
"Tapi kali ini resiko nya sangat besar Kiwari karena nyawa mu bisa terancam"ucap Patih Kencana Loka menjelaskan,
"Gusti tenang saja jangan memikirkan keselamatan hamba lagian apalah arti hidup ini jika tidak bisa untuk membantu orang lain Gusti Patih"jawab Kiwari dengan tenang.
"Kau memang benar benar orang baik Kiwari,aku bangga bisa bertemu dengan orang seperti mu"ucap Patih Kencana Loka,
"Janganlah Gusti berkata seperti itu saya kira itu hal yang biasa Gusti Patih,"jawab Kiwari,
"berhubung hari sudah larut malam sebaiknya kau istirahat Kiwari, karena dari tadi siang aku melihat kau sibuk mengobati banyak orang ,kau tentu merasa lelah dan mengenai bantuan apa yang aku minta itu ,sebaiknya kita bahas besok "kata Patih Kencana Loka,
"Gusti Patih benar rasanya pegal semua badan ku "ucap Kiwari lalu merebahkan badannya di atas dipan yang tidak jauh dari Patih Kencana Loka dan tidak lama kemudian ia pun tertidur pulas.
Sementara Kiwari sudah terbang ke alam mimpi sedang kan Patih Kencana Loka masih belum bisa memejamkan matanya banyak hal yang ia pikirkan.
"Seandainya badan ku bisa di gerakkan mungkin aku sudah kembali ke Prada Jaya,aku benar benar tidak menyangka kalau Ki Jamprang ada di balik semua ini"ucap Patih Kencana Loka merasa geram dengan Ki Jamprang.
Di malam itu Patih Kencana Loka benar benar diliputi keresahan memikirkan nasib raja Anggara Dewa,ia merasa bagaikan orang yang tidak berguna setelah tubuhnya mengalami kelumpuhan ,ia terkadang berpikir mati lebih baik daripada harus menjadi seorang pecundang.Ia hanya dapat berharap semoga ada dewa penolong yang menyelamatkan rajanya.
...----------------...
Teringat laporan dari Senopati Gautama beberapa hari lalu membuat raja Anggara Dewa tampak gelisah,ia tidak menyangka bahwa perguruan Gagak Hitam yang dulu sudah di hancurkan itu kini muncul lagi dengan membuat keonaran di desa Karang Sari.
Kegelisahan raja Anggara Dewa bukan tanpa alasan kalau teringat sepak terjang mereka beberapa tahun yang lalu.
Di mana waktu itu mereka pernah membuat istana Prada Jaya benar benar kacau balau, untungnya ada seorang pendekar yang membantunya sehingga mereka dapat di atasi dan di hancurkan.
Namun raja Anggara Dewa kecewa dengan pendekar itu karena belum sempat mengucap terima kasih ia sudah pergi.
"Apakah mungkin gerombolan gagak Hitam yang membuat kerusuhan di sini beberapa tahun yang lalu"ucap raja Anggara Dewa, sambil berfikir.
"jika benar mereka , tentunya mereka tidak akan tanggung tanggung dalam berbuat, apakah ada orang lain selain mereka"gumam raja Anggara Dewa.
Disaat raja Anggara Dewa sedang sibuk memikirkan hal itu tiba-tiba datanglah Senopati Gautama.
"Hamba menghadap Gusti"ucap Gautama mendadak datang menghadap.
"Ada apa Gautama "tanya raja Anggara Dewa,
" hamba berhasil menemukan ini Gusti prabu"ucap Gautama sambil menyerahkan sebuah benda berbentuk kalung paruh gagak,
"Ini benar-benar gawat Gautama ,apakah kau menemukan ini di desa Karang Sari"tanya raja Anggara Dewa ,
"benar Gusti prabu"jawab Senopati Gautama ,
''Tidak salah lagi ini adalah lambang mereka Gautama"ucap raja Anggara Dewa tampak khawatir,
"Saya juga berfikir demikian Gusti ,lalu apa tindakan kita selanjutnya Gusti"tanya Senopati Gautama,
"Kita tidak boleh gegabah Gautama, karena musuh kita kali ini bukan musuh sembarangan"ucap raja Anggara Dewa,
"Apakah kau sudah menempatkan prajurit di desa Karang Sari Gautama"tanya raja Anggara Dewa,
"benar Gusti hamba sudah menempatkan sekitar tiga puluh orang prajurit di sana untuk berjaga-jaga"jawab Senopati Gautama,
raja Anggara Dewa mengangguk angguk mendengar jawaban Senopati Gautama itu,
"Gautama saya saran kau untuk berpatroli dan tangkap orang yang kelihatan mencurigakan"perintah raja Anggara Dewa,
"hamba tadi juga sempat berfikir seperti itu Gusti"ucap Senopati Gautama.
"maaf Gusti prabu ada yang hamba tanyakan mengenai Gusti Patih kenapa akhir-akhir ini beliau tidak kelihatan"tanya Senopati Gautama,
mendengar pertanyaan Senopati Gautama tersebut raja Anggara Dewa terdiam cukup lama seolah nampak sedang berfikir.
"Sebaiknya untuk saat jangan kau tanyakan tentang dia Gautama ,aku juga tidak tahu di sedang apa"jawab raja Anggara Dewa,
"maafkan hamba Gusti ,kalau begitu hamba mohon diri"ucap Senopati Gautama.
"Baik silahkan Gautama"ucap raja Anggara Dewa,
Dengan segudang pertanyaan di kepalanya Senopati Gautama pun berlalu , menurut nya sangat aneh kenapa Patih Kencana Loka tidak di tempat padahal keadaan sedang gawat, Senopati Gautama di buat pusing oleh keadaan saat ini.
...----------------...
Di pagi itu seperti biasa secara rutin Kiwari memeriksa keadaan Patih Kencana Loka, untuk memastikan kesehatan nya dan berkat ketelatenannya semakin hari keadaan nya semakin membaik.
"Saya rasa Gusti Patih sudah hampir sembuh dari luka dalam Gusti karena bekas hitam di tubuh Gusti sudah mulai hilang"kata Kiwari,
"Ini berkat jasa mu Kiwari ,saya ucapkan terima kasih"ucap Patih Kencana Loka tampak senang,
"Sebaiknya Gusti sarapan dulu saya sudah buatkan bubur untuk Gusti"ucap Kiwari sambil mengambil piring yang sudah berisi bubur.
"baik Kiwari "jawab Patih Kencana Loka,
Karena Patih Kencana Loka tidak bisa makan sendiri Kiwari pun menyuapi nya ,hal itu ia lakukan setiap hari pagi, siang dan malam tanpa mengenal lelah.
Merasakan perlakuan Kiwari itu hati Patih Kencana Loka benar benar terharu ia akan menjadi orang yang paling berdosa kalau tidak bisa membalas semua kebaikan nya.
Diam diam Patih Kencana Loka membatalkan niatnya untuk minta bantuan Kiwari ,ia benar-benar tidak sampai hati jika harus membuat Kiwari dalam bahaya.
"Sebaiknya Gusti Patih perbanyak istirahat dan jangan terlalu banyak pikiran karena itu bisa mempengaruhi kesehatan gusti"ucap Kiwari,
"Kau benar Kiwari ,semua pesan dan nasehat mu akan ku lakukan"ucap Patih Kencana Loka ,
"Oh..ya Gusti berhubung ada salah satu ramuan obat saya sudah habis saya mau pergi ke hutan mencari nya
,jadi baik baiklah Gusti di rumah"ucap Kiwari memberi tahu.
