
"Bagaimana kalian bisa ada di sini bukan kah seharusnya kalian ada di hutan bersama dengan yang lainnya,"tanya Sarwati dengan tercekat.
"Benar hampir saja kami tertipu muslihat kalian, untung aku segera menyadarinya,"ucap Pandan Wangi sambil melipat kedua tangannya.
"Tidak ada cara lain ,serang mereka,"ucap Jubah Hitam, melihat mereka maju menyerang Pandan Wangi pun juga memerintahkan para prajurit untuk menyerang,"serang "teriak Pandan Wangi segera melompat ke arah mereka ,dan peperangan pun akhirnya terjadi.
Pertarungan Arya Soma melawan Nyi Sarweda dan Balung Wesi namapknya berjalan dengan hati-hati ,mereka sepertinya saling mengukur kekuatan masing-masing,Balung Wesi yang sudah pernah berhadapan dengan Arya Soma kali ini tak mau lagi bertingkah sembrono,ia akan menyerang jika Nyi Sarweda juga menyerangnya,
"mana kemampuan kalian yang membawa segudang dendam itu, ternyata cuma tong kosong saja,"ucap Arya Soma sengaja memancing emosi Nyi Sarweda dan Balung Wesi.
"Jaga mulutmu Arya Soma !!"ucap Nyi Sarweda mulai kena pancingan nya,"Balung Wesi kenapa kau hanya diam saja,ayo kita serang dia,"ucap Nyi Sarweda,
"Nyi kamu maju duluan biar aku yang belakangan,"ucap Balung Wesi tahu maksud Nyi Sarweda itu,
"sialan kamu Balung Wesi,"ucap Nyi Sarweda, hiiiaat.... Nyi Sarweda langsung menyerang Arya dengan tongkatnya,angin yang di timbulkan tongkat Nyi Sarweda memaksa Arya Soma untuk mengelak dan menghindarinya.
Melihat Arya Soma sibuk menghindari serangan Nyi Sarweda itu ,Balung Wesi segera melemparkan gadanya,tak mau terperangkap bunyi dengungan gada itu Arya Soma segera bersalto dan menendang gada itu, sehingga gada itu kembali ke Balung Wesi.
Belum sempat Arya Soma mendarat di tanah,dengan cepat Nyi Sarweda langsung melemparkan tongkatnya ke arah Arya Soma, mendapatkan serangan yang tiba-tiba itu tidak membuat Arya Soma gugup,ia langsung mengeluarkan pukulan tapak dewa maut untuk menghalau tongkat Nyi Sarweda itu,
duuuaaarrr.... tongkat Nyi Sarweda terlempar ke arahnya,tak mau kena senjatanya sendiri Nyi Sarweda melompat tinggi dan menangkap kembali tongkatnya.
Sementara itu senopati Tunggul Jaya , terlihat sibuk menghadapi Lasmini dan Rukmini, berkali-kali ia memutar tombaknya untuk menghalau sabetan pedang mereka, "rasakan ini ucap senopati Tunggul Jaya segera melepaskan pukulannya duuuaaarrr.. hingga membuat Lasmini dan Rukmini harus susah payah menghindarinya.
"Lasmini jika terus begini kita tidak bisa menjatuhkan dia,"kata Rukmini,
"baiklah aku tahu maksud mu Rukmini"ucap Lasmini dengan nafas yang memburu.
"Aku akan menahan dia dan secepatnya kau segera siap kan pukulan mu,"ucap Rukmini,
"ia pun langsung berkelebat menyerang senopati Tunggul Jaya kembali, sabetan-sabetan pedangnya terus mencecar senopati itu ,tapi dengan gerakan cepat dan lincah senopati Tunggul Jaya meladeni permainan pedang Rukmini, senopati Tunggul Jaya melompat tinggi memutar badannya dan langsung melepaskan tendangan ke arah Rukmini ,
tak elak lagi Rukmini pun terlempar,"saatnya Lasmini"teriak Rukmini dengan nafas yang tersenggal-senggal,
__ADS_1
"wuusss...sebuah pukulan meluncur ke arah senopati Tunggul Jaya, dan blaaarr.... duuuaaarrr...tak mengira mendapatkan serangan dadakan seperti itu Senopati Tunggul Jaya pun tak sempat untuk menghindari nya dan ia pun lalu jatuh tersungkur dengan tubuh menghitam,
"rasakan pukulan mawar hitam beracun ku,"ucap Lasmini sambil tersenyum menyeringai.
"Tunggul Jaya!!!"teriak Arya Soma, sambil menoleh ke arahnya,"kalian harus membayarnya,"ucap Arya Soma sambil mengepalkan kedua tangannya , setelah melihat gugurnya Senopati andalannya itu.
Dengan kemarahan memuncak Arya Soma langsung menggelar jurus belah raga yang telah di sempurnakan itu, seketika itu juga tubuhnya menjadi dua,dan langsung menyerangnya Nyi Sarweda dan Balung Wesi,
"jurus tipuan mata saja mau di pamerkan"ucap Nyi Sarweda segera memasang tongkatnya kembali ,
"jurus itu lagi "ucap Balung Wesi tampak panik , karena dia pernah merasakan ke ampuhan jurus itu.
