
"Goblok... sudah aku bilang pada mu Balung Wesi untuk tidak main-main dengan mereka akhirnya beginilah jadinya,"ucap Jubah Hitam meradang,"saya tadinya cuma sekedar untuk main-main saja Jubah Hitam,tapi aku tidak menyangka akan jadi seperti ini"ucap Balung Wesi berbohong.
"Sekarang obati luka mu itu aku tidak mau di saat penyerangan nanti kau belum siap,karena waktu penyerangan bisa saja datang secara mendadak ,"ucap Jubah Hitam masih merasa kesal,"Baiklah sekarang juga aku akan pulan ke gunung Lawu,"ucap Balung Wesi .
Sementara itu di padepokan Mawar Hitam Nyi Sarweda sedang melatih murid-muridnya ,"mulai sekarang akan ku tambah porsi latihan kalian , karena sebentar lagi kita akan berperang melawan Martapura,"ucap Nyi Sarweda,"Lasmini dan kau Rukmini pantau adik-adik kalian,"aku mau ke dalam dulu,,"ucap Nyi Sarweda,pada dua muridnya"baik guru,"ucap Rukmini dan Lasmini.
"Jangan malas kalian ayo mulai lagi latihan kalian", ucap Rukmini, memerintahkan adik-adik seperguruannya itu.
"Sudah tiba saatnya aku buat perhitungan dengan mu Arya Soma,"ucap Nyi Sarweda sambil menuangkan tuak kedalam gelas kemudian meminumnya.
Di tempat lain Sanca Buana juga tidak kalah sibuk ia juga mengumpulkan teman-temannya.
"Aku sengaja mengundang kalian ,karena aku ingin mengajak kalian untuk bersenang-senang,"ucap Sanca Buana,"yang benar saja kau Sanca mau mengajak kita untuk bersenang-senang,"ucap Wulung Geni,"tentu saja benar, asal kita mampu mengalahkan raja Martapura dan mengambil alih kerajaannya,"ucap Sanca Buana,"apa kau kira semudah itu bisa mengalahkan raja Martapura,"tanya Warto,",benar apa kata Warto tidak mudah untuk mengambil alih Martapura,"ucap Suparna,"kalian dengarkan baik-baik, kita berempat memang tidak akan bisa untuk mengalahkan raja Martapura itu tapi kalau kita semua bergabung dengan Jubah Hitam dan yang lainnya , mungkin saja"jawab Sanca Buana, sambil melihat reaksi mereka.
"Jadi penyerangan ke Martapura itu sudah di rencanakan Sanca,"tanya Wulung Geni,"benar, karena itu saya mengajak kalian untuk ikut bergabung mendukung Jubah Hitam,"kata Sanca Buana menjelaskan,"lalu apa imbalannya buat kami jika kita bisa mengalahkan Martapura,"tanya Suparna,"terserah kalian mau minta apa kedudukan,harta, wanita atau apa saja yang kalian inginkan,"ucap Sanca Buana mengiming-imingi,"benarkah itu Sanca,"tanya Warto merasa tertarik,"benar ,tapi dengan syarat kalau kalian masih hidup dalam peperangan itu,"ucap Sanca Buana.
"Bagaimana apa kalian tertarik untuk bergabung,''tanya Sanca Buana kemudian, mereka bertiga pun saling melempar pandangan lalu mengangguk setuju,"jika begitu bila tiba saatnya nanti akan ku hubungi kalian"kata Sanca Buana merasa senang.
__ADS_1
Di lain pihak Datuk Ampar dan kedua muridnya pun sudah sampai di kediaman Jubah Hitam di kaki gunung Slamet.
"Bagaimana dengan misi mu Datuk Ampar apakah berjalan sesuai rencana,"tanya Jubah Hitam, dengan tidak sabar,"dalam misi seperti ini aku tidak pernah gagal Jubah Hitam,"kata Datuk Ampar dengan sombongnya,"haaa....haaa...haaa... ternyata aku tidak salah memerintah mu Datuk Ampar"ucap Jubah Hitam tertawa senang.
"Lalu kapan raja Sura akan melakukan penyerangan ke Argara Datuk Ampar"tanya Jubah Hitam,"mengenai penyerangan itu belum di tetap kan harinya Jubah Hitam,tapi jika tiba saatnya nanti raja sura akan memberikan kabar kepada kita Jubah Hitam,"jawab Datuk Ampar,Jubah Hitam manggut-manggut mendengar itu.