"tentu Kiwari berhati-hati lah di jalan "ucap Patih Kencana Loka,
Namun belum sempat Kiwari pergi dari dalam ia mendengar ringkikan kuda di depan pondoknya,
"Ada yang datang Gusti "kata Kiwari,
"siapa Kiwari"tanya Patih Kencana Loka,
__ADS_1
"sebentar saya lihat dulu Gusti"ucap Kiwari,ia pun segera melangkah menuju ke depan dan membuka pintu , alangkah senangnya Kiwari setelah tahu siapa yang datang itu . Ternyata dia adalah orang yang selama ini di nantikan yaitu Rangga.
"Selamat datang Rangga "ucap Kiwari, dengan tersenyum ramah,
"maaf Kiwari kalau kedatangan ku ke sini agak lama"ucap Rangga,
"tidak apa apa Rangga aku cukup senang kau telah sampai di sini "ucap Kiwari
"oh kenapa sampai lupa ayo cepat masuk kedalam "ucap Kiwari segera masuk kedalam bersama Rangga.
Melihat Kiwari datang bersama seorang pemuda Patih Kencana Loka pun langsung bisa menebak bahwa pemuda itu pasti yang menolongnya.
"Gusti Patih ini adalah orang yang pernah saya ceritakan beberapa waktu lalu, pemuda inilah yang telah menyelamatkan nyawa Gusti"ucap Kiwari,
"Gusti Patih,ooh... jadi dia seorang pejabat istana"gumam Rangga,
"Rangga ini adalah Gusti Patih dari kerajaan Prada Jaya"terang Kiwari,
"Hormat saya Gusti Patih"ucap Rangga,Patih Kencana tersenyum dan mengangguk kan kepala menanggapi hormat dari Rangga itu.
"Bagaimana keadaan Gusti Patih "lanjut Rangga,
"Seperti yang kau lihat Rangga aku baik baik saja dan saya ucapkan terima kasih pada mu telah menolong saya dan membawa saya kemari,"ucap Patih Kencana Loka,
"Sama sama Gusti Patih"jawab Rangga,
"Rangga kau bisa lihat sendiri keadaan Gusti Patih dia benar benar lumpuh total setelah terkena pukulan peremuk tulang itu"ucap Kiwari,
"Apakah memang tidak bisa di obati kelumpuhan Gusti Patih itu Kiwari"tanya Rangga
"Aku pernah mencobanya memberikan ramuan penguat tulang padanya tapi hasilnya tetap sama tidak ada perubahan"jawab Kiwari,
"benar benar kasihan"ucap Rangga, sambil menatap patih kencana Loka yang berbaring itu.
"Kiwari tolong cepat ambilkan saya gelas"ucap Rangga tiba-tiba,
"Apakah kau merasa haus Rangga"Kiwari,
"tidak Kiwari "jawab Rangga,
Kiwari segera menuruti perintah Rangga itu meskipun di hati diliputi tanda tanya,
"ini gelasnya Rangga", ucap Kiwari sambil menyerahkan gelas itu,
Setelah menerima gelas yang terbuat dari bambu tersebut Rangga segera mengambil sesuatu dari pinggang nya sebuah wadah air yang terbuat dari kulit(Qirbah) dan menuangkan air itu kedalam gelas.
"Kiwari cepat berikan air ini kepada Gusti Patih "ucap Rangga,
"ini air apa Rangga"tanya Kiwari penasaran,
"nanti aku jelaskan tentang air ini sebaiknya cepat kau berikan air ini pada Gusti Patih"perintah Rangga,
"Gusti Patih minumlah air ini"ucap Kiwari,
tanpa banyak tanya Patih Kencana Loka pun segera membuka mulutnya meminum air itu,
Patih Kencana Loka merasakan hal yang aneh pada tubuhnya seperti ada sesuatu yang berjalan di bagian bagian tubuhnya mulai dari kaki, tangan hingga badannya,
Kiwari sangat terkejut melihat Patih Kencana Loka dapat menggerakkan tangan dan kakinya,ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya itu.
