Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Huru Hara Kitab Pedang Darah


__ADS_3

Setelah selesai makan, begawan Barnowo lalu melanjutkan ceritanya yang sempat tertunda itu, sementara itu Pandan Wangi dan Ariani Dewi sudah duduk di depan begawan Barnowo bersiap untuk mendengarkannya."Sekarang saya akan melanjutkan cerita yang tadi jadi dengarkan baik-baik,"ucap begawan Barnowo,"baik guru jawab mereka serentak,lalu begawan Barnowo pun mulai bercerita.


Setelah Kilimanggoro mendapatkan mendapat kitab pedang darah itu, ia pun lalu mempelajarinya dan beberapa bulan kemudian ia muncul kembali dengan membawa pasukan yang terdiri dari orang-orang golongan hitam .


Dengan pasukannya itu ia pun langsung menyerang orang -orang yang dulu pernah membunuh Arum Sari dan gurunya .


Setelah berhasil membunuh semua musuh-musuhnya yang dulu,lalu ia pun menyerang semua padepokan golongan putih yang dianggapnya dalang dalam pembunuhan itu, sehingga seluruh golongan hitam seakan-akan mendapatkan kebebasan berbuat yang tak mengenal rasa takut pada waktu itu, karena merasa mendapatkan perlindungan dari Kilimanggoro.


Melihat dunia persilatan yang kacau balau itu,Danur kencana dan Jaya Laksana yang merupakan pendekar tangguh pada masa itu pun, akhirnya turun tangan dan menantang Kilimanggoro.


Kilimanggoro pun menyanggupi tantangan mereka,dan pertarungan itu lalu di adakan di padepokan gurunya dulu dengan di saksikan oleh orang banyak yang terdiri dari golongan putih dan golongan hitam.


Namun sebelum pertarungan di mulai ia berkata pada orang orang " jika nanti aku mati dalam pertarungan ini,ku titipkan kitab Pedang Darah pada kalian semua".


Setelah itu pertarungan , antara Kilimanggoro dan Danur Kencana serta Jaya laksana pun di mulai.


Mula mula Danur Kencana yang maju lebih dulu ,namun dalam beberapa gebrakan saja ia sudah kewalahan dan terdesak, melihat itu Jaya Laksana pun lalu maju untuk membantunya,hingga pertarungan pun berjalan sengit hingga mereka sampai mengeluarkan ratusan jurus.


Suatu ketika pedang Danur Kencana yang merupakan pedang naga mas itu berhasil menusuk perutnya, namun Kilimanggoro masih belum mati juga ,hingga akhirnya Jaya Laksana memenggal kepala Kilimanggoro dengan pedang kembarnya lalu kemudian ia pun roboh dan mati.


Melihat jagoannya itu mati orang-orang golongan hitam pun segera berhamburan untuk menyerang mereka berdua ,namun tindakan mereka segera di halangi oleh orang-orang golongan putih, dan mereka pun membatalkan niatnya lalu kemudian mereka pergi dengan membawa Kilimanggoro.


Setelah beberapa bulan kemudian ramailah orang-orang mencari kitab itu , hingga kerap terjadi pertumpahan darah antar golongan hitam dan juga golongan putih.


Setelah lama mencari tapi tidak ada juga yang menemukan, lambat laun orang pun menganggap bahwa itu hanyalah kebohongan Kilimanggoro semata dan orang orang pun mulai melupakannya.


"Begitulah kira-kira akhir riwayat Kilimanggoro,",ucap begawan Barnowo mengakhiri ceritanya.


"Guru tadi menyebut pedang naga mas dalam cerita itu,apa maksud guru pedang ini,"tanya Pandan Wangi,"kau tidak salah Pandan Wangi benar pedang itu yang telah aku berikan pada mu,"jawab begawan Barnowo,


"saya mau bertanya guru ,"ucap Ariani Dewi yang dari tadi sudah tidak sabar,"silahkan apa pertanyaan mu Ariani,"tanya begawan Barnowo,"kalau tidak salah tadi guru juga menyebutkan pedang kembar,ucap Ariani


"benar memang kenapa dengan pedang itu Ariani"tanya begawan Barnowo,


"itu berarti Jaya Laksana itu gurunya Ki Raja Alam, ya kan guru,"ucap Ariani bertanya,"tepat sekali Ariani,"jawab begawan Barnowo.


