Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Rencana Rangga (bagian 1)


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari dari Elang Hitam tersebut, raja Gandara mulai berfikir suatu perbuatan yang ceroboh kalau menyerang Martapura dengan terburu buru.


"Baiklah Elang Hitam kau boleh pergi dan cepat kau obati luka luka mu"ucap raja Gandara,


"terima kasih yang mulia,"kata Elang Hitam lalu pergi.


Setelah Elang Hitam pergi kemudian datanglah Gandari menemui raja Gandara.


"Hormat saya romo,"kata Gandari setelah di depan ayahnya


,"ada apa Gandari,"tanya raja Gandara,


"saya mau berburu ke hutan Gede romo,"jawab Gandari,


"hutan Gede letaknya terlalu jauh Gandari,kenapa tidak di hutan yang biasa saja,"kata raja Gandara seperti tidak setuju,


"tidak apa apa romo karena aku bosan berburu di hutan yang biasa,"kata Gandari,


"jika itu keinginan mu baiklah bawalah sepuluh atau dua puluh prajurit untuk menyertai mu,"kata raja Gandara kemudian,


"itu terlalu banyak romo saya mau berburu bukan untuk berperang,"kata Gandari menolak usul ayahnya itu.


"Bukankah itu bagus untuk menjaga mu,"kata raja Gandara,


"saya mau bawa lima prajurit saja romo,"jawab Gandari,


"baiklah terserah kamu saja tapi ingat cepat pergi dan cepat kembali,"kata raja Gandara kemudian,


"baik romo,"ucap Gandari.


Setelah mendapatkan izin dari ayahnya itu Gandari pun lalu pergi dengan disertai lima prajurit untuk pergi ke hutan Gede.


Sementara itu Rangga yang telah lama menempuh perjalanannya memutuskan untuk beristirahat.


"Ku rasa ada baiknya jika saya beristirahat dulu di sini,"ucap Rangga setelah sampai di sebuah hutan.


Setelah itu ia mengikat kudanya di sebuah pohon kemudian mengambil bekalnya.


Ketika Rangga hendak membuka perbekalannya itu tiba tiba matanya melihat sesuatu bergerak di semak semak,lalu dengan hati hati ia mengambil sebuah pisau yang terselip di pinggangnya kemudian di lemparkannya pisau itu dan crash ,pisaunya mengenai sebuah sasaran,


lalu ia berlari menghampiri semak semak itu,ternyata seekor kelinci yang terkena pisaunya itu ia lalu mengambilnya.


" Baiklah ku kuliti dulu kelinci ini sambil istirahat,"ucap Rangga.


"Setelah selesai menguliti kelinci itu lalu Rangga mengumpulkan ranting kering kemudian membakarnya.


Rangga membolak-balik daging kelinci itu dan bau harum terasa menyengat hidungnya,"hmmm...sepertinya enak"ucap Rangga.


Tidak lama kemudian matang lah daging kelinci itu dan Rangga pun langsung memakannya.


Setelah berjalan lama sampailah Gandari di hutan Gede itu,ia segera masuk ke dalam hutan karena sudah tidak sabar ingin mencari hewan buruan, setelah sampai ke tengah hutan tiba tiba ia menghentikan langkah kakinya setelah melihat seekor kuda yang sedang makan rumput di bawah pohon.


"Ternyata ada orang di sini ,"ucap dia , "prajurit ada orang di sini cepat kalian cari dia,kata Gandari,


"baik gusti Putri,"jawab para prajurit itu kemudian berpencar mencarinya.


"Kuda yang bagus,"ucap Gandari , lalu ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling hutan , tidak lama kemudian ia melihat seseorang sedang duduk di bawah pohon sambil makan,


", rupanya di sana kau ,"ucap Gandari lalu cepat cepat menghampiri orang itu.


"Siapa kau berani beraninya berburu di hutan ini,"tanya Gandari,


mendengar itu Rangga tak memperdulikannya dan terus melanjutkan makannya," Apakah kisanak tuli,"kata Gandari lagi dengan emosi,


"memang kamu siapa melarang aku berburu di hutan ini, jawab Rangga dengan entengnya,


"Kurang ajar kau ,prajurit cepat tangkap dia,"kata Gandari marah .


