
Mendengar perkataan Ariani Dewi itu Arya Soma pun bergegas menghampiri Pandan Wangi yang tampak kepayahan setelah beradu tenaga dalam dengan Warok Singa tadi.
Tanpa pikir panjang lagi Arya Soma segera menyalurkan tenaga dalamnya untuk memulihkan keadaan Pandan Wangi itu.
Melihat adanya bantuan yang datang itu Warok Singa yang juga mengalami keadaan sama seperti Pandan Wangi itu pun merencanakan untuk segera kabur dari situ, karena tidak mungkin baginya untuk melanjutkan pertarungan itu setelah dirinya merasakan kehabisan tenaga.
Warok Singa harus di buat terkejut setelah melihat dua rekannya yaitu Karang Bolong dan Tengkorak Putih sudah tergeletak tidak bergerak lagi.
Kemudian ia segera memberikan aba-aba pada Rupaksa Dara dan Kala Weling untuk segera kabur dari tempat itu .
kala Weling dan Rupaksa Dara yang mendengar aba aba dari Warok Singa itu langsung meninggalkan lawan nya masing-masing dan segera keluar dari istana dengan sisa-sisa tenaganya.
"Biarkan saja tuan putri jangan kejar mereka"ucap kencana Loka.
Arum yang berusaha mengejar mereka segera menghentikan niatnya setelah Kencana Loka melarang nya.
Kemudian ia berlari menghampiri Pandan Wangi yang sedikit kelihatan pucat wajahnya karena kehabisan tenaga.
"Bibi Wangi tidak apa apa"tanya Arum ,setelah Arya Soma selesai menyalurkan tenaga dalam ke tubuhnya.
"Aku tidak apa-apa tuan putri ,jadi tuan putri tidak perlu khawatir"ucap Pandan Wangi seraya berdiri.
"Maafkan saya Gusti Patih ke-tiga orang itu berhasil kabur dari sini"ucap Kencana Loka.
"Tidak apa apa mereka kabur paman, paling tidak dengan tewasnya dua teman mereka itu sudah cukup untuk membuat jera orang orang itu untuk datang kemari lagi"ucap Arya Soma.
"Rupanya mereka semua orang orang yang tidak bisa di anggap remeh Gusti Patih"ucap Ariani Dewi.
"Ya kau benar Ariani , ternyata dua pedang naga itu menjadi magnet bagi orang-orang sakti di dunia persilatan ini"ucap Arya Soma.
"Menurut saya jika pedang itu masih ada di sini ,maka keamanan istana akan terancam terus terancam Gusti"ucap Kencana Loka.
"Mengenai hal itu nanti saya coba bicarakan pada Gusti prabu bagaimana pendapat beliau tentang dua pedang naga itu apakah mau simpan di sini atau mau di pindahkan"ucap Arya Soma sambil memperhatikan keadaan tempat bekas pertarungan tadi.
Sementara Warok Singa dan dua teman nya yang berhasil selamat terus berlari sampai jauh meninggalkan Martapura, mereka takut kalau di kejar oleh para orang orang Martapura di saat keadaan mereka yang sedang tidak menguntungkan itu.
Warok Singa yang berlari paling depan segera menghentikan langkahnya ketika melihat Rupaksa Dara jatuh tersungkur, begitulah juga dengan Kala Weling, ia segera menghampiri Rupaksa Dara yang tergeletak tidak jauh di belakangnya.
"Rupaksa Dara.... Rupaksa Dara..."ucap kala Weling sambil menggoyangkan tubuhnya .
"Warok Singa...apa yang terjadi dengan Rupaksa Dara"ucap kala Weling .
Warok Singa kemudian memeriksa Rupaksa Dara dan betapa terkejutnya setelah tidak merasakan lagi denyut nadi di pergelangan tangannya .
Kemudian ia memeriksa tubuhnya dan mendapati sebuah luka hitam yang besar di dada sebelah kirinya.
"Dia sudah pergi meninggalkan kita kala Weling"ucap Warok Singa dengan menundukkan kepalanya.
"Apa kamu bilang....!!!"ucap Kala Weling dengan tercekat.
Kala Weling menggoyangkan tubuh Rupaksa Dara berkali-kali berharap dia akan bangun namun Rupaksa Dara tetap tak bergeming juga.
"Rupaksa Dara....!!!!"teriak Kala Weling .
"Sudahlah Kala Weling tidak ada gunanya meratapi orang yang sudah mati "ucap Warok Singa.
