Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
siasat raja Gandara bagian 2


__ADS_3

Ratu Sarjani merasa senang mendengar rencana raja Gandara yang ternyata tanpa sepengetahuan nya telah menyusun rencana untuk menyingkirkan Rangga selama lamanya.


Sementara itu Rangga terus melesat menuju ke Markuraka dengan ilmu ringan tubuhnya,namun di tengah jalan ia berharus berhenti setelah mendapatkan sebuah serangan dari arah belakangnya.


Wuuusss.. . wuuusss..... wuuusss.... merasakan adanya bahaya yang mengarah pada dirinya Rangga segera memutar tubuhnya dan melepaskan sebuah pukulan untuk menghalau wuusss.... wuuusss... duuuaaarrr....


Huup..... Rangga pun mendarat dan mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari tahu siapa orang yang telah membokong nya itu .


"Rupanya ada yang dari tadi mengikuti ku "ucap Rangga dengan sikap waspada.


"Gusti prabu sepertinya ada kekuatan besar sedang menuju kemari "ucap pulang Geni.


"Hmmm...kau benar pulang Geni sepertinya ada seseorang yang ingin menghadang perjalanan ku "ucap Rangga.


"Awas Gusti prabu "teriak Andana ketika melihat sebuah serangan meluncur ke arahnya.


"Kurang ajar...!! teriak Rangga langsung melayang ke udara sembari menghalau serangan itu wuuusss... duuuaaarrr....


"Haaa....haaa....haaa.... ternyata kemampuan raja Martapura tidak omong kosong"ucap orang yang tiba-tiba muncul di depan nya itu.


Rangga memperhatikan orang yang baru datang di depan nya ,yang berpenampilan serba hitam dengan rambut di kucir kuda serta pedang besar yang juga warna hitam di punggungnya.


"Siapa tuan ini kenapa tiba-tiba menyerang saya"tanya Rangga.


"Haaa..haaa .. .haaa... tujuan ku cuma satu ingin mencabut nyawa mu raja Martapura "ucap orang itu sambil tertawa terbahak bahak.


"Membunuh ku,tapi aku tidak punya urusan dengan tuan dan aku juga tidak punya waktu saat ini untuk bermain-main dengan tuan "ucap Rangga.


"Bagi si pemburu bayangan punya urusan atau tidak bukan soal karena aku mendapat perintah untuk menghabisi mu saat ini"ucap orang itu yang mengaku bernama si pemburu bayangan.


"si pemburu bayangan ,atas perintah siapa kau ingin membunuh ku"tanya Rangga .


"Kau tidak perlu tahu siapa yang memerintah kan aku karena itu tidak penting bagi ku"ucap si pemburu bayangan dan langsung bergerak cepat menyerang Rangga wuuusss....


"Sialan..."ucap Rangga segera bergerak menghindarinya.


Hiaaaat... . si pemburu bayangan menyerang dengan mengayunkan pedangnya ke arah Rangga yang berada di depannya.


Tapi Rangga bergerak kesamping memiringkan badannya untuk menghindarinya ,


namun Si pemburu bayangan tidak membiarkan Rangga bebas begitu saja ia mempercepat permainan pedang nya hingga membuat Rangga melompat untuk menjauhinya.


"Mau lari kemana kau hiiiaat wuusss..si pemburu bayangan melepaskan pukulannya ke arah Rangga yang berada di depannya dengan jarak lima tombak.


Tidak mau hanya terus menghindar Rangga juga melepaskan pukulan untuk menghalaunya dan pukulan mereka pun berbenturan wuusss..... duuuaaarrr.....


Rangga mundur dua langkah akibat benturan tenaga tadi, karena dia tidak menggunakan tenaga penuh waktu menangkis pukulan itu,namun itu di salah arti kan oleh pemburu bayangan yang menganggap Rangga tidak terlalu kuat .


"Apa hanya itu kemampuan mu "ucap si pemburu bayangan mendadak sudah berada di atas kepala Rangga dengan pedang siap menebas kepalanya.


"Apa ..!!!!"ucap Rangga tersentak.


"Mampus lah kau hiiiaat"teriak si pemburu bayangan melancarkan sabetan pedang nya.


"Andana dan Andini", teriak Rangga.


