
Setelah mendengar berita yang di bawa Serigala Merah mendadak menjadi cerah wajah si Jubah Hitam seketika,"apa kalian semua dengar itu "tanya si Jubah Hitam,
"apa maksud mu Jubah Hitam,"tanya Balung Wesi dengan tidak mengerti.
"begini,kalian semua dengar kan aku"ucap Jubah Hitam,
semua orang pun memandang ke arah Jubah Hitam tidak sabar ingin tahu apa yang akan di utarakan nya itu.
"Kita bisa memanfaatkan permusuhan antara Argara dan Kumaya dengan cara kita berpihak pada Kumaya"ucap si Jubah Hitam,
"tapi apakah mereka mau menerima uluran tangan kita Jubah Hitam,"tanya Sanca Buana,
"ya benar apakah mereka mau"ucap Karang Kobar.
"Kenapa tidak , bukankah Argara mendapatkan bantuan dari Martapura"ucap si Jubah Hitam, semua orang mengangguk-angguk dan paham maksud Jubah Hitam itu,
"kalau begitu secepatnya salah satu dari kita harus ke Kumaya untuk mengajak berunding dengan mereka"ucap Datuk Ampar yang tadi hanya diam,
"benar Datuk salah satu dari kita harus ada yang ke sana untuk melakukan itu,"ucap Nyi Sarweda.
"menurut ku orang yang tepat untuk ke Kumaya adalah Datuk Ampar,"ucap Nyi Sarweda kemudian,
mendengar namanya di sebut sontak saja Datuk Ampar kaget,
"kenapa mesti saya,"ucap Datuk Ampar seperti ingin menolak,
"benar apa kata Nyi Sarweda kaulah orang yang tepat untuk kita kirim ke sana karena kita semua tahu hanya kaulah yang pandai berdiplomasi di antara kita yang ada di sini,"ucap si Jubah Hitam setuju dengan usul Nyi Sarweda,
mendengar perkataan si Jubah Hitam itu Datuk Ampar tidak bisa menolak lagi,
"baiklah jika kalian mempercayakan itu kepada ku"ucap Datuk Ampar akhirnya setuju .
Setelah membahas banyak hal pertemuan itu pun selesai dan di bubarkan oleh Jubah Hitam.
Sementara itu di Kumaya pangeran Lintang tampak kesal setelah gagal untuk menghancurkan Argara,ia tidak menyangka akan bertemu dengan Rangga di sana,
raja Sura yang melihat wajah kesal anaknya itu lalu ia pun menghampirinya,
"apa yang terjadi pada mu lintang putra ku kenapa kau tampak murung,", tanya raja Sura dengan lembut,
"aku tadi ke Argara romo untuk membalas sakit hati ku pada Dewi Kara dan juga raja Bargola,namun gagal karena ada Rangga di sana romo"ucap pangeran Lintang.
Mendengar penuturan Lintang tersebut betapa terkejutnya hati raja Sura dengan perbuatan anaknya itu,
"jadi kau sempat bertarung dengan raja Bargola "tanya raja Sura,
"benar romo , selain itu aku juga sempat bertarung dengan Rangga yang kebetulan di ada di sana,"ucap pangeran Lintang.
"Raja Rangga juga di sana!!"ucap raja Sura dengan terkejut,
__ADS_1
"benar romo dia ada di sana,"jawab pangeran Lintang,
"dengan perbuatan mu itu berarti kita sudah memulai mengibarkan bendera perang dengan Argara lintang"ucap raja Sura tampak kesal,
"apakah romo takut, bukankah kita dan Argara tidak beda jauh dalam soal peta kekuatan,"ucap pangeran Lintang,
"aku tahu itu anak ku tapi kau melupakan satu hal yaitu Martapura,aku yakin Rangga akan menggerakkan pasukannya untuk membantu raja Bargola yang merupakan mertuanya itu,"ucap raja Sura .
"Aku tidak mau kerajaan Kumaya hancur karena kita dibutakan dendam anak ku ,"ucap raja Sura kemudian,
"lalu menurut romo aku harus bagaimana, rasanya aku sudah tidak sabar lagi untuk menghancurkan Argara,"ucap pangeran Lintang dengan amarah yang meluap-luap,
"kamu bersabarlah Romo akan memikirkan caranya untuk mengatasi semua ini jadi tenanglah,"ucap raja Sura kemudian kemudian berlalu meninggalkan Lintang.
"Aku tidak akan tenang sebelum Argara ku hancurkan"ucap Lintang dengan mengepalkan tangannya.
Sementara itu di Argara, Rangga terlihat mondar-mandir tak karuan di halaman istana, Dewi Sekar yang melihat suaminya gelisah itu lalu ia pun menghampirinya,
" kanda kelihatanya gelisah sekali,"tanya Dewi Sekar,
"benar dinda aku kepikiran Martapura,"jawab Rangga,
"bukan kah di Martapura masih ada kanda Arya Soma lalu apa yang kanda prabu cemaskan,"tanya Dewi Sekar,
"aku merasa tidak enak saja dinda sepertinya akan ada apa-apa dengan Martapura,"jawab Rangga,
"lalu apa yang akan kanda lakukan ,kalau kanda pergi dari sini ,lalu bagaimana dengan Argara kalau pangeran Lintang itu datang lagi,"ucap Dewi Sekar,
"seandainya ada Pandan Wangi dan Ariani Dewi mungkin aku tak sekhawatir ini dinda"ucap Rangga kemudian.