"Kau tidak mengerti perasaan ku Warok Singa,dia sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri aku benar benar merasa sangat kehilangan dengan kepergian nya"ucap Kala Weling.
"Setelah ini aku ingin buat perhitungan dengan mereka Warok Singa untuk membalas kematian teman teman kita"lanjut Kala Weling.
"Sudah pasti kala Weling ,kita akan membalas kematian tiga teman kita"ucap Warok Singa.
Sebenarnya Warok Singa juga merasakan kesedihan yang mendalam setelah kematian Karang Bolong dan Tengkorak Putih,tapi ia tidak mau menunjukkan nya di depan Kala Weling.
"Sebaiknya kita cepat pergi dari tempat ini supaya sebelum pagi kita sudah sampai di lembah Kematian"ucap Warok Singa.
Kala Weling pun bergegas pergi dari tempat itu dengan membawa tubuh Rupaksa Dara yang sudah jadi mayat itu.
Rupanya setelah Rupaksa Dara beradu tenaga dalam dengan Arum tadi, ternyata dia kalah kuat sehingga mengalami luka dalam yang sangat parah dan membuat nyawanya melayang di tengah jalan karena sudah tidak kuat menahan luka yang di deritanya.
"Sebaiknya kita cepat menyusul Gusti prabu , sepertinya di sana akan terjadi pertempuran besar "ucap Arya Soma kepada semua orang yang ada di situ.
"Baiklah Gusti Patih "ucap Kencana Loka.
Namun di saat semua orang yang ada disitu hendak beranjak tiba-tiba ada angin bertiup kencang yang menerpa mereka wuuusss.... hingga membuat semua orang harus mengerahkan tenaga dalamnya untuk membentengi dirinya.
"Ada apa ini Gusti Patih"ucap Ariani Dewi.
"Sepertinya ada seseorang yang datang dan kekuatan jauh lebih besar dari orang orang tadi"ucap Arya Soma.
"Haaa....haaaa....haaaa.......mau buru buru pergi kemana kalian "ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Arum pun terkejut setelah mengetahui siapa yang baru datang itu.
"Ratu Sarjani"ucap Pandan Wangi.
Ternyata setelah lolos dari pukulan banaspati mengguncang alam yang di lepaskan oleh raja Batara Derja Ratu Sarjani belum pergi meninggalkan Martapura ia masih berputar putar di sekitar istana karena sangat bernafsu ingin mendapatkan pedang itu.
__ADS_1
"Rupanya dia juga datang ke sini"ucap Ariani Dewi.
"Kau ingat tempo hari Ariani ketika kau di buat oleh ratu busuk itu, inilah kesempatan bagi kita untuk membalas perbuatannya waktu itu"ucap Pandan Wangi dengan menatap tajam ratu Sarjani.
"Aku tidak akan lupa akan hal kemarin itu Wangi ,hari ini juga akan ku balas perbuatan nya karena dia aku kemarin telah menyusahkan kau dan tuan putri Arum"ucap Ariani Dewi dengan memegang pedangnya erat erat.
"Aku tahu pedang itu ada pada kalian cepat serah pedang itu pada ku"ucap Ratu Sarjani.
"Jangan bermimpi kau untuk mendapatkan pedang itu selama masih ada kami di sini ratu busuk"ucap Ariani Dewi dengan geram.
"Haaa...haaa...rupanya aku berjodoh dengan kalian
sehingga kita bisa bertemu"ucap Ratu Sarjani sambil memandang Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Arum secara bergantian.
"Kurang ajar , akan aku membalas kekalahan ku tempo hari pada mu ratu busuk"ucap Ariani Dewi dengan tidak sabar.
Ariani Dewi langsung melesat melabrak Ratu dengan jurus tebasan seribu pedangnya , pertarungan pun langsung terjadi kembali di tempat itu , Ariani Dewi dengan gerakan yang sangat cepat menebas Ratu Sarjani yang berdiri di depan ,tapi ternyata serangan nya itu tak mampu menebus dinding perisai batu merah delima miliknya .
"Haaa....haaa...haaaa.... teruskan serangan mu Ariani"ucap Ratu Sarjani dengan tertawa terbahak bahak.
Ariani Dewi yang mudah marah itu pun langsung terbakar oleh kata kata Ratu Sarjani yang anggap meremehkan nya itu dan ia pun tanpa berpikir panjang segera meningkatkan tenaga dalamnya hingga duuuaaarrr... duuuaaarrr... serangan bertubi-tubi pun ia lancarkan, namun serangan membabi buta Ariani Dewi itu tidak cukup untuk membuat ratu Sarjani luka atau pun tergores sedikit pun.
