Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Dewi Kara


__ADS_3

Pagi itu di kerajaan Argara raja Bargola terlihat sedang menerima utusan dari kerajaan Kumaya.


Raja Bargola terlihat menganggukkan kepalanya berkali kali ketika membaca sebuah surat di tangannya.Takberapa lama ia pun selesai membaca surat itu dan menggulungnya kembali.


"Baiklah saya terima surat ini dan sampai kan pada raja mu cepat atau lambat aku pasti akan memberikan jawaban atas surat ini"kata raja Bargola.


"Baik yang mulia kalau begitu hamba mohon pamit"jawab utusan itu.


"Baiklah silahkan",ucap raja Bargola sambil berdiri.


Setelah utusan Kerajaan Kumaya berlalu dari hadapannya raja Bargola segera duduk kembali di singgasananya.


"Bagaimana menurut mu kakang patih tentang surat lamaran ini"kata raja Bargola minta pendapat kepada patihnya itu.


"Menurut hamba tidak ada salahnya paduka bila kita terima lamaran itu"kata patih Guntoro.


"Aku juga sempat berfikir begitu kakang, karena kerajaan kita dan kerajaan Kumaya telah lama menjalin hubungan baik"kata raja Bargola.


"Benar yang paduka dengan begitu hubungan kita akan semakin erat"kata patih Guntoro.


"Baiklah kakang kalau begitu nanti akan aku bicarakan hal ini dengan putri ku Dewi Kara"kata raja Bargola lalu pergi meninggalkan Patih Guntoro.


"Hiaaatttt ...duaaarrr... duuuaaarrr... terdengar seseorang sedang berlatih ilmu kanuragan, sebuah pohon besar di buatnya tumbang seketika.


"ternyata sudah sempurna tenaga dalam ku, tidak sia sia selama ini aku berlatih keras"katanya orang itu yang tak lain adalah Dewi kara.


Karena merasa lelah setelah berlatih begitu lama kemudian Dewi Kara pun memutuskan untuk beristirahat.

__ADS_1


Tiba tiba di tempat latihannya itu Dewi Kara mendengar suara tepuk tangan dari arah belakangnya, ia pun segera membalikkan badannya dan setelah tahu siapa yang datang lalu ia pun menunduk memberikan hormat padanya.


"Bagus ternyata kamu sudah semakin tambah kuat saja anak ku" kata orang itu yang tak lain adalah raja Bargola ayahnya, yang sudah memperhatikan latihan Dewi Kara sejak tadi.


"Ku harap juga begitu Romo "jawab Dewi Kara merasa senang di puji ayahnya.


Dewi Kara adalah anak pertama raja Bargola sedangkan anak yang kedua adalah Dewi Sekar.Perbedaan mereka adalah Dewi Kara lahir dari seorang permaisuri sedangkan Dewi Sekar lahir dari seorang selir.


Raja Bargola sangat menyayangi Dewi Kara sehingga apapun kemauannya raja Bargola selalu menurutinya,berbeda dengan pada Dewi Sekar yang kurang mendapat perhatian dari raja Bargola.


Sifat mereka pun sangat berbeda kalau Dewi Kara cenderung kasar ,pemarah,gila hormat dan sombong,sedangkan Dewi sekar, lembut,murah senyum dan baik hati.


Walaupun di antara mereka banyak perbedaan tapi ada satu persamaan yang tidak bisa mereka tinggalkan yaitu sama-sama suka ilmu kanuragan.


"Ada apa romo kesini"tanya Dewi Kara,


Bargola.


"Tentang apa romo"tanya Dewi Kara.


"Tadi ada utusan dari kerajaan sahabat kita Kumaya,Raja sura ingin melamar mu untuk anaknya dan romo belum memberikan jawaban atas lamaran mereka itu,bagaimana menurut pendapat mu apa kau bersedia"ucap Raja Bargola.


"Kalau menurut romo bagaimana"ucap Dewi Kara balik bertanya pada ayahnya.


"Kalau menurut romo pangeran Lintang itu selain tampan juga mahir dalam olah Kanuragan dan juga sakti"jawab raja Bargola,


"Romo boleh menerima lamaran itu,tapi aku minta satu syarat pada romo"jawab Dewi Kara.

__ADS_1


"Apa syarat yang kau ajukan itu anak ku"tanya raja Bargola.


"Cukup mudah,aku ingin menjajal kemampuan pangeran Lintang itu dengan di saksikan oleh seluruh rakyat kita ,biar mereka semua tahu bahwa calon suamiku itu sangat sakti dan juga disegani"jawab Dewi Kara,


Raja Bargola lalu berfikir sejenak merenungkan syarat yang diajukan oleh anaknya itu.


"Tak masalah jika itu yang kamu inginkan, baiklah akan aku penuhi"jawab raja Bargola kemudian.


Setelah mendengar jawaban dari Dewi Kara itu ,maka pada keesokan harinya raja Bargola memberikan surat balasan kepada kerajaan Kumaya.


Sementara itu di kerajaan Kumaya raja Sura sedang berbincang bincang dengan putranya yaitu pangeran Lintang.


Mereka berdua sedang membahas tentang surat balasan dari raja Bargola yang datang kemarin kemarin siang itu.


"Anak ku bagaimana,apakah kau siap dengan syarat yang di ajukan oleh Dewi Kara pada mu"tanya raja Sura,


"saya siap romo dan saya takkan kalah darinya"jawab pangeran Lintang dengan tegas.


"Bagus satu bulan lagi kita akan berangkat ke sana untuk memenuhi tantangan tantangan dari Dewi Kara"kata raja Sura.


"Baiklah romo",jawab pangeran Lintang.


Setelah menerima surat tantangan dari Dewi Kara pangeran lintang segera menyibukkan dirinya untuk berlatih, karena ia tidak mau mempermalukan dirinya dan juga rakyat Kumaya.


Di lain tempat Rangga terus memacu kudanya dengan kencang ,tak terasa sudah dua bulan Rangga mengembara,hingga perjalanan nya kini memasuki wilayah kerajaan Argara.


Rangga memperlambat jalan kudanya setelah memasuki sebuah pasar yang cukup ramai.

__ADS_1


Lalu ia pun turun dari kudanya dan berjalan kaki menuju ke sebuah kedai karena perutnya sudah mulai keroncongan minta di isi.


__ADS_2