
Raja Batara Derja benar benar merasa berang atas lolos nya Ariani dari cengkeraman nya apa lagi di tambah dengan luka yang di alami Ratu Durgapali istrinya itu yang ternyata lukanya tidak main-main.
Ia pun tidak mau kehilangan Ariani Dewi begitu saja ,maka saat itu juga raja Batara Derja segera memanggil Tawang Sono seorang pendekar pilih tanding yang merupakan pengawal pribadinya untuk melacak perginya Ariani.
"Hamba siap menerima perintah Gusti prabu"ucap Tawang Sono.
"Dengar Tawang Sono ini adalah tugas penting yang aku khususkan untuk mu
carilah Ariani Dewi di sekitar desa Purbasari dan bawah lah berapa prajurit yang kau suka, setelah tempat persembunyian kau temukan cepat laporkan pada ku jangan sampai kau terlibat pertarungan dengan nya,kau mengerti"ucap Raja Batara Derja.
"Baiklah Gusti prabu akan hamba jalan kan tugas ini sesuai dengan yang Gusti prabu perintah kan"ucap Tawang Sono.
"Berangkatlah sekarang"perintah Raja Batara Derja.
"Maaf sebelumnya Gusti prabu"ucap Tawang Sono.
"Ada apa Tawang Sono"tanya raja Batara Derja.
"Sepertinya untuk tugas penyelidikan ini ,hamba akan bertindak sendirian supaya bisa bergerak dengan leluasa Gusti"ucap Tawang Sono.
"Baiklah kalau itu yang mau mu"ucap raja Batara Derja.
"Hamba mohon diri Gusti prabu"ucap Tawang Sono, kemudian berlalu dari hadapan Raja Batara Derja.
Setelah kepergian Tawang Sono lalu datang lah Rang Rang menemui raja Batara Derja yang sedang duduk di singgasana nya dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Hamba datang menghadap Gusti prabu"ucap Rang Rang dengan menjura dengan hormat.
"Ada apa Rang Rang"tanya raja Batara Derja.
"Hamba ingin memberi tahu sesuatu yang penting Gusti prabu"ucap Rang Rang.
"Apakah mengenai Dinda Durgapali Rang Rang"tanya raja Batara Derja.
"Benar Gusti prabu ini mengenai Gusti ratu"jawab Rang Rang.
"Apakah keadaan nya sudah membaik Rang Rang"tanya raja Batara Derja dengan tidak sabar.
"Maaf Gusti prabu ternyata luka Gusti Ratu cukup parah ,perlu waktu yang lama untuk menyembuhkannya beliau"ucap Rang Rang.
"Benar seperti dugaan ku, apakah kau tahu pukulan apa yang menimpa Dinda Durgapali"tanya raja Batara Derja.
"Sepertinya pukulan yang menghantam Gusti Ratu bukan pukulan biasa Gusti prabu ,karena setelah saya periksa dadanya seakan mau melepuh kehitaman hitaman hamba sudah mengerahkan tenaga dalamnya untuk mengeluarkan semua darah yang menggumpal di dadanya , namun hanya separuh nya saja yang dapat hamba keluarkan Gusti"terang Rang Rang .
"Segawat itu kah Rang Rang dengan cara apa pun kau harus cepat sembuh Dinda Durgapali..!!"ucap raja Batara Derja penuh kecemasan.
"Baik Gusti ,untuk proses penyembuhan Gusti ratu aku akan membawanya ke tempat guru ku di gunung ceremai Gusti prabu"lanjut Rang Rang.
"Apa tidak bisa di lakukan di sini Rang Rang"tanya raja Batara Derja.
"Maaf Gusti prabu air di sini tidak bisa untuk proses penyembuhan luka, karena Gusti ratu harus di rendam dengan air panas yang mengandung belerang supaya darah yang menggumpal itu cepat keluar Gusti prabu"ucap Rang menjelaskan.
"Jadi hamba secepatnya akan membawanya ke gunung ceremai Gusti"jawab Rang Rang.
"Baiklah ku serahkan pada mu kesembuhan dinda Durgapali Rang Rang rawatlah dia sampai benar-benar sembuh"ucap raja Batara Derja.
"Baik Gusti prabu"ucap Rang Rang.
"Sekarang hamba mohon diri Gusti prabu untuk pergi ke gunung ceremai"ucap Rang Rang.
"Tunggu Rang Rang bawalah beberapa prajurit untuk menemani mu dalam perjalanan"ucap raja Batara Derja.
"Hamba rasa tidak perlu Gusti prabu karena hamba harus bertindak cepat supaya tidak terlambat"ucap Rang Rang.
"Jika prajurit hanya akan memperlambat perjalanan mu ,aku tidak memaksa mu silahkan berangkat"ucap raja Batara Derja.
Rang Rang pun segera pergi dari hadapan Raja Batara Derja dan segera menuju ke gunung ceremai dengan membawa Ratu Durgapali.
Setelah berlalunya Rang Rang kemudian raja Batara Derja memanggil Narapala dan Dunggala untuk menghadapnya.
"Kami berdua menghadap Gusti prabu"ucap Narapala dan Dunggala.
"Kalian berdua sekarang juga ikut aku menuju ke gua naga "ucap raja Batara Derja.
"Apakah Gusti prabu akan membuka pintu gua itu sekarang ,bukan dua pedang itu belum kita dapatkan Gusti"tanya Narapala.
"Aku ingin memastikan bahwa gua itu baik baik saja Narapala "ucap Raja Batara Derja.
"Cepat kita berangkat "sambung raja Batara Derja .
"Baik Gusti prabu"ucap Narapala dan Dunggala kemudian mengikuti raja Batara Derja menuju ke gua naga.
...****************...
"Aku kira sebaiknya kita jangan keluar dulu dari sini untuk waktu yang lama"ucap Pandan Wangi.
"Kau benar Wangi sepertinya orang orang yang mengincar pedang mu itu masih berkeliaran di sekitar daerah ini"ucap Ariani Dewi setuju.
"Ariani siapa kira kira orang yang mengirimkan Jaka Alap Alap untuk melindungi kita dan bagaimana nasibnya setelah kita tinggal pergi"tanya Pandan Wangi.
"Itulah yang sedang aku pikirkan Wangi , sepertinya ia sudah lama mengawasi kita saya berharap dia bisa selamat dalam pertarungan kemarin"ucap Ariani Dewi.
"Semoga saja dia benar-benar ada di pihak kita Wangi untuk melindungi pedang ini"ucap Pandan Wangi.
"Aku benar-benar tidak mengerti buat apa Raja dan Ratu sialan itu menginginkan pedang mu dan pedang Arum "ucap Ariani Dewi.
"Jika raja Batara Derja menginginkan pedang ini pasti ada sesuatu yang sedang ia rencanakan dan saya pikir kita harus mencari tahu apa itu"ucap Pandan Wangi.
"Kau benar Wangi setelah aku menurun jurus jurus ku ke pada Arum kita secepatnya harus bergerak mencari tahu akan hal itu"ucap Ariani Dewi.
"Bibi ini ketela rebus nya sudah matang "ucap Arum dengan membawa ketela rebus ke hadapan mereka berdua.
__ADS_1
"Kebetulan aku sudah kelaparan Arum"ucap Pandan Wangi.
"Ternyata kau bisa juga merebus ketela Arum, bibi pikir kau tidak bisa dalam masalah dapur"ucap Ariani Dewi.
"Kenapa bibi bicara begitu"tanya Arum sedikit tersinggung.
Melihat wajah Arum berubah cemberut Ariani buru buru menjelaskan nya takut Arum salah tanggap.
"Jangan marah Arum,bibi cuma berpikir biasanya seorang putri itu kan tidak pernah tahu soal urusan dapur"ucap Ariani Dewi.
"Kau jangan sama kan Arum dengan putri putri istana pada umumnya Ariani, masalah masak memasak dia juga pintar"ucap Pandan Wangi.
"Seharusnya memang begitu sebagai seorang wanita bibi akui kagum dengan mu Arum"ucap Ariani Dewi memuji.
"Terima kasih bibi"ucap Arum tampak tersipu malu.
"Arum bibi mau tanya pada mu dan bibi harap kau jawab dengan jujur pertanyaan bibi"ucap Ariani Dewi.
"Baiklah, bibi mau tanya tentang apa"tanya Arum.
"Apakah kau pernah belajar jurus pedang selain dari bibi Wangi "tanya Ariani Dewi.
"Mmmm....saya pikir tidak pernah bibi"jawab Arum sambil makan ketela rebus yang masih hangat itu.
Ariani Dewi langsung memandang Pandan Wangi yang saat itu juga memandang ke arah nya.
Mereka berdua benar-benar terkejut dengan jawaban Arum itu.
"Apa kau tidak berbohong pada bibi Arum"tanya Ariani Dewi.
"Buat apa aku berbohong pada bibi "jawab Arum.
"Kalau begitu coba kau tunjukkan jurus yang kemarin kau gunakan untuk melawan Brojo Segoro itu"pinta Ariani Dewi.
Arum tampak berfikir mendengar perkataan Ariani Dewi itu dan segera berdiri kemudian melangkah tiga rombak dari Ariani Dewi dan Pandan Wangi.
"Kau pakai ini saja Arum anggaplah itu sebagai pedang"ucap Ariani Dewi melemparkan sebatang kayu setelah melihat mata Arum mencari cari sesuatu.
Arum pun segera menangkap kayu itu untuk memperagakan jurus nya.
Arum pun segera menggelar kuda kudanya dan memulai memainkan jurus yang di pinta Ariani Dewi.
Pandangan Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun terfokus pada Arum yang akan mulai memainkan jurus itu.
"Tunggu Arum bukan jurus yang itu yang bibi Ariani minta "ucap Pandan Wangi.
"Katanya jurus yang kemarin , bukan kah kemarin aku menggunakan jurus ini bibi"ucap Arum.
"Sebaiknya kau tunjukkan padanya Ariani supaya dia ingat"ucap Pandan Wangi.
Mendengar saran Pandan Wangi itu , Ariani Dewi pun segera berdiri menghampiri Arum.
"Perhatikan jurus yang akan aku peragakan Arum"ucap Ariani Dewi.
Ariani Dewi segera memperagakan jurus tebasan seribu pedang kepada Arum , melihat jurus itu Arum pun segera mengerti apa yang di maksud oleh Ariani Dewi.
"Cukup bibi saya sudah tahu"ucap Arum tiba tiba.
"Kalau begitu coba kau mainkan jurus tadi"ucap Ariani Dewi segera duduk kembali di samping Pandan Wangi.
Arum segera memperagakan jurus yang di minta oleh Ariani Dewi itu, dengan gerakan gerakan yang cepat dan mematikan Arum memainkan jurus itu.
Ariani Dewi dan Pandan Wangi benar benar harus di buat terkejut oleh permainan jurus Arum itu.
"Bagaimana Ariani bukan kah itu jurus tebasan seribu pedang milik mu dan Gusti prabu"ucap Pandan Wangi.
"Kau benar Wangi dan gerakannya pun sudah sangat begitu sempurna "ucap Ariani Dewi dengan memandang ke arah Arum dengan rasa kagum.
"Cukup Arum "ucap Ariani Dewi.
"Bukankah bibi Wangi tidak mempunyai jurus itu Arum, lalu siapa yang menurunkan jurus itu ke pada mu"tanya Ariani Dewi dengan sudah tidak sabar.
"Iya Arum cepat katakan pada bibi"ucap Pandan Wangi juga sudah tidak sabar.
"Kenapa bibi berdua begitu tertarik dengan jurus tadi bukan kah bibi Dewi sudah menguasainya"ucap Arum polos.
"Arum ,maksud bibi Ariani Dewi bukan jurus nya tapi orang yang mengajari jurus itu"ucap Pandan Wangi menjelaskan.
"Oh itu maksud bibi baiklah akan aku beritahu"ucap Arum sambil mengambil tempat duduk di antara Pandan Wangi dan Ariani Dewi.
"Begini ceritanya bibi, waktu aku masih di Argara malam itu ketika aku mau tidur datang lah seorang pria yang tertutup wajah nya mengetuk pintu jendela kamar ku"ucap Arum mulai bercerita.
"Aku pun lalu membuka pintu jendela ku dan ternyata ada seorang pria yang berdiri di sana,aku pun lalu keluar dari kamar dan ingin menemui orang itu ingin tahu apa maksud dan tujuannya ,tapi orang itu sudah tidak ada lagi di sana. Aku pun lalu mencari ke sekeliling istana , hingga akhirnya aku temukan pria itu di taman istana sedang memainkan jurus pedang tadi"ucap Arum.
"Karena aku ingin tahu apa maksud orang tersebut aku pun memperhatikan gerakan gerakan nya dan anehnya makin lama aku memperhatikan nya tanpa sadar aku mulai menirukan gerakan orang itu yang menurut ku sangat menarik"ucap Arum.
"Apa kau tidak bertanya siapa dia Arum"tanya Pandan Wangi.
"Mohon maaf bibi Arum belum selesai jadi bibi jangan memotong pembicaraan Arum"ucap Arum.
"Maafkan bibi tuan putri silahkan di lanjutkan"ucap Pandan Wangi.
"Tidak berapa lama kemudian orang itu pun selesai memainkan jurusnya dan tiba-tiba ia pun menghilang dari pandangan ku " ucap Arum melanjutkan ceritanya.
"lalu setelah itu apa yang kamu lakukan"tanya Ariani Dewi.
" Aku pun memutuskan untuk kembali ke kamar ku"ucap Arum.
"Apa cuma malam itu saja orang itu mendatangi mu Arum "tanya Ariani Dewi.
"Tidak bibi Dewi ,malam berikutnya kembali terdengar ketukan di pintu jendela ku ,aku pun segera membuka daun jendela kamar ku dan ternyata orang yang kemarin malam,
__ADS_1
Aku pun segera melesat ke luar untuk mengejar orang itu yang ternyata telah menunggu ku di taman.
Di taman itu aku lihat dia sedang memperagakan jurus yang sama seperti pada malam sebelumnya dan aku pun memperhatikan semua gerakan gerakan nya dari awal sampai akhir.
Setelah selesai memainkan jurus itu ia pun kemudian menghilang seperti pada waktu pertama menemui ku, kejadian itu berlanjut sampai kemalam malam berikut nya"ucap Arum menghentikan cerita nya.
"Kira kira berapa kali orang itu mendatangi mu Arum"tanya Ariani Dewi.
Kalau tidak salah sepertinya lima kali dan di malam itu ia memberikan sebuah surat pada ku yang isinya begini"jawab Arum kemudian ia membaca isi surat tersebut.
Aku akan datang lagi pada malam ketujuh untuk bertarung dengan mu dengan jurus yang ku peragakan ini,jadi kau ingat baik baik setiap gerakan yang telah ku peragakan pada mu dan ingat jangan bilang siapa pun tentang kedatangan ku ke sini.
"Begitulah isi surat itu bibi"terang Arum.
"Apakah pada malam ketujuh kau benar benar bertarung dengan nya Arum"tanya Ariani Dewi.
"Benar bibi pada malam yang telah di tentukan itu, ia menepati janjinya menemui ku dan kami pun terlibat pertarungan dengan menggunakan jurus yang sama"ucap Arum.
"Apakah kau dapat mengalahkan nya"tanya Pandan Wangi.
"Jangan kan mengalahkannya untuk mengimbangi pergerakan nya saja aku kewalahan bibi"ucap Arum.
"Setelah beberapa kemudian pertarungan kami pun selesai dan orang itu berkata bahwa aku benar-benar sudah menguasai jurus ini dengan sempurna dan orang itu pun pergi tanpa datang lagi"ucap Arum.
"Dan kau tidak sempat bertanya siapa dia sebenarnya Arum"tanya Pandan Wangi.
"Iya bibi , ketika aku akan bertanya namanya orang itu sudah lenyap begitu saja"ucap Arum.
" Orang itu juga tidak mengatakan kalau nama jurus itu adalah jurus tebasan seribu pedang pada mu Arum"tanya Ariani Dewi.
"Benar bibi ,kalau bibi tidak mengatakannya mungkin aku tidak akan pernah tahu apa nama jurus itu"ucap Arum.
"Dengar Arum jurus tebasan seribu pedang adalah salah satu jurus andalan ayah mu Prabu Rangga seorang raja dari kerajaan Martapura"ucap Ariani Dewi.
"Apa...bibi bilang ayah ku seorang raja dari kerajaan Martapura...!!!"ucap Arum dengan terkejut.
"Benar Arum , maafkan kan bibi kalau selama ini aku merahasiakan semua ini pada mu ,karena semua ini permintaan kakek mu Gusti prabu Bargola"ucap Pandan Wangi.
"Kenapa Gusti prabu Bargola berbuat begitu Wangi bukan kah itu sudah menjadi hak Arum untuk menggantikan Gusti prabu Rangga"ucap Ariani Dewi merasa terkejut.
"Soal itu Gusti prabu Bargola tahu kalau Arum adalah pewaris tahta yang sah,dia cuma ingin mengantisipasi supaya nantinya tidak ada pertikaian antara Dyah Ayu Larasati putri dari Arya Soma dan Arum"ucap Pandan Wangi.
"Pertikaian yang bagaimana Wangi, kamu jangan bicara ngawur "ucap Ariani Dewi dengan tidak senang.
"Begini maksud dari Raja Bargola jika nanti Dyah Ayu Larasati tidak mengakui Arum sebagai pewaris tahta yang sah bukan kah ini akan memicu terjadinya peperangan sesama saudara Ariani, Dan kau juga tahu bagaimana Gusti prabu Rangga dulu di angkat menjadi raja Martapura"ucap Pandan Wangi.
"Ya aku masih ingat saat Gusti prabu Rangga di angkat menjadi raja Martapura oleh raja Dungga karena beliau berhasil mengalahkan kelabang Ireng dan memenangkan sayembara itu"ucap Ariani Dewