
Ku harap perjalanan Parmin tidak ada halangan apa pun ,"ucap Ki Jamprang lalu membalikkan badannya dan melangkah menuju ke kamar untuk beristirahat,tapi sebelum dia sampai di kamarnya tiba tiba terdengar suara orang memanggilnya dari luar,
"Kami kembali guru , teriak seseorang dari luar dengan nada penuh kemenangan,
"Cepat sekali kau kembali Lasem"tanya gurunya yang tak lain adalah Ki Jamprang,
"benar guru aku dapat buruan banyak kali ini, lihat lah barang yang saya bawa ini"ucap Lasem sambil menunjukkan peti berisi perhiasan .
"Haaa...haaa....haaa... kau memang selalu dapat menyenangkan aku Lasem"ucap Ki Jamprang dengan tertawa terbahak bahak.
"Ini berkat nama besar perguruan kita ini guru"ucap Lasem dengan bangga,
"Apa maksud mu Lasem,aku tidak mengerti"tanya Ki Jamprang,
"Begini guru di hutan aku tadi bertemu dengan seorang saudagar kaya yang di kawal oleh beberapa orang pendekar bayaran, yang mau menuju ke Martapura ,lalu saya dan teman-teman menghentikan nya,awalnya para pendekar pendekar itu mau melakukan perlawanan tapi, setelah aku menyebut kan nama perguruan ini mereka langsung lari terbirit-birit dan hasilnya seperti yang guru lihat ini"kata Lasem menerangkan.
"Kau benar Lasem siapa yang tidak akan berfikir dua kali setelah mendengar nama perguruan kita ini,haaa....haaa...haaa..."ucap Ki Jamprang dengan tertawa senang.
"Cepat Lasem ambil tuak kita rayakan keberhasilan ini"perintah Ki Jamprang,
"baik guru"jawab Lasem , segera mengambil tuak dan akhirnya mereka berdua pun minum sampai mabuk.
Sementara itu di tengah terik matahari yang menyengat siang itu terlihat seseorang mengendarai kudanya dengan sangat pelan , sepertinya dia tidak menghiraukan panasnya matahari yang membakar kulitnya.
"kasihan sekali kau Ki sanak semoga aku masih sempat membawa mu ke tabib"ucap pemuda itu dengan nada penuh rasa cemas.
"seandainya lukanya tidak terlalu parah mungkin aku bisa mempercepat jalannya kuda ini "ucap pemuda itu pada diri sendiri.
"Air..air..air.."ucap orang yang bersama pemuda itu merintih minta air yang tak lain adalah Patih Kencana Loka.
Mendengar rintihan Patih Kencana Loka itu pemuda yang tak lain adalah Rangga bergegas menghentikan kudanya dan mengambil air dari perbekalan yang di bawanya.
"Ini Ki sanak minumlah "ucap Rangga sambil meminum kan air itu dengan pelan-pelan dan bsedikit demi sedikit air itu masuk ke dalam mulutnya.
"Padahal aku sudah menyalurkan hawa murni ke tubuhnya kenapa hasilnya tetap tak sama,
benar-benar kasihan kau ki sanak "ucap Rangga dengan rasa tidak tega melihat keadaan Patih Kencana Loka itu yang sangat mengenaskan itu.
"Sebaiknya aku cepat melanjutkan perjalanan ini ,bisa bisa nyawa orang ini tidak tertolong kalau aku sampai terlambat "ucap Rangga.
Kemudian tanpa berfikir panjang lagi ia segera melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke sebuah desa terdekat, akhirnya tepat hari menjelang sore ia pun sampai di sebuah desa,ternyata Rangga membawa Patih Kencana Loka kembali ke desa Pasung .
Rangga pun menghentikan kudanya dan memperhatikan desa itu,ia heran dan penuh tanda tanya, ketika melihat desa itu tampak sepi yang terlihat cuma anak-anak kecil yang sedang bermain main.,
"Mungkin saja para penduduk desa ini sedang di ladang atau sawah mereka,baiklah secepatnya aku harus cari tabib , semoga ada seorang tabib di desa ini ,bertahan lah ki sanak"gumam Rangga dengan penuh harapan.
Rangga pun segera masuk ke desa itu berharap dia bisa bertemu dengan seseorang , tak lama kemudian ia bertemu dengan seorang laki laki setengah baya yang sedang membersihkan rumput di halaman rumahnya,ia pun segera mendekati laki laki setengah baya itu.
__ADS_1
Melihat seorang pemuda berkuda mendekatinya laki laki setengah baya itu segera menghentikan pekerjaannya.
"Maaf Ki sanak aku ingin bertanya sebentar "ucap Rangga dengan sopan.
"Silahkan Raden mau tanya apa "kata laki laki setengah baya itu.
"Apakah di desa ini ada seorang tabib ki sanak"tanya Rangga,
"Ada raden rumahnya tidak jauh dari sini,"jawab laki laki itu.
Mendengar Jawaban laki laki itu Rangga merasa senang karena usahanya tidak sia sia.
"Kalau begitu tolong ki sanak tunjukkan rumah tabib itu pada ku, karena teman ku ini sedang luka parah "kata Rangga sambil menunjuk Patih Kencana Loka.
"Baik raden mari ikut saya,"ucap laki laki itu, kemudian berjalan di ikuti Rangga di belakang nya.
"Apakah orang nya ada di rumah ki sanak kelihatannya sepi sekali "tanya Rangga ketika hampir sampai.
"Setahu saya Kiwari itu selalu ada di rumah Raden, karena setiap hari dia selalu mengobati orang "kata laki laki itu.
