Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kejutan Dari Dewi Sekar


__ADS_3

Tanpa basa-basi lagi Datuk Ampar pun langsung menerjang Arya Soma dengan golok besarnya, mengetahui serangan tiba-tiba itu Arya Soma menundukkan kepalanya, dan menyapu kaki Datuk Ampar ,tak ingin terkena serangan kaki Arya Soma, Datuk Ampar pun melompat tinggi dan mengirimkan tendangan , namun serangan Datuk Ampar itu segera di blok oleh Arya Soma dengan kedua tangannya hingga membuatnya terdorong mundur kebelakang.


"kurang ajar,"maki Datuk Ampar segera memperbaiki kuda-kudanya,dan langsung menyerang Arya Soma kembali.


Berkali-kali Datuk Ampar menyerang dengan pedangnya,namun tak satupun serangannya dapat mengenai tubuh Arya Soma, hingga suatu ketika sebuah serangan balik Arya Soma mendarat tepat di dadanya, hingga membuat dia terjatuh.


"Sebaiknya kita hentikan saja pertarungan ini jangan paksa aku menurunkan tangan kejam pada mu"ucap Arya Soma,sambil memandangi Datuk Ampar yang berusaha berdiri.


"Kau pikir semudah itu Arya Soma, selama aku masih berdiri selama itu pula bertarung tetap berlanjut,"ucap Datuk Ampar dengan kemarahan yang memuncak.


"Sungguh keras kepala orang tua ini"gumam Arya Soma.


"Dengar orang tua saat ini aku sedang terburu-buru jadi kita sudahi saja pertarungan yang tidak berguna ini"ucap Arya Soma .


"Pertarungan ini akan berhenti jika sudah ada yang mati di antara kita Arya Soma apakah kau merasa gentar menghadapi ku"ucap datuk Ampar.


"Ternyata tidak ada pilihan lain,Jika itu mau mu baiklah akan ku berikan orang tua,"ucap Arya Soma sambil menatap tajam ke arah Datuk Ampar.


Arya Soma segera menggelar jurus andalannya yaitu pukulan tapak dewa maut.


Dengan jurus itu ia akan mengakhiri pertarungan ini agar segera bisa melanjutkan perjalanannya, sementara itu Datuk Ampar juga telah bersiap dengan ilmu andalannya juga.


Terlihat tubuh Datuk Ampar bergetar hebat beberapa menandakan ia mengerahkan seluruh kekuatannya ,kedua tangannya tiba-tiba menyala merah semerah api yang membara.


,"ku harap dengan pukulan ini aku bisa mengalahkannya,"ucap datuk Ampar.


"Matilah kau Arya Soma hiaaat !!!"teriak Datuk Ampar sambil melepaskan pukulannya itu ke Arya Soma yang berjarak tidak kurang dua puluh tombak itu.


"baiklah jurus belah raga ,"ucap Arya Soma seketika itu juga tubuhnya menjadi dua dan duuuaaarrr..... pukulan Datuk Ampar langsung menghantam telak pada tubuh Arya Soma.


"rasakan itu Arya Soma,"ucap Datuk Ampar dengan nafas naik turun merasa pukulannya tepat mengenainya.


Namun Perkiraan Datuk Ampar tidak ubahnya seperti api yang jauh dari panggang, karena yang terkena pukulannya itu adalah bayangan Arya Soma saja, sedangkan yang asli bergerak maju ke arah Datuk Ampar tanpa ia sadari sambil melepaskan pukulannya.


"Maaf kisanak ,aku terpaksa melakukan ini, pukulan tapak dewa maut hiiiiaaaat... !!!"teriak Arya Soma lalu melepaskan pukulannya,


wuusss.... pukulan itu meluncur deras kearah Datuk Ampar dengan mulut ternganga dan mata melotot ia memandang pukulan Arya Soma itu tanpa bisa ia hindari aaaaakh..... duuuaaarrr... jeritan Datuk Ampar hilang bersama ledakan itu.


Huuuuh khaaaah.... Arya Soma mengatur nafasnya,


"Selesai juga akhirnya,sebaiknya aku cepat melanjutkan perjalanan ini"ucap Arya Soma.


ia pun melesat cepat wuusss dengan ilmu ringan tubuhnya dengan meninggalkan kudanya dan hilang kemudian di antara pepohonan.


Di hutan Praga yang menjadi arena pertempuran tampak mayat bergelimpangan bau anyir darah menghiasi di sepanjang hutan itu, Dewi selendang maut mengibaskan selendang ke arah Ariani Dewi dan Dewi Sekar duuuaaarrr.... mereka pun melompat mundur untuk menghindarinya,


Ariani dan Dewi Sekar harus di buat kalang kabut oleh serangan serangan dahsyat Dewi selendang maut.