"Sungguh luar biasa keajaiban macam apa ini"ucap Kiwari dengan tercengang,
"Sekarang coba Gusti Patih berdiri"ucap Rangga,
Patih Kencana segera mencoba berdiri menuruti apa kata Rangga dan hasilnya pun sangat mengejutkan ternyata ia dapat berdiri tegak seperti sedia kala ia juga merasakan tubuhnya terasa enteng dan tenaga dalamnya pun seperti meningkat.
"Aku sembuh ,aku sembuh Kiwari"ucap Patih Kencana Loka langsung memeluk Kiwari karena saking gembiranya,
"Syukur lah Gusti hamba ikut merasa senang"ucap Kiwari,
"Saya benar-benar berhutang budi pada Kiwari dan juga kau Rangga "ucap Kiwari sambil menepuk-nepuk punggung Rangga,
Rangga hanya tersenyum mendengar perkataan Patih Kencana Loka itu.
"Rangga air apakah yang kau berikan pada Gusti Patih kenapa begitu ajaib"tanya Kiwari,
"baiklah akan ku beri tahu tentang air itu, pada Kiwari dan Gusti Patih"ucap Rangga,
"apakah Kiwari dan juga Gusti Patih pernah mendengar tentang air terjun bidadari"tanya Rangga,
Patih Kencana Loka dan Kiwari pun saling pandang mendengar pertanyaan dari Rangga itu,
"ya benar kami pernah mendengar tentang air terjun bidadari itu"jawab mereka berdua,
"air terjun bidadari itulah yang di minum oleh Gusti Patih Kencana Loka tadi"jawab Rangga,
"apa..!!! Patih Kencana Loka dan Kiwari pun terkejut mendengar itu,
"pantas saja begitu ajaib, ternyata air itu benar benar istimewa benar apa kata orang ternyata air itu bisa menyembuhkan segala penyakit"ucap Kiwari,
"Bukan kah tempat itu hanya mitos Kiwari"tanya Patih Kencana Loka,
"saya dulu juga sempat berfikir seperti itu Gusti, tapi setelah hamba melihat Gusti Patih sembuh setelah minum air itu ,hamba benar-benar yakin kalau air terjun bidadari itu ada"jawab Kiwari,
"Kau benar benar beruntung Rangga dapat menemukan tempat itu karena tidak sembarang orang bisa menemukan nya"lanjut Kiwari.
"Apakah Kiwari juga mau meminum air ini"tanya Rangga,
"Saya rasa tidak perlu Rangga, sebaiknya kau simpan saja air itu untuk mu,siapa tahu suatu saat nanti kau membutuhkannya"ucap Kiwari.
"benar apa yang dikatakan Kiwari itu Rangga simpanlah air itu baik baik"timpal Patih Kencana Loka,
"baiklah jika itu kalian berdua berkata seperti itu"jawab Rangga,
"oh ya Gusti Patih aku mau bertanya siapakah orang yang telah menyerang Gusti menggunakan pukulan peremuk tulang itu"tanpa Rangga,
__ADS_1
"Ceritanya cukup panjang Rangga kalau aku ceritakan semua,tapi baiklah saya akan ceritakan intinya saja"ucap Patih Kencana Loka dan mulai bercerita,
"Saya mendapat tugas dari raja Anggara Dewa untuk mencari Gusti Saraswati ke desa Randu Sari ,tapi setelah aku tahu dari Kiwari bahwa Gusti Saraswati sudah pergi dari situ saya berniat untuk kembali ke Prada Jaya"ucap Patih Kencana Loka,
Rangga terkejut mendengar penjelasan Patih Kencana Loka itu ,
"tunggu dulu Gusti Patih"ucap Rangga memotong cerita Patih Kencana Loka,
"tadi Gusti Patih menyebut nama Saraswati dari desa Randu Sari ,apakah Saraswati putri nya begawan Pakuan itu yang Gusti Patih maksud"tanya Rangga,
"benar dia putri dari begawan Pakuan dari desa Randu Sari, kenapa kamu bisa tahu kalau Gusti Saraswati itu putrinya begawan Pakuan Rangga"tanya Patih Kencana Loka dengan heran,
"Kenapa raja Anggara Dewa baru mencarinya sekarang"ucap Rangga balik bertanya,
"kenapa kau bertanya seperti itu Rangga"tanya Patih Kencana dengan heran,
"jawab pertanyaan ku Gusti Patih"ucap Rangga ,
"kamu salah jika mengatakan begitu Rangga,raja Anggara Dewa sudah beberapa kali mencarinya namun tak juga berhasil menemukannya"ucap Patih Kencana Loka,
"kenapa kamu bisa tahu tentang Gusti permaisuri"ucap Patih Kencana penasaran.
