
Dengan gerakan layaknya kupu kupu Sariti Ningrum memainkan pedangnya, jurus demi jurus pun ia mainkan, bunyi pedang berdesing di sekitar tempat itu ketika Sarita mengayunkan pedangnya dengan cepat.
Hiiiiaaaat.... blaaaar... blaaaar... sebuah ledakan terdengar ketika pedang yang di lambari tenaga dalam itu menghantam pohon.
Tanpa terasa puluhan jurus pun sudah Sariti mainkan hingga membuat sekujur tubuh penuh dengan berkeringat .
hiiiaat.... tiba tiba ada seseorang yang menyerang Sariti dari arah sampingnya, dia adalah Brajadewa yang ingin menjajal kemampuan ibunya,
"keluar kan seluruh kemampuan mu Brajadewa"ucap Sariti sambil menangkis serangan Brajadewa,
mendapatkan tantangan dari ibunya itu Brajadewa segera meningkatkan tempo serangannya,tapi bagi Sariti Ningrum serangan Brajadewa belumlah dapat mengancam pertahanannya ,lalu dengan gerakan kupu-kupu ia segera menyerang balik Brajadewa hingga membuat nya terdesak mundur,
tak ingin malu di depan ibunya ia segera mengganti jurus nya serta melipat gandakan serangannya , dalam waktu sekejap saja keadaan pun berbalik, Sariti yang semula mendesak Brajadewa kini gantian dirinya yang didesak.
Sariti mencoba menyerang Brawijaya dari sebelah kanan namun tiba-tiba Brajadewa memutar tubuhnya
tidak ingin terkena sabetan Brajadewa Sariti Ningrum terpaksa Manarik serangannya dan melompat mundur.
"Cukup anak ku kau benar-benar membuat ibu kewalahan"ucap Sariti Ningrum mengaku kalah.
"apakah ibu tidak apa-apa"tanya Brajadewa segera menghampiri ibunya.
"tentu Brajadewa ibu baik baik saja"jawab Sariti Ningrum kemudian masuk kedalam rumah di ikuti Brajadewa di belakang nya.
"Brajadewa ambilkan ibu air minum"perintah Sariti Ningrum, Brajadewa pun segera menuruti perintah ibunya itu,
"ini ibu air minum nya"ucap Brajadewa ,
"Kenapa ayah dan kakek belum pulang ibu"tanya Brajadewa,
"Mungkin mereka ada urusan di istana bulan Merah Brajadewa"jawab Sariti Ningrum sambil menuangkan air ke gelasnya,
"Menurut ibu kapan kita akan pindah ke istana rasa nya tidak enak tinggal di sini sudah sepi bau lagi "Brajadewa.
"Brajadewa sejak kapan kau jadi anak manja ha...ah !!, inilah akibat nya kalau kebanyakan hidup di dalam istana mau nya serba enak"ucap Sariti Ningrum dengan emosi,
"Coba ibu pikir apa tempat ini layak untuk kita,ibu dulu kan seorang selir masak mau hidup di tempat beginian"ucap Brajadewa membela diri,
"Sudah.. sudah..aku tidak mau berdebat dengan mu bisa pusing kepala ku,nanti ibu coba bicarakan hal ini dengan kakek mu"jawab Sariti Ningrum yang diam diam membenarkan ucapan Brajadewa itu .
"Nah begitu kan lebih baik"ucap Brajadewa merasa senang.
Ternyata setelah melakukan penyerbuan ke Prada Jaya Ki Jamprang dan Gautama ikut menuju ke istana Bulan Merah untuk memenuhi perintah Patih Lanang Seta sedang kan Sariti dan Brajadewa di suruh Ki Jamprang menuju ke gunung Lawu yang merupakan markas dari perampok macan loreng.
"Ibu bagaimana kalau kita berburu ke hutan sambil menunggu kakek pulang dari istana Bulan Merah"ucap Brajadewa ,
"kalau kau mau berburu pergilah sendiri ibu lagi malas untuk keluar"jawab Sariti Ningrum acuh dengan ajakan anaknya itu.
"apa ibu tidak bosan di sini , ayolah ibu"rengek Brajadewa terlihat manja,
"ya sudah,ayo biar ibu temani tapi jangan jauh jauh"ucap Sariti akhirnya terpaksa menuruti kemauan anaknya itu.
