajang Samudera pun berjalan cukup seru , mereka berdua pun mengeluarkan jurus-jurus andalan nya.
Gerakan cepat Bajang Samudera ternyata tidak perpengaruh banyak di hadapan Pandan Wangi karena ia masih dapat menangkis dan menghindari setiap serangan nya.
Dalam hati nya Bajang Samudera menggerutu tidak jelas , ia benar-benar kesal karena serangan nya tidak membuahkan hasil.
"Apa kah kau sudah selesai orang jelek"ucap Pandan Wangi melihat Bajang Samudera menghentikan serangannya.
"Haaa....haaa.... aku baru saja akan mulai nona"ucap Bajang Samudera menutupi kekesalannya dengan tertawa.
"Oh,jadi begitu aku malah sama sekali belum mulai orang jelek"ucap Pandan Wangi.
__ADS_1
"Kalau begitu cepat lah kau mulai "ucap Bajang Samudera merasa emosi dengan ucapan Pandan Wangi tadi itu.
"Baiklah aku akan memulai"ucap Pandan Wangi,ia pun langsung meluncur cepat wuuusss... hiiiaat Pandan Wangi melompat tinggi dengan pedang terhunus siap menebas kepala Bajang Samudera yang berdiri menanti nya.
Bajang Samudera terperanjat melihat gerakan Pandan Wangi yang sangat cepat itu, tidak mau kepala hilang Bajang Samudera pun segera menangkis pedang Pandan Wangi dengan pedangnya .
Bajang Samudera kembali terkejut setelah pedangnya berbenturan dengan pedang naga mas Pandan Wangi ,ia merasakan tangan seperti membentur dinding baja yang tebal
hingga membuat tangan dan tubuhnya bergetar hebat,
seandainya tadi ia punya kesempatan untuk menghindar mungkin ia tidak akan membiarkan pedangnya beradu dengan pedang Pandan Wangi itu.
"Tak ku sangka tenaga dalamnya besar sekali"keluh Bajang Samudera.
Di saat Bajang Samudera sedang terkejut itu Pandan Wangi langsung bergerak cepat memutar badannya dan mengirimkan tendangan nya ,tak ayal lagi Bajang Samudera pun terlempar cukup keras.
"Rupanya dua perempuan itu bukan orang orang sembarangan"ucap Bajang Samudera sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.
Melihat dua pengawalnya dapat di kalahkan oleh Pandan Wangi Ratu Kencana Wungu pun segera bergerak mendekati Pandan Wangi.
"Tak ku sangka hari aku bertemu dengan seorang pendekar yang berilmu tinggi"ucap ratu Kencana Wungu.
"Aku tidak punya permusuhan dengan kalian jadi tidak ada gunanya pertarungan ini di lanjutkan"ucap Pandan Wangi.
"Haaa....haaa ... enak saja kau bilang begitu setelah melukai dua pengawal ku, hari ini juga kau harus mati "ucap ratu Kencana Wungu langsung memerintah para prajuritnya mengepung mereka.
"Prajurit kepung mereka jangan biarkan mereka berdua lolos"ucap Ratu Kencana Wungu.
"Tuan putri bersiap lah terpaksa kita harus hadapi mereka semua"ucap Pandan Wangi.
"Baiklah bibi mari kita musnahkan mereka"ucap Arum.
"Serang"teriak Ratu Kencana Wungu memerintahkan para prajurit menyerang untuk menyerang mereka berdua.
Duuuaaarrr..... duuuaaarrr.....para prajurit ratu Kencana Wungu terpental dengan nyawa melayang dari badannya oleh serangan tiba-tiba di sore senja itu.
"Hentikan kebodohan mu kencana Wungu atau hari ini juga ku habisi kau"ucap seseorang yang tidak jauh dari tempat Ratu Kencana Wungu berdiri.
"Kurang ajar rupanya dia datang , kenapa selalu saja dia mencampuri urusan ku"ucap Ratu Kencana Wungu setelah mengenali siapa yang datang itu.
Pandan Wangi segera menoleh ke arah datangnya suara itu karena ia merasa tidak asing dengan suara itu.
Dan betapa senangnya Pandan Wangi setelah ia melihat orang itu yang tidak lain adalah Ariani Dewi sahabatnya.
