Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Retaknya hubungan Argara dengan Kumaya


__ADS_3

"Romo ini adalah penghinaan besar untuk kerajaan Kumaya"ucap pangeran Lintang dengan emosi yang meledak-ledak,


"Aku tahu anak ku , baiklah hari ini juga kita akan berangkat ke Argara untuk minta penjelasan dari raja Bargola apa arti dari semua ini "ucap raja Sura,"baik romo sekarang juga aku akan bersiap-siap"kata pangeran Lintang dan utusan itu pun segera kembali ke Argara setelah menyerahkan surat itu.


Di Balairung istana raja Bargola dan patih Guntoro tampaknya mereka sedang berbicara serius hari itu.


"Hamba rasa raja Sura pasti tidak bisa menerima kenyataan ini yang mulia,"ucap patih Guntoro,"saya kira juga begitu kakang patih, "ucap raja Bargola.


"Hamba rasa sebaiknya kita bersiap-siap dari sekarang yang mulia,karena hamba takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi."kata patih Guntoro,"kau benar kakang patih,tapi kau tak perlu sepanik itu, karena aku tahu bagaimana sifat dari raja Sura"ucap raja Bargola.


"Tapi bagaimana pun hamba akan tetap mensiagakan pasukan yang mulia apa bila ada sesuatu di luar dugaan ,kita bisa langsung bertindak,"ucap patih Guntoro.


"Baiklah kakang patih lakukanlah apa yang terbaik menurut mu,"ucap raja Bargola kemudian.


"Kalau begitu hamba mohon diri yang mulia"ucap patih Guntoro dan segera pergi.


"Jika ini memang jalan yang harus ku tempuh baiklah akan ku tanggung semua ini,"ucap raja Bargola setelah patih Guntoro pergi.


Sementara itu di tempat lain Sugati dan Sugala masih melanjutkan perjalanannya, walaupun belum mendapatkan halangan satu pun,tapi mereka tak mengendurkan kewaspadaannya.


Namun tiba-tiba dari arah depan mereka muncul tiga orang yang tidak lain adalah Lukajaya dan kedua muridnya yang menghadang perjalanan mereka.


"berhenti kalian"kata orang itu,

__ADS_1


"ada keperluan apa tuan menghadap perjalanan kami"tanya Sugati," Aku cuma mau bertanya pada kalian"kata Ki Lukajaya,"bertanya apa tuan," jawab Sugati dengan tenang,"apakah kalian tahu di mana kitab pedang darah itu berada,"tanya Ki Lukajaya, mendengar perkataan itu Sugati dan Sugala pun langsung terkejut ,"apa maksud tuan aku ,aku tidak mengerti ,"jawab Sugati,"janganlah kau berpura-pura, kedua murid ku mendengar kalau kalian sedang mencari kitab itu,"ucap Ki Lukajaya dengan tersenyum sinis.


"Maaf kami tidak punya urusan dengan kalian, Sugala kita lanjutkan perjalanan"jawab Sugati dengan berniat pergi,"kurang ajar beraninya kalian dengan mengacuhkan ku,"ucap Ki Lukajaya dengan marah," Baskara dan Durpala serang mereka"Ki Lukajaya memerintah kedua muridnya, Sugati dan Sugala pun lalu turun dari kudanya dan menyambut serangan mereka.


Hiaaaat.... pertarungan pun terjadi, Sugati berhadapan dengan Ki Lukajaya sedangkan Sugala berhadapan dengan Baskara dan Durpala,


dengan penuh kemarahan Ki Lukajaya menyerang Sugati ,


mengetahui lawannya berniat menghabisinya ia pun langsung mencabut pedangnya,hiaat Sugati langsung menyerang Ki Lukajaya ,ia mengarahkan pedangnya ke kepalanya,tapi Ki Lukajaya dapat menghindarinya lalu ia melompat kebelakang dan mencabut pedangnya,


pertempuran dua pedang pun terjadi, Sugati menggerakkan pedangnya dengan cepat , Ki Lukajaya menangkisnya sambil mundur kebelakang ,lalu kemudian ia melompat ke atas dengan bersalto melewati Sugati dan langsung melepaskan pukulan tapak apinya ,Sugati yang merasakan adanya serangan itu melompat untuk menghindarinya , duuuaaarrr... pukulan itu mengenai tempat kosong,


merasa serangannya gagal ia pun langsung merengsek maju kembali menyerang dengan pedangnya.


Sementara itu Sugala pun terlibat pertarungan yang sengit dengan Baskara dan Durpala,ia harus menguras tenaganya untuk menyerang dan menghindari serangan mereka,


pedang Sugala menari-nari bagaikan seekor ular yang menyerang Durpala dan Baskara, hingga membuat mereka harus bersusah payah untuk menangkisnya lalu mundur menjauhi Sugala dan kemudian mengatur rencana.


