
Sembilan tahun telah berlalu semenjak terjadi peperangan antara Martapura dan kerajaan bulan merah, kini suasana di istana Argara benar benar berbeda setelah kehadiran Dewi Sekar Arum di sana ,raja Bargola sekarang bisa tertawa lebar setelah sekian selama kesepian karena di tinggalkan anak-anaknya .
Dewi Sekar Arum cucunya yang masih berusia sembilan tahun Itu selalu membuat raja Bargola tertawa atas kelucuannya dan tingkah lakunya. Pernah suatu ketika Arum dengan keusilannya mengerjain patih Guntoro.Saat itu Arum yang dengan sengaja memasukkan sarang semut ke bajunya yang yang membuat Patih Guntoro kalang kabut ketika semut semut itu menggigit sekujur tubuhnya.
Karena perbuatan Arum itu membuat kesal dan marah,akhirnya patih Guntoro melaporkan pada raja Bargola atas kelakuan Arum itu.Mendengar laporan Patih Guntoro itu raja Bargola bukannya memarahi Arum tapi malah tertawa terbahak bahak karena keusilan cucunya itu.
Walaupun terbilang suka usil dan nakal namun semua orang di kerajaan Argara sangat menyayangi dan menyukainya, menurut mereka tingkah laku Dewi Sekar Arum itu mirip sekali dengan ibunya Dewi Sekar sewaktu masih kecil yaitu suka usil kepada siapapun.
Pagi itu di belakang istana terlihat Pandan Wangi sedang mengajari Dewi Sekar Arum ilmu kanuragan.
Haaaat... hiiiaat.. terdengar teriakan mereka sedang memperagakan jurus demi jurus , walaupun usianya masih kecil,tapi Dewi Sekar Arum mampu menangkap cepat setiap pelajaran yang di berikan oleh Pandan Wangi.
"Kurasa sudah cukup latihan kita ini Gusti putri"ucap Pandan Wangi.
"Tapi saya belum lelah bibi "ucap Arum.
"Kalau begitu Gusti putri latihan sendiri sementara aku memperhatikan dari sini sambil istirahat, bagaimana"ucap Pandan Wangi.
"Ya sudah kalau begitu"ucap Arum sambil terus memperagakan jurus jurus yang di ajarkan oleh Pandan Wangi.
Arum terus memperagakan pelajaran pelajaran yang di berikan Pandan Wangi,jurus demi jurus ia mainkan dari awal sampai akhir dengan penuh semangat.
Pandan Wangi sangat kagum dengan bakat yang di miliki oleh Arum itu , setiap kali ia memberikan pelajaran setiap itu pula ia dapat menangkap nya dengan cepat , Pandan Wangi mengakui bahwa Arum adalah anak yang benar benar cerdas.
"Seandainya Gusti prabu dan Gusti permaisuri masih ada pasti beliau berdua akan bangga sekali mempunyai anak yang pintar seperti Arum"batin Pandan Wangi sambil memperhatikan Arum berlatih.
Tidak lama kemudian di saat Arum sedang semangat semangatnya berlatih datanglah raja Bargola ke tempat latihan mereka.
"Arum beristirahatlah,ini kakek bawakan air minum dan buah buahan"teriak raja Bargola dari kejauhan.
"Raja Bargola"ucap Pandan Wangi setelah mendengar suara itu ,ia menatap raja Bargola yang menuju ke arahnya.
"Arum ,Gusti prabu datang istirahat lah"seru Pandan Wangi.
"Nanti saja bibi aku belum capek"jawab Arum.
Sejurus kemudian sampailah raja Bargola di tempat Pandan Wangi dan Arum latihan.
"Hormat saya Gusti prabu"ucap Pandan Wangi menyambut kedatangan raja Bargola.
"Kau jangan terlalu keras pada cucu ku Pandan Wangi , kenapa tidak kau suruh istirahat"tegur raja Bargola.
