
Raja Anggara Dewa benar-benar di buat berang oleh orang-orang yang membuat kerusuhan di desa wilayah kerajaan Prada Jaya dan yang membuatnya lebih marah lagi mereka bahkan sampai berani membuat kerusuhan di ibu kota kerajaan.
"Ini sudah keterlaluan "ucap raja Anggara Dewa dengan mengepalkan tangannya,
"patih kencana Loka segera kau bawa beberapa orang senopati untuk mencari mereka tangkap hidup atau mati orang-orang itu"perintah raja Anggara Dewa dengan marah,
"baik gusti prabu akan hamba segera laksanakan" ucap patih Kencana Loka,
di saat itu pula datanglah seorang prajurit dengan tergopoh-gopoh menghadap raja Anggara Dewa,
"lapor gusti prabu seluruh desa di sekitar kerajaan kita ini terserang penyakit aneh,"ucap prajurit itu,
"apa kamu bilang penyakit aneh!!"ucap raja Anggara Dewa dengan tercekat,
"benar gusti prabu banyak penduduk desa yang menderita karena penyakit itu,"lanjut prajurit itu.
"Patih Kencana Loka cepat berangkat dan selidiki apa yang sebenarnya terjadi,"perintah raja Anggara Dewa,
"baik gusti prabu,"ucap Patih Anggara Dewa dan segera pergi.
Patih Kencana Loka pun mendatangi desa-desa yang terkena penyakit itu,di sana ia menjumpai banyak warga desa yang sedang merintih dan melihat seorang wanita sedang merawat suaminya yang sedang sakit itu,ia pun segera menghampirinya.
"Sejak kapan ini terjadi "tanya patih Kencana Loka pada salah satu orang penduduk desa itu,
"kira-kira sejak tiga hari yang lalu gusti Patih"jawab penduduk desa itu,
"lalu bagaimana menurut hasil pemeriksaan tabib tentang penyakit ini,"tanya patih Kencana Loka,
"menurut tabib katanya penyakit ini aneh dan baru pertama kalinya ia mendapati penyakit seperti ini Gusti Patih"ucap penduduk itu,
"aneh bagaimana mana menurut mu nisanak,"tanya patih Kencana Loka menjadi penasaran,
"begini gusti patih , penyakit ini bila di obati akan segera sembuh ,tapi setelah itu kambuh lagi dan rasanya sangat panas seperti terbakar api,"jawab penduduk desa itu.
Patih Kencana Loka terdiam mendengar penjelasan penduduk desa itu,
"ku rasa gusti prabu harus tahu tentang hal ini secepatnya,"gumam patih Kencana Loka.
"Baiklah ni sanak, besok aku akan datang lagi kemari,untuk membawa tabib yang lebih hebat lagi untuk membantu menyembuhkan penyakit ini,"ucap patih Kencana Loka.
"Lapor gusti patih kami tidak menemukan jejak orang-orang yamg membuat kerusuhan itu,"ucap senopati Gautama,
"apakah kau sudah menyisir seluruh hutan disekitar sini Senopati"tanya patih Kencana Loka
,"benar Gusti seluruh hutan telah hamba telusuri, namun tak juga membuahkan hasil apa apa,"ucap Senopati Gautama,
"Sepertinya ada sesuatu yang di rencanakan kekacauan ini"gumam Patih Kencana Loka.
"sebaiknya kita kembali ke istana dan memberi tahukan hal ini pada Gusti prabu,"ucap Patih Kencana Loka.
Setelah melihat-lihat keadaan desa itu Patih kencana loka pun dan pasukannya pun kembali ke istana.
__ADS_1
Setelah mendengar laporan dari Patih Kencana Loka itu ,raja Anggara Dewa pun terdiam ,ia tidak habis pikir tentang kejadian yang melanda penduduk desa itu.
"Patih Kencana Loka bawalah besok beberapa tabib untuk mengobati mereka,"kata raja Anggara Dewa kemudian.
"baiklah gusti,"jawab Patih Kencana Loka.
Sementara itu di dalam kamarnya selir Sariti Ningrum tampak mengembangkan senyumnya setelah mendengar berita tentang kerusuhan-kerusuhan yang terjadi dan penyakit yang melanda penduduk desa itu.
Sesuai perintah raja Anggara Dewa patih Kencana Loka pun membawa beberapa tabib kelas atas untuk mengobati para penduduk desa yang menderita penyakit itu, namun para tabib yang mengetahui keanehan penyakit itu pun segera menemui patih Kencana Loka,
"maaf gusti patih ada yang ingin hamba bicarakan,"ucap salah satu tabib itu,
"katakan ada apa tabib,"ucap Patih Kencana Loka,
"begini Gusti saya rasa penyakit ini tidak bisa hamba sembuhkan karena penyakit ini di luar kemampuan kami Gusti"ucap tabib itu,
"Apakah kau sudah berusaha semampu mu tabib "tanya Patih Kencana Loka dengan heran.
"benar Gusti Patih hamba telah mengeluarkan seluruh kemampuan hamba namun hasilnya tetap sama"ucap tabib itu,
"ini benar-benar gawat kalau begitu"ucap patih Kencana Loka.
Ketika patih Kencana Loka dan para tabib sedang dalam kebingungan itu muncullah seorang laki-laki dengan berpakaian serba hitam dengan membawa tongkat menghampiri mereka.