Traaang.... terdengar bunyi pedang bertemu si pemburu bayangan terkejut karena pedang seperti menabrak dinding besi yang tebal.


Hiiiaat... sebuah tendangan pun melayang di dada si pemburu bayangan bruug...si pemburu bayangan pun terpental ,namun ia masih bisa mengendalikan diri nya hingga tidak sampai jatuh.


Rupanya setelah menangkis serangan si pemburu bayangan Rangga bergerak cepat mengirimkan tendangan ke padanya


"Hmmm .... pantas tangan ku sampai bergetar dan kesemutan ternyata dia memiliki pedang kembar dua mustika"ucap si pemburu bayangan sambil tersenyum menyeringai dan berfikir untuk merebut pedang itu dari tangannya.


"Senjata mu ternyata boleh juga Rangga"ucap si pemburu bayangan dengan tatapan tajam.


"Apa kau takut"ucap Rangga.


"Takut kamu bilang justru aku merasa tambah bersemangat untuk menghabisi mu"ucap si pemburu bayangan.


"Lakukan kalau kau bisa jangan cuma omong kosong belaka"ucap Rangga.


"Kurang ajar kau hiiiaat..."teriak si pemburu bayangan kembali bergerak menyerang.


Traaang.... traaang... Rangga menangkis serangan pedang pemburu bayangan dalam benturan ini kembali tangan pemburu bayangan bergetar oleh pedang Rangga itu tapi tidak dihiraukannya dan terus menyerang Rangga dengan gencarnya.


Duuuaaarrr... duuuaaarrr.. duuuaaarrr... ledakan terdengar akibat tenaga dalam yang keluarkan melalui pedang mereka berdua.

__ADS_1


Rangga dan si pemburu bayangan pun sama sama terjajar akibat benturan pedang tadi, namun kali ini si pemburu bayangan di buat mundur sekitar lima tombak dari hadapan Rangga.


"Kekuatan nya luar biasa "ucap Rangga setelah benturan tadi.


"Huuh.... tenaga dalamnya semakin lama semakin kuat saja dan ternyata pedang itu benar benar ampuh "ucap si pemburu bayangan.


"Rangga aku bertambah penasaran dengan mu"gumam si pemburu bayangan.


"Secepatnya aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini"ucap Rangga gelisah karena harus berburu dengan waktu.


Melihat wajah Rangga yang tampak gelisah itu si pemburu bayangan tahu apa yang sedang di pikiran oleh lawannya itu .


"Jangan harap aku akan membiarkan kau pergi dari sini begitu saja Rangga"ucap si pemburu bayangan.


Si pemburu bayangan berlari ke arah Rangga lalu melompat ke atas dengan menyiapkan pukulan nya rupanya si pemburu bayangan ingin menyerang Rangga dari udara.


Rangga mendongakkan kepalanya ke atas menatap si pemburu bayangan yang tengah bersiap menyerang dengan pukulan tenaga dalamnya.


"Matilah kau kali ini hiiiaat.... wuuusss.... wuusss duuuaaarrr...si pemburu bayangan dengan gencar menyerang Rangga dengan pukulannya asap pun memenuhi tempat itu.


Tidak mau menunggu lama ia segera bergerak masuk ke kepulan asap itu namun betapa terkejutnya dia setelah tidak mendapatkan Rangga di tempat itu.


"Kurang ajar lari kemana dia "ucap si pemburu bayangan dalam hati dengan waspada.


"Kau mencari ku pemburu bayangan"ucap Rangga segera melepaskan pukulan badai menerjang ombak yang telah di siapkan nya.


"Terima ini"ucap Rangga langsung melepaskan pukulannya wuusss...... duuuaaarrr..... duuuaaarrr.....si pemburu bayangan pun terpental karena tidak sempat untuk menghindarinya.


"sialan... pergerakan sangat cepat "maki si pemburu bayangan.


Rangga mengalirkan tenaga dalam ke pada dua pedang nya dan langsung melesat cepat menuju ke arahnya.


"Andana dan Andini beri pelajaran padanya "ucap Rangga segera melempar kan pedang nya sembari menyiapkan pukulan nya.


"Apa...dia melepaskan pedangnya"ucap si pemburu bayangan dengan menatap dua pedang itu.


Si pemburu bayangan meningkatkan tenaga dalamnya hingga menyebabkan udara di sekitar nya menjadi bergetar.


