
Tiba-tiba sebuah panah api meluncurkan tidak lama setelah Rangga pergi, Melihat itu Pandan Wangi dan semua orang yang di sekitar istana itu pun segera bersiap siaga.
"Paman Patih bersiaplah rupanya mereka ,sudah datang "ucap Pandan Wangi,
"Ya kau benar Wangi"ucap Patih Guntoro sambil memegang pedangnya dengan erat,
"Paman sebaiknya tetap di sini untuk melindungi istana, sementara aku dan separuh prajurit akan menghadang mereka di luar "ucap Pandan Wangi,
" Wangi benar paman setengah prajurit di dalam istana dan separuh nya lagi biar di luar"ucap Ariani Dewi,
"Tapi jika nanti kalian butuh bantuan berilah kami tanda dengan panah api ucap Patih Guntoro,
"baik paman"ucap Pandan Wangi,
Lalu Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun segera keluar istana dengan membawa separuh prajurit Argara itu.
Duuuaaarrr.... duuuaaarrr...sebuah dentuman keras terdengar di malam itu hingga sampai ke istana.
"Kurang ajar ,kejar dia..!!!teriak seseorang setelah mendapat serangan gelap itu.
Ternyata Rangga sengaja melepaskan pukulan nya untuk mengacaukan mereka sekaligus memberikan tanda pada pasukan Argara bahwa mereka sudah sangat dekat.
"Apa peperangan sudah di mulai"ucap Ariani Dewi seperti bertanya pada diri sendiri,
"Bersiaplah kalian semua sebentar lagi mereka ke sini"ucap Rangga dengan datang tiba-tiba,
"Kira kira berapa jumlah mereka berapa Gusti Prabu"tanya Pandan Wangi,
"Saya kira jumlah mereka tidak terlalu banyak,tapi kalian harus berhati-hati karena ternyata mereka bukan pasukan biasa"ucap Rangga,
"Maksud Gusti prabu "tanya Ariani Dewi,
"Tak ada waktu untuk menjelaskan semua itu Ariani , sebaiknya cepat siaga pasukan dan kita hadapi mereka"ucap Rangga.
"Baik Gusti prabu"ucap Ariani Dewi,
Dan tak lama kemudian muncullah apa yang di tunggu-tunggu itu,
"Seraaaaang.....!!! teriak Rangga,
Para prajurit Argara pun langsung berhamburan ke arah ke depan media peperangan menyambut kedatangan mereka.
"Kurang ajar ternyata mereka telah mengetahui kedatangan kita"ucap Baskara pemimpin pasukan itu dengan terkejut.
"Bagus kalau begitu ini akan menjadi semakin menarik kakang" ucap Rawit merasa senang,
"baiklah ayo kita habisi mereka dan tunjukkan pada mereka semua siapkah gagak Hitam itu sebenarnya"ucap Baskara,
Anak panah yang di lepas kan para prajurit Argara pun menghujani pasukan gagak Hitam itu,tak ayal lagi para pasukan gagak Hitam itu pun berjatuhan,
Mendapatkan serangan seperti itu Rawit segera melesat ke udara dan langsung melepaskan satu pukul an ke arah para prajurit Argara duuuaaarrr.... puluhan prajurit pemanah pun tumbang seketika.
"Bagus Rawit hancurkan mereka"ucap Baskara yang juga langsung mengamuk dengan dengan golok besar nya.
"kurang ajar "ucap Ariani Dewi setelah melihat para prajuritnya banyak yang tewas seketika,ia pun segera meluncur ke arah rawit yang masih berdiri tersenyum dengan senang nya.
namun tiba tiba empat orang berkelebat menghadangnya,
"mau lari kemana kau"ucap salah satu orang itu,
"majulah kalian..!!!"teriak Ariani Dewi dan pertempuran pun terjadi,
Mereka berempat langsung menyerang Ariani Dewi dengan gencarnya, gerakan empat orang itu terus mendesak Ariani Dewi , Ariani segera berkelebat berpindah ke tempat yang longgar agar bergerak lebih leluasa.
Sementara itu rawit kembali melancarkan pukul an mautnya duuuaaarrr... duuuaaarrr.... duuuaaarrr.... puluhan lebih para prajurit pun tumbang berhamburan,
Di sisi lain Rangga dengan cepat membantai para pasukan gagak Hitam itu dan korban pun banyak yang berjatuhan oleh sepak terjangnya.