"Kakek jangan asal menyalahkan bibi Wangi seperti itu,semua ini kemauan Arum sendiri"ucap Arum setelah mendengar kakeknya itu menegur Pandan Wangi.
"maaf kakek tuan putri,lain kali kakek tidak akan bicara sembarangan lagi"ucap raja Bargola sambil membungkuk ,menggoda cucunya itu.
Pandan Wangi hanya tersenyum melihat tingkah raja Bargola terhadap cucu kesayangan nya itu.
"Bagus kalau begitu duduk lah kakek di situ bersama bibi Wangi sementara aku akan melanjutkan latihan ku"ucap Arum.
Raja Bargola dan Pandan Wangi saling melemparkan pandang mendengar ucapan Arum itu.
"baik tuan putri sesuai perintah ,kakek akan duduk di sini bersama bibi Wangi"ucap raja Bargola sambil mengambil tempat duduk di dekat Pandan Wangi.
"Wangi apa kau tahu apa yang aku pikirkan setelah mendengar ucapan Arum itu"tanya raja Bargola.
"Pasti Gusti prabu berfikir bahwa gaya tuan putri berbicara itu mirip sekali dengan Gusti prabu Rangga saat beliau memberikan perintah pada bawahannya"ucap Pandan Wangi.
"Kau benar Wangi sepertinya aku melihat bayangan anak Prabu pada diri Arum waktu ia berbicara tadi"ucap raja Bargola.
"ku harap Gusti putri menuruni sifat Gusti prabu dan Gusti permaisuri saat ia naik tahta nanti Gusti prabu"ucap Pandan Wangi.
"Ya aku pun juga berharap demikian wangi , karena dialah harapan ku satu satunya sebagai penerus ku di Argara"ucap raja Bargola.
"Maaf gusti prabu, bukankah Gusti putri itu adalah pewaris tahta Martapura yang sah, kenapa Gusti prabu menginginkan Arum menjadi pemimpin kerajaan Argara ini"ucap Pandan Wangi.
"Ya kau benar Wangi dan aku tahu itu,aku akan meminta pada anak Patih Arya Soma agar jangan mengharapkan Arum untuk kembali ke sana,biarlah tahta Martapura menjadi milik nak Patih Arya Soma kembali,apa lagi dia sekarang sudah mempunyai anak yang bernama Diah ayu Larasati "ucap raja Bargola.
"Apa itu tidak menyalahi aturan Gusti prabu, apa nanti kata para menteri dan temenggung Martapura"ucap Pandan Wangi tidak habis pikir dengan perkataan raja Bargola itu.
"Pasti mereka akan menerima setelah mereka mendengar penjelasan dari aku dan anak Patih ,Wangi" ucap Raja Bargola.
Pandan Wangi mengangguk angguk mendengar penjelasan raja Bargola itu,ia pun juga membenarkan maksud dari tujuan raja Bargola itu,lagi pula setelah raja Bargola sendiri tidak ada ,siapa lagi kalau bukan Arum yang akan meneruskan kerajaan ini.
Karena telah merasa cukup lelah, Arum pun segera menghentikan latihannya dan segera menghampiri Kakeknya ,yang saat ini sedang terlibat pembicaraan dengan bibi gurunya itu.
"Mana kek air minumnya "tanya Arum karena merasa lelah dan haus.
"Rupanya kau sudah selesai dengan latihan mu Arum ,ini ambillah "ucap raja Bargola menyodorkan gelas kepada Arum.
Arum pun menerima gelas itu dan terlihat minum dengan lahap karena merasa sangat kehausan.
"Bagaimana dengan latihan mu Arum apakah sudah ada kemajuan"tanya raja Bargola.
"menurut Kakek bagaimana"ucap Arum balik bertanya sambil mulutnya sibuk mengunyah buah buahan.
__ADS_1
"Kok malah balik bertanya sih"ucap raja Bargola sambil geleng-geleng kepala dengan kepolosan cucu nya itu.