Ia langsung menerjang Arya Soma,namun betapa terkejutnya Nyi Sarweda maupun Balung Wesi karena tubuh Arya Soma yang dikira bayangan itu ternyata seperti tubuh aslinya.
Pertempuran sengit pun terjadi, Nyi Sarweda memutar tongkatnya dan muncul lah angin kencang menerpa Arya Soma, mendapatkan serangan tongkat itu Arya Soma langsung merapal ajian batu karang yang menjadikan tubuhnya seketika itu kokoh seperti karang di laut"jurus mainan mu tak berguna Nyi" ucap Arya Soma .
Sekarang kau terima pukulan tapak dewa maut ku "ucap Arya Soma segera bersiap mengeluarkan pukulan itu.
"baiklah kita adu siapa yang lebih kuat ,"ucap Nyi Sarweda segera mengeluarkan pukulan mawar hitam beracun nya, lalu mereka pun sama - sama melepaskannya hiaaaat... duuuaaarrr... dua pukulan beradu,yang menimbulkan bunyi dentuman yang sangat besar di area itu.
Namun tanpa sepengetahuan Nyi Sarweda Arya Soma bergerak cepat ke arahnya,
"apa bagaimana dia bisa !!"ucap Nyi Sarweda dengan mata melotot ketika melihat Arya Soma sudah di dekatnya dan tanpa basa-basi lagi Arya Soma segera mengeluarkan ilmu andalan nya"pukulan kilat petir hiaaaat...."teriak Arya Soma.
Duuuaaarrr.... tubuh Nyi Sarweda ketika itu juga terlempar dan hangus di sertai bau sangit,"itu untuk Senopati Tunggul Jaya,"ucap Arya Soma dengan memandang tajam tubuh Nyi Sarweda yang hangus itu.
Melihat Nyi Sarweda tewas, Balung Wesi yang sedang menghadapi bayangan Arya Soma itu menjadi gentar,"sekarang giliran mu Balung Wesi,"ucap bayangan Arya Soma itu dan langsung menyerangnya.
"Guru....!!!!!" teriak Rukmini dan Lasmini ,
Lasmini guru sudah tewas"teriak Rukmini,"kurang ajar ayo cepat kita balas kematian guru,"ucap Lasmini ,
mereka berdua pun segera melesat ke arah Arya Soma dengan membawa segudang kemarahan dan dendam.
__ADS_1
Di pihak lain Ki Sumpit dan Serigala merah tampak berpesta membantai prajurit prajurit Martapura yang kemampuannya jauh di bawah mereka.
"Kita habisi mereka semua Serigala Merah,"ucap Ki Sumpit,
"dengan senang hati Ki Sumpit"jawab serigala merah,tapi mereka harus di kaget kan dengan pukulan yang datang ke arahnya, duuuaaarrr. .. duuuaaarrr...dua pukulan tiba-tiba menyerang mereka, terpaksa membuat Ki Sumpit dan Serigala Merah segera buru buru menghindarinya.
"Akulah lawan kalian "tiba-tiba muncul seorang pemuda berpakaian serba putih dia adalah Lingga,
"kurang ajar siapa kau "ucap Ki Sumpit dengan marah,
" tak penting siapa aku ,"ucap Lingga, hiaaaat...ia pun langsung mencabut pedangnya menyerang mereka,Ki Sumpit dan Serigala Merah juga langsung menyambut serangannya pertarungan dua lawan satu pun terjadi.
Di luar istana Pandan Wangi tampak mengamuk dengan ganas, para pasukan jubah Hitam di buatnya kalang kabut hingga banyak mayat bergelimpangan.
"Kalau begini pasukan ku bisa habis majulah kau Gajah Ngarang,"ucap Jubah Hitam,
tanpa banyak cakap Gajah Ngarang pun langsung terjun menghadapi Pandan Wangi.
Gajah Ngarang langsung menebaskan pedangnya menyerang Pandan Wangi , tak mau tubuhnya terbelah pandan wangi segera memiringkan tubuhnya.
Kemudian dia menangkis pedang gajah Ngarang itu dengan pedangnya yang telah di Lambari dengan tenaga dalam penuh,
tak ayal lagi pedang Gajah Ngarang pun terpental dari genggamannya dan dengan cepat Pandan Wangi pun langsung melepaskan tendangannya yang membuat Gajah Ngarang terpental dua tombak.
"Majulah kau Jubah Hitam ,"teriak Pandan Wangi.
"Apa...!!! dengan semudah itu dia mengalahkan Gajah Ngarang!!,"ucap Jubah Hitam tercekat.
"Baik akan ku buat dia menyesal,"ucap Jubah Hitam segera melesat ke arah Pandan Wangi,"bersiaplah kau nona karena hari ini ku pastikan kau benar-benar mati di tangan ku "ucap Jubah Hitam,
"baik aku ingin buktikan ucapan mu, hiaaaat ...Pandan Wangi segera mengayunkan pedangnya , angin Sambaran pedangnya itu terpaksa membuat Jubah Hitam melompat mundur.
"Benar-benar tidak bisa di anggap remeh"ucap Jubah Hitam tercekat.
__ADS_1