"Jinggo cepat' kau tangani orang itu jangan biarkan dia membantai pasukan kita ,sementara aku akan terus maju ke depan"ucap Baskara
"baik kakang serahkan dia pada ku "ucap Jinggo segera melesat ke arah Rangga,
"Hiaaaat... Jinggo langsung menebaskan pedangnya ke arah Rangga, melihat itu Rangga memiringkan tubuhnya dan langsung menyerang balik ke arah Jinggo,
perang tanding pun tak dapat di elakan lagi, Jinggo segera mengeluarkan jurus-jurus andalan nya karena berniat ingin segera mengakhiri pertarungan dengan cepat,tapi ia tidak tahu siapa yang dia hadapinya itu.
Dengan golok andalan nya Baskara terus membabat para prajurit Argara tanpa mengalami kesulitan sedikit pun,
"bagi ku Argara dan Kumaya sama saja hanya berisi orang-orang lemah haaa....haaa....haaa. "ucap Baskara dengan tertawa pongah.
"Tutup mulut mu akulah lawan mu "ucap Pandan Wangi tiba tiba muncul di hadapan Baskara,
"Haaa...haaa... cuma seorang perempuan ,sebaiknya kau melayani aku saja nona dari pada nanti kulit mu tergores sama golok ini "ucap Baskara meremehkan,
"Aku melayani mu jangan mimpi kau "ucap Pandan Wangi dengan tenang,
"Kurang ajar rupanya kau belum tahu siapa aku"ucap Baskara tersulut emosi nya,
"kurasa aku tidak perlu tahu siapa kamu karena itu sama sekali tidak penting"ucap Pandan Wangi,
"Sialan kau perempuan,"teriak Baskara, hiaaaat.. wuusss.. ia pun segera menerjang Pandan Wangi dan pedang mereka pun bertemu tiing...tiing.... percikan api mewarnai pertempuran mereka itu.
Tangan Pandan Wangi bergetar hebat menangkis sabetan pedang Baskara itu, ia merasakan kekuatan yang besar pada diri lawannya itu .
"ternyata bukan omong kosong belaka, ternyata dia benar benar kuat", ucap Pandan Wangi dalam hati sambil menangkis serangan nya.
__ADS_1
Di lain pihak para prajurit Argara benar benar terdesak oleh pasukan gagak Hitam yang ternyata kemampuannya di atas mereka itu.
"Celaka kalau begini terus bisa bisa habis para prajurit Argara"ucap Ariani Dewi sambil melirik ke arah empat lawannya yang juga lagi membenahi kuda kudanya itu,
"cepat kita habisi dia ,biar kita cepat menyerang ke istana"ucap salah satu dari empat orang itu,
"ya kau benar"sambung temannya dan segera maju menerjang Ariani Dewi,
Pertarungan pun kembali berlanjut pedang empat orang Gagak Hitam terus mencecar Ariani Dewi,namun tak tak ada yang satu pun yang mengenainya,
"sialan dia benar-benar cepat"keluh salah satu dari empat orang itu setelah melihat gerakan Ariani Dewi lenyap dari kepungan mereka,
"benar biasanya kita berempat tidak pernah mengalami kesulitan seperti ini"sambung temannya ,
"kurasa sudah cukup main mainnya wuusss... Ariani berkelebat dengan cepat rasakan ini hiaaaat....."teriak Ariani Dewi,
"kemana dia "ucap keempat orang itu,
"matilah kalian crash...crash... crash... crash ambruk lah ke empat orang itu ke tanah dengan kepala terlepas dari tubuhnya,
"benar apa kata Gusti prabu mereka bukan pasukan biasa"ucap Ariani Dewi segera melesat meninggalkan mayat empat orang itu.
"badai menerjang ombak hiaaaat.... wuuusss duuuaaarrr... Ariani Dewi melepaskan pukulan maut pemberian i kakek Raja Alam gurunya ke arah pasukan gagak Hitam yang mendesak prajurit Argara itu,
pasukan gagak Hitam pun jatuh bergelimang an ,namun Ariani Dewi tidak cukup sampai di situ ia pun langsung menyerang mereka dengan jurus tebasan seribu pedangnya hingga para prajurit Gagak Hitam pun banyak yang tewas seketika.
"Pandan Wangi cepat kau bantu para prajurit yang terdesak itu ,biarkan aku yang melayani dia "perintah Rangga sambil menghindari serangan Jinggo ,
"baik Gusti prabu"ucap Pandan Wangi segera menjauh dari tempat Rangga itu,
hiiiaat... wuuusss Rangga menghantam Jinggo hingga membuat nya terpental,
"tenaganya benar benar luar biasa"ucap Jinggo sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
"Sekarang akulah lawan mu"ucap Rangga di depan Baskara,
"hati hati kakang Baskara tenaga dalamnya tidak bisa di buat main main..!!!"teriak Jinggo.