"Menurut hamba dia sudah banyak kemajuan yang gusti,walaupun usianya masih kecil tapi dia cukup berbakat"ucap Pandan Wangi sambil melirik Arum yang nampak cuek itu.
"Bagus bagus, aku senang mendengarnya Wangi ,ku harap dia seperti kedua orang tua menjadi orang orang tangguh"ucap raja Bargola sambil mengelus kepala Arum.
"memangnya siapa orang tua ku kek, bukan kah Kakek dan bibi"cetus Arum.
Mendengar perkataan Arum itu raja Bargola pun sadar bahwa ia keceplosan ngomong.
"iya siapa lagi kalau bukan kakek dan bibi Wangi"ucap raja Bargola.
Raja Bargola belum menceritakan siapa kedua orang tua Arum yang sebenarnya, karena ia merasa Arum masih sangat terlalu kecil untuk bisa memahami persoalan seperti itu.
"Bibi apakah setelah ini kita akan melanjutkan latihan lagi"tanya Arum setelah rasa lelahnya hilang.
"Bibi rasa tidak Arum ,karena menurut bibi latihan kita saat ini sudah cukup,kita lanjutkan besok saja"sahut Pandan Wangi
"Apakah kau tidak merasa lelah Arum bukan kah kau tadi sudah berlatih begitu lama"ucap Raja Bargola .
"Lelah sih kek, Arum hanya ingin cepat cepat jadi pendekar hebat seperti bibi Wangi,jadi Arum harus berlatih keras supaya menjadi kuat"ucap Arum dengan bersemangat.
"Haaa....haaa...haaa.... bersabar lah Arum tidak usah tergesa-gesa, kakek yakin dalam bimbingan bibi Wangi kau pasti menjadi pendekar hebat"ucap Raja Bargola merasa lucu dengan perkataan cucunya itu.
Raja Bargola merasa yakin bahwa suatu saat cucunya itu akan menjadi seorang pendekar yang pilih tanding yang akan membuat Argara di segani.
...----------------...
Sepuluh tahun kemudian, Dewi Sekar Arum yang dulu gadis kecil yang suka berbuat usil ,kini telah tumbuh menjelma menjadi seorang wanita yang tangguh sakti dan juga cantik rupawan mirip dengan ibunya Dewi Sekar.
Melihat Arum yang begitu mirip dengan ibunya raja Bargola seakan akan merasa Dewi Sekar hidup kembali di sisinya.
"Benar benar mirip dengan ibunya "gumam raja Bargola sambil menyaksikan Arum latihan dengan Pandan Wangi.Tanpa terasa air mata orang tua itu jatuh menetes di kedua pipinya.
"Bibi bagaimana kalau kita latih tanding"ucap Arum menantang duel bibi gurunya.
"Jika itu keinginan tuan putri baiklah "ucap Pandan Wangi memenuhi permintaan Arum.
"tunggu pandan Wangi..!!!"seru raja Bargola setelah mendengar ucapan Arum yang akan latih tanding itu.
"Ada apa Gusti prabu"tanya Pandan Wangi.
"Ingat Wangi, jangan terlalu keras pada cucu ku"ucap raja Bargola karena takut Arum kenapa kenapa.
"baik Gusti prabu"jawab Pandan Wangi seolah mengerti kecemasan yang di rasakan raja Bargola.
"Aku sudah siap sejak tadi bibi"ucap Arum sambil menyiapkan kuda kuda nya.
"kek, menjauh lah sedikit, kali ini aku akan bertarung dengan sungguh-sungguh, bukan kah begitu bibi"ucap Arum.
"Benar , keluarkan seluruh kemampuan yang telah tuan putri miliki"ucap Pandan Wangi.
Arum segera mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh nya, melihat Arum sudah akan mulai,Pandan Wangi pun segera menyalurkan seluruh tenaga dalamnya.
Arum langsung berkelebat menyerang Pandan Wangi wuuusss... Arum mengirimkan pukulan dan tendangan sekaligus kepada Pandan Wangi.