Akhirnya mereka berdua pun segera berangkat kehutan untuk berburu,sepanjang jalan Brajadewa memberondong ibunya dengan berbagai pertanyaan pertanyaan yang membuat Sariti kewalahan untuk menjawabnya, hingga tak terasa mereka pun sudah sampai di hutan yang mereka tuju.
...---------------...
Sementara itu di Istana Bulan merah Ki Jamprang tampak berjalan menuju ke Balairung istana,untuk memenuhi undangan raja kerajaan bulan Merah itu.
Hamba datang menghadap Gusti Patih Lanang seta "ucap Ki Jamprang,
"duduklah Jamprang ,ada sesuatu yang akan ku sampaikan pada mu"ucap Patih Lanang seta,
"baik Gusti hamba siap mendengarkannya"ucap Ki Jamprang,
"Dengar Jamprang paduka raja berencana ingin segera melakukan penyerangan ke kerajaan kerajaan di sekitar sini dan untuk itu aku mendapat perintah dari paduka raja untuk mengangkat mu menjadi senopati untuk memimpin penyerangan itu,apakah kamu siap memikul jabatan itu Jamprang"ucap Patih Lanang Seta,
"suatu kehormatan buat hamba Gusti Patih jika Gusti prabu mempercayakan jabatan itu pada ku"jawab Ki Jamprang dengan bangga,
Patih Lanang seta menganggukkan kepalanya mendengar kesanggupan dari Ki jamprang itu.
Tak lama kemudian datang lah Gautama yang juga menghadap Patih Lanang Seta,
"hamba menghadap Gusti Patih mohon maaf atas keterlambatan hamba Gusti"ucap Gautama,
"duduklah Gautama , ucap Patih Lanang Seta,
"terima kasih Gusti"ucap Gautama.
"Terimalah medali perak ini Jamprang sebagai bukti kau resmi menjadi senopati"ucap Patih Lanang Seta ,menyerah medali perak itu.
"terima kasih Gusti Patih"Ki Jamprang menerima medali itu dengan kedua tangannya.,
"Gautama "panggil Patih Lanang Seta,
"Hamba Gusti"jawab Gautama,
"Kau juga akan aku jadikan sebagai Senopati Gautama untuk mendampingi Ki jamprang, apakah kau bersedia Gautama"tanya Patih Lanang seta
"Hamba siap Gusti"ucap Gautama,
"terimalah medali perunggu ini sebagai bukti kalau kau menjadi Senopati kerajaan bulan Merah ini"ucap Patih Lanang Seta,
"terima kasih Gusti"ucap Gautama,
"Kalian berdua sudah tahukan jabatan kalian"tanya Patih Lanang Seta,
"tahu Gusti hamba Senopati kedua dan Gautama Senopati ketiga,lalu siapa Senopati pertama Gusti Patih"tanya Ki Jamprang,
"Senopati pertama adalah pemegang medali emas dia adalah Ramapati ,jadi kalian berdua ada di bawah perintah nya dan untuk saat ini kalian berdua belum bisa bertemu dengannya karena dia sedang bersama paduka raja"jawab Patih Lanang Seta.
__ADS_1
"Kurasa hanya itu saja yang ku sampaikan pada kalian"lanjut Patih Lanang Seta,
"maaf Gusti hamba mau bertanya"ucap Ki Jamprang,
""silahkan mau bertanya tentang apa Ki Jamprang"Patih Kencana Loka,
"kapan kita akan mulai penyerangan lagi Gusti, karena hamba ingin membuktikan kemampuan hamba kepada paduka raja bahwa saya pantas untuk menjadi senoati kerajaan ini"ucap Ki Jamprang dengan penuh semangat.
"haaa.....haaa....haaa.... sabarlah Ki Jamprang tidak lama lagi kita akan segera bergerak, jadi tunggu saja kabar dari paduka raja"ucap Patih Lanang Seta,
"baiklah Gusti Patih , kalau begitu hamba mohon diri"ucap Ki Jamprang,
"Saya juga mohon diri Gusti Patih"ucap Gautama,
"Silahkan Ki Jamprang dan Gautama"ucap Patih Lanang Seta,
"Paduka raja memang tidak salah pilih, Ki Jamprang memang benar benar orang yang haus akan darah ,orang seperti ini lah yang di butuhkan kerajaan bulan merah ini"ucap Patih Lanang Seta , setelah Ki Jamprang dan Gautama berlalu dari hadapan nya.