"Oh jadi nama mu Baskara "ucap Rangga,
"Bagus kalau kau sudah tahu ,biar nanti kau tidak mati dengan penasaran"ucap Baskara dengan meremehkan ,
"Baiklah aku simpan kata kata mu itu"jawab Rangga dengan tenang.
"Sudah banyak aku menghancurkan kerajaan kerajaan lain tapi baru kali aku mengangkat golok kesayangan ku ini"ucap Baskara sambil menatap golok di tangan nya,
"Oh jadi hancurnya Prada jaya itu juga karena ulah mu"tanya Rangga,
"Benar apa kau takut setelah mendengar semua itu"jawab Baskara dengan percaya diri,
"malam ini adalah malam terakhir mu Baskara tidak ada lagi matahari pagi untuk mu besok"ucap Rangga,
"haaa....haaa.... rupanya kau anak kemarin sore yang belum tahu siapa Gagak Hitam "ucap Baskara dengan tertawa meremehkan,
"terimalah serangan ku.. hiiiaat..!!"teriak Baskara dengan mengayunkan golok besarnya itu,
Rangga mundur dua langkah kebelakang menghindari sabetan golok itu,tapi baskara dengan cepat menarik golok nya kembali dan langsung menyerangnya,
dengan gerakan yang cepat dan penuh tenaga Baskara terus menyerang Rangga bertubi-tubi,namun tak ada satupun sabetan pedang nya yang menemui sasaran.
Melihat Baskara tampak kesulitan itu Jinggo segera maju menyerang membantu Baskara,
Serangan pedang mereka berdua benar benar membuat Rangga harus bergerak cepat untuk menghindari nya,jika di lihat sekilas tampak nya Rangga keteteran tapi sebenarnya ia sedang mengukur kekuatan kedua lawannya itu.
Rawit merasa di atas angin membantai para prajurit Argara yang kemampuannya jauh di bawahnya itu, ia terus mengamuk tanpa henti.
Pandan Wangi segera berkelebat cepat ke arah Rawit yang sedang mengamuk itu,
"hiaaaat...!!!"teriak Pandan Wangi langsung menyerang Rawit yang tampak lagi asyik membantai para prajurit Argara itu,
Rawit segera membuang tubuhnya ke kiri untuk menghindari sabetan pedang Pandan Wangi yang datang tiba-tiba itu,
"dasar perempuan curang beraninya kau menyerang ku dari belakang"maki Rawit,
"Sejak zaman kapan dalam perang ada aturan yang mengatakan begitu"ucap Pandan Wangi tidak mau kalah,
"Sialan kau perempuan"ucap Rawit segera menyerang Pandan Wangi hiaaaat... Pandan Wangi segera menghindar dan mengelak dari serangan itu dan pertempuran sengit pun berlangsung.
Melihat banyak prajurit Argara yang tewas serta keadaan kurang menguntungkan itu Ariani segera berkelebat ke arah prajurit pemanah,
"cepat berikan panah aku panah api"ucap Ariani Dewi ,
"ini gusti ucap prajurit itu dengan segera menyerahkan panah api itu,
Ariani Dewi pun segera meluncurkan panah api itu ke atas wuuusss...panah pun meluncur dengan deras,
"semoga mereka cepat datang"ucap Ariani Dewi segera berkelebat ke tengah tengah medan peperangan kembali,
pertarungan Rawit dan Pandan Wangi berjalan dengan alot, ternyata Rawit bukan hanya sekedar wakil pasukan gagak Hitam dia sebenarnya adalah seorang pendekar aliran Hitam yang sudah banyak mengalahkan para tokoh tokoh sakti baik hitam mau pun putih,tak heran jika Pandan Wangi merasakan kesulitan menghadapi nya.
"Dia benar-benar kuat bahkan jurus jurus ku tak mampu menembus pertahanan nya"ucap Pandan Wangi sambil memutar otaknya,
"Ternyata kau lumayan juga perempuan , rupanya kau dapat menghibur ku"ucap Rawit dengan sangat merendahkan Pandan Wangi.
"Aku cukup tersanjung dengan ucapan mu itu"ucap Pandan Wangi dengan tersenyum pahit,
__ADS_1
"rasanya aku ingin bermain main dengan mu lebih lama lagi nona"ucap Rawit segera menyerang Pandan Wangi kembali,
Pedang Rawit terus menyambar tubuh pandan Wangi bagaikan seekor burung elang yang memburu mangsa dengan ganas nya, ia terus menyerang Pandan Wangi tanpa ampun,
Tidak ingin jadi bulan bulan Pandan Wangi segera mengubah jurusnya dan mulai mengimbangi permainan pedang Rawit sedikit demi sedikit.