Pandan Wangi segera menangkis dan menghindarinya ,hingga membuat nya harus berjumpalikkan di udara,namun Arum segera mengirimkan pukulan lembur gunungnya ke arahnya wuusss... ..!!!mendapatkan serangan cepat dan tiba tiba itu , Pandan Wangi secepat mungkin mencabut pedangnya hiiiaat..... ia pun menangkis pukulan lembur gunung itu dengan pedangnya yang telah dialiri dengan tenaga dalam ,lalu duuuaaarrr...asap mengepul memenuhi arena latihan itu.
Arum mengedarkan pandangannya mencari cari bibi gurunya itu ,sambil waspada dengan menyiapkan pukulan selanjutnya.
"Menyerahlah tuan putri "ucap Pandan Wangi sambil meletakkan pedangnya di leher Arum tanpa Arum sadari kedatangannya.
"ba..gai ma..na bisa ,bibi tiba-tiba ada di belakang saya"ucap Arum dengan terkejut.
"Cukup mudah tuan putri "ucap Pandan Wangi sambil menurunkan pedangnya dari leher Arum.
"Ku akui tenaga dalam tuan putri cukup kuat,tapi rupanya insting tuan putri masih belum bisa membaca gerakan gerakan halus yang bergerak cepat"lanjut Pandan Wangi.
Arum pun kemudian berlutut di hadapan Pandan Wangi mengakui ketidak mampuannya.
"Ajari aku melatih ketajaman insting bibi ,"ucap Arum.
"Kalau begitu bangun lah,hari ini juga aku akan melatih untuk mempertajam insting mu tuan putri"ucap Pandan Wangi.
Melihat Arum dapat di kalahkan dengan mudah oleh Pandan Wangi raja Bargola pun segera menghampirinya.
"Arum belajarlah lebih banyak lagi pada bibi Pandan Wangi jika kau ingin menjadi seorang pendekar yang tangguh"ucap raja Bargola.
"baik kakek"ucap Arum.
"Baiklah sekarang juga kita mulai latihannya "ucap Pandan Wangi.
"Baik bibi" ucap Arum.
Panda Wangi segera mengambil sebuah kain hitam dari balik bajunya dan menyerahkan nya kepada Arum.
__ADS_1
"Pakailah kain hitam itu untuk menutup mata mu tuan putri"ucap Pandan Wangi.
Tanpa banyak bertanya Arum pun segera menuruti perintah bibi gurunya itu dan langsung menutup matanya dengan kain hitam tersebut.
"Sekarang tuan putri berdiri lah di sana ,aku akan menyerang tuan putri dengan batu batu kerikil ini dari setiap arah,
tuan putri harus bisa menghindari atau menangkis kerikil ini, jika tidak ingin kerikil ini mengenai tubuh tuan putri"ucap Pandan Wangi.
"Wangi.."ucap raja Bargola
"Aku tahu apa yang Gusti prabu ingin katakan,tenang Gusti prabu aku tidak akan terlalu keras pada tuan putri"ucap Pandan Wangi.
"baiklah jika kau sudah tahu maksud ku"ucap raja Bargola sambil memperhatikan cucunya itu dengan khawatir.
"bersiaplah tuan putri aku akan mulai menyerang"ucap Pandan Wangi sambil menggenggam batu kerikil di tangan nya.
"Aku sudah siap sejak tadi bibi cepat lakukanlah"ucap Arum seolah tidak sabar.
Pandan Wangi pun segera melemparkan batu kerikil ke arah Arum dengan cepat wuuusss.... Arum segera menangkis dengan pedangnya trank....batu kerikil pun luput mengenai badannya.
"Awalnya yang bagus tuan putri"puji Pandan Wangi.
"Apakah bibi bisa lebih gencar lagi menyerang saya"ucap Arum seolah menantang.
"Sombong nya anak ini"gumam Pandan Wangi.
"baiklah akan bibi turuti kemauan mu tuan putri"ucap Pandan Wangi.