Dengan terburu-buru prajurit pun berlari menuju ke tempat putri Gandari itu.

__ADS_1


Lalu para prajurit itu maju untuk menangkapnya,


"tunggu apa kesalahan saya hingga kalian ingin menangkap saya,"tanya Rangga,


"sudah jelas kesalahan mu pakai tanya,"kata Gandari,


"saya merasa tak berbuat apa-apa pada kalian ,jadi kalian jangan ngawur,"kata Rangga.


"Apakah kisanak tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa," tanya salah satu prajurit,


"memang kalian siapa,"tanya Rangga,


"dengarkan baik-baik kisanak, dia adalah putri Gandari dari kerajaan Markuraka,"kata prajurit itu dengan membusungkan dada berharap dia takut,


mendengar itu Rangga pun menghentikan makannya.


"Oh jadi dia putri kerajaan Markuraka kebetulan kalau begitu,aku bisa memanfaatkan situasi ini,"kata Rangga dalam hati,


"kenapa kisanak diam saja"bentak prajurit itu kemudian,


"maafkan saya tuan putri yang tidak tahu diri ini,"kata Rangga,


"enak saja minta maaf kau harus di beri hukuman,"kata prajurit itu,


"diam kau prajurit siapa yang menyuruh kau berbicara,"kata Gandari tidak suka.


"Baiklah aku akan memaafkan mu tapi ada syaratnya ,kau harus menangkap kan aku seekor Menjangan yang masih hidup, bagaimana apa kamu bersedia,"kata Gandari lagi.


Rangga pun terdiam sejenak lalu,


"baiklah aku bersedia,"kata Rangga menyanggupinya,


"kalau begitu tunggu apa lagi cepat kau laksana,"kata Gandari sudah tidak sabar.


Rangga pun lalu pergi jauh kedalam hutan dengan di ikuti oleh dua orang prajurit, ia mencari ke sana ke kemari namun belum juga ada tanda-tanda seekor menjangan yang kelihatan.


Karena telah lama tidak menemukan Rangga pun lalu melompat ke atas pohon dan terus mengedarkan pandangannya ,


"sial,"ucap Rangga kesal .


"Baiklah akan ku kejar kalian ,"ucap Rangga ,lalu dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan berlari cepat sekali mengejarnya ,"haap.. kena juga akhirnya kamu,"kata Rangga sambil menepuk-nepuk kepala Menjangan itu dan membawanya ke arah prajurit,


"ayo kita ke tuan putri Gandari,"ajak Rangga.


Lalu Rangga dan dua orang prajurit itu pun menuju ke putri Gandari.


"Ternyata dia hebat juga berhasil menangkap menjangan itu dengan keadaan hidup "ucap Gandari.


"Ini menjangan nya tuan putri,"kata Rangga sambil menyerahkannya,


"baiklah ambil menjangan itu prajurit dan cepat kita kembali ke istana sebelum kemalaman,"kata putri Gandari.


Lalu prajurit itu pun menerima menjangan itu dari tangan Rangga.


"Oh ya siapa nama kamu dan dari mana hingga sampai di sini,"tanya putri Gandari,


"nama saya Rangga cuma seorang pengembara biasa tuan putri,"jawab Rangga,


"benarkah ucapan mu itu,"tanya Gandari,


"tuan putri bisa lihat sendiri bagaimana keadaan saya ini"kata Rangga kemudian,


"baiklah kau ikut aku ke istana sekarang,"kata putri Gandari,


"baik tuan putri,"kata Rangga.


Lalu akhirnya mereka pun kembali ke istana Martapura karena hari sebentar lagi petang Gandari mempercepat lari kudanya,namun tiba tiba ia berhenti,


"ada apa tuan putri,",tanya salah satu prajurit,

__ADS_1


"apa kau tidak lihat di depan ada mayat,cepat kalian periksa,"perintah putri Gandari.


Lalu prajurit itu maju untuk memeriksanya,akh,,tiba tiba prajurit itu menjerit kemudian roboh dan tak bangun lagi, setelah itu dari semak semak munculah sekitar sepuluh orang dengan berpakaian serba hitam.


"kali ini akan repot,"kata Rangga sambil menepuk jidat nya,


"apa kau takut,"kata Gandari setelah mendengar ucapan Rangga itu,


"ya boleh di bilang begitu,"jawab Rangga sambil mengangkat bahunya.