"Maaf gusti Patih jika hamba mengganggu"ucap lelaki bertongkat itu,
"ada keperluan apa Ki sanak"tanya Patih Kencana Loka pada lelaki itu.
"apakah kisanak bisa mengobati penyakit para penduduk desa itu,"tanya patih Kencana Loka merasa tertarik.
"Baiklah hamba akan mencoba memeriksa penyakit mereka "ucap pria bertongkat itu,lalu menghampiri salah satu penduduk yang sedang merintih-rintih kesakitan itu, setelah selesai memeriksa orang itu kemudian pria bertongkat itu kembali menghadap patih Kencana Loka,
"bagaimana Ki sanak,"tanya patih Kencana Loka,
"maaf gusti Patih menurut hamba ini bukan penyakit biasa "ucap pria bertongkat itu ,
"benar Ki sanak para tabib juga mengatakan hal itu lalu menurut kamu ini penyakit macam apa ki sanak"tanya patih Kencana Loka,
"ini adalah suatu penyakit kutukan Gusti patih,"jawab pria bertongkat itu,
"apa penyakit kutukan!!!"Patih Kencana Loka tersentak mendengar itu,
"apa maksud mu Ki sanak , jangan mengada-ada kau,"tanya patih Kencana Loka tersulut emosi dan tidak percaya dengan perkataan orang itu.
"sekali lagi maafkan hamba Gusti patih ,itu menurut penerawangan mata batin hamba,"jawab pria bertongkat itu,
"ku rasa pria ini tampaknya tahu akan sesuatu yang sedang terjadi ini,"gumam patih Kencana Loka.
Melihat Patih Kencana Loka terdiam, pria bertongkat itu pun bermaksud pergi dari desa itu,
"kalau begitu hamba mohon pamit Gusti ,"ucap pria bertongkat itu mohon diri,
__ADS_1
namun Patih Kencana Loka segera menghentikan niat pergi pria bertongkat itu,
"tunggu kisanak kau tidak boleh pergi begitu saja , sekarang kau harus ikut aku menghadap gusti prabu,"ucap Patih Kencana Loka ,
"ampun Gusti patih , apakah hamba akan mendapat hukuman,"tanya pria itu,
"tidak ada yang akan menghukum mu ki sanak kalau perkataan mu itu benar,tapi kalau kau hanya mengada-ada maka tiang gantungan yang akan menunggu mu,"ucap Patih Kencana Loka tegas.
Akhirnya pria bertongkat itu pun terpaksa mengikuti patih Kencana Loka ke istana untuk menghadap raja Anggara Dewa .
"Siapa ki sanak ini"tanya raja Anggara Dewa kepada pria bertongkat itu,
"nama hamba Ki Jamrang Gusti prabu,"jawab pria bertongkat itu memperkenalkan dirinya,
"apa benar semua ucapan mu itu Ki Jamrang bahwa penyakit yang di derita para penduduk desa itu sebuah penyakit kutukan,"tanya raja Anggara,
"begitulah menurut penerawangan hamba gusti prabu,"jawab Ki Jamrang.
"Apakah kau bisa menghilangkan kutukan itu Ki Jamrang"tanya raja Anggara Dewa,
"itu soal mudah gusti prabu,"jawab Ki Jamrang dengan tenang, mendengar jawaban Ki Jamrang itu raja Anggara Dewa dan patih Kencana Loka pun langsung terkejut,
"apakah kau bisa membuktikan perkataan mu itu Ki Jamrang,"tanya raja Anggara Dewa,
"bisa gusti prabu,"jawab Ki Jamrang,
"baiklah ,tapi ingat jika kau gagal tiang gantungan akan menunggumu, karena kau berani berkata dusta di depan ku,"ucap raja Anggara Dewa.
"Tapi sebelum hamba bertindak , hamba ingin memberi tahu Gusti prabu tentang sumber dari penyakit itu berasal"ucap Ki Jamrang,
"jadi kamu tahu dari mana asal penyakit itu,"tanya raja Anggara Dewa merasa tertarik,
"benar Gusti prabu,"jawab Ki Jamrang,
"kalau begitu cepat katakan dari mana asal penyakit itu biar kita semua bisa langsung membasminya,"ucap raja Anggara,
"tapi sebelum nya hamba mohon ampun Gusti prabu jika nanti perkataan hamba ini membuat Gusti prabu marah,"ucap Ki Jamrang,
"membuat aku marah,"tanya raja Anggara Dewa,
"benar Gusti prabu , hamba takut Gusti prabu marah,"ucap Ki Jamrang,
"baiklah aku tidak akan marah pada mu Jamrang cepat katakan dari mana asal penyakit itu"ucap raja Anggara Dewa dengan tidak sabar,
"baiklah Gusti prabu"ucap Ki Jamprang dengan agak ragu, penyakit itu datang dari dalam istana ini gusti prabu"ucap Ki Jamrang akhirnya mengatakannya dengan menundukkan kepalanya.
Raja Anggara Dewa dan patih Kencana Loka pun langsung terkejut bagai di sambar petir mendengar penuturan Ki Jamrang itu,
"apa maksud mu Jamrang"tanya raja Anggara Dewa dengan marah,
"cepat jelaskan apa maksud dari perkataan mu itu,"desak raja Anggara Dewa.
__ADS_1