Ia kemudian melesat menyambut kedatangan dua pedang yang meluncur ke arahnya hiiiaat.... traaang-traaang.... terdengar bunyi pedang berbenturan ,namun si pemburu bayangan di buat terkejut setelah tahu bahwa pedang itu dapat bergerak sendiri seperti di mainkan oleh pemiliknya.


"Apa apaan ini....!!! " ucap si pemburu dengan terkejut karena seharusnya dua pedang itu jatuh setelah berbenturan dengan pedang nya, namun ternyata di luar dugaan nya.


"Pedang macam apa sebenarnya itu"ucap si pemburu bayangan sambil terus mengindari nya.


Hiiiaat.....duuug ..si pemburu bayangan jatuh terjerembab setelah Rangga yang tiba-tiba muncul di sampingnya langsung memukul nya .


Aaakh.... terdengar teriak kan dari mulut si pemburu bayangan.


"Pemburu bayangan hentikan pertarungan ini jangan paksa aku untuk membunuh mu"ucap Rangga.


Si pemburu bayangan kemudian berdiri dan membersihkan debu-debu yang menempel pada bajunya lalu menatap Rangga dengan tajam yang berdiri di depan nya dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Hmmm ... ternyata tidak bisa di buat main main orang ini"ucap si pemburu bayangan.


Tiba-tiba tanah tempat berpijak si pemburu bayangan bergetar hebat disertai kerikil dan ranting pohon berterbangan yang berada di dekatnya.


Rupanya si pemburu bayangan mengeluarkan tenaga dalamnya secara besar-besaran.


Hiiiaat...si pemburu bayangan terus meningkatkan tenaga dalamnya sampai tingkat terakhirnya hingga menimbulkan hembusan angin yang kencang.


"Rupanya dari tadi dia belum mengerahkan seluruh kekuatan nya"ucap Rangga sembari mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh nya.


Hiiiaat.... wuuusss...si pemburu bayangan dengan kecepatan tinggi menyerang braaa....aaak.... Rangga telat menghindari nya hingga membuat dirinya terpental ,


namun tidak membuat nya terjatuh karena mendapat bantuan pedang nya.


"Sialan gerakan nya cepat sekali"gumam Rangga.


"Tapi....dimana dia"ucap Rangga ketika tidak melihat si pemburu yang tadi berada bayangan di depannya.


"Mampus lah kau hiiiaat...si pemburu bayangan tiba tiba muncul di belakangnya dengan pedang terhunus bersiap membelah tubuhnya.


Tapi dengan cepat Rangga menggunakan pedang nya untuk menangkis serangan yang tiba-tiba itu, hiiiaat ....traaang-traaang pedang mereka kembali beradu hingga membuat kedua orang itu kembali bergetar.


"Terima ini si pemburu bayangan melepaskan sebuah pukulan dengan tangan kirinya wuuusss.... duuuaaarrr..... Rangga pun terpental lalu jatuh tidak biasa mengendalikan diri nya.


"Huuuuuu.hhh gerakan cepat sekali sampai aku tidak bisa membacanya"ucap Rangga sembari berdiri.

__ADS_1


Namun belum Rangga membenahi dirinya tiba-tiba sebuah serangan susulan mendadak datang.


"Sialan... "teriak Rangga melihat dua buah sinar menuju ke arahnya.


"Jurus dewa pedang membelah bulan... Rangga Rangga melempar kan pedang wuusss... duuuaaarrr... duuuaaarrr... pukulan si pemburu bayangan akhirnya dapat di halau nya.


"Akh......!!! terdengar teriakan dari pemburu bayangan, ternyata serangan balik Rangga lebih kuat sehingga sisa dari tenaga dalamnya itu berhasil mengenai tubuh nya sehingga membuat si pemburu bayangan terpental cukup keras.


Rangga yang melihat pemburu bayangan jatuh segera mengirimkan pukulan badai menerjang ombaknya untuk mengakhiri pertarungan itu.


Wuuusss... .. duuuaaarrr......!!!!... asap pun mengepul setelah ledakan itu.


"Ku harap dengan begitu selesai lah pertarungan ini"ucap Rangga sambil menatap kepulan asap di depan nya.


