Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kelabang Ireng


__ADS_3

"Celaka...celaka "kata raja Dungga ,tampak gusar dan khawatir.


"Ternyata dia masih hidup, setelah sekian lama menghilang kini Kelabang Ireng muncul lagi" kata raja Dungga.


Raja Dungga teringat pada kejadian beberapa tahun silam ,waktu kelabang Ireng berhasil memporak-porandakan seluruh prajurit Martapura.Para senopatinya banyak yang gugur dan kerusakan parah di seluruh istana.waktu itu keadaan sungguh sangat genting raja Dungga dan seluruh pasukan yang afa cuma bisa pasrah menyambut kematian.


Di saat rasa keputusasaan itu tanpa di duga muncul seorang pendekar muda dengan pakaian warna merah di punggungnya terdapat dua buah pedang menyilang,dia adalah pendekar Raja Alam atau lebih di kenal dengan sebutan pendekar pedang kembar.


Tanpa di minta raja alam langsung menyerang Kelabang dan bertarung sengit dengannya.Setelah bertarung cukup lama akhirnya raja alam mampu mengalahkan dan membuat Kelabang Ireng luka parah.


Sejak kekalahan itu kabar tentang Kelabang Ireng pun tidak pernah terdengar lagi seperti hilang ditelan bumi.


"Yang Mulia tampaknya ini pertanda tidak baik" kata patih Martoloyo ,


"saya sependapat dengan kamu kakang patih "kata raja Dungga.


"Apakah pangeran Arya Soma mampu menghadapi dia yang mulia" tanya patih Martoloyo dengan cemas.


"Saya kira Arya Soma belum tentu mampu untuk menghadapinya kakang,kalau pun kita semua juga maju mengeroyok dia saya kira hasilnya tetap akan sama "kata raja Dungga penuh kecemasan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan yang Mulia "kata patih Martoloyo.


"Kita lihat dulu perkembangannya apakah Arya mampu menghadapi nya atau tidak" kata raja Dungga.


Dari teras istana pandangan raja Dungga dan Patih Martoyo tertuju pada Arya Soma dan kelabang Ireng yang saat itu sedang berhadapan.


"Asal kamu tahu saja pangeran sombong ada atau tidaknya sayembara ini saya akan tetap menjadi raja di Martapura , dahulu saya memang gagal merebut kerajaan ini,tapi lain dulu lain sekarang haaa..,haaaa...... haaaa...."kata Kelabang Ireng dengan tertawa keras.


"Hentikan omong kosong mu !!! ,siapa kau sebenarnya "tanya Arya Soma dengan geram.


"Rupanya kau hanya anak kemarin sore yang tak tahu tingginya gunung , baiklah agar kau tidak mati penasaran dengar baik baik nama ku, aku adalah Kelabang Ireng dari bukit tengkorak "jawab Kelabang Ireng.


"Apa..!!!!! terkejut lah Arya Soma mendengar jawaban orang itu,"jadi ini rupanya orang yang dahulu pernah membuat geger kerajaan Martapura "kata Arya Soma dalam hati.


Rangga yang ada di barisan penonton merasa terkejut mendengar pengakuan dari orang yang bernama kelabang Ireng itu.


"Kelabang Ireng ...kalau tidak salah..mmm...ya..ya...ya..jadi orang inilah yang dahulu pernah membuat geger dunia persilatan,tapi bukankah dahulu dia pernah di kalahkan oleh kakek guru kenapa dia masih hidup"tanya Rangga pada diri sendiri.


"Sebaiknya saya tunggu saja perkembangan situasi ini bagaimana kelanjutannya "kata Rangga kemudian.


Arya Soma dan kelabang Ireng terlihat sedang beradu mulut, bagi kelabang Ireng Arya Soma bukanlah apa-apa.


"Aku masih bisa berbaik hati pada mu jika kau tidak melawan dan mau menjadi abdi ku "kata Kelabang Ireng dengan keangkuhan nya.