Merasa serangan gagal Ariani Dewi segera melompat menjauhi nya dan berdiri sekitar lima tombak darinya dan bermaksud menyerang nya kembali.
"Aku ingin tahu apakah kau masih bisa tertawa kali ini "ucap Ariani Dewi segera mengerahkan tenaga dalamnya sampai ke puncak tertinggi rupanya ia bermaksud menghantam Ratu Sarjani dengan menggabungkan jurus tebasan seribu pedang dan pukulan badai menerjang ombaknya.
Arya Soma dan yang lainnya masih memperhatikan pertarungan itu mereka ingin tahu sekuat apa musuh yang sedang di hadapi oleh Ariani Dewi itu.
Hiiiaat ..... Ariani kembali melesat ke arah Ratu Sarjani yang masih berdiri menunggu dan langsung melepaskan pukulannya wuusss.... wuusss...duuuaaarrr.... ledakan keras pun terjadi setelah Ariani melepaskan jurus gabungan itu .
Tercipta lah gumpalan asap tebal yang menyelimuti Ratu Sarjani akibat pukulan tadi ,Ariani Dewi terlempar sekitar lima tombak ke belakang , sedang kan Ratu Sarjani masih berdiri kokoh di depannya.
"Kekuatan seperti apa sebenarnya yang melindungi nya itu, sial semua serangan ku tidak berguna"ucap Ariani Dewi dengan nada setengah frustrasi.
Mengetahui serangan Ariani Dewi tidak berpengaruh sedikit pun terhadap ratu Sarjani Arya Soma pun bergegas turun tangan.
"Semuanya mari kita bantu Ariani "ucap Arya Soma ia pun langsung memukul dengan jurus tapak dewa maut duuuaaarrr.... begitu pula Pandan Wangi dan Arum dengan pukulan lembur gunungnya duuuaaarrr....asap pun tebal menyelimuti Ratu Sarjani.
"Apakah kita berhasil bibi"tanya Arum.
"Entahlah tuan putri bibi tidak yakin"ucap Pandan Wangi dengan sikap waspada.
"Haaa....haaa... sudah ku bilang akan sia sia jika kalian melawan ku"ucap Ratu Sarjani dengan sombongnya.
"Kurang ajar rupanya kuat sekali perisai yang melindungi nya itu"ucap Ariani Dewi.
Ia pun segera melepaskan pukulan ke arah mereka yang menyerangnya tadi wuusss... wuuusss.... wuusss.. Ariani Dewi segera melesat menghindari nya begitu Arya Soma dan yang lainnya .
Ratu Sarjani terus mengumbar serangan hingga membuat semua orang yang ada di tempat itu kalang kabut.
Semua orang di situ benar benar di buat repot oleh perisai yang melindungi Ratu Sarjani itu karena membuat mereka tidak bisa untuk menyerang balik.
Arum yang masih penasaran dengan perisai itu mencoba melepaskan pukulan gabungan nya wuusss.. .duuuaaarrr.. namun tetap saja perisai yang melindungi Ratu Sarjani itu tidak juga retak apa lagi pecah.
"Rupanya kau masih penasaran juga anak kecil"ucap Ratu Sarjani kepada Arum.
"Ini terimalah Ratu Sarjani melepaskan pukulan kepada Arum wuuusss..... wuusss....
"Sialan..."ucap Arum segera berkelebat menghindarinya duuuaaarrr... duuuaaarrr..
"Kalau seperti ini terus bisa gawat"ucap Arya Soma tampak gusar melihat kehebatan lawannya itu.
Sementara itu di tempat yang tidak jauh dari mereka Dewi Sekar dan Jaka Alap Alap yang sedang memperhatikan Rangga dan Raja Batara Derja sedang berhadapan itu merasa terusik dengan suara suara ledakkan yang bersahutan itu.
"Jaka Alap Alap kau dengar suara ledakkan itu"tanya Dewi Sekar.
"Benar Gusti ratu seperti di sana sedang terjadi pertarungan"ucap Jaka Alap Alap.
"Mari kita periksa apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana"ucap Dewi Sekar.
"Baik Gusti"ucap Jaka Alap Alap.
Mereka berdua pun segera meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempat terjadi ledakan tadi.
Kencana Loka, Sendawa dan Lingga pun segera menyerang Ratu Sarjani secara bersamaan, mereka melepaskan pukulannya berkali-kali namun tetap saja hasilnya masih sama.