Sementara itu perjalanan Jaka Alap Alap ke gunung ceremai tidak mendapatkan halangan apa pun sehingga dalam waktu singkat sudah sampai di tempat itu dengan menggunakan ajian saipi angin nya.


"Akhirnya aku sampai juga di kaki gunung ceremai "ucap Jaka Alap Alap sembari mengendarakan pandang nya di tempat itu.


"Sepertinya hanya aku saja yang datang ketempat ini"ucap Jaka Alap Alap.


lalu ia pun melanjutkan perjalanan nya dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang terpampang di depannya untuk mencapai ke puncak.


Setelah berjalan beberapa saat lamanya bau belerang pun tercium menyengat hidung nya menandakan sudah dekat dengan puncak gunung itu..


Jaka Alap Alap pun mempercepat langkahnya hingga tidak lama kemudian ia pun sudah sampai di atas puncak.


Di atas puncak itu Jaka Alap Alap mendapati sebuah rumah bambu dengan ukuran yang tidak terlalu besar yang beratapkan alang alang menghadap ke arah diri nya.


"Sepertinya rumah itulah tujuan ku"ucap Jaka Alap Alap bersiap melanjutkan langkahnya , namun ia mengurungkan niatnya ketika melihat seorang gadis keluar dari rumah itu.


"Siapa kira-kira gadis itu, mmmm .... sebaiknya aku mendekati rumah itu secara diam diam"tanya Jaka Alap Alap pada diri nya sendiri.


Lalu ia berkelebat cepat dengan ajian saipi angin nya menuju rumah itu.


"Rang Rang"panggil seseorang dari dalam.


"Iya guru..."jawab Rang Rang sembari masuk kedalam memenuhi panggilan gurunya.


"Ada apa guru"tanya Rang Rang setelah di depan gurunya yaitu Ki Rangin.


"Bersiap lah sepertinya kita kedatangan seorang tamu yang tidak diundang"jawab Ki Rangin.


"Tamu aku tidak melihat siapa siapa guru"ucap Rang Rang.


"iya masih di luar sepertinya ia malu malu untuk masuk"ucap Ki Rangin sambil menuangkan air kedalam gelas nya.


"Sebaiknya saya periksa guru siapa tahu tamu itu berniat tidak baik sama kita "ucap Rang Rang.


"Tunggu .. Rang Rang kita tidak perlu repot-repot untuk mengundang nya masuk karena dia pasti punya kepentingan dengan kita "ucap ki Rangin.


Jaka Alap Alap yang keberadaan nya tidak jauh dari rumah mereka itu dapat mendengar jelas percakapan mereka berdua dan ia pun memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyian nya.


"Ternyata sia sia saja aku bersembunyi dari orang seperti kakek"ucap Jaka Alap Alap .


Mendengar suara orang dari luar Rang Rang segera keluar dari rumah nya untuk mengetahui siapa orang itu.


Setelah sampai di depan rumah dirinya mendapati seorang pemuda cukup tampan dengan rambut panjang terurai.


"Siapa kah tuan ini dan apa maksud tuan mengunjungi tempat kami"ucap Rang Rang.


"Nama ku Jaka Alap Alap tujuan ku ke sini karena punya keperluan dengan pemilik rumah ini"ucap Jaka Alap Alap.


"Aku dan guru lah pemilik rumah ini ,jadi apa keperluan tuan"tanya Rang Rang.


"Saya kira tidak perlu mengatakan apa keperluan saya ketempat ini karena guru nona dan nona sendiri pasti sudah tahu apa tujuan saya"ucap Jaka Alap Alap.


"Rang Rang suruh dia masuk "ucap Ki Rangin dari dalam rumah.


"Baik guru, guru memerintah tuan masuk silahkan"ucap Rang Rang kemudian membalikkan badannya masuk kedalam.


Jaka Alap Alap pun segera mengikuti Rang Rang masuk ke dalam rumah pondok bambu itu.


"Maaf jika tempat kami ini kurang berkenan di hati tuan"ucap Ki Rangin .


"Saya kira semua tempat sama Ki "ucap Jaka Alap Alap.


"Rang Rang cepat ambil kan minum untuk tamu kita ini"ucap Ki Rangin.

__ADS_1


"Baik guru "ucap Rang Rang lalu masuk ke dapur melaksanakan perintah gurunya.


__ADS_2