"Ternyata kau tahu tentang Raja Alam Ariani,", ucap begawan Barnowo,"aku dan yang mulia Rangga adalah muridnya guru,"jawab Ariani Dewi.


Mendengar itu sontak saja begawan Barnowo terkejut bukan main,"jadi kau murid Raja Alam sahabat ku ,"ucap begawan Barnowo seakan tidak percaya,"benar guru,"ucap Ariani Dewi.


"Tadi kau juga menyebut nama Rangga ,siapa itu,"tanya begawan Barnowo,"dia juga murid dari kakek Raja Alam yang merupakan raja Martapura sekarang ini guru,"jawab Ariani Dewi,"mendengar itu begawan Barnowo pun terdiam , berarti Rangga bukan orang sembarangan karena menurut cerita guru orang yang bisa menduduki tahta Martapura secara sempurna adalah orang yang memiliki keris pulang geni,ucap begawan Barnowo dalam hati dengan lega.


"Kenapa guru terdiam,"tanya Pandan Wangi,


"aku benar-benar merasa senang dan beruntung ternyata persahabatan saya dengan raja alam juga menular pada kalian yang sesama murid,", jawab begawan merasa sangat bersyukur.


"Bagaimana sekarang kabar guru mu itu Ariani,"tanya begawan Barnowo,"dia dalam keadaan sehat guru,"jawab Ariani Dewi,"baguslah kalau begitu,"ucap begawan Barnowo.

__ADS_1


Setelah merasa cukup lama di tempat gurunya itu , Pandan Wangi dan Ariani Dewi berniat kembali ke Martapura,"sebelum kalian kembali ke Martapura aku ingin berpesan pada kalian berdua,"ucap begawan Barnowo,"pesan apa guru,"tanya Pandan Wangi,


"kalian harus mencegah orang-orang yang ingin mencari kitab pedang darah itu,kalau sampai kitab itu di temukan oleh orang jahat ,aku takut peristiwa Kilimanggoro terulang kembali dan juga beritahu hal ini kepada raja Rangga, kalian camkan itu baik-baik,"kata begawan Barnowo,"baik guru kami mengerti,"jawab mereka berdua.


Lalu setelah itu Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun mohon pamit pada begawan Barnowo untuk kembali ke Martapura.


Setelah hari menjelang malam akhirnya Sugati dan Sugala pun sampai di Martapura,


"Apakah kita akan ketempat itu sekarang Sugati,"tanya Sugala"tidak Sugala akan terlalu berbahaya karena kita tidak tahu bahaya apa yang ada di depan sana,"ucap Sugati,",ya kau benar,"ucap Sugala,",lebih baik kita cari penginapan,"ucap Sugati kemudian.


Tidak berapa lama kemudian mereka pun menemukan penginapan yang di carinya, setelah itu mereka lalu memesan satu kamar untuk mereka berdua.


"Sepertinya perjalanan kita lancar-lancar saja Sugati," ucap Sugala setelah mereka di dalam kamarnya


"ya kau benar Sugala tapi bagaimana pun juga kita harus tetap waspada karena kita tidak tahu ada apa selanjutnya,"ucap Sugati.


"Sudahlah lebih baik kita istirahat badan ku terasa pegal-pegal setelah menempuh perjalanan seharian,"ucap Sugati sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur . Setelah itu mereka pun terlelap dalam tidur karena kelelahan.


"Sepertinya mereka masuk kedalam penginapan itu guru"kata Lasmini,"ya aku tahu,"jawab Nyi Lasmini,"apakah kita akan menemui mereka sekarang guru,"tanya Rukmini,"jangan bodoh kau Rukmini,lebih baik kita tunggu mereka sampai keluar penginapan itu, kemudian kita ikuti kemana mereka pergi"ucap Nyi Sarweda menjelaskan.


Sementara itu di tempat lain ada sekelompok orang yang juga mengincar Sugati dan Sugala yang juga ingin mengetahui keberadaan kitab itu.