"Maaf tuan Jubah Hitam kalau boleh saya mau mengemukakan pendapat saya,"ucap Sarwati tiba-tiba,"kata ada apa Sarwati,"tanya Hitam,"begini tuan,kalau peperangan antara Argara dan Kumaya terjadi , kenapa kita tidak menyerang langsung saja Martapura,"ucap Sarwati," maksud kamu bagaimana Sarwati,"tanya Jubah Hitam tidak mengerti.
"Begini tuan Jubah Hitam,kalau Argara di serang oleh Kumaya, secara otomatis pasti Martapura membantu Argara dengan pasukannya bukan, ucap Sarwati ,"benar mereka pasti akan membantunya"ucap Jubah Hitam ,"nah dengan begitu pasukan yang ada di Martapura kan menjadi berkurang, itulah kesempatan kita untuk menyerang Martapura,"ucap Sarwati.
Mendengar itu Jubah Hitam dan Datuk Ampar pun saling melempar pandangan mereka baru menyadari akan hal sekecil itu dan Jubah Hitam pun semakin tertarik dengan Sarwati.
"Kalau menurut ku batalkan saja tuan Jubah Hitam,tapi kita tetap kirimkan beberapa orang ke sana untuk memantau keadaan "ucap Sarwati,
"Baiklah aku setuju dengan pendapat mu"ucap Jubah Hitam."Jadi usaha ku sia-sia jubah hitam,"tanya Datuk Ampar merasa kecewa.
"Tidak ada yang sia-sia datuk , karena nanti Datuklah yang akan pergi ke sana,"ucap Sarwati,"benar Datuk Ampar karena raja Sura sudah mengenal mu"ucap Jubah Hitam,setuju dengan rencana Sarwati,"apa boleh buat baiklah,"ucap Datuk Ampar .
__ADS_1
Setelah dari Martapura menghadapi Karang Kobar akhirnya Rangga pun kembali ke Argara untuk menjaga raja Bargola dari ancaman pangeran Lintang.
Pagi itu Rangga sedang berkeliling di barak prajurit di temani patih Guntoro untuk meninjau persiapan para prajurit di sana, setelah melihat-lihat dan memperhatikan dengan seksama ia mengangguk angguk kepala seperti ada sesuatu dipikirkannya.
"Bagaimana menurut anak prabu tentang prajurit Argara apakah masih ada yang kurang dalam hal persiapan,"tanya patih Guntoro ingin tahu pendapat Rangga,"saya kira untuk sementara ini cukup baik,"ucap Rangga sambil memperhatikan para prajurit itu.
"Apakah Kumaya akan benar-benar menyerang Argara anak prabu,"tanya patih Guntoro,"untuk saat ini memang masih tenang-tenang saja paman ,
tapi jika melihat tindakan pangeran Lintang kemarin rasanya tidak bisa di pungkiri jika cepat atau lambat mereka pasti akan segera melakukan penyerangan ke sini"ucap Rangga.
"Bagaimana kalau kita menyerang mereka lebih dulu anak prabu ,"tanya patih Guntoro,"saya pun berpikir demikian paman jika mengingat perbuatan pangeran Lintang kemarin ,ingin rasanya aku menghancurkan Kumaya secepatnya,tapi karena pangeran Lintang sudah menguasai ilmu dari kitab pedang darah itu membuat aku harus berfikir dua kali paman"ucap Rangga, menjelaskan alasannya.
"Apa anak prabu tidak bisa mengatasi pangeran Lintang itu,"tanya patih Guntoro,"untuk saat ini kurasa belum paman,"ucap Rangga bicara apa adanya,"apakah tidak ada cara lain untuk mengalahkannya anak prabu,"tanya patih Guntoro, Rangga pun terdiam mendengar pertanyaan patih Guntoro itu sambil mengingat-ingat sesuatu.
"Ada paman ,"kata Rangga ketika sesudah ingat sesuatu yang dipikirkannya ,"apa itu anak prabu"tanya patih Guntoro penuh harapan,"jika Pandan Wangi ada di sini kita bisa secepatnya untuk menyerang Kumaya dan mengalahkan pangeran Lintang,"jawab Rangga.
"Tapi bukan kah kemarin anak prabu bilang bahwa Pandan Wangi sedang terluka "tanya patih Guntoro.
__ADS_1
"Mengenai itu saya tahu paman, tapi untuk memastikan keadaan dia aku akan mengirimkan surat ke Martapura ,"jawab Rangga.