Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Pertemuan


__ADS_3

Setelah membayar makan dan minuman nya Rangga pun meninggalkan kedai dan melanjutkan perjalanannya.


Sementara itu di sebuah lembah yang jauh dari keramaian tampak terjadi perbincangan antara guru dan muridnya.


"Terima kasih guru atas segala ilmu yang telah guru turun kan pada ku" kata Dewi Sekar.


"Sudahlah jangan berkata seperti itu sudah seharusnya yang tua mendidik yang muda"jawab Sang guru.


"ingat murid ku Dewi Sekar,gunakan segala ilmu yang ku berikan untuk berbuat kebaikan dan perangi lah segala bentuk kejahatan"kata sang guru dengan memberikan nasehat kepadanya.


"baik guru,saya akan selalu mengingat nasihat guru" jawab Dewi Sekar.


" bawalah ini untuk menemani perjalanan mu Sekar"ucap sang guru sambil menyerahkan sebuah pedang,


Dewi Sekar terkejut melihat pedang yang ada di tangan gurunya itu.


"bukankah ini pedang yang pernah guru cerita kan waktu itu"tanya Dewi Sekar,


"Kau benar Sekar jagalah pedang ini baik baik karena banyak misteri yang terdapat di dalam pedang ini, suatu saat dunia persilatan akan heboh karena pedang ini"pesan sang guru.


"baik guru semua nasehat guru akan ku ingat dengan baik"ucap Dewi Sekar,


"Sudah saatnya kau kembali ke istana dan hari ini juga kau berangkat lah"kata sang guru kepada Dewi Sekar.


"Baik guru"jawab Dewi Sekar, lalu pergi dari hadapan gurunya untuk mempersiapkan bekal untuk perjalanan nya.


Setelah selesai berkemas kemas Dewi Sekar pun lalu menemui gurunya kembali untuk berpamitan.


Dengan berat hati akhirnya sang guru pun melepaskan kepergian muridnya yang di didiknya selama ini.


Dewi Sekar melesat cepat mendaki tebing tinggi dan curam itu dengan ilmu ringan tubuhnya dan dalam waktu singkat saja ia sudah sampai di atas tebing.


Ia segera menghampiri kudanya yang selama ini ia tinggalkan diatas tebing itu,lalu


dengan mengendarai kuda itu Dewi Sekar terus berjalan ke arah timur kira kira setengah hari perjalanan ia akan sampai di kerajaan Argara.


Tanpa peduli panas menyengat kulit Dewi Sekar terus melarikan kudanya hingga sampailah Dewi Sekar di sebuah hutan wilayah kerajaan Argara tepat tengah hari.


Karena merasa lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup lama Dewi Sekar pun memutuskan untuk beristirahat sebentar di hutan itu. Lalu ia mengikatkan tali kudanya pada sebuah pohon, kemudian ia segera membuka bekal yang di bawanya.


Namun tiba tiba hidungnya itu mencium bau sedap ayam bakar, Dewi Sekar kemudian tidak jadi membuka bekalnya itu,ia berniat ingin mencari tahu siapa orang yang telah membakar ayam itu.


"ternyata di sini ada orang "katanya dalam hati,


lalu dia melangkah kakinya untuk mencari asal bau ayam bakar itu,tak lama kemudian ia menemukan seorang pemuda yang tidak lain adalah Rangga sedang duduk sambil membolak-balik ayam bakar itu,


"oh ternyata dari sini baunya"kata Dewi Sekar dalam hati,


"siapa pemuda itu"tanya Dewi Sekar pada diri sendiri ,lalu ia pun berjalan mengendap-endap mendekati Pemuda itu


"apakah kamu juga mau ayam bakar ini"kata Rangga tiba tiba,


"kalau mau jangan bersembunyi "kata Rangga lagi,


"sial dia tahu aku di sini"gerutu Dewi Sekar di tempat persembunyiannya.


"Mau keluar atau tidak"tanya Rangga,


"kalau kamu datang dengan tujuan persahabatan silahkan baik baik tampakkan diri mu ,tapi jika tujuan mu ingin main-main, jangan salahkan aku kalau aku menyerang mu"lanjut Rangga,


Akhirnya Dewi Sekar pun terpaksa keluar dari tempat persembunyian nya.


"oh, ternyata seorang perempuan"kata Rangga dalam hati


"maaf kalau aku menganggu mu"kata Dewi Sekar malu malu,


"Aku merasa tidak terganggu"jawab Rangga.