Selendang yang Dewi maut gunakan memaksa mereka berdua melompat ke sana kemari, karena ternyata selendang itu tajamnya bisa melebihi sebuah pedang.


"Ariani hati-hati dengan perempuan itu ,aku merasakan tenaga dalamnya cukup kuat,"ujar Dewi Sekar,


"hamba mengerti gusti ratu,"ucap Ariani Dewi sambil terus meningkatkan kewaspadaannya.


Murid-murid Dewi selendang maut kembali mengurung Ariani dengan pedang haus darah di tangannya, sementara Dewi Sekar berhadapan dengan Dewi Selendang maut .


"Bersiaplah, ke neraka permaisuri,"ucap Dewi Selendang Maut dengan tersenyum sinis,ia pun langsung melemparkan selendangnya kembali ke arah Dewi Sekar, selendang yang tampak pendek itu tiba-tiba memanjang mengancam tubuh Dewi Sekar , tapi Dewi Sekar bukanlah wanita sembarangan meskipun selama ini dia diam di istana bukan berarti dia seorang wanita yang lemah, dengan gerakan gesit ia menghindari sabetan selendang itu ,

__ADS_1


wuusss... selendang itu seperti ular yang terus mengejarnya , membuat Dewi Sekar harus membanting dirinya ke kiri dan kanan untuk dapat menghindarinya.


Rangga yang masih berdiam diri itu terus mengawasi pertarungan istrinya dengan rasa yang was-was.


Ariani Dewi yang masih sibuk dengan murid-murid Dewi selendang Maut juga merasa khawatir melihat keadaan Dewi Sekar yang kelihatan terdesak itu, namun apa yang mereka khawatirkan sebenarnya berlebihan , karena sebenarnya Dewi Sekar sedang mengukur kekuatan lawannya itu.


Di sisi lain


Dewi Kara tampak mengamuk dengan buasnya , dengan ganas ia terus mencecar para prajurit Kumaya yang kemampuannya tidak seberapa itu, berkali-kali pedangnya harus memakan korban satu persatu nyawa prajurit-prajurit Kumaya yang ada di dekatnya.


Namun tiba-tiba sebuah sinar melesat cepat ke arahnya,


"awas tuan putri !!"teriak Pandan Wangi segera mengeluarkan pukulan lembur gunungnya wuusss.... duuuaaarrr... Pandan Wangi berhasil menghalau serangan gelap itu,


"terima kasih Pandan Wangi,"ucap Dewi Kara setelah berada di dekatnya,


"kurasa dia sudah mulai turun tangan,"ucap Pandan Wangi,


"kau benar Wangi tapi di manakah dia,"tanya Dewi Kara sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling arena pertempuran itu,


Rangga yang masih di tempatnya segera menajamkan penglihatan matanya setelah mendengar ledakan itu,


"ku rasa dia sudah mulai bergerak baiklah muncullah kau pangeran Lintang,"ucap Rangga sambil bersiap.


Hiiiaat.. . pangeran Lintang tiba-tiba di atas Pandan Wangi dan Dewi Kara dengan pedang mengayunkan pedangnya ke arah Dewi Kara.


"matilah kau perempuan sialan !!"teriak pangeran Lintang , Dewi tampak terkesiap melihat serangan tiba-tiba itu,


"awas tuan putri !!"teriak Pandan Wangi dan langsung melompat menyambut serangan itu dengan Pedangnya tiiing....dua pedang beradu,


ternyata Pandan Wangi kalah kuat hingga ia terpental di udara, melihat itu Rangga segera melesat dan dengan cepat menyambar tubuh Pandan Wangi dan segera membawa Pandan Wangi mendarat,


""terima kasih yang mulia,hamba tidak apa-apa, sekarang menepilah dan pulih tenaga mu"perintah Jaka.


"baik yang mulia,"ucap Pandan Wangi,


"Sekarang tidak ada lagi yang menggangu aku untuk membunuh mu perempuan busuk,"ucap pangeran Lintang dengan senyum tersungging di bibirnya,


"jangan pikir aku takut pada mu pangeran busuk,"ucap Dewi Kara,


"kurang ajar terima ini hiaaaat... pangeran Lintang kembali mengayunkan pedangnya , "matilah kau sekarang!!! pedang itu melayang ke arah kepala Dewi Kara,


wuusss...namun pedang itu hanya mengenai tempat kosong,


"sialan siapa lagi yang ikut campur,"maki pangeran Lintang dengan marah,


"sebaiknya yunda pergi ketempat yang aman biar aku yang menghadapinya,"ucap Rangga,


"terima kasih dinda prabu,"ucap Dewi Kara dan segera pergi,


"Sekarang akulah lawan mu Lintang,"ucap Rangga setelah berada di hadapan pangeran Lintang,


"ternyata kau lagi yang menganggu kesenangan ku, baiklah pertarungan tempo hari kita lanjutkan hari ini,"ucap pangeran Lintang dengan tatapan tajam.