"Kita hanya buang buang tenaga saja paman "ucap Lingga dengan nafas memburu.
"Awas... Lingga!!!"teriak Kencana Loka melihat serangan yang datang ke padanya.
"Lingga yang lagi mengambil nafas itu segera buru membuang tubuh kesamping duuuaaarrr... pukulan ratu Sarjani pun dapat di hindari nya.
"Hampir saja melayang nyawa ku"ucap Lingga.
"Wangi apa kau tidak punya jalan keluar untuk menghancurkan perisai ratu busuk itu"tanya Ariani Dewi.
"Mmmmm......ada satu cara Ariani tapi aku butuh bantuan kalian semua yang ada di sini"ucap Pandan Wangi.
__ADS_1
"Cepat katak kan Wangi apa rencana mu"tanya Ariani Dewi dengan tidak sabar.
"Coba kau perhatikan perisai yang melindungi Ratu busuk itu,aku minta kau perhatikan baik-baik dari atas sampai bawah"ucap Pandan Wangi sambil menunjuk ke Ratu Sarjani yang berdiri penuh dengan kemenangan.
Ariani Dewi pun mengikuti saran Pandan Wangi itu dan ia pun langsung tersentak begitu mengerti dengan maksud oleh Pandan Wangi itu.
"Kau memang jenius Wangi tidak salah kalau dulu Gusti prabu selalu meminta saran dari mu setiap kali ada permasalahan yang di hadapi nya"ucap Ariani Dewi.
"Apa kau sudah paham apa yang aku maksud Ariani"tanya Pandan Wangi.
"Benar Wangi,rupanya perisai itu tidak menutupi seluruh tubuh Ratu busuk seutuhnya , ternyata perisai itu meninggalkan tempat terbuka di bagian bawah kakinya"ucap Ariani Dewi.
"Bagus ,di bagian itulah kita akan melumpuhkan dia"ucap Pandan Wangi.
"Gusti Patih dan yang lainnya saya minta untuk menyerang ratu busuk itu secara bersamaan sementara aku dan Ariani Dewi akan menyerang belakangan dan ingat harus menyerang dia di bagian.. .
"Baiklah aku percaya semua ini pada mu Pandan Wangi"ucap Arya Soma langsung memotong perkataan Pandan Wangi.
"Ayo kita serang kembali wanita itu"ucap Arya Soma.
Mendengar perkataan Arya Soma itu Kencana Loka dan yang lainnya pun segera maju menyerang Ratu Sarjani.
Padahal penjelasan Pandan Wangi belum selesai tapi Arya Soma dan yang lainnya langsung bergerak menyerang nya begitu mendengar aba aba dari Arya Soma.
Arya Soma melesat duluan menyerang kemudian di susul oleh Arum Sendawa dan Lingga.
Dengan pukulan tapak dewa maut nya Arya Soma menggempur Ratu Sarjani habis habisan, begitu pula juga dengan Arum dan yang lainnya.
Namun berkat perisai Merah delima nya Ratu Sarjani dapat dengan mudah menepis setiap serangan yang mereka lancarkan.
Hiaaaat...duuug... duuug sepakan ratu Sarjani membuat Lingga dan Sendawa saling berjatuhan buug...buug..ratu Sarjani langsung melepaskan pukulannya ke arah mereka berdua.
Melihat itu Arum segera melepaskan pukulan untuk menyelamatkan mereka berdua wuusss.... duuuaaarrr... ..
Lingga dan Sendawa pun cepat cepat menyingkir untuk memulihkan tenaga nya.
Arum kembali melancarkan serangannya untuk membuat repot Ratu Sarjani wuuusss..... duuuaaarrr...
Arum yang sudah tahu serangan nya itu tidak akan mempan terhadap ratu Sarjani itu, ia lalu melesat cepat mendekati nya dan melancarkan jurus tebasan seribu pedangnya hiiiaat... crash.. crash.. hiiiaat duuuaaarrr.... Arum segera melompat menjauhi Ratu Sarjani dan melihat hasil usaha dari jarak lima tombak, namun tetep saja hasilnya tidak membuat nya terluka.
"kekuatan mu lumayan juga bocah terima ini wuusss...,ratu Sarjani melepaskan pukulan ke arah Arum.
"Gawat.... pedang naga hijau hiaaaat... duuuaaarrr..Arum dalam keadaan gawat itu terpaksa mengeluarkan pedang nya untuk menyelamatkan diri nya.
