Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Mencari jejak permaisuri Saraswati (bagian 1)


__ADS_3

"Ampun gusti prabu semua penjuru desa Randu Sari telah hamba telusuri ,namun tak kunjung juga hamba menemukan adanya jejak -jejak gusti Saraswati dan begawan Pakuan di desa itu Gusti"ucap patih kencana Loka.Mendengar laporan dari patihnya itu wajah raja Anggara Dewa tampak muram dan sangat kecewa,


"aku ingin kau kembali lagi ke desa itu patih dan jangan kembali sebelum adanya petunjuk yang kau temukan di sana"ucap raja Anggara Dewa,


"Baik gusti prabu,"jawab patih Kencana Loka,


"ingat ini tugas rahasia jangan sampai ada satu orang pun yang tahu akan hal ini"ucap raja Anggara Dewa,


"Nyawa hamba taruhannya gusti prabu,"jawab patih Kencana Loka segera berlalu dari hadapan raja Anggara Dewa.


"Aku benar-benar merindukan mu Saraswati,aku sangat menyesal dan merasa telah berdosa besar pada mu "desah raja Anggara Dewa dengan penuh penyesalan.


Setelah Patih kencana loka berlalu dari hadapan raja Anggara Dewa, tiba tiba terdengar teriakan lantang dari halaman depan istana,


"Pangeran telah kembali buka pintu,"teriak seorang prajurit, dan tak lama kemudian pintu gerbang pun terbuka dengan perlahan-lahan,


"selamat datang pangeran "ucap prajurit penjaga pintu gerbang dengan hormat,dan pangeran Brajadewa pun terus melangkah memasuki istana yang telah lama di tinggalkan nya itu.


Melihat putranya datang raja Anggara Dewa pun bangkit dari singgasananya ,


"selamat datang kembali di kerajaan Prada jaya anak ku,"ucap raja Anggara Dewa,


"terima kasih romo,"ucap pangeran Brajadewa sambil menjura hormat.


Tak lama kemudian muncul lah dari dalam Selir Sariti Ningrum yang tampak senang sekali melihat kedatangan putranya itu,

__ADS_1


"kau sudah pulang anak ku,"ucap Selir Sariti Ningrum dengan gembira.


"benar kanjeng ibu,"ucap Brajadewa terus melangkah dan memeluk ibunya, mereka berdua pun menumpahkan segala kerinduan yang mendalam setelah bertahun-tahun lamanya mereka berpisah.


Raja Anggara Dewa nampaknya tidak memperdulikan adegan itu karena ia juga sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Ningrum ajaklah dia kedalam biarkan dia istirahat , karena dia baru saja menempuh perjalanan yang jauh dia pasti merasa lelah,"ucap raja Anggara Dewa dengan lembut,


"baik gusti prabu,"ucap Sariti Ningrum segera berlalu dari hadapan raja Anggara Dewa.


"Ku harap Patih Kencana Loka tidak membuat aku kecewa kali ini,"ucap raja Anggara Dewa kemudian meninggalkan balairung istana.


Siang yang sangat terik itu patih Kencana Loka mengehentikan kudanya di sebuah sungai untuk beristirahat dan sekaligus memberikan minum pada kudanya.


"Seandainya gusti prabu dulu mendengarkan nasehat ku mungkin gusti Saraswati takkan kembali ke ayahnya.Ini semua gara-gara selir Sariti Ningrum yang tidak suka dengan gusti permaisuri Saraswati dan membuat cerita bohong,"gumam patih Kencana Loka lagi.


Patih Kencana Loka pun terhanyut ke masa beberapa silam yang mana dulu ia dan raja Anggara Dewa pergi berburu ke sebuah hutan.


Waktu itu raja Anggara Dewa dan patih Kencana Loka berangkat dari kerajaan Prada jaya untuk pergi berburu ke hutan Wringin agung yang jaraknya cukup jauh ,bila dengan kuda harus memakan waktu satu hari perjalanan.


Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan itu karena melewati hutan dan perbukitan sampailah raja Anggara Dewa di hutan Wringin agung itu.


"Kencana sebaiknya kita dirikan tenda untuk beristirahat karena hari menjelang malam setelah itu baru besok paginya kita cari hewan buruan,"ucap raja Anggara Dewa,"baik gusti,"ucap patih Kencana Loka.