Setelah mereka diangkat menjadi senopati kedua dan ketiga Ki Jamprang dan Gautama pun bermaksud pergi ke gunung Lawu untuk mengajak Sariti dan Brajadewa untuk ikut ke istana bulan Merah untuk bergabung dengan mereka.
...----------------...
Sementara itu di Martapura
setelah menempuh perjalanan yang begitu lama akhirnya Rangga dan Patih Kencana loka pun tiba di istana Martapura.
Melihat kedatangan Rangga itu seorang prajurit yang berjaga di depan gerbang segera berteriak kepada temannya yang ada di dalam untuk segera membukakan pintu gerbang.
"Buka pintu Gusti "teriak prajurit itu,ia kemudian membungkuk kan badannya ketika Rangga lewat di depannya.
Setelah pintu terbuka Rangga dan Patih Kencana Loka pun segera masuk kedalam Istana , melihat kedatangan Rangga itu semua prajurit menunduk dan memberikan hormat, melihat hal itu Patih kencana Loka merasa heran dan penuh tanda tanya, karena penasaran ia pun bertanya kepada Rangga tentang hal itu,
"pangeran kenapa mereka sangat hormat pada pangeran"tanya Patih Kencana Loka dengan terus berjalan mengikuti Rangga.
"Apakah pangeran seorang Senopati "ucap Patih Kencana Loka memberondong Rangga dengan dua pertanyaan sekaligus,
"Anggap saja begitu Kencana Loka,"jawab Rangga dengan acuh,
mendengar jawaban dari Rangga itu Patih Kencana pun percaya dan tidak bertanya lagi dan terus berjalan mengikuti Rangga,
tapi setelah sampai di dalam Patih Kencana Loka di buat terkejut lagi ketika ada seseorang wanita yang datang menyambut kedatangan Rangga itu ,dia adalah Dewi Sekar,
"Selamat datang kanda prabu kenapa pergi nya lama sekali kanda"ucap Dewi Sekar,
"ada sedikit halangan di jalan dinda makanya saya jadi terlambat kembali ke istana"ucap Rangga,
"Kanda prabu,, jangan.... jangan pangeran adalah..."Kencana Loka tidak meneruskan kata-katanya karena merasa seperti mimpi,
"oh ya dinda ini paman Patih Kencana Loka"ucap Rangga,
"paman Kencana Loka....paman..."panggil Rangga berulang kali ,ia pun segera menyentuh pundak Kencana Loka yang sedang berdiri tertegun itu,
"ja...di pangeran ada raja di kerajaan ini"ucap Patih Kencana Loka seolah-olah tidak percaya,
mendengar itu Patih Kencana Loka pun langsung bertekuk lutut di hadapan Rangga,
"hormat saya Gusti prabu maafkan hamba yang tidak tahu ini"ucap Patih Kencana Loka,
"bangun lah paman tidak perlu bersikap seperti itu duduklah"ucap Rangga,
"baik Gusti prabu", ucap Patih Kencana Loka seraya berdiri .
"Dinda tolong suruh pelayan untuk menyiapkan makanan untuk saya dan paman Kencana Loka"ucap Rangga,
"baik kanda"ucap Dewi Sekar kemudian melaksanakan perintah suami nya itu.
"Gusti Prabu hamba sudah putuskan untuk mengabadikan jiwa raga hamba di kerajaan ini, mungkin dengan ini hamba bisa mengurangi rasa bersalah hamba pada Gusti prabu Anggara Dewa"ucap Patih Kencana Loka.
"Sudahlah paman jangan terlalu menyalahkan diri sendiri , karena tidak hanya paman saja yang merasa bersalah aku juga ikut merasa bersalah atas apa yang terjadi di Prada Jaya kemarin itu Paman"ucap Rangga,
"mengenai keputusan Paman untuk mengabdi pada kerajaan ini saya terima dengan senang hati, karena kerajaan ini memang butuh orang seperti paman" lanjut Rangga,
"terima kasih Gusti hamba berjanji akan selalu setia pada Gusti dan kerajaan ini"ucap Patih Kencana Loka dengan sungguh-sungguh.