"Dengar baik baik Gusti Patih aku adalah putra dari Saraswati yang kau cari itu"jawab dengan membuang mukanya dari hadapan Patih Kencana Loka,
Seperti di sambar petir di siang hari Patih Kencana Loka mendengar jawaban Rangga itu, ia pun tanpa sadar langsung berlutut,
"Pangeran "ucap Patih Kencana Loka,
"Kau tak perlu berlutut seperti itu pada ku Gusti Patih ,bangunlah "ucap Rangga dingin.
"tapi pangeran "ucap Patih Kencana Loka,
"Dan aku minta jangan panggil aku pangeran Gusti Patih karena aku merasa bukan anak raja Anggara Dewa"ucap Rangga dengan penuh kebencian.
"Tapi bagaimana pun kau adalah putra Gusti permaisuri dan raja Anggara Dewa,dan aku akan tetap memanggil mu pangeran"ucap Patih Kencana bersikeras,
"Jika kau tidak menuruti kata-kata mu , baiklah aku akan pergi dari sini"ucap Rangga mengancam,
"baiklah aku akan menuruti kata-kata mu tapi kau juga jangan panggil aku Gusti panggil saja kencana Loka "ucap Patih Kencana Loka juga tidak mau kalah,
"mendengar ucapan Patih Kencana Loka itu Rangga tersenyum pahit,
"Ku rasa itu lebih baik Kencana Loka tak perlu ada peraturan yang tidak penting di antara kita "ucap Rangga.
"Lalu di mana Gusti permaisuri Saraswati sekarang ini Rangga"tanya Patih Kencana,
"Untuk apa kau tanyakan itu kencana loka"jawab Rangga acuh,
"Karena Gusti prabu sangat ingin bertemu dengan nya"ucap Patih Kencana Loka,
"cukup kencana Loka jangan kau sebut sebut Gusti mu di depan ku , kau tahu ibu ku telah meninggal sejak lama"ucap Rangga dengan marah,
" maafkan aku Rangga , maafkan aku"ucap Patih Kencana,
"tidak ada sangkut pautnya dengan kamu kencana loka jadi kau tak usah merasa bersalah"ucap Rangga,
"Akan aku ceritakan kenapa Gusti prabu sampai meninggal Gusti permaisuri Saraswati di Randu Sari, mungkin setelah mendengar cerita ini kau akan mengurangi rasa benci mu padanya"ucap Patih Kencana Loka,
"Cerita kan lah kencana Loka aku juga ingin mendengar nya,tapi jika cerita mu tidak sesuai dengan hati ku saat ini ,sekarang juga akan ku hancurkan Prada Jaya dengan tangan ku sendiri"ucap Rangga dengan mengepalkan tangannya teringat perlakuan Anggara Dewa pada ibunya.