"Apakah kita akan bergerak sekarang tuan,"tanya Ki Sumpit,"tahan dulu Sumpit,masih terlalu dini jika kita bertindak sekarang, "jawab Jubah Hitam,


"tapi menurut anak buah ku mereka sudah sampai di Martapura tuan,"ucap Ki Sumpit memberitahu,"apa kau tidak mendengar kata-kata ku Sumpit,"kata Jubah Hitam dengan kesal,"baik tuan,"ucap Ki Sumpit,


"ingat Sumpit kalau kau sampai melanggar perintah ku ,kau tahu akibatnya,"ucap Jubah Hitam lalu melesat pergi dan menghilang.


"Jangan dulu,tuan Jubah Hitam melarang kita untuk bergerak sekarang,"ucap Ki Sumpit memberitahu,


"lalu apa tindakan kita selanjutnya Ki Sumpit,"tanya Serigala Merah,"kau dan anak buah mu tetap awasi saja mereka,sambil menunggu perintah tuan Jubah Hitam,"ucap Ki Sumpit,"baiklah ,"ucap Serigala Merah lalu pergi.


Pagi yang di tunggu-tunggu Nyi Sarweda pun akhirnya datang juga , walaupun hari masih petang tapi tidak membuat perempuan tua itu enggan Bagun dari tidurnya.


"Cepat kalian bangun ucap Nyi Sarweda,"kepada dua orang muridnya itu, mendengar kata-kata gurunya itu maka bangunlah Lasmini dan Rukmini kemudian.


"Apakah kita harus bergerak sekarang guru,"tanya Rukmini,


"benar kita harus bersiap-siap untuk mengikuti mereka,"ucap Nyi Sarweda,


"apakah mereka sudah keluar dari penginapan itu guru,"tanya Lasmini,"untuk memastikan itu salah satu dari kalian harus ke sana untuk memeriksanya cepat,"perintah Nyi Sarweda,"kalau begitu biar aku saja yang memeriksanya guru,"kata Rukmini menawarkan diri,"kalau begitu cepatlah kau ke sana,"ucap Nyi Sarweda.


Lalu berangkatlah Rukmini berjalan kaki ke tempat itu karena tempat mereka dengan penginapan itu yang berjarak sekitar seratus tombak, setelah sampai di sana Rukmini pun langsung menanyakan tentang keberadaan kedua pemuda itu kepada kasir, setelah mendengar jawaban dari kasir itu Rukmini pun segera kembali ketempat gurunya.


"Celaka guru mereka sudah pergi dari penginapan itu,"kata Rukmini setelah tiba di penginapan itu,"sialan mereka ayo cepat kita pergi"ucap Nyi Sarweda dengan rasa jengkel,"baik guru,"jawab Lasmini dan Rukmini, kemudian mereka bertiga pun meninggalkan tempat itu.


"Kanda mengapa belum ada kabar dari romo tentang pernikahan yunda Kara dan pangeran Lintang ,apakah mereka sudah menikah,"tanya Dewi Sekar,"benar juga dinda padahal sudah lebih satu bulan bahkan hampir tiga bulan apakah mereka batal meningkah atau ada apa sebenarnya aku tak mengerti dinda,"jawab Rangga,

__ADS_1


"tapi awas kalau sampai mereka menikah tapi tidak memberi kabar pada kita kanda ,"ucap Dewi Sekar ,"sudahlah dinda mungkin mereka ada halangan jadi sebaiknya kita tunggu saja sampai ada utusan datang kemari,"jawab Rangga sambil mencubit Dewi Sekar yang lagi kesal dengan kakak perempuannya itu.


"Ketika Rangga dan Dewi Sekar tengah asyik mengobrol itu lalu datanglah Pandan Wangi dan Ariani Dewi.


"Hormat kami yang mulia,", ucap Ariani Dewi dan Pandan Wangi setelah di depan Rangga,


" kalian sudah kembali rupanya,"tanya Rangga,"benar yang mulia"jawab mereka serempak,"bagaimana perjalanan kalian apakah ada halangan," tanya Rangga,"ada tapi bisa kami atasi yang mulia,"jawab Ariani Dewi,"syukurlah kalau begitu,aku senang mendengarnya,"ucap Rangga,


"apakah kalian tidak merasa lelah sehabis pulang dari perjalanan langsung menghadap ke mari ,apakah ada yang akan kalian sampai kan padaku,"tanya Rangga kemudian.