"paman tidak perlu berjanji seperti itu karena aku sudah tahu akan kesetiaan paman pada romo prabu"ucap Rangga,
"maaf kanda prabu , makanannya sudah siap"ucap Dewi Sekar,
"terima kasih dinda , ayo paman kita makan bersama"ucap Rangga,
"tapi.. Gusti ..." ucap Patih Kencana Loka dengan ragu,
"tidak perlu sungkan ayolah paman"ucap Rangga sambil menarik tangan kencana Loka,
Kencana Loka merasa seolah-olah dirinya sedang melihat Anggara Dewa pada diri Rangga karena sifat Rangga dengan nya benar benar tidak jauh beda.
Akhirnya mau tidak mau Kencana Loka pun makan bersama sama.
...----------------...
Hancurnya Prada Jaya benar benar membuat Rangga harus segera bertindak untuk mencari pelakunya ,ia benar-benar geram dengan kekejaman yang telah mereka lakukan itu terutama pada penduduk desa yang ikut menjadi korban padahal mereka tidak tahu apa apa.
Dan pada siang itu Rangga pun mengadakan pertemuan untuk membahas tentang hancur nya Prada Jaya dengan para petinggi Martapura.
"Bukan kah Prada Jaya itu kerajaan yang besar dinda prabu mengapa dapat dengan mudahnya bisa di hancurkan dalam waktu yang sangat cepat"kata Arya Soma,
"itulah yang menjadi pertanyaan ku selama ini kanda aku merasa heran mengapa bisa seperti itu"ujar Rangga,
"Apa mungkin Ki Jamprang di bantu oleh kerajaan lain untuk menyerang Prada Jaya dinda prabu"ucap Arya Soma,
__ADS_1
"kemungkinan begitu kanda kalau di lihat dari bekasnya"jawab Rangga,
"maaf Gusti prabu ada yang ingin hamba perlihatkan pada Gusti prabu"ucap Pati Kencana Loka,
"silahkan paman Patih Kencana Loka"ucap Rangga memanggil lengkap kencana Loka beserta jabatan nya,
"kemarin hamba menemukan medali perak ini Gusti"ucap Patih Kencana Loka sambil menyerahkan medali itu kepada Rangga,
"kalau tidak salah ini adalah tanda pengenal atau indentitas seseorang yang di beri jabatan penting dalam suatu pasukan"ucap Rangga sambil mengamati medali itu.
"coba kanda perhatian lambang yang ada pada medali ini"ucap Rangga sambil memberikan medali itu kepada Arya Soma,
Arya Soma pun mengamati benda itu sambil berfikir begitu lama karena lambang itu terlihat asing di matanya.
"Saya baru melihat lambang ini dinda prabu,tapi kalau menurut saya lambang bulan ini sepertinya adalah lambang suatu kerajaan atau mungkin lambang sebuah kota dinda prabu"ucap Arya Soma,
"tapi kalau dipikir-pikir seperti nya tidak ada kerajaan di sekitar sini yang mempunyai lambang seperti itu kanda"ucap Rangga ,
"ya dinda prabu benar aku juga belum pernah melihat kerajaan yang mempunyai lambang seperti itu"ucap Arya Soma,
"maaf Gusti prabu hamba punya cara supaya kita bisa tahu lambang kerajaan mana itu"ucap Patih Kencana Loka,
"katakan paman Patih Kencana Loka, bagaimana itu"tanya Rangga,
"Apakah Gusti prabu masih ingat dengan kalung yang Gusti prabu temukan di Prada Jaya kemarin itu"ucap Patih Kencana Loka,
"maksud paman kalung ini"tanya Rangga,
"benar Gusti prabu ,saya kira kalau kita bisa menemukan orang yang memakai kalung itu kemungkinan besar kita bisa tahu lambang kerajaan mana bulan itu"ucap Patih Kencana Loka menjelaskan,
"Jadi menurut paman Kencana Loka kalung dan medali ini berhubungan"tanya Rangga,
"saya rasa begitu Gusti prabu karena kalung dan medali itu di temukan di tempat dan kejadian yang sama"ucap Patih Kencana Loka
"ya,,ya,,paman Kencana Loka benar"ucap Rangga sambil mengangguk angguk.