Lalu Patih Kencana Loka pun menceritakan tentang kerusuhan dan penyakit yang melanda rakyat Prada Jaya dan tentang munculnya Ki Jamprang sampai perginya permaisuri Saraswati dari kerajaan Prada Jaya. (tentang Prada Jaya di Landa penyakit bisa di baca pada episode 74-75 )
"Jadi penyebab ibu ku keluar dari istana Prada Jaya adalah karena kebohongan cerita dari Ki Jamprang"tanya Rangga dengan geram,
"benar dia lah penyebab semua ini dan dia pula yang menyebabkan kemarin saya terluka parah hampir mati"ucap Patih Kencana Loka,
"lalu apa yang kau lakukan di tempat ini Rangga"tanya Patih Kencana Loka,
"Aku ke sini untuk mengunjungi makam ibu ku dan sekalian ke desa Randu Sari"jawab Rangga,
"Jadi setelah kau membawa aku ke sini kau pergi ke Randu Sari"tanya Patih Kencana Loka,
"Benar , sejak pergi dari Randu Sari beberapa tahun lalu baru kali ini aku sempat mengunjungi desa itu karena aku teringat saat saat masih bersama ibu dan juga kakek di desa itu"jawab Rangga dengan memancarkan kesedihan.
"Lalu apa yang membuat kau dan Gusti permaisuri meninggalkan desa Randu Sari Rangga"tanya Patih Kencana Loka,
"Setelah kakek meninggal ibu ku berniat ke Prada Jaya untuk menemui suaminya tapi di jalan kami.. " Rangga pun tak kuasa meneruskan ceritanya karena teringat peristiwa waktu itu yang menimpanya.
Patih Kencana Loka pun berpikir pasti ada sesuatu buruk yang menimpa perjalanan mereka, setelah ia melihat wajah Rangga yang tampak sedih itu.
"Saya rasa kau tak perlu bertanya lagi tentang ibu ku kencana loka,"ucap Rangga.
"Baiklah Rangga aku mengerti "ucap Patih Kencana Loka,
" Aku ingin minta tolong pada mu sekali lagi Rangga"ucap Patih Kencana Loka dengan ragu ragu,
"memangnya ada apa kencana Loka"tanya Rangga.
"Bantulah aku untuk menyelamatkan raja Anggara Dewa dari kelicikan Ki Jamprang Rangga ,karena dia berencana untuk membunuhnya,"jawab Patih Kencana Loka sambil melihat reaksi dari Rangga,
"Bukan kah kau sudah sembuh kencana loka, lindungi lah raja mu karena itu tugas mu sebagai seorang Patih"jawab Rangga tampak acuh.
Patih Kencana Loka terlihat kecewa mendengar jawaban dari Rangga itu, ia bisa maklum kalau Rangga marah pada raja Anggara Dewa karena telah membuang ibunya serta mengabaikan dirinya.
"Aku tahu apa yang kau rasakan Rangga,aku tidak menyalakan mu jika kau benci dengan Gusti prabu ,tapi paling tidak tolonglah rakyat Prada Jaya dari cengkeraman Ki Jamprang Rangga"ucap Patih Kencana Loka sambil berlutut memohon.
Melihat Patih Kencana Loka berlutut memohon di depannya Rangga pun tak sampai hati melihat nya.
"Baiklah Kencana Loka aku bersedia membantu mu tapi ingat ini demi rakyat Prada Jaya bukan demi raja mu"ucap Rangga dengan tegas
"Dan satu lagi yang harus kau ingat jangan pernah mengatakan pada raja mu kalau aku ini anak dari Saraswati"ucap Rangga,
"ba..ba..baik pang..er Rangga"ucap Patih Kencana Loka tergagap karena merasa gembira Rangga mau membantunya.
Akhirnya berangkat lah Rangga bersama Patih Kencana Loka ke Prada Jaya dan tidak lupa Patih Kencana juga berpamitan dengan Kiwari orang yang telah berjasa menyelamatkan hidupnya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Patih Kencana Loka dan Rangga tidak banyak cakap seperti nya mereka sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.