Kali ini Pandan Wangi pun segera melemparkan batu-batu kerikil dengan gencarnya dari arah yang berbeda-beda.
Batu kerikil pun menghujani Arum tanpa ampun ,dengan pedangnya ia berusaha menghalau krikil lemparan Pandan Wangi itu, namun tidak ada satupun yang dapat di tangkis nya hingga membuat seluruh badannya kesakitan akibat batu krikil itu.
"Ampun bibi ... ampun.....!!"seru Arum dengan tidak berdaya.
"Kau tidak apa-apa cucu ku"ucap raja Bargola segera menghampiri Arum .
"Aku baik baik saja kek, cuma pegal campur panas akibat pukulan batu kerikil itu"Arum.
"Makanya tuan putri jangan cepat besar kepala dulu,nah begitu kan jadinya "ucap Pandan Wangi sambil berjalan mendekati Arum.
"Ya bibi, Arum mengaku salah "ucap Arum nyengir menahan sakit.
"Sebaiknya hentikan latihan ini Wangi ,ku rasa cucu ku masih kesakitan"ucap raja Bargola.
"Tidak bibi selama aku belum bisa menghindari krikil krikil itu aku tidak akan menghentikan latihan ini dan kakek jangan terlalu mengkhawatirkan saya"ucap Arum dengan kesal pada sikap kakeknya itu.
"benar benar seperti Gusti prabu "batin Pandan Wangi.
"Bibi kita mulai lagi"ucap Arum.
"Baiklah kita coba sekali lagi"ucap Pandan Wangi.
Latihan melatih ketajaman insting pun terus berlanjut sampai Arum bisa menghalau krikil krikil itu.
...----------------...
Setelah Rangga resmi di nyatakan gugur ,akhirnya Arya Soma diangkat oleh petinggi Martapura sebagai raja pengganti sementara sambil menantikan Dewi Sekar Arum tumbuh dewasa.
Para petinggi Martapura melakukan itu agar kursi kepimpinan tidak kosong terlalu lama. Karena mereka khawatir bisa terjadi pergolakan di dalam istana karena tidak adanya seorang pemimpin.
Hiaaaat... hiaaaat... duuuaaarrr... duuuaaarrr.. traaaaang.... traaaaang... terdengar bunyi pedang berisik di barak prajurit, rupanya Diah ayu Larasati sedang berlatih dengan para prajurit di tempat itu.
"Kami sudah tidak kuat Gusti putri"salah seorang prajurit dengan nafas yang memburu.
"Ya sudah kita akhiri saja latihan ini"ucap Diah Ayu Lestari lalu memasukkan pedangnya.
"Benar benar prajurit yang payah"batin Larasati dengan perasaan yang kesal ia pun segera berlalu dari tempat itu.
Larasati meninggalkan barak prajurit dan menuju ke istana bermaksud untuk membersihkan badannya yang penuh dengan keringat itu.
"Kenapa kau tampak kesal Larasati"ucap Dewi Kara setelah melihat wajah kesal pada putrinya.
"Ternyata semua para prajurit Martapura payah ibu ,cuma satu gebrakan saja mereka sudah menyerah"ucap Larasati dengan Wajah cemberut.
"Haaa ...haaa.....haaaa...."Dewi Kara tak kuasa menahan tawa mendengar ucapan Larasati itu.
"Kenapa ibu tertawa memangnya ada yang lucu"ucap Larasati bertambah kesal.
"kamu salah jika menjadikan mereka sebagai teman latihan mu lestari , sudah jelas mereka bukan tandingan mu"ucap Dewi Kara.
"Lalu aku harus latihan dengan siapa ibu"tanya Larasati.
"Bagaimana kalau dengan ibu saja, kebetulan hari ini ibu punya waktu luang "ucap Dewi Kara.
"Baiklah kalau begitu "ucap Larasati merasa gembira.
__ADS_1
Dewi Kara dan Diah Ayu Lestari pun segera menuju ke tempat latihan yang berada di dekat barak prajurit.