"Benar yang mulia ,kami membawa kabar yang penting ,"ucap Ariani Dewi,"kabar penting,kabar apa itu Ariani,"tanya Rangga,"biar hamba saja yang menjelaskannya yang mulia"kata Pandan Wangi,"baik silahkan,"ucap Rangga,


"begini yang mulia menurut guru hamba saat ini dunia persilatan akan sedang di landa huru hara tentang munculnya kitab pedang darah,yang mulia,"kata Pandan Wangi menjelaskan,"kitab pedang darah , kitab macam apa itu Pandan Wangi,"tanya Rangga,


lalu Ariani Dewi pun menceritakan tentang kitab pedang darah itu kepada Rangga sesuai yang di ceritakan gurunya, mendengar itu Rangga pun terkejut.


"Kalau begitu ini tidak bisa di biarkan ,ini bisa menjadi bencana bagi Martapura terutama juga dunia persilatan,"kata Rangga dengan cemas.


"Lalu kapan kita akan mulai menyelidiki tentang kitab itu yang mulia,"tanya Pandan Wangi,


"lebih cepat lebih baik, karena aku yakin para pendekar golongan hitam pun pasti sudah bergerak,"kata Rangga,


"Ku perintahkan kepada kalian berdua untuk menyelidiki ini, sementara aku dan kanda Arya Soma akan menyusul kemudian,"kata Rangga memutuskan.


"Baik yang mulia,"ucap Pandan Wangi, "berangkatlah kalian sekarang juga,"perintah Rangga,"baik yang mulia kami mohon diri,"ucap Pandan Wangi ,dan kemudian berlalu dari hadapan Rangga.


"Apa segawat itu kanda ,"tanya Dewi Sekar,"menurut cerita dari Pandan Wangi tadi memang begitu dinda,"jawab Rangga,"bagaimana kalau dinda ikut menyelidiki tentang kitab itu kanda,"ucap Dewi Sekar,"tidak bisa dinda,kalau dinda ikut siapa yang menjaga kerajaan ini nanti,"ucap Rangga, mendengar itu Dewi Sekar tidak bisa apa-apa kecuali menuruti perkataan suaminya.


Sementara itu di kerajaan Kumaya tampak terlihat dua prajurit sedang membawa seekor kijang yang sudah mati, rupanya hari itu pangeran Lintang habis pulang dari berburu.


"Prajurit kijang itu silahkan untuk kalian dan panggil yang lain biar ikut menikmati daging kijang itu,"kata pangeran Lintang kemudian masuk ke dalam istana.


"Bagaimana dengan hasil buruan mu Lintang,"tanya ayahnya raja Sura,"saya dapat satu ekor kijang dengan ukuran besar romo,"kata pangeran Lintang,"Apakah romo mau juga daging kijang itu,"tanya pangeran Lintang kemudian,"tidak anak ku romo tidak suka daging kijang itu,"jawab raja Sura.


"Lapor yang mulia ada utusan dari Argara datang kemari,"kata seorang prajurit tiba-tiba,"cepat kau suruh masuk,"jawab raja Sura kemudian.


"Kira-kira ada apa raja Bargola mengirim utusan kemari romo,"tanya pangeran Lintang,


"kita tanyakan saja nanti pada utusan itu,"jawab raja Sura,


tidak lama kemudian datanglah utusan dari Argara itu untuk menghadap.


"Hormat saya yang mulia dan pangeran,"ucap utusan itu,"baiklah silahkan duduk,"ucap raja Sura,"ada apa kiranya kau di utus raja Bargola kemari,"tanya pangeran Lintang.


"Ampun yang mulia hamba di utus oleh raja Bargola untuk mengantarkan surat ini,"kata prajurit itu sambil memberikan surat itu kepada raja Sura,


"lalu raja Sura pun membuka gulungan surat itu dan membacanya, betapa terkejutnya hati raja Sura setelah tahu akan isi surat itu,

__ADS_1


"ada apa romo,"tanya pangeran Lintang,lalu tanpa bicara raja Sura kemudian memberikan surat itu kepada pangeran Lintang,


"kurang ajar ,"apa-apaan ini romo, ucap pangeran Lintang dengan marah sekali setelah membaca surat itu,"saya juga tidak tahu apa sebabnya,"jawab raja Sura, dengan menahan marah.


__ADS_2