"Saya harap perkataan mu benar ki sanak"ucap Rangga
Karena jarak rumah laki laki itu dengan rumah tabib hanya sekitar lima belas tombak tak memakan waktu lama akhirnya sampailah mereka di depan rumah tabib itu.
"Baiklah Ki sanak saya ucapkan terima kasih atas pertolongan ki sanak ini"kata Rangga,
"Sama sama Raden"jawab kaki laki setengah baya itu lalu pergi dari hadapannya.
"Cepat bawa masuk, seperti nya teman mu itu terluka sangat parah"ucap tabib yang bernama Kiwari itu.
Rangga pun segera menuruti perintah tabib itu membawanya masuk kedalam dan langsung membaringkan Patih Kencana Loka di atas dipan.
Kiwari pun langsung memeriksa keadaan Patih Kencana Loka yang tampak sudah sangat sekarat itu ,ia pun terkejut bukan main mendapati luka yang alami oleh Patih Kencana,ia benar-benar heran dengan keadaan pasien nya kali ini , karena biasanya orang yang terkena pukulan ini tidak bisa bertahan lama .Ia pun langsung membuat ramuan dan meminumkannya.
."Anak muda untung kau cepat membawa dia kemari , kalau kau sampai terlambat sedikit saja ,saya bisa pastikan nyawanya sudah tidak bisa tertolong lagi"ucap Kiwari setelah selesai memeriksa dan mengobati keadaan Patih Kencana Loka .
"Menurut tabib dia terkena pukulan apa"tanya Rangga.
"Jika di lihat dari ciri-cirinya sepertinya dia terkena pukulan peremuk tulang (pemecah tulang)"jawab Kiwari ,
"ternyata benar dugaan ku "ucap Rangga dalam hati.
"Apakah dia itu teman mu atau saudara mu anak muda"tanya Kiwari,
"karena dia datang bersama ku bisa di bilang dia teman ku tabib,oh ya tabib kenalkan nama ku Rangga"ucap Rangga memperkenalkan dirinya.
"Saya Kiwari panggil saja aku Kiwari , karena orang orang di sini biasa memanggil ku dengan nama itu"ucap Kiwari juga memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Baik Kiwari , apakah teman ku itu bisa sembuh Kiwari "tanya Rangga ,
"kalau nyawanya tertolong mungkin masih ada harapan ,tapi....."Kiwari tak sanggup melanjutkan kata-katanya,
"tapi kenapa Kiwari tolong jelaskan"pinta Rangga ingin tahu.
"Begini nak Rangga ,jika dia sembuh nanti dia akan mengalami kelumpuhan total seumur hidupnya, karena tulangnya sudah tidak bisa berfungsi lagi"jelas Kiwari,
Rangga pun terkejut mendengar penjelasan Kiwari itu,ia merasa sangat kasihan pada orang yang di tolong nya itu.
"Apakah tidak ada cara lain untuk menyembuhkan nya Kiwari"tanya Rangga,
"Kemungkinan ada tapi sampai saat ini aku belum tahu"jawab Kiwari.
"lalu menurut Kiwari berapa lama teman ku akan sembuh"tanya Rangga,
"ku rasa agak lama karena lukanya sangat parah,bisa dua bulan bahkan lebih"jawab Kiwari,
"Jika itu kenyataan nya, sepertinya aku harus menitipkan teman ku ini pada mu Kiwari"ucap Rangga kemudian.
"Kau tenang saja Rangga aku dan dia sudah saling kenal"jawab Kiwari,
Rangga benar benar terkejut mendengar jawaban dari Kiwari itu, dia sungguh tidak menyangka bahwa mereka berdua sudah saling kenal.
"Jadi Kiwari sudah saling kenal dengan dia ,kalau begitu Kiwari tentu tahu siapa orang ini sebenarnya"tanya Rangga.
"Kalau kenal secara mendalam tidak Rangga,cuma sekedar tahu"jawab Kiwari,
"Kenapa bisa begitu Kiwari"tanya Rangga merasa bingung dengan jawaban Kiwari itu,
"Baik akan ku jelaskan pada mu, tadi malam dia sempat menginap di sini, karena kemalaman di jalan dan dia mengatakan pada ku kalau dirinya itu adalah seorang pengembara ,tapi aku tidak yakin dengan jawabannya itu, karena aku merasa ada yang dia sembunyikan dari ku"jawab Kiwari.
"Oh begitu", ucap Rangga,
"Sepertinya aku tidak bisa berlama-lama di sini Kiwari dan saat ini juga aku segera pergi dari sini"ucap Rangga,
"Kenapa terburu buru Rangga , bukan kah hari sebentar lagi akan gelap"tanya Kiwari.
"Ya aku tahu itu ,tapi aku harus segera pergi karena ada keperluan yang tidak bisa saaya tunda lagi dan ini ada sedikit uang pakailah untuk keperluan Kiwari"ucap Rangga sambil memberikan sekantong uang kepadanya.
"jika itu memang kehendak mu silahkan ,,aku tidak dapat mencegah nya"ucap Kiwari.
"Cepat atau lambat pasti aku akan datang kembali ke sini untuk menjenguknya Kiwari"ucap Rangga,
Setelah berpamitan dengan Kiwari Rangga pun segera pergi meninggalkan desa itu.
...----------------...
__ADS_1
(Kenapa tiba-tiba Patih Kencana Loka bisa bersama Rangga, dan dari perguruan apakah ki Jamprang itu ikuti terus , cerita pendekar pedang kembar).
jangan lupa like dan komentar nya terim akasih.