"kenapa kamu datang dengan sembunyi-sembunyi "tanya Rangga ingin tahu sambil memperhatikan wanita di depan nya itu.


"Kalau kamu mau ayam ini silahkan ambil masih ada satu lagi jangan malu malu"kata Rangga menawarkan,


"tenang saja aku bukan orang jahat tidak perlu curigai"kata Rangga menjelaskan.

__ADS_1


Karena merasa lapar akhirnya Dewi Sekar pun menerima tawaran itu dengan malu malu.


"ternyata Pemuda ini tampan juga"kata Dewi Sekar dalam hati ,


"siapa nama nona"tanya Rangga.


"Panggil saja saya Dewi Sekar, jawab Dewi Sekar


"Kalau tuan siapa ",kata Dewi Sekar balik bertanya,


"saya Rangga "jawab Rangga menyebutkan namanya tapi mulutnya sibuk mengunyah daging ayam.


"Kalau boleh tahu kau mau kemana "lanjut Rangga.


"Sudah lama aku tidak bertemu dengan keluarga ku,aku mau pulang untuk bertemu mereka,jawab Dewi Sekar.


"Apakah rumah orang tua mu itu masih jauh dari sini"tanya Rangga ingin tahu.


"Kalau dari sini sih sudah lumayan dekat karena sebentar lagi tiba di Argara"jawab Dewa Sekar.


"kalau tujuan tuan sendiri mau kemana"tanya Dewi Sekar lagi.


"jangan panggil aku tuan ,panggil saja Rangga agar lebih bersahabat"kata Rangga,


"iya tuan eh,,, Rangga pertanyaan ku tadi belum kau jawab"kata Dewi Sekar dengan gugup,


"saya cuma seorang pengembara yang mengikuti kemana langkah kaki ku berjalan, jadi tidak punya tujuan pasti nona"jawab Rangga.


"Lalu tujuan mu yang sekarang mau kemana"tanya Dewi Sekar,


"Aku rasa saat ini ingin melihat lihat negeri Argara ini ,sepertinya ada yang menarik" jawab Rangga


"Bagaimana kalau kita berjalan bersama"tanya Dewi Sekar dengan penuh harap.


"kenapa begitu"tanya Rangga,


"Karena arah kita sama lagian mana enak berjalan sendirian"ucap Dewi Sekar.


"Baiklah kurasa tak masalah"jawab Rangga.


Setelah menghabiskan ayam bakarnya masing masing mereka berdua pun berjalan bersama menuju ke Argara.


Di sepanjang jalan Rangga terus memperhatikan kehidupan rakyat Argara yang tampak terlihat begitu makmur.


"Rangga kenapa diam saja apakah kamu baru pertama datang ke sini,ku perhatikan tampaknya ada sesuatu yang kau pikirkan "tanya Dewi Sekar.


"ah,tidak saya cuma melihat kehidupan penduduk di sini begitu makmur,"jawab Rangga.


"memang benar apa yang kau katakan, kurasa ini semua tidak lepas dari kebijakan romo prabu Bargola"jawab Dewi Sekar.


"Romo prabu kamu bilang"tanya Rangga terkejut


"iya,," jawab Dewi Sekar yang keceplosan ngomong,


"oh jadi kamu ini putri raja Bargola"kata Rangga memastikan,


"benar maaf kalau aku tidak berterus-terang tadi"jawab Dewi Sekar.


"Sudahlah tidak perlu di pikiran"kata Rangga tidak mau ambil pusing.


Tidak terasa akhirnya mereka berdua pun tiba di depan gerbang kerajaan Argara.


"Kurasa kita berpisah di sini Dewi"kata Rangga.


"Bagaimana kalau kamu ikut aku menghadap romo prabu"kata Dewi Sekar menawarkan.


"Maaf Dewi kurasa tidak perlu mungkin lain kali saja"jawab Rangga,


"terus kamu mau kemana" tanya Dewi Sekar dengan agak kecewa.


"mungkin untuk sementara pengembaraan ku singgah di sini dulu untuk melihat -lihat negeri ini"jawab Rangga,


"baiklah kalau begitu aku masuk dulu"kata Dewi Sekar,

__ADS_1


"iya silahkan tuan putri"kata Rangga


"Rangga , terima kasih untuk ayam bakarnya tadi hampir lupa"kata Dewi Sekar tampak malu.


"Tak masalah kalau kamu mau bisa aku carikan lagi "kata Rangga bercanda.