"ternyata dia mulai serius"ucap Rawit dalam hati, padahal sebenarnya Pandan Wangi sudah sangat keteteran.
hiiiaat... Rawit mengayunkan pedangnya dengan tenaga penuh bermaksud mengakhiri Pandan Wangi ,tak ingin tubuhnya terbelah Pandan Wangi dengan sigap segera menangkis serangan Rawit itu,tapi ternyata kekuatan Rawit benar benar besar dan Pandan Wangi pun terlempar dua tombak ke belakang sampai membuat dadanya sesak.
"Uhuk... uhuk... ternyata tidak omong kosong kekuatan Gagak Hitam itu, pantas kalau selama ini jadi buah bibir"ucap Pandan Wangi sambil menyeka darah dari bibir nya.
"Haaa...haaa.....haaa..... sudah saatnya kau mati di ujung pedang ku nona "ucap Rawit sambil tertawa terbahak-bahak,
"Perjalanan ku tida boleh berakhir sampai di sini karena aku masih ingin berjuang dengan Gusti prabu"ucap Pandan Wangi sambil berfikir,
"sudah saatnya kau ku kirim kau ke neraka nono "teriak Rawit hiiiaat.... Rawit melompat tinggi dengan pedang siap membelah badan Pandan Wangi wuuusss ia meluncur dengan deras nya,matilah kau.. duuuaaarrr......aakhhh..... Rawit terpelanting cukup keras jurus pedang kilat petir hiiiaat wuusss..crash Rawit pun tumbang dengan tubuh terbelah oleh Pandan Wangi,
"sepertinya tenagaku benar benar habis "ucap Pandan Wangi dan segera menyandarkan tubuhnya di bawah pohon.
Kita lihat kebelakang apa yang terjadi dengan Rawit sebenarnya, ketika Rawit meluncur ke arahnya ternyata Pandan Wangi diam diam menghimpun tenaga dalam nya secara besar besaran dan ketika Rawit sudah di depannya dengan jarak tinggal satu tombak ,Pandan Wangi pun langsung melepaskan pukulan lembur gunung nya dan tak ayal lagi bagi Rawit yang tidak sempat mengelak itu, akhirnya ia pun terkena pukulan itu, lalu dengan sisa sisa tenaganya Pandan pun Wangi segera mengakhiri Rawit dengan jurus pedang kilat petir nya.
"Serbu...."teriak para prajurit yang baru datang itu dengan di pimpin oleh senopati Darma Jaya mereka pun langsung menyerang pasukan Gagak Hitam.
Melihat bala bantuan datang yang jumlahnya banyak itu diam diam para pasukan Gagak Hitam semangat tempurnya menjadi goyah dengan di tambahnya kematian Rawit,
"bagus ternyata bala bantuan sudah datang"ucap Ariani Dewi dengan perasaan lega.
Pertarungan Rangga melawan dua orang yaitu Baskara dan Jinggo berjalan sangat pelan karena Rangga masih belum menyerang balik,
"baiklah sudah saatnya kalian rasakan serangan ku, Rangga segera mengalir kan tenaga dalamnya pada dua pedang di tangannya,
Golok besar Baskara dan pedang Jinggo terus berdesing di sekitar tubuh Rangga, sudah bosan dengan bising suara pedang mereka itu Rangga segera menangkis pedang dan golok itu ting..ting ...tangan baskara dan Jinggo Baraka pun langsung bergetar hebat dan kesemutan, Rangga segera melompat sambil memberi masing masing satu tendangan ke tubuh mereka hingga membuat mereka berdua sempoyongan,
"Sialan.."maki Baskara merasa di pecundangi oleh Rangga,
Baskara dan Jinggo langsung mengaliri pedang nya dengan tenaga dalam serta meningkatkan tempo serangan nya dengan cepat,
merasa kan tenaga yang begitu kuat dari dua lawannya itu Rangga segera meningkatkan tenaga dalamnya dan pertarungan tingkat tinggi pun langsung tersaji di malam itu,
Jinggo menghujani Rangga dengan sabetan pedang nya begitu pula dengan Baskara tidak mau ketinggalan terus mencecar Rangga,
Mendapatkan serangan yang bertubi tubi itu Rangga segera meningkatkan kecepatan nya dan crash... pedang Rangga berhasil mengenai sasaran dan sesaat kemudian Jinggo pun ambruk ke tanah dan tidak berkutik lagi,
"kurang ajar kapan dia melakukan itu"ucap Baskara dengan terheran heran campur marah setelah melihat Jinggo tewas.