"Jangan mimpi aku menjadi abdi mu , mati lebih baik bagiku dari pada harus mengikuti mu"kata Arya Soma dengan darah mendidih.


"Jika itu pilihan mu dengan senang hati aku akan membunuh mu" kata Kelabang Ireng


"Hiaaatttt .... pertarungan pun di mulai ,Arya Soma langsung menerjang Kelabang Ireng dengan jurus jurusnya, duuuar....duuuar...tenaga dalam saling beradu ,jurus dewa maut hiaatt...Arya melepaskan salah satu jurus andalannya, ternyata pukulan itu hanya membuat Kelabang Ireng mundur dua langkah kebelakang.

__ADS_1


"Lumayan juga serangan mu tapi tidak cukup kuat untuk melukai ku"kata Kelabang Ireng meremehkan.


"Ayo keluarkan semua jurus jurus mu"kata Kelabang Ireng.


"Sial , ternyata pukulan ku tidak melukainya "kata Arya kesal, lalu Arya kembali menerjang dengan jurus jurus maut lainnya ,Kelabang Ireng terus mengindari nya tanpa melawan, merasa di remehkan lawannya Arya pun semakin jengkel,


pukulan kilat petir hiaaatttt.. duuuaaarrr..... dengan gerakan yang sangat cepat Kelabang Ireng menghindari serangan itu.


"Baiklah terima serangan ku ini " kata kelabang Ireng pukulan ,wussss...,.. Kelabang Ireng melepaskan pukulan tapak api ke arah Arya Soma,


Dengan menggunakan pukulan dewa maut dan jurus kilat petir di gabung menjadi satu Arya pun menyambut pukulan Kelabang Ireng itu,


seakan akan meledak arena itu karena dua tenaga besar berbenturan duuuar... duuuaaarrr.


Arya Soma terpental kebelakang sekitar sepuluh tombak sementara Kelabang Ireng cuma mundur sekitar tiga tombak, menandakan kekuatan kelabang Ireng jauh di atas Arya Soma.


"Sial ternyata dia memang benar benar kuat, seandainya aku bisa mencabut keris pulang geni itu mungkin aku bisa mengalahkan nya"kata Arya Soma dalam hati dengan nafas naik turun tidak beraturan.


Tiba tiba sebuah bayangan berkelebat menghampiri Arya Soma,


"apakah kamu tidak apa apa pangeran" tanya orang itu yang ternyata adalah seorang wanita.


Arya Soma menganggukkan kepalanya mendengar perkataan wanita yang baru datang itu.


"mungkin untuk sementara saya harus memulihkan tenaga ku dulu "kata Arya Soma, lalu ia mengalirkan hawa murni ke seluruh tubuhnya.


"saya punya urusan dengan dia pangeran ,karena beberapa tahun yang lalu dia telah membunuh guru ku serta menghancurkan padepokan guru ku"kata wanita itu.


"Nama ku adalah Ariani Dewi salah satu murid yang tersisa dari padepokan lembah sunyi"lanjut wanita itu.


Ariani Dewi pun langsung melesat sambil mengirimkan pukulan dahsyat kearah kelabang Ireng wuusss,, dengan gerakan yang sangat cepat kelabang Ireng menghindari serangan itu,


merasa serangannya gagal Ariani Dewi langsung maju dengan menghunus pedang nya ,dengan gerakan yang cepat ia menyerang Kelabang Ireng bertubi tubi,


kelabang Ireng pun dengan gerakan yang tak kalah cepat terus menghindari serangan itu, "kena kau hiaaaat "teriak Ariani setelah dengan yakin pedangnya mengenai leher Kelabang Ireng.


" kemana dia"tanya Ariani Dewi,karena tiba tiba kelabang Ireng hilang dari depan matanya.


Merasakan ada serangan dari arah belakang Ariani memutar tubuhnya, namun gerakan nya kalah cepat dengan kelabang ireng, hingga membuat Ariani terkena pukulannya dan terpental braaak...!!!


"cepat sekali gerakan nya "desah Ariani Dewi dengan meringis menahan rasa sakit.