"Cepat pergi dari sini Kencana Wungu jangan sampai dua pedang ku ini menyasar ke leher mu"ancam Ariani Dewi.
Mendengar perkataan Ariani Dewi yang sepertinya tidak main-main itu mau tidak mau Ratu Kencana Wungu pun akhirnya menuruti nya.
Brojo Segoro dan Bajang Samudera serta para prajurit pun bergegas meninggalkan tempat itu.
"Tapi ingat suatu saat akan ku balas perbuatan kalian ini"ucap Ratu Kencana Wungu segera masuk kedalam kereta dan kereta itu pun segera berlalu dari tempat itu.
Pandan Wangi dan Arum menatap kepergian ratu Kencana Wungu dengan terheran heran.
"Lama tidak berjumpa Ariani Dewi"ucap Pandan Wangi.
"Benar Wangi apa kalian berdua baik baik saja"ucap Ariani Dewi.
"Kami tidak apa-apa bibi"ucap Arum.
"Wangi, jangan jangan ini ...
"Ya kau benar Ariani dia adalah Gusti putri Dewi Sekar Arum"ucap Pandan Wangi memotong perkataan Ariani Dewi.
Ariani Dewi pun segera menjura hormat di hadapan Arum.
"Hormat saya tuan putri"ucap Ariani Dewi.
"Tidak usah seperti itu bibi ,ini bukan istana jadi bibi tidak usah pakai peradatan seperti itu bersikap lah biasa saja"ucap Arum merasa tidak enak.
"Baik tuan putri "ucap Ariani Dewi diam diam ia merasa kagum dengan sikap Arum yang rendah hati itu.
"Hari ini juga aku minta pada bibi berdua untuk tidak memanggil ku tuan putri lagi ,aku ingin kalian berdua memanggil ku Arum saja"ucap Arum dengan tegas.
Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun saling berpandangan mendengar perkataan Arum itu .
"Baiklah jika itu yang tuan putri minta akan kami berdua turuti"ucap Pandan Wangi sambil memandang ke arah Ariani Dewi.
"Dengan begitu aku rasa akan lebih baik bibi"ucap Arum.
"Wangi hari sudah semakin gelap lebih baik kita segera cari tempat untuk bermalam"ucap Ariani Dewi.
"Bagaimana kalau kita bermalam di kedai ini saja "ucap Pandan Wangi.
"Baiklah ku rasa itu bukan ide yang buruk"ucap Ariani Dewi sambil melangkah memasuki kedai itu.
Setelah di dalam kedai itu Pandan Wangi segera menyadarkan pemilik kedai yang tadi tergeletak pingsan itu.
"Oh,nona apakah rombongan ratu Kencana Wungu sudah pergi"tanya pemilik kedai.
__ADS_1
"Benar aki Ratu Kencana Wungu sudah pergi dari tempat ini jadi aki tidak perlu takut lagi"ucap Pandan Wangi.
"Hari sudah gelap lebih baik kalian bertiga bermalam saja di sini"ucap pemilik kedai itu.
"Kami memang sudah berencana akan bermalam di tempat ini Ki"ucap Pandan Wangi.
"Kalau begitu silahkan kalian menunjuk ke lantai atas kebetulan di kedai ini ada dua kamar jadi kalian bisa tidur di sana"ucap pemilik kedai .
"Baiklah , Ariani Dewi , Arum mari kita ke atas"ucap Pandan Wangi.
Mereka bertiga pun segera menuju lantai atas seperti yang di katakan oleh pemilik kedai itu.
"Ariani dari tadi aku menyimpan beberapa pertanyaan untuk mu"ucap Pandan Wangi.
"tentang apa Wangi katakan saja"ucap Ariani Dewi sambil merapikan merapikan pakaiannya.
"Begini Wangi , kenapa ratu Kencana Wungu begitu takut pada mu ada apa sebenarnya "tanya Pandan Wangi.
"Oh itu,aku dan Kencana Wungu pernah bertarung beberapa bulan lalu , dalam pertarungan itu dia dapat ku kalahkan dan ketika aku akan menghabisi nya ,dia minta ampun pada ku , sehingga aku pun mengampuninya"ucap Ariani Dewi.
"Lalu kenapa kau tiba-tiba ada di tempat ini , bukan kah kamu ada di gunung Sinabung"ucap Pandan Wangi.