"Siapa kalian dan apa tujuan kalian,"tanya Gandari garang ,


"tak usah berlagak galak nona ,kami hanyalah orang yang ingin mengajak nona untuk bersenang senang, jawab orang itu,


"kurang ajar kau,"teriak Gandari,


"upss, tak usah berteriak lebih baik cepat turun dari kuda mu dan ikut dengan kami haa..haa...haaa,,"ucap orang itu tertawa dengan di ikuti tawa temannya


"Dasar orang rendahan,"kata Gandari dengan marah,lalu dia melompat dari kudanya langsung menyerang orang itu.


Dengan menggunakan kakinya ia menendang orang itu, tapi masih bisa di elakannya.


Gandari menyerang kembali dengan tendangannya dan kali ini tepat mengenai punggungnya hingga orang itu pun jatuh tersungkur.


"Kurang ajar kau terima pedang ku ini,"kata orang itu dengan sangat marah.


"orang itu kemudian mencabut pedangnya dan menyerang Gandari namun Gandari tak mau berlama lama ia langsung melompat tinggi tinggi dan menendang orang itu tepat di kepalanya dan putuslah kepala orang itu.


"Plok ...plok ..plok terdengar tepuk tangan tiga kali dari orang orang itu,


"hebat ,hebat tendangan geledek yang sempurna,"kata orang itu


,"rupanya kau tahu juga jurus ku ini, siapa kalian sebenarnya,"tanya Gandari,


"baiklah supaya tidak mati dengan penasaran akan ku beri tahu, kami adalah sepuluh pendekar dari bukit tengkorak,"kata orang itu memperkenalkan dirinya.


"Apa bukit tengkorak,"ucap Rangga dengan terkejut,


"jangan jangan mereka ada hubungannya dengan Kelabang Ireng,"kata Rangga lagi.


"Aku tak perduli dari mana kalian cepat minggir atau ku habisi kalian,"kata Gandari mengancam.


"Besar juga omongan mu nona,"kata orang itu dengan tenang,


"Kalawika tak usah banyak cincong cepat tangkap dia lalu kita bersenang-senang,"kata temannya tidak sabar,


"kau diam dulu Supo tak usah ikut campur,"kata Kalawika tak suka.


"Majulah manis,"kata Kalawika merendahkan,


"jangan salahkan kan aku kalau kau mampus hiiiaat , Gandari maju menerjang ,dia langsung menyepak Kalawika tapi dengan mudah dihindarinya ,


lalu ia melompat tinggi sekali untuk menggunakan tendangan gledeg nya hiaaat Kalawika pun tak sempat untuk menghindar terpaksa ia menapaki dengan tangannya dan des... mereka saling berbenturan Kalawika jatuh terjengkang , sementara Gandari berjumpalikan di udara dan mendarat dengan mulus.


"Ternyata benar benar hebat tendangan geledek itu sampai tangan ku mau remuk"ucap kalawika


,"Kenapa kalian diam saja cepat bantu aku,",kata Kalawika kepada temannya,


"kita bantu dia," kata Supo, mengajak teman-temannya, Sekarang bentuk formasi ,"kata Kalawika, mereka pun lalu membentuk formasi.


Dari atas kudanya Rangga terus memperhatikan pertarungan itu,"kurasa ini tidak baik,"kata Rangga setelah melihat formasi mereka.


"Ayo serang dia ,"kata Kalawika ,mereka pun menyerang Gandari secara bersamaan , menghadapi serangan yang datang dari belakang dan depan membuat Gandari harus berjumpalikan di udara ,sriing Gandari mencabut pedangnya , dengan gerakan yang cepat ia memainkan pedangnya ,


namun tak juga membuahkan hasil,tiba tiba dari arah belakang desh satu pukulan mengenai punggungnya dan dia sempoyongan lalu terjatuh.


Melihat itu Rangga langsung melesat dengan kecepatan tinggi dan langsung menendang mereka satu persatu hingga berjatuhan,


"apa tuan putri tidak apa apa,"kata Rangga,

__ADS_1


"aku tidak apa-apa,"jawab Gandari.


"Sebaiknya tuan puteri mundur biar aku yang menghadapinya"kata Rangga.


__ADS_2