"Jika begitu secepatnya kita harus segera bertindak dinda prabu"ucap Arya Soma,
belum sempat Rangga menanggapi perkataan Arya Soma mendadak datang lah seorang prajurit,
"hamba mau melapor Gusti prabu"kata seorang prajurit dengan tiba-tiba datang,
"silahkan prajurit ada apa "tanya Rangga,
"Ada seorang prajurit dari kerajaan Kumaya mau menghadap Gusti prabu "jawab prajurit itu,
"baik cepat' suruh masuk"ucap Rangga,
"baik Gusti prabu"ucap prajurit itu lalu segera pergi,
tak lama kemudian tibalah prajurit itu di hadapan Rangga,
"hamba menghadap Gusti prabu"ucap prajurit kumaya itu,
"apakah ada sesuatu yang penting prajurit"tanya Rangga,
"hamba mau memberi tahukan pada Gusti prabu bahwa kumaya di serang oleh pasukan tidak di kenal Gusti"ucap prajurit itu,
"Apa..!!!"ucap Rangga dengan terkejut.
Semua yang hadir di pertemuan itu pun juga terkejut bukan main setelah mendengar perkataan prajurit kumaya itu,
"lalu bagaimana keadaan kumaya saat ini prajurit "tanya Rangga dengan tidak sabar,
"tidak ada yang selamat Gusti semua orang-orang di bunuh tanpa ampun"ucap prajurit itu,
"jika begitu kenyataannya ,ini bukan sekadar penyerbuan kanda prabu tepatnya ini pembantaian"ucap Arya Soma,
"ini mirip seperti yang terjadi di Prada Jaya "ucap Rangga dengan pelan,
"Apakah kamu tahu ciri ciri pasukan itu"tanya Rangga,
"mereka memakai pakaian serba hitam Gusti prabu"jawab prajurit itu,
mendengar perkataan prajurit itu Rangga pun terdiam dan semua yang hadir terdiam seolah mereka sedang berfikir,
"Gusti prabu ,kalau tidak salah itu sepertinya pasukan Gagak Hitam Gusti"ucap Patih Kencana Loka,
"Gagak Hitam, bukan kah mereka itu sudah hancur beberapa tahun silam"ucap Rangga,
"benar Gusti ,tapi dari ciri-cirinya hamba yakin itu memang Gagak Hitam Gusti"ucap Patih Kencana Loka,
"Sepertinya kemunculan Gagak Hitam ini untuk balas dendam Gusti"ucap Patih Kencana Loka.
"bukankah Prada Jaya sudah hancur , lalu siapa lagi yang ingin gagak Hitam hancurkan paman"tanya Rangga,
"Saya kira hancur nya Prada Jaya dan Kumaya ,saling berhubungan Gusti prabu"ucap Senopati Wiro Kusumo,
"Kenapa paman Wiro Kusumo berkata seperti itu"tanya Arya Soma,
"Seperti yang Gusti prabu bilang tadi , bahwa kejadian di Kumaya mirip dengan yang di Prada Jaya Gusti Patih "ucap Wiro Kusumo,
"maaf Gusti prabu, hamba rasa hancurnya Kumaya dan Prada Jaya adalah sebuah langkah awal mereka sebelum mereka melanjutkan serangan ke kerajaan lain Gusti"ucap Pandan Wangi yang dari tadi hanya diam,
"Jelaskan maksud mu Pandan Wangi "ucap Wiro Kusumo,
"Begini setelah Prada Jaya dan Kumaya hancur tidak menutup kemungkinan, kerajaan Argara atau kerajaan Markuraka adalah sasaran mereka berikut nya Gusti"ucap Pandan Wangi.
"Pendapat mu masuk akal juga Pandan Wangi"ucap Rangga,
__ADS_1
"lalu apa rencana dinda prabu sekarang"tanya Patih Arya Soma,
"Aku sudah memikirkan nya kanda jadi tenanglah"jawab jawab Rangga.