Para prajurit pun segera bekerja ada yang mendirikan tenda dan juga ada yang mencari kayu bakar,dan tak lama kemudian tenda pun berdiri.

__ADS_1


Di malam yang mencekam itu raja Anggara Dewa dan patih Kencana Loka tampak sedang menghangatkan badan di dekat perapian.


"Kencana Loka besok kita berlomba untuk untuk mendapatkan sebuah kijang, siapa yang mendapatkan kijang yang besar dia lah pemenangnya,apa kau siap Kencana Loka,"kata raja Anggara Dewa,"hampa tidak akan kalah Gusti prabu,"jawab patih Kencana Loka,"haaa...haaa...haaa...aku suka dengan semangat mu itu Kencana loka,"ucap raja Anggara Dewa dengan tertawa senang.


Dan pagi yang di nantikan itu pun akhirnya tiba,udara yang dingin menusuk tulang itu tak raja Anggara Dewa hiraukan karena berburu adalah salah satu kegemarannya.


Raja Anggara Dewa dan patih Kencana Loka pun sama -sama menyiapkan anak panah dan busurnya dan segera berangkat ke tengah untuk mencari seekor kijang, mereka berdua pun lalu berpencar ke kiri dan ke kanan dengan di temani masing -masing tiga orang prajurit, sedangkan prajurit yang lain menunggu di tenda untuk berjaga-jaga.


Setelah hampir setengah hari Patih Kencana Loka mengelilingi hutan Wringin agung ,namun belum juga menemukan adanya tanda-tanda seekor kijang pun yang ia cari ,hal itu membuat ia merasa kesal dan ia pun menyandarkan dirinya di sebuah pohon untuk melepaskan lelah, sambil melihat ke sekelilingnya.


Dan tiba-tiba saja ia melihat sebuah kijang lari di hadapannya dengan tertatih,ia pun segera bangkit dan menyiapkan anak panahnya,


"di cari tidak muncul sekarang kau malah datang sendiri,"ucap patih Kencana Loka dengan rasa gemas, ia pun segera menguntit pelan-pelan ,"sekarang terimalah panah ku ini ,


namun belum sempat ia melepaskan anak panahnya tiba-tiba sebuah anak panah meluncur deras ke arah kijang itu dan tepat mengenai lehernya lalu di susul dengan panah yang kedua hingga kijang itu pun roboh seketika,"haaaa.....haaa...haaa..."akhirnya kau tak bisa lari dari ku lagi,"ucap raja Anggara Dewa dengan tertawa puas, patih Kencana Loka pun menoleh ke arah kirinya dan melihat raja Anggara Dewa ,"gusti prabu,"gumam patih Kencana,lalu mendekatinya,


"lihat Kencana Loka setelah aku mengejarnya dari ujung sana akhirnya aku berhasil membunuhnya,"ucap raja Anggara Dewa,"gusti prabu memang hebat dalam soal berburu,"ucap Anggara Dewa,"lalu mana hewan buruan mu Kencana,"tanya raja Anggara Dewa, karena tidak melihat Kencana Loka membawa hewan buruan,"seperti yang gusti prabu lihat sendiri,"ucap patih Anggara Loka sambil mengangkat bahunya.


"Sudahlah Kencana aku kira sudah cukup, mari kita balik ke tenda dan kita panggang kijang ini,"kata raja Anggara Dewa, tanpa banyak bicara mereka pun segera balik ke tenda untuk segera memasak kijang itu.


"Dalam hal pemburu hamba akui hamba kalah telak dengan gusti prabu,"ucap patih Kencana Loka,"sudahlah Kencana sebaiknya kita nikmati kijang ini nanti setelah matang,"ucap raja Anggara Dewa ,


"Apakah setelah ini kita akan langsung berkemas gusti prabu,"tanya patih Kencana Loka setelah mengetahui hari menjelang sore"benar ,kurasa kita bisa cari desa terdekat untuk kita bermalam,"ucap raja Anggara.


Setelah menyantap daging kijang itu raja Anggara Dewa dan seluruh rombongannya pun melanjutkan perjalanannya untuk mencari sebuah desa karena hari sudah menjelang petang.

__ADS_1


__ADS_2