Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Rahasia Dewi Kara bag2


__ADS_3

Perjalanan para tokoh hitam yang memburu dua pedang naga pun sudah semakin dekat dengan Martapura.


Raja Batara Derja yang semula sangat berambisi untuk mendapatkan dua pedang itu pun sudah berangkat lebih awal di bandingkan dengan para tokoh hitam lainnya.


Ia sudah bertekad hari itu juga tidak mau ada kegagalan lagi untuk mendapatkan pedang naga itu.


Sementara itu Martapura di dalam kamarnya yang besar dan indah


Dyah ayu Larasati begitu uring-uringan di dalam kamarnya jika teringat dengan perkataan Aswan yang dengan licik Rangga telah merebut tahta Martapura dari ayahnya Arya Soma,ia pun berniat membunuh Dewi Sekar Arum jika ia juga mau merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi haknya.


"Seandainya waktu itu aku sudah lahir pasti akan akan hajar Rangga keparat itu yang berani dia merebut tahta Martapura dari tangan ayahku"ucap Dyah Ayu Larasati dengan begitu marah di dalam kamarnya.


"Untung orang licik itu sudah mati kalau tidak hari ini juga aku pasti membunuhnya "ucap Dyah Ayu Larasati lagi.


Tok....tok ...tok... terdengar pintu kamar Larasati di ketuk.


"Larasati, buka pintu anak ku ibu mau bicara"ucap orang yang mengetuk pintu itu yang ternyata adalah Dewi Kara.


Mendengar ibunya memanggil Larasati pun bergegas membuka pintu kamar nya.


"Ada apa ibu"tanya Larasati.


"Apa kau tidak bosan di kamar terus , keluar lah temani ibu duduk duduk di taman semenjak ayah mu pergi ibu tidak punya teman untuk bicara"ucap Dewi Kara.


Larasati tidak langsung menanggapi ucapan ibunya itu ia nampak berfikir sejenak,


"Kurasa ini lah saatnya aku menanyakan pada ibu tentang Rangga yang merebut tahta Martapura dari tangan ayah"batin Larasati.


"Kenapa kau diam saja Arum "tanya Dewi Kara.


"Baik ibu mari saya temani ibu ke taman"ucap Larasati.


Lalu kedua nya pun pergi menuju ke taman yang letaknya di samping istana itu, namun sebelum sampai di taman mereka berdua di hentikan oleh seorang prajurit yang datang menghadap nya.


"Hamba mau melapor Gusti Ratu"ucap prajurit itu.


"Katakan ada apa prajurit"tanya Dewi Kara.


"Ada tiga orang wanita ingin menghadap Gusti prabu Gusti ratu"ucap prajurit itu.


"Katakan pada mereka bahwa Gusti prabu sedang tidak ada di tempat"ucap Dewi Kara.


"Maaf Gusti prabu mereka mengaku dari Argara"ucap prajurit itu.


"Jangan jangan mereka itu Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Dewi Sekar Arum"batin Dewi Kara teringat perkataan Ki Rangin.


"Kalau begitu cepat suruh mereka masuk untuk menghadap ku"ucap Dewi Kara.


"Baik Gusti"ucap prajurit itu lalu melangkah pergi dari hadapan Dewi Kara dan Larasati.


"Mereka itu siapa ibu"tanya Larasati.


"Mereka adalah Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Dewi Sekar Arum"jawab Dewi Kara.


"Apa Dewi Sekar Arum...!!!"ucap Larasati dengan terkejut.


"Kenapa kau terkejut begitu Larasati"ucap Dewi Kara.


"Aku punya urusan dengan dia ibu "ucap Larasati dan segera pergi menuju ke depan istana meninggalkan ibunya itu.


Melihat gelagat putrinya yang tiba-tiba begitu Dewi Kara pun langsung menyusul nya ke depan.


Sementara itu di halaman depan istana Arum tampak kagum memandangi istana Martapura yang begitu indah dan megah itu maklumlah dia pertama kali kesitu semenjak di bawa kakeknya raja Bargola ke Argara waktu bayi.


"Bibi ternyata istana Martapura lebih besar dari Argara ya bi"ucap Arum.


"ya begitulah tuan putri di banding Argara istana Martapura memang jauh lebih besar"ucap Pandan Wangi.