"Akhirnya muncul juga pedang itu"ucap Ratu Sarjani dengan senyum menyeringai dan langsung meluncur ke arah Arum.
Arya Soma yang melihat Arum dalam bahaya itu langsung mengeluarkan senjata andalannya.
"Baiklah keris Guntur geni ...."teriak Arya Soma langsung berkelebat menuju ke arah nya wuuusss.... crash... crash.. tapak dewa maut.. hiiiaat duuuaaarrr... Arya Soma memukul Ratu Sarjani dengan sekuat tenaganya .
Namun hasil tetap sama tidak membuat nya lecet walau pun hanya sedikit, tapi paling tidak bisa membuat Arum menyingkir lebih dulu.
Ratu Sarjani pun terpaksa menghentikan niatnya untuk mendekati Arum setelah menerima serangan dari Arya Soma itu.
"Baru kali ini pukulan dan jurus andalan ku tidak berguna"gerutu Arya Soma.
"Sudah aku bilang percuma saja serangan kalian terhadap ku"ucap Ratu Sarjani dengan kata kata mengejek.
"Wangi sepertinya kau salah memberi arahan seharusnya mereka menyerang Ratu busuk itu di bagian kakinya bukan bagian atasnya "ucap Ariani Dewi setelah melihat serangan Arum dan Arya Soma tidak menunjukkan hasil yang di harapkan.
"Itu yang ingin ku katakan dari tadi Ariani tapi mereka langsung menyerang begitu saja jadi tidak sempat aku memberi tahu mereka"ucap Pandan Wangi .
"Gusti Patih serang bagian bawah nya"teriak Pandan Wangi.
"Oh rupanya begitu baiklah"seru Arya Soma.
"Jurus belah raga hiiiaat Arya Soma segera menyerang Ratu Sarjani di bagian kakinya , mendapatkan serangan Arya Soma itu Ratu Sarjani langsung melompat ke atas wuuusss...
"Kurang ajar rupanya mereka sudah mengetahui kelemahan perisai ini"umpat Ratu Sarjani segera melepaskan pukulannya ke arah Arya Soma wuuusss... duuuaaarrr... pukulan itu pun tepat mengenai tubuh Arya Soma hingga membuat nya lenyap seketika itu juga namun hanya lah bayangan saja yang berhasil di pukul oleh Ratu Sarjani.
Ratu Sarjani yang masih di udara itu memaki maki setelah tahu dirinya di permainan kan oleh Arya Soma.
"Jurus selendang Perak "teriak Dewi Sekar , dengan selendang peraknya Dewi Sekar mengikat seluruh tubuh Ratu Sarjani yang masih di udara itu.
"Pandan Wangi dan Ariani Dewi saat nya kalian untuk menyerang dia"teriak Dewi Sekar.
Mendengar teriakkan Dewi Sekar itu Pandan Wangi dan Ariani Dewi segera melesat menyerang wuuusss... jurus tebasan seribu "teriak Ariani Dewi, jurus pedang membelah langit "teriak Pandan Wangi hiiiaat.....
serangan mereka berdua pun berhasil mengenai tubuh Ratu Sarjani bagian bawah crash.. crash... Ratu Sarjani tak dapat menghindari karena tubuh nya terlilit oleh selendang milik Dewi Sekar.
Dewi Sekar kemudian melepaskan lilitan selendangnya , Pandan Wangi yang sudah lama di buat kesal oleh Ratu Sarjani itu tidak mau kepalang tanggung langsung melepaskan pukulan lembur gunungnya wuuusss duuuaaarrr..... begitu juga Ariani Dewi yang sudah lama ingin membalas kekalahan nya tempo hari itu juga melepaskan pukulan badai menerjang ombak nya wuusss ..duuuaaarrr... duuuaaarrr... hangus lah tubuh Ratu Sarjani oleh pukulan dahsyat itu.
"Huuuuuuf... akhirnya Ratu busuk itu dapat di kalahkan juga"ucap Pandan Wangi sambil menjatuhkan dirinya dalam keadaan berlutut karena kelelahan.
...****************...
***BENAR KAH RATU SARJANI SUDAH MATI DAN BAGAIMANA PERTEMPURAN RANGGA DENGAN RAJA BATARA DERJA.
__ADS_1
LIKE DAN KOMENTAR YA BIAR AUTHOR NYA SEMAKIN SEMANGAT UP NYA TERIMA KASIH...HEEE ..HEEE.. HEEE*** .