"baiklah mari kita mulai ,pedang kembar muncullah,"ucap Rangga memanggil senjata andalan nya itu.


"Kau pikir cuma kau seorang yang bisa menggunakan dua pedang ,"ucap pangeran Lintang,ia pun segera menatap pedang prajurit yang tergeletak di tanah dan ajaibnya pedang itu pun langsung melayangkan ke arah tangan pangeran Lintang ,

__ADS_1


"sekarang kita sama -sama menggunakan dua pedang Rangga"ucap pangeran Lintang.


Rangga dan pangeran Lintang pun sama-sama melesat dan pertarungan pun terjadi.


Pertarungan tingkat tinggi langsung tersaji antara Rangga dan pangeran lintang.


Tidak tanggung tanggung kedua mereka berdua langsung mengeluarkan jurus andalan masing masing.


Tidak jauh dari Rangga bertarung tepatnya lima puluh tombak darinya terlihat Dewi Sekar sedang sibuk melayani Dewi selendang maut.


Terus di serang tanpa henti membuat Dewi Sekar menjadi muak,ia pun segera melompat menyambut selendang itu dengan pedang tiing..pedang Dewi Sekar seakan membentur dinding baja dan pedangnya pun patah menjadi dua, lalu ia segera melompat mundur,


"haaa....haaa ..haaa....kau pikir selendang ku ini selendang biasa,"ucap Dewi Selendang maut dengan tertawa,


"tertawalah semau mu ,"ucap Dewi Sekar dengan tenang,


melihat Dewi Sekar pedang nya patah Ariani Dewi pun mendekatinya,


"apakah gusti tidak apa-apa,"tanya Ariani Dewi dengan cemas,


"kau tenang saja Ariani jangan khawatir kan aku,"jawab Dewi Sekar,


"tapi pedang gusti ratu,"ucap Ariani Dewi,


"mengenai pedang ini tak usah kau pikirkan Ariani ini cuma pedang mainan,"ucap Dewi Sekar lalu membuang pedangnya itu,


"lalu dengan apa gusti ratu akan menghadapi dia,"tanya Ariani Dewi,


"dengan ini,"ucap Dewi Sekar


"apa..!!! Ariani Dewi pun langsung tercekat .


Dewi Sekar langsung kembali berkelebat menghampiri Dewi selendang maut.


"Mari kita selesaikan pertarungan kita yang sempat tertunda tadi "ucap Dewi Sekar .


"Apa kau yakin pedang mu kali ini benar benar kuat,aku takut nanti patah lagi "ucap Dewi selendang maut dengan meremehkan.


"Kau boleh mencobanya sekarang jika kau merasa penasaran "ucap Dewi Sekar.


"Baiklah terima ini wuuuuus.... sebuah selendang meluncur deras ke arah Dewi Sekar.


"Kau akan merasakan bagaimana ampuh nya senjata ku ini"teriak Dewi Sekar langsung melesat maju menyambut selendang itu.


hiiiiaaaat..... Dewi Sekar langsung menangkis selendang itu dan kraaak.....wesss... selendang Dewi maut pun terbelah pas di tengah tengahnya hingga menjadi dua.


Dewi selendang maut terbelalak tidak percaya melihat senjata andalannya dapat dengan mudah di robek oleh permaisuri Martapura itu.


Dewi Sekar mempercepat langkahnya pedang naga hijau terus membelah selendang itu dan akhirnya jarak antara Dewi Sekar dan Dewi selendang maut pun berdekatan, tanpa membuang kesempatan Dewi Sekar langsung menebas dengan cepat leher Dewi selendang maut dan ia pun tewas seketika.


Dewi Sekar segera meninggalkan tempat itu dan segera berlari menuju ke arah pandan wangi.


Blaaaar... blaaaar..... Dewi Sekar langsung mengeluarkan pukulan begitu melihat para prajurit kumaya berbondong bondong ke arah pandan wangi , dalam sekejap para prajurit itu langsung terkapar tak bernyawa.


"Gusti Dewi "ucap pandan wangi.


Pandan wangi cepat kita susul Gusti prabu di ujung sana"ucap Dewi Sekar.

__ADS_1


"Baiklah mari Gusti Dewi "ucap pandan wangi.


Lalu mereka berdua pun segera meluncur ke tempat pertarungan Rangga dan pangeran lintang.


__ADS_2