"Aku berada di sini karena setiap bulan sekali aku selalu turun gunung untuk membeli makanan dan mencari informasi tentang dunia luar sana ,jadi walaupun aku hidup di gunung aku tidak ketinggalan berita tentang dunia persilatan Wangi"ucap Ariani Dewi.
"Dan kamu kenapa bisa sampai ke tempat ini Wangi"ucap Ariani Dewi.
Lalu Pandan Wangi pun menceritakan tujuannya itu kepada Ariani Dewi sehingga ia tiba di tempat itu.
"Aku pun sudah punya pikiran akan menurunkan semua ilmu ku pada Arum tanpa kau minta"ucap Ariani Dewi.
"Arum berilah hormat kepada bibi guru mu"perintah Pandan Wangi.
"Terima hormat saya bibi guru"ucap Arum.
"Tidak usah kau turuti perkataan bibi Wangi Arum , tak perlu pakai peradatan seperti itu"ucap Ariani Dewi.
"Kalau begitu baiklah bibi"ucap Arum.
"Apakah kamu sudah mengantuk Arum"tanya Pandan Wangi.
"Benar bibi setelah seharian melakukan perjalanan , rasanya badan ku lelah sekali "ucap Arum.
"Kalau begitu tidur lah"ucap Pandan Wangi.
"Baiklah bibi"ucap Arum .
Tak lama kemudian Arum pun terlelap dalam tidur karena merasa keletihan, sementara Pandan Wangi masih terus melanjutkan percakapan mereka.
"Ariani aku ingin kau tunjukkan pada ku jurus tebasan seribu pedang milik mu"pinta Pandan Wangi.
"Untuk apa Wangi "tanya Ariani Dewi merasa heran.
"Sudahlah jangan banyak tanya nanti aku jelaskan "ucap Pandan Wangi.
"Baiklah mari kita keluar"ucap Ariani Dewi ,lalu bangkit dari duduknya dan segera melangkah keluar dari kamar itu.
Setelah di luar kedai, Ariani Dewi pun segera memperagakan jurus tebasan seribu pedangnya seperti yang di minta oleh Pandan Wangi.
Pandan Wangi memperhatikan jurus itu dengan seksama dari setiap gerakan Ariani Dewi.
"Cukup Ariani Dewi"ucap Pandan Wangi.
"Memang ada apa sebenarnya Wangi"ucap Ariani Dewi.
"Dalam pertarungan tadi Arum juga menggunakan jurus itu Ariani"ucap Pandan Wangi setelah merasa yakin.
"Arum bisa menggunakan jurus tebasan seribu pedang"tanya Ariani Dewi.
"Bagaimana bisa siapa yang mengajarinya"lanjut Ariani Dewi.
"Itulah yang membuat ku tidak mengerti"jawab panda Wangi.
"Jangan jangan kau salah lihat Wangi"ucap Ariani Dewi.
"Aku yakin tidak Ariani karena gerakan sama persis dengan yang kau peragakan tadi"ucap Pandan Wangi dengan mantap.
"Yang memiliki jurus ini cuma tiga orang yaitu kakek raja alam, Gusti prabu dan saya sendiri ,apa mungkin Arum bisa menguasai jurus itu dengan sendirinya"ucap Pandan Wangi.
"Itu jelas jelas tidak mungkin Ariani , Arum memang anak yang cerdas tapi kalau Arum menguasai jurus itu dengan sendirinya itu benar benar mustahil Ariani"kata Pandan Wangi.
"Benar juga Wangi"ucap Ariani Dewi.
"Apa mungkin si Raja Alam yang mengajarinya Ariani"ucap Pandan Wangi.
"Tidak Wangi kakek guru sudah meninggal lima tahun yang lalu "ucap Ariani Dewi.
"jika begitu apa mungkin...., Pandan Wangi tidak melanjutkan kata-katanya karena ia merasa tidak mungkin.
"Maksud mu Gusti prabu"ucap Ariani Dewi sambil menatap Pandan Wangi.
__ADS_1
"Apa itu mungkin Ariani bukan kah Gusti prabu sudah meninggal"ucap Pandan Wangi.
"Tapi aku merasa yakin pasti Gusti prabu yang menurunkan jurus itu pada Arum"ucap Ariani Dewi.