"Ternyata dia bukan orang sembarangan Baskara,"ucap Durpala,


"Benar kita serang dia dari depan dan dari arah belakang,"ucap Baskara,"baik kau serang dia dengan pedang sementara aku akan memukulnya dengan pukulan kalajengking beracun,"ucap Durpala,


"Rencana yang bagus Durpala,"ucap Baskara,

__ADS_1


sesuai rencana mereka kemudian Baskara kembali menerjang Sugala dengan pedangnya, Sugala memiringkan tubuhnya ke kiri ,untuk menghindari serangan pedang Baskara itu.


Sementara Durpala bersiap-siap melepaskan pukulan kalajengking beracunnya dan wuusss ...ia lalu melepaskan pukulan itu ketika Sugala berhadapan dengan Baskara, namun Sugala bukan pendekar kemarin sore,


merasakan adanya serangan dari arah belakang itu ia lalu menjatuhkan dirinya,dan serangan itu pun kemudian menerjang Baskara yang tak sempat menghindarinya,ia pun jatuh ketanah dengan tubuh menghijau karena racun itu dan tidak bergerak lagi.


Durpala pun terkesiap melihat itu,dan Sugala tidak menyia-nyiakan kesempatan itu ia lalu melempar pedangnya ke arah Durpala yang masih terdiam itu hingga menembus perutnya dan ia pun roboh lalu mati,


"Baskara ,Durpala !!"teriak Ki Lukajaya dengan terkejut setelah melihat muridnya tewas"aku akan mengadu jiwa dengan kalian "ucap Ki Lukajaya," ia lalu mengepalkan kedua tangannya, seketika juga kedua tangan ku Lukajaya merah membara,"kalian rasakan kemarahan ku hiaaat..lalu ia pun maju menyerang Sugati, melihat gelagat yang tidak baik itu Sugati pun lalu menyalurkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh,


Ki Lukajaya menyerang dengan ganasnya, "ternyata hawa pukulan sangat panas sebisa mungkin aku harus menghindari bersentuhan dengannya,"ucap Sugati sambil terus mengelak,"jangan hanya menghindar ayo serang aku"ucap Ki Lukajaya kesal,"lalu Sugala maju untuk membantu Sugati yang nampak terdesak itu, Sugala langsung menyerang Ki Lukajaya dengan pedangnya,


mengetahui kedatangan Sugala itu Ki Lukajaya langsung melepaskan pukulan ke arahnya, Sugala pun menghindarinya, memiringkan tubuhnya, melihat celah sedikit itu Sugati tidak menyia-nyiakan ia langsung melepaskan satu pukulannya duaaarrr.... tepat mengenai tubuh Ki Lukajaya dan ia pun terpental, Sugala pun langsung melesat dengan pedangnya dan bless...pedang Sugala tepat mengenai perut Ki Lukajaya ia pun roboh tak bernyawa.


"Ternyata mereka bukan pendekar kacangan,aku harus melaporkan ini pada Ki Sumpit "ucap Serigala Merah,lalu melesat pergi.


"Sugala sebaiknya kita cepat tinggalkan tempat ini ,aku rasa setelah ini akan ada lagi orang yang juga mengincar kitab itu,"ucap Sugati,"ternyata perkataan guru memang bener , baiklah kita pergi,"ucap Sugala, segera menaiki kudanya dan segera pergi.


Setelah kepergian Sugati dan Sugala tibalah Nyi Sarweda , Lasmini dan Rukmini di tempat itu.


"Rupanya baru saja terjadi pertempuran di tempat ini,"ucap Nyi Sarweda,"benar guru darah mayat-mayat ini juga masih kelihatan segar,"ucap Rukmini,"apakah ini perbuatan kedua pemuda itu guru,"Lasmini,


"mmmm...aku tidak tahu pasti ,tapi kalau di lihat dari jalan yang mereka tuju kemungkinan itu perbuatan mereka "ucap Nyi Sarweda mengira-ngira,"jika begitu lebih baik kita susuri jalan ini ku kira mereka belum jauh guru,"ucap Lasmini, "kau benar Lasmini ayo cepat,"kata Nyi Sarweda,

__ADS_1


karena tidak mau kehilangan orang yang di carinya itu Nyi Sarweda dan kedua muridnya segera menggebah kudanya meninggalkan tempat itu.


Sementara itu Pandan Wangi dan Ariani Dewi yang mendapat tugas dari Rangga untuk menyelidiki tentang kitab pedang darah itu , mereka pun sudah mulai bergerak.


__ADS_2