"Bagaimana kalau kanda pulang saja ke Martapura ,sementara dinda di sini untuk membantu romo menghadapi pangeran Lintang jika nanti dia datang ke sini lagi kanda, "ucap Dewi Sekar,
"tapi pangeran Lintang yang sekarang bukan dia yang dulu dinda ,dia sekarang telah menguasai seluruh isi kitab pedang darah,"ucap Rangga,
"dinda tahu itu kanda prabu tapi dinda tidak takut,"ucap Dewi Sekar, mendengar perkataan istrinya itu Rangga terdiam dalam pikirannya masih bingung antara pergi dan tidak, setelah di pikir pikir akhirnya ia pun mengambil ke putusan untuk kembali ke Martapura,
"baiklah dinda aku akan ke Martapura dan secepatnya aku akan kembali ke sini lagi"ucap Rangga,
"baik kanda hati-hati,"ucap Dewi Sekar dan sebelum pergi tidak lupa Rangga mencium kening istrinya itu.
Lalu Rangga melesat cepat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang telah mencapai taraf sempurna itu.
Tanpa sepengetahuan Jubah Hitam dan yang lainnya Balung Wesi dan Karang Kobar diam-diam mereka pergi ke Martapura , mereka berkeinginan untuk menjajal ilmu Rangga dan Arya Soma yang yang tersohor itu,
"akan ku remukkan Arya Soma dengan gada ku ini untuk membalas perbuatan raja Dungga yang telah menghancurkan perguruan tapak Wesi dulu"ucap Balung Wesi dengan percaya diri,
"ya aku sudah tidak sabar untuk memenggal kepala Rangga untuk membalas kematian murid-murid ku perampok macan loreng yang telah dia bunuh beberapa waktu lalu,"ucap Karang Kobar dengan berapi-api,
"sebaiknya kita cepat sebelum hari bertambah gelap Karang kobar"ucap Balung Wesi , lalu mereka pun berkelebat dan melesat dengan cepat.
__ADS_1
"Sudah hampir empat hari lebih kenapa dinda prabu belum kembali ,"gumam Arya Soma,"padahal secepatnya dia harus tahu ada berita penting yang harus aku sampaikan ,"ujar Arya Soma bertanya tanya.
Setelah menempuh perjalanan dua hari dua malam akhirnya sampailah Balung Wesi dan Karang Kobar di Martapura,tanpa basa-basi mereka pun langsung melompat ke pagar istana yang tinggi kira kira empat tombak itu,
"penjagaannya tidak terlalu ketat Karang kobar,"ucap Balung Wesi,
"kau benar lebih baik kita turun saja,"ucap Karang Kobar, ia pun kemudian langsung turun dan di ikuti oleh Balung Wesi .
"siapa di sana ,"tiba-tiba teriak salah seorang prajurit yang lagi giliran ronda,mendengar teriakkan itu mereka berdua lalu berhenti,
"kita bereskan dia dan pancing Arya Soma dan Rangga keluar,"ucap Balung Wesi,
" baiklah aku setuju "ucap Karang Kobar,
"siapa kalian dan mau apa "tanya prajurit itu,
"aku ingin mencabut nyawa mu,"ucap Karang Kobar sambil tersenyum menyeringai,
"ada penyusup,"teriak prajurit itu setelah mendengar jawaban dari karang Kobar itu,
tak berselang lama datanglah para prajurit-prajurit mengepung mereka.
"Kita ratakan saja saja Karang Kobar ,"ucap Balung Wesi,
"mari kita lakukan,"ucap Karang Kobar,
"tangkap mereka berdua" ucap ketua prajurit dan langsung menyerang mereka, melihat para prajurit itu menyerang , Balung Wesi langsung melemparkan gadanya ke udara dan berputar-putarlah gada itu menyerang para prajurit , hingga membuat mereka semua terpental.
Karang Kobar juga tidak kalah ganas ia langsung mengibaskan tangannya seketika itu juga keluarlah angin dahsyat yang membuat para prajurit terlempar dan menabrak tembok istana hingga tewas,
"hentikan perbuatan kalian berdua!!,"teriak Arya Soma tiba-tiba datang, mendengar itu lalu mereka berdua pun menoleh kearah datang nya suara tadi,
"apakah kau yang bernama Arya Soma,"tanya Balung Wesi kemudian,
"benar aku Arya Soma mengapa kalian membuat kekacauan di istana ini,"ucap Arya Soma dengan nada tinggi.
"Bagus bersiaplah kau mati di tangan Balung Wesi Arya Soma ,"ucap Balung Wesi,sambil menyebutkan namanya dan juga mengacungkan gadanya ke arah Arya Soma.
"tunggu .. tunggu !! ucap Arya Soma ,
"perasaan kita tidak punya sengeketa apa apa kisanak,kenapa kisanak ingin membunuh saya,"tanya Arya Soma dengan tenang,
"dengar Arya Soma dua puluh tahun yang lalu raja Dungga ayah mu telah menghancurkan perguruan tapak wesi dan membunuh Ayah ku dan hari ini juga kau yang harus membayar perbuatan ayah mu itu,"ucap Balung Wesi ,
tanpa banyak bicara lagi ia langsung menyerang Arya Soma dengan mengayunkan gadanya ke arahnya,
melihat serangan yang tiba-tiba itu dengan cepat Arya Soma memiringkan tubuhnya menghindari sabetan gada itu ,lalu ia kemudian memutar tubuhnya dan langsung memberikan tendangan kepada Balung Wesi ,
namun dengan gada besar nya Balung Wesi menapaki tendangan itu hingga membuat Arya Soma terpental dan berjumpalikkan seakan tak mau memberi waktu pada Arya Soma untuk menghela nafas Balung Wesi segera mengayunkan gada nya dengan gencar ke arah Arya Soma .
__ADS_1
Arya Soma menundukkan kepalanya kemudian ia menyentil ujung gada itu lalu melompat dan menjauhi Balung Wesi.