Setelah itu mereka berdua pun berpisah Dewi Sekar masuk ke dalam istana dan Rangga pun melanjutkan perjalanan nya berkeliling negeri itu.


Melihat kedatangan putrinya yang selama ini pergi betapa gembiranya hati raja Bargola.


"Selamat datang putri ku"ucap raja Bargola dengan gembira,


"Hormat saya romo ",kata Dewi Sekar ketika di hadapan ayah nya.


Bagaimana perjalanan mu anak ku"tanya Raja Bargola.


"Lancar dan sangat menyenangkan romo "jawab Dewi Sekar.


"Untunglah kau kembali tepat waktu karena besok pangeran Lintang dari kerajaan Kumaya akan datang kesini , untuk melamar kakak mu ,jadi kau bisa ikut menyambut nya"kata raja Bargola.


"saya turut gembira mendengarnya Romo"kata Dewi Sekar.


"kalau begitu saya mau bertemu dengan yunda Kara romo ,untuk mengucapkan selamat padanya"kata Dewi Sekar kemudian.


"Baik silahkan temui kakak mu"kata Raja Bargola.


Lalu Dewi Sekar pun mencari kakaknya,ia merasa sudah sangat rindu padanya setelah lama tidak bertemu.


Setelah lama mencari akhirnya Dewi Sekar pun menemukannya, ternyata ia ada di taman belakang istana sedang duduk menyendiri.


"yunda Dewi kara "panggil Dewi Sekar,


Dewi kara pun menoleh ke arah datangnya suara itu dan betapa senangnya setelah tahu siapa yang datang ,


" dinda Sekar "kata Dewi Kara ,lalu mereka pun berpelukan untuk melepaskan rindu setelah lama berpisah.


"Dinda kapan datang,"tanya Dewi Kara.


"Baru saja yunda"jawab Dewi Sekar.


"Selamat yunda sebentar lagi yunda akan di lamar pangeran Lintang"kata Dewi Sekar kemudian.


"iya terima kasih dinda"jawab Dewi Kara.


"Tapi setelah yunda kawin gantian kamu harus cepat cepat menyusul ya"kata Dewi Kara menggoda adiknya itu.


"ah yunda" sambil mencubit tangan Dewi Kara, hingga Dewi Kara kakaknya itu merasa kesakitan,Dewi Sekar terus berlari sambil tertawa, awas kamu dinda aku ku balas perbuatan mu,mereka pun berlari kejar kejaran.


Begitulah mereka berdua bila bertemu selalu ada saja kejahilan Dewi Sekar untuk menggoda kakaknya.


Malam itu Dewi Sekar tidak bisa tidur, masih terkesan saat saat bersama Rangga.


Ia mondar mandir di kamarnya dengan perasaan yang tidak jelas.


"ku harap suatu saat dia datang ke sini"kata Dewi Sekar dalam hati, apakah dia benar-benar seorang pengembara ,siapa dia sebenarnya dalam pikiran Dewi Sekar terus berkecamuk tentang Rangga ,malam pun semakin larut dan Dewi Sekar pun terlelap dalam tidurnya.


...----------------...


Tibalah hari dimana Raja Sura dari kerajaan Kumaya untuk melakukan kunjungan nya ke kerajaan Argara, dengan disertai iring iringan berangkat lah rombongan itu.


"Ku harap kamu tidak memalukan kerajaan Kumaya Anak ku"kata Raja Sura,


"Saya akan berusaha Romo untuk dapat memenangkan pertarungan ini"jawab pangeran Lintang.


"Romo percaya pada mu anak ku"kata Raja Sura memberi semangat.


Ini adalah hari yang menentukan bagi pangeran lintang karena hari ini adalah pertarungan antara pangeran lintang dengan Dewi Kara, jika ia dapat mengalahkan Dewi Kara maka pertunangan pun di lanjutkan tapi jika ia kalah maka kemungkinan besar pertunangan mereka pun akan di batalkan tapi jika seri tergantung bagaimana keputusan mereka nanti.


Sementara itu di kerajaan Argara persiapan acara penyambutan juga di lakukan dengan mewah,terlihat banyak prajurit dan istana sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu.


"Apakah semua sudah beres kakang Patih"tanya Raja Bargola.


"Sudah yang Mulia semua sudah siap"jawab Patih Guntoro.

__ADS_1


"Baiklah kakang patih sekarang tinggal menunggu mereka tiba"kata Raja Bargola .


__ADS_2