"kau takut "ucap Rangga dengan tersenyum pahit teringat rakyat Prada jaya yang bernasib mengenaskan itu,
"kurang ajar kau "teriak Baskara , segera melepaskan pukulan ke arah Rangga yang berjarak tiga tombak di depan nya duuuaaarrr... namun pukulan Baskara hanya mengenai tempat kosong,
"Apakah cuma itu kemampuan mu Baskara"ucap Rangga,
mendengar ucapan Rangga yang tampak mengejek itu baskara langsung melesat ke arah nya dengan golok tergenggam erat ditangan nya.
Ternyata bantuan pasukan yang di pimpinan oleh senopati Darma jaya benar benar membawa angin segar bagi para prajurit Argara, itu terbukti dengan terdesaknya pasukan gagak Hitam oleh pasukan Argara yang baru datang itu.
Ariani Dewi tampak tak terbendung dengan pedang di tangannya, putaran pedangnya benar benar membuat para pasukan gagak Hitam harus meregang nyawa,
"mampuslah kalian semua hiiiaat..!!!"teriak Ariani Dewi , duuuaaarrr.... berkali kali Ariani Dewi melepaskan pukulan ombak menerjang badai untuk menghantam mereka.
"Ayo Baskara keluar semua kemampuan mu jangan hanya bisa membantai para penduduk yang tak berdosa"ucap Rangga sengaja memancing kemarahannya,
Baskara merasa di telanjangi oleh ucapan Rangga itu,ia merasa baru kali ini mendengar hinaan seperti itu selama malang melintang di dunia persilatan,
Hiiiaat... baskara segera menghimpun tenaga dalamnya keluarlah cahaya dari kedua telapak tangannya yang menyala merah,
"Terima lah pukulan api neraka ku hiaaaat... wuuusss... pukulan Baskara pun melesat ke arah Rangga yang berjarak tujuh tombak di depannya,
melihat serangan itu Rangga segera berkelebat ke samping dengan cepat untuk menghindari nya duuuaaarrr,, pukulan Baskara pun hanya menghantam sebuah pohon,
tahu serangan pertamanya gagal ia pun segera menyerang kembali dengan pukulan itu wuuusss.... wuuusss... wuuusss ia menghujani Rangga secara bertubi-tubi dengan pukulan nya itu,
Rangga kembali berkelebat dengan sangat cepat menghindari serangan serangan itu,
"cukup sudah riwayat mu Baskara, jurus pedang membelah bulan dan jurus tebasan seribu pedang hiiiaat... wuusss Rangga melemparkan satu pedangnya dengan tenaga penuh dan pedang pun meluncur sangat cepat ke arah Baskara ,
"apa....!!!! Baskara pun terkejut melihat pedang itu meluncur ke arahnya ,ia pun berniat menghantam pedang itu dengan pukulan nya,
namun ia di kejutkan dengan munculnya Rangga yang tiba tiba di depan nya ,sehingga ia pun tidak sempat untuk menghalau laju pedang itu ,
"aaaakh... ."teriak Baskara dengan kesakitan setelah pedang itu bersarang di dadanya,
tapi tidak sampai di situ saja Rangga pun segera menebaskan pedang satunya lagi crash..dan teriakkan Baskara pun lenyap seiring dengan lepas nya kepala dari badannya,
"itulah balasan atas pembantaian mu pada rakyat Prada Jaya Baskara"ucap Rangga sambil mencabut pedangnya dari tubuh Baskara yang sudah menjadi mayat itu,
Rangga pun segera meluncur ke arah pasukan Gagak Hitam yang sedang bertempur melawan para prajurit Argara itu ,
dengan jurus pedang kembar tanpa tandingnya ,ia pun segera mengamuk dan menghabisi para pasukan Gagak Hitam itu tanpa ampun,
Ariani Dewi yang melihat tindakan Rangga itu benar benar terkejut karena menurut itu tidak biasa ia lakukan.
Ariani Dewi merasa Rangga bagaikan orang yang kesurupan ketika menghabisi gagak Hitam itu.
"Apakah Gusti Prabu baik baik saja"tanya Ariani Dewi pada diri nya sendiri.
__ADS_1
"Aku merasa kan kekuatan Gusti prabu benar benar meningkatkan pesat, latihan apa kira kira yang dia lakukan"gumam Ariani Dewi.