Melihat Arya Soma dan Ariani Dewi dapat di desak dengan mudah rasa cemas raja Dungga semakin menjadi.


"Kakang patih rupanya kita juga harus bersiap siap untuk membatu mereka ternyata dia lebih kuat dari sebelumnya" kata raja Dungga .


"Hamba siap yang mulia "kata patih Martoloyo ,lalu raja Dungga dan patih Martoloyo pun melesat menghampiri Arya Soma yang berada di sudut arena.


"Kau tidak apa apa anak ku" tanya raja Dungga pada Arya,

__ADS_1


"saya tidak apa apa Romo ternyata dia kuat sekali "kata Arya Soma.


" Kenapa romo dan paman Martoloyo ke sini bukankah akan sangat bahaya"kata Arya Soma.


"Lebih bahaya lagi kalau dia sampai menguasai kerajaan ini,aku pikir kita harus bekerja sama untuk melawannya anak ku"kata raja Dungga pada Arya Soma .


"Apakah Romo yakin kita bisa mengalahkan dia"tanya Arya Soma


" Walaupun belum tentu menang paling tidak kita pernah mencobanya " jawab raja Dungga .


"Baiklah jika itu kehendak Romo, saya kira hanya itu solusi yang ada"kata Arya setuju.


"Siapakah wanita itu kurasa dia butuh bantuan apakah kau mengenal nya Arya"tanya raja Dungga.


"Saya baru bertemu dengan dia Romo , mengenai tentang siapa dia lebih lanjut sebaiknya saja saya ceritakan nanti "kata Arya lalu melesat membantu Ariani Dewi.


"Apakah kau baik baik saja "kata Arya Soma setelah berada di dekat Ariani Dewi,


" benar saya tidak apa apa pangeran,dia memang benar benar sangat kuat "kata Ariani Dewi sambil menatap tajam Kelabang Ireng.


"Masih belum terlambat jika sekarang kalian ingin menyerah "kata Kelabang Ireng dengan sombongnya.


"Kurang ajar simpan kata kata mu "kata Arya Soma ,


"lebih baik kita serang dia bersama sama pangeran" kata Ariani Dewi,


"benar kata mu ayo maju" jawab Arya Soma.


Melesat lah mereka berdua menggempur kelabang Ireng, pertarungan pun di mulai kembali.


Tidak ketinggalan raja Dungga dan patih Martoloyo pun ikut menyerang bersama mereka.


"Majulah kalian semua biar aku tidak buang buang waktu untuk menghabisi kalian semua haaa...haaa...haaa.."kata Kelabang Ireng dengan tertawa penuh kesombongan.


Saling serang pun tak terelakan lagi tendangan dan pukulan bertubi-tubi di keluarkan dua belah pihak,serangan yang datang dari berbagi arah membuat Kelabang Ireng sedikit tersudut.


"Jangan mimpi kalian dapat mengalahkan aku dengan serangan murah seperti ini"kata Kelabang Ireng dengan marah.


"Terima ini hiaaaat"teriak kelabang Ireng dengan mengeluarkan kekuatan yang sangat dahsyat untuk menangkis serangan mereka .


Lalu dengan gerakan yang sangat cepat Kelabang Ireng memukul dan menendang mereka satu persatu dan mereka semua pun berjatuhan gedebuuuk.....!!!


Melihat semua lawannya terkapar, Kelabang Ireng tersenyum sinis ,ia melihat ke arah Arya Soma yang masih mencoba untuk berdiri yang posisinya tidak jauh dari dirinya.


"Di antara mereka semua coba kau yang paling merepotkan pangeran sialan , terimalah ini"kata Kelabang Ireng


Lalu ia mengirimkan satu pukulan ke arah Arya Soma wuusss... pukulan dahsyat pun langsung menerjang Arya Soma yang saat itu baru saja berdiri.


"Ternyata dia sangat kuat baiklah aku akan coba membantu mereka "kata Rangga kemudian melesat menuju ke arena pertempuran.

__ADS_1


__ADS_2