"Kenapa bibi memanggil ku tuan putri,kan Arum sudah bilang pada bibi untuk memanggil aku Arum saja "ucap Arum.


"Bibi tahu Arum tapi ini kan di lingkungan istana jadi bibi tidak ingin martabat Arum sebagai anak dari Gusti prabu Rangga jatuh apa nanti kata orang"ucap Pandan Wangi.


"Bibi Wangi benar Arum ini di lingkungan istana jadi kami harus memanggil Arum tuan putri lagi"ucap Ariani Dewi.


"baiklah jika itu kemauan bibi berdua"ucap Arum.


"Nona bertiga di suruh menghadap Gusti Ratu kedalam mari saya antar ucap prajurit tadi itu.


"Apakah Gusti prabu Arya Soma tidak ada di dalam paman prajurit"ucap Pandan Wangi sambil berjalan mengikuti prajurit itu.


"Benar nona Gusti prabu belum juga pulang, sudah tujuh hari ini Gusti prabu Arya Soma tidak di sini "ucap prajurit itu.


"Kemanakah kita kira Gusti prabu pergi paman"tanya Pandan Wangi.


"Yang saya dengar sih katanya beliau mengunjungi gurunya "ucap prajurit itu


Melihat tiga orang wanita berjalan bersama prajurit itu Larasati langsung menghentikan mereka bertiga.


"Tunggu....!!!"seru Larasati dengan wajah penuh kemarahan.


"Siapa dia paman"tanya Pandan Wangi.


"Dia adalah tuan putri Dyah Ayu Larasati nona"jawab prajurit itu.


"Rupanya sekarang dia sudah besar "ucap Ariani Dewi.


"Ada apa tuan putri"tanya prajurit .


Larasati tidak menjawab pertanyaan prajurit itu ia memandangi mereka bertiga dan pandangan nya tertuju pada Pandan Wangi dan Arum .


"Apakah kamu yang bernama Arum"tanya Larasati kepada Pandan Wangi.


"Saya yang bernama Arum tuan putri"ucap Arum.


"Rupanya kau yang bernama Arum, apakah kedatangan mu kemari ingin merebut tahta Martapura sekarang ini dari ayah ku"ucap Larasati.


"Apa maksud dari adik Larasati bicara begitu "ucap Arum balik bertanya.


"Jangan sebut aku adik Arum ,aku tidak Sudi mempunyai seorang saudara dari anak seorang penipu yang licik seperti ayah mu itu"ucap Larasati.


Mendengar perkataan Larasati yang mengatakan Rangga penipu dan licik itu Pandan Wangi dan Ariani Dewi langsung naik darah.


"Jaga mulutmu Larasati berani beraninya kau menyebut Gusti prabu Rangga licik "ucap Ariani Dewi dengan tidak terima.


"Rupanya kalian bertiga telah bersekongkol untuk merebut tahta Martapura dari tangan ayah ku , prajurit tangkap mereka"ucap Larasati.


"Kurang ajar ini benar benar penghinaan "ucap Pandan Wangi tersulut emosi nya.


"Ariani kita pergi dari sini rupanya Martapura sudah lupa akan jasa jasa kita "ucap Pandan Wangi.


Namun jalan mereka sudah tertutup oleh prajurit yang menghadang mereka bertiga.


"Tidak akan ku biarkan kalian kabur dari tempat ini prajurit cepat tangkap mereka "perintah Larasati.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain Wangi terpaksa kita harus menghadapi para prajurit ini"ucap Ariani Dewi.


"Baiklah Ariani , Arum bersiaplah kita hajar para prajurit prajurit itu"ucap Pandan Wangi.


"Aku sudah sudah siap dari tadi bibi"ucap Arum.


"Tidak ku sangka Martapura benar benar sudah berubah semenjak Gusti prabu Rangga dan Dewi Sekar tiada"ucap Pandan Wangi.


"Kalian tunggu apalagi prajurit cepat ringkus mereka ...!!"teriak Larasati.


Para prajurit pun berduyun-duyun berdatangan dengan bersenjata lengkap dengan mengepung mereka bertiga.


Hiaaaat......para prajurit pun menyerang mereka bertiga secara serentak , Pandan Wangi dan Arum yang merasa sudah terlanjur marah itu tidak segan segan langsung menerjang mereka.


Duuuaaarrr..... duuuaaarrr.... sambaran angin pedang mas Pandan Wangi membuat para prajurit Martapura itu terhempas membuat mereka tidak berkutik lagi.


Begitu juga dengan Ariani Dewi dengan jurus tebasan seribu pedang nya juga tidak kalah ganas puluhan prajurit pun tewas di ujung pedangnya.


Cuma Arum yang bertarung setengah hati karena ia merasa prajurit tidak sepenuhnya salah mereka hanya menuruti perintah saja.


"Larasati jangan hanya diam saja kita bantu para prajurit itu"teriak Dewi Kara.


"Baik ibu"jawab Larasati .


"Tunggu Gusti ratu biarlah hamba yang menghadapi mereka"ucap Wiro Kusumo tiba-tiba datang bersama dengan Galah Sayuto .


"Kebetulan kau datang Wiro Kusumo cepat tangkap ketiga orang yang membuat kekacauan itu"ucap Dewi Kara.


"Baik Gusti ratu, ayo galah Sayuto kita ringkus mereka"ucap Wiro Kusumo.


Wiro Kusumo pun segera terjun kerumunan prajurit bersama dengan Galah Sayuto.


Melihat kedatangan Wiro Kusumo Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun tampak senang mereka berharap Wiro Kusumo membantunya.


"Paman Wiro Kusumo"ucap Pandan Wangi dan Ariani Dewi hampir bersamaan.


"Menyerah lah kalian bertiga aku jamin kalian akan baik baik saja "ucap Wiro Kusumo.


"Apa maksud paman berkata begitu"tanya Pandan Wangi.


"Kenapa kalian membuat kekacauan di istana ini , jangan jangan kalian ingin memberontak pada Gusti prabu Arya Soma"ucap Wiro Kusumo.


"Rupanya paman juga sudah berubah, tidak mengapa bagi ku jika harus berhadapan dengan paman"ucap Pandan Wangi.


"Benar aku juga tidak Sudi jika harus menyerah pada kalian karena kami tidak merasa bersalah"ucap Ariani Dewi.


"Ternyata kalian keras kepala, prajurit serang mereka bertiga jangan biarkan mereka lolos"teriak Wiro Kusumo.


Para prajurit pun segera menyerbu mereka setelah mendengar perintah dari Wiro Kusumo itu.


Pertarungan pun terjadi kembali di halaman istana sore itu.


Arum yang semula bertarung setengah hati kini ia mulai serius karena menyadari bahwa bahwa di Martapura tidak ada lagi yang di harapkan.


Duuuaaarrr..... Arum melepaskan pukulan menerjang ombak nya para prajurit pun berjatuhan


Melihat sepak terjang Arum yang dapat merugikan para prajurit Martapura itu Dyah Ayu Larasati segera melesat ketengah tengah pertarungan itu.


Hiaaaat.... Dyah Ayu Larasati langsung menyerang Arum yang lagi sibuk menghadapi para prajurit prajurit itu.


Melihat Larasati datang menyerang nya , Arum pun segera merobohkan para prajurit di hadapannya dan langsung menyambut Larasati yang datang dari arah samping nya.


Kedua anak pentolan Martapura itu langsung terlibat pertarungan sengit sepertinya mereka ingin menunjukkan siapa yang terkuat di antara mereka berdua.


Pertarungan di udara antara Pandan Wangi dan Wiro Kusumo pun berlangsung seru, mereka berdua saling jual beli serangan yang tidak tanggung tanggung dengan mengeluarkan ilmu dan jurus andalan masing-masing.


Jurus pedang elang memburu mangsa milik Wiro Kusumo memaksa Pandan Wangi harus menguras keringat untuk menghadapi, ternyata walaupun sudah tua Wiro Kusumo tidak bisa di anggap sebelah mata.


"Rupanya dia benar-benar ingin membunuh ku ,di mana ingatan nya saat masih bersama sama dulu membela Martapura"batin Pandan Wangi sambil menangkis serangan.


"Akh.....desssss..... tendangan kaki kanan Wiro Kusumo berhasil bersarang di perut Pandan Wangi tanpa sanggup ia hindari.


Seandainya Pandan Wangi fokus dalam pertarungan itu tidak akan tendangan Wiro Kusumo itu mengenai nya.


"Kurang ajar... rupanya aku telah lengah karena teringat masa masa itu"maki Pandan Wangi.


"Menyerah lah Wangi jangan paksa aku untuk menghabisi mu"ucap Wiro Kusumo.


Pandan Wangi tersenyum pahit mendengar perkataan Wiro Kusumo itu.


"Apa paman tidak ingat waktu kita dulu bersama sama mengabdi pada Gusti prabu Rangga , kenapa hari ini harus jadi begini"ucap Pandan Wangi .


"Dengar wangi lain dulu lain sekarang ,harap kau tahu semenjak Gusti prabu Rangga tiada Martapura sudah berubah ,jadi kau tidak usah bawa masa yang telah lalu"ucap Wiro Kusumo.


"Memangnya apa yang terjadi saat ini di Martapura paman sehingga semua orang sudah tidak menganggap aku dan Ariani Dewi lagi "ucap Pandan Wangi.


"Sudah lah Pandan Wangi jangan banyak bertanya lebih baik kau menyerah saja karena kau tidak akan mampu melawan prajurit Martapura sebanyak ini"ucap Wiro Kusumo.


"Bagi ku mati sekarang atau nanti sama saja paman yang penting bagi ku adalah keselamatan Gusti putri Arum"ucap Pandan Wangi.


Mendengar nama Arum di sebut itu oleh Pandan Wangi itu Wiro Kusumo pun tersentak .


"Jadi anak perempuan yang masih belia itu Dewi Sekar Arum Putri dari Gusti prabu Rangga"tanya Wiro Kusumo.


"Benar apa paman tidak mau menyelamatkan dia dari sini"ucap Pandan Wangi.


Wiro Kusumo terdiam mendengar ucapan Pandan Wangi itu,kebimbangan pun merayap dalam hatinya,jika ia menyelamatkan Arum maka ambisinya dan rencana yang di susun bersama Aswan akan sirna karena tujuan dari rencana mereka itu adalah menghabisi keturunan Rangga dan keturunan Arya Soma.


"Maaf Pandan Wangi pengabdian ku pada Rangga sudah berakhir sejak lama jadi kau tidak usah sebut sebut namanya lagi di depan ku "ucap Wiro Kusumo.


"Jika paman sudah mengatakan begitu mulai sekarang sudah tidak ada lagi ikatan teman di antara kita"ucap Pandan Wangi dengan marah.


Seketika itu juga Pandan Wangi meningkatkan tenaga dalamnya pedang naga mas nya pun bersinar kekuningan kuning an.


"Aku akan membalas serangan mu yang tadi Wiro Kusumo jadi bersiaplah"ucap Pandan Wangi dengan kemarahan yang memuncak.


Melihat gelagat Pandan Wangi yang seperti itu Wiro Kusumo pun segera bersiap menyambut serangan nya .


Hiaaaat.... Pandan Wangi langsung melesat ke arah Wiro Kusumo yang jaraknya sepuluh tombak di depan nya.


Melihat akan terjadi serangan dahsyat para prajurit pun segera menjauhi tempat mereka berdua.


Dengan pedang di tangan nya Wiro Kusumo segera menyambut kedatangan Pandan Wangi.


Traaang..... pedang mereka pun berbenturan hingga membuat udara di sekitar situ bergetar ,Wiro Kusumo di buat terkejut oleh oleh tenaga dalam Pandan Wangi yang begitu besar itu.


Kedua nya pun sama sama terpental, namun Pandan Wangi segera bangkit dan langsung menyerang lagi.


Begitu pun dengan Wiro Kusumo ia pun segera bangkit untuk menyambut Pandan Wangi, namun ternyata gerakan Pandan Wangi lebih cepat .


Dessss.....dugg.. tendangan keras Pandan Wangi membuat Wiro Kusumo terlempar sampai membentur tembok.


Sementara itu pertarungan Arum dan Larasati terus berlanjut sudah puluhan jurus mereka keluar kan namun belum juga bisa saling mengalahkan.

__ADS_1


"Ternyata kau cukup kuat Arum "ucap Larasati.


"Lebih baik kita hentikan pertarungan ini Larasati aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu"ucap Arum.


"Kurang ajar rupanya kau meremehkan ku"ucap Larasati dengan marah.


"Akan ku buktikan siapa yang terkuat di antara kita"lanjut Larasati segera menggelar kuda kudanya, rupanya sifat dari Dewi Kara benar benar menurun kepadanya itu terlihat dari tidak bisa dia mengontrol emosinya sehingga mudah cepat sekali marah.


Diam diam Larasati mau menggunakan jurus tapak dewa pemberian Arya Soma ayah nya yang belum sempurna itu.


Arum yang sikapnya kalem seperti Dewi Sekar ibunya itu juga segera bersiap dengan jurus tebasan seribu yang di gabung dengan pukulan menerjang ombak yang selama ini belum pernah ia gunakan.


Tubuh dari dua gadis yang beranjak dewasa itu sama sama bergetar karena besarnya tenaga dalam yang mereka keluarkan, tangan Larasati tampak Merah menyala , sementara Arum dengan pedang naga hijau juga menyala kehijauan bercampur putih.


"Hari ini juga akan ku kirim kau ke neraka Arum hiaaaat... teriak Larasati melesat cepat ke arah nya.


"Baiklah kita buktikan siapa yang akan ke neraka Larasati ...hiaaaat.... kedua pun melesat cepat dan pukulan mereka bertemu duuuaaarrr..... duuuaaarrr .. keduanya pun sama terpental Arum terpental lima tombak dengan posisi berdiri ,tapi beda dengan Larasati yang terlempar jauh sampai ke kerumunan prajurit dengan darah mengalir dari hidung dan mulutnya.


"Larasati....!!!"teriak Dewi Kara begitu melihat putrinya tergeletak pingsan.


Di saat itu pula Arya Soma pun telah tiba di gerbang istana dengan kudanya,prajurit penjaga pintu gerbang pun buru buru membuka kan pintu untuk nya.


Begitu sampai di di dalam ia terkejut melihat banyak prajurit berkumpul di depan istana dengan senjata lengkap.


"Ada apa ini prajurit"tanya Arya Soma.


"Oh Gusti prabu untung Gusti prabu sudah kembali ,ada tiga orang yang sedang mengacau di istana ini Gusti prabu"ucap prajurit itu.


Mendengar perkataan prajurit itu Arya Soma langsung melesat ketengah tengah kerumunan itu dengan ilmu ringan tubuhnya.


Begitu sampai di sana ia di buat terkejut setelah mendapati putrinya tergeletak pingsan dan para prajurit yang tewas di tempat itu.


Seketika itu Arya Soma pun langsung tersulut emosi nya saat ia juga melihat Wiro Kusumo juga tergeletak.


Di pandanginya Pandan Wangi dan Arum secara bergantian wajah penuh kemarahan.


"Kanda kita harus secepatnya menghukum mereka atas apa yang perbuat pada Larasati"ucap Dewi Kara.


Namun Arya Soma tidak juga menanggapi ucapan istrinya itu ,lalu ia memeriksa keadaan Larasati yang sedang sekarat itu.


"Jurus tebasan seribu pedang"gumam Arya Soma setelah melihat luka Larasati.


"Lukanya sangat parah , prajurit cepat bawa Larasati kedalam dan panggil tabib"perintah Arya Soma.


Melihat kedatangan Arya Soma ,Ariani Dewi yang telah berhasil mengalahkan Galah Sayuto itu segera melesat mendekati Arum begitu juga dengan Pandan Wangi juga segera menghampiri Arum.


"Kemungkinan besar kita akan melawan Arya Soma Pandan Wangi"ucap Ariani Dewi.


"Benar aku tidak akan mundur sedikit pun walaupun harus berhadapan dengan Arya Soma"ucap Pandan Wangi.


"Kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian ini dan aku tidak akan mengampuni kalian bertiga"ucap Arya Soma.


Arya Soma pun segera melesat menyerang mereka bertiga wuuusss.......


Tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat mendarat di depan Pandan Wangi , Ariani Dewi dan juga Arum di adalah Dewi Selendang Perak.


"Kalian bertiga diam dan jangan bergerak biar aku yang menghadapi Arya Soma"ucap Dewi Selendang Perak.


"Siapa kamu dan apa hubungan mu dengan mereka bertiga" tanya Arya Soma.


"Aku adalah bagian dari mereka jika kau berani menyentuh mereka aku tidak akan mengampuni mu Arya Soma"ucap Dewi Selendang Perak.


Pandan Wangi dan Ariani Dewi saling pandang mendengar perkataan orang yang ada di depannya itu.


Dewi Kara yang melibat kedatangan Dewi Selendang Perak itu pun terkejut karena orang itu adalah orang yang tadi malam menyusup ke dalam istana, seketika itu juga hatinya menjadi panik.


"Kalau begitu aku harus menghajar mu lebih dulu ,aku tidak akan mengampuni orang yang telah membuat kekacauan di Martapura ini"ucap Arya Soma.


Hiaaaat... Arya Soma langsung menerjang Dewi Selendang Perak dengan jurus tapak dewa maut nya.


Dewi Selendang Perak yang rupanya sudah mengerti keampuhan jurus itu segera menangkisnya dengan selendangnya.


Duuuaaarrr.... duuuaaarrr..... Dewi Selendang Perak melemparkan selendangnya wuuusss... Arya Soma berkelit ke samping menghindarinya.


Namun Selendang itu terus mengejarnya kemana pun ia pergi, merasa terdesak Arya Soma pun segera mengeluarkan jurus belah raganya dan seketika itu juga ia pun menjadi dua.


Dewi Selendang Perak pun terkecoh dengan jurus itu selendang terus memburu bayangan Arya Soma, sementara Arya Soma yang asli datang dari atas yang telah bersiap dengan pukulan tapak dewa maut nya.


"Rasakan ini hiiiaat....."teriak Arya Soma sambil melepaskan pukulannya.


Namun sebelum pukulan itu sempat mengenai Dewi Selendang Perak tiba tiba sebuah pukulan menyambut serangan Arya Soma itu duuuaaarrr... duuuaaarrr.. hingga membuat dirinya terlempar sampai ke kerumunan para prajurit.


Arya Soma benar benar tidak percaya dengan kejadian itu , karena orang yang sanggup menandingi pukulan itu hanya orang orang yang sudah berilmu tinggi saja.


"Aku minta hentikan pertarungan yang tidak berguna ini"ucap orang yang datang tiba-tiba itu.


Semua yang hadir di situ pun terkejut setelah mendengar suara orang itu, terutama Pandan Wangi dan Ariani Dewi yang langsung bertatap muka dengan orang itu.


"Gus...ti Pra....bu .."ucap Arya Soma terbata bata.


"Gusti prabu Rangga ...!!!"ucap Pandan Wangi dan Ariani Dewi seperti dalam mimpi.


Dewi Selendang Perak pun juga di buat terkejut dengan kedatangan orang yang menolongnya itu yang ternyata adalah Rangga.


"Maaf kalau aku bisa muncul sekarang"ucap orang itu yang ternyata adalah Rangga.


Kemudian ia menoleh ke arah Arum yang berdiam bagaikan patung di belakang Pandan Wangi.


"Kau pasti Dewi Sekar Arum "ucap Rangga lalu mendekati nya.


"Rom....mo"ucap Arum.


"Benar Arum inilah Romo mu"ucap Rangga.


"Hormat saya Romo "ucap Arum dengan air mata berlinang.


Rangga pun lalu memeluk Arum dengan penuh kasih sayang.


Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun juga tidak kuasa menahan tangis melihat pemandangan itu , karena orang yang selama ini di rindukan akhirnya datang juga di saat waktu yang tepat.


"Dengar Arum hari ini Romo tidak datang sendirian tapi bersama dengan ibu mu"ucap Rangga.


"Dengan ibu ...?"tanya Arum.


"Benar ...dia yang di depan mu itu adalah ibu mu"ucap Rangga sambil menunjuk ke arah Dewi Selendang Perak.


Dewi Selendang Perak terkejut tidak menyangka bahwa Rangga sudah mengetahui jati diri nya.


"Bukanlah penutup wajah mu Dinda karena Arum ingin melihat wajah mu"ucap Rangga.


Ariani Dewi dan Pandan Wangi berdebar-debar mendengar perkataan dari Rangga itu , mereka bertanya tanya apakah benar orang yang ada di depannya itu Dewi Sekar bukan kah dia sudah meninggal.


"Ternyata walaupun aku sudah menyamar Kanda prabu masih tetap mengenali ku"ucap Dewi Selendang Perak yang ternyata adalah Dewi Sekar.

__ADS_1


kehadiran Dewi Sekar benar benar membuat kaget seluruh orang orang yang hadir di situ,tapi tidak dengan Dewi Kara karena ia sudah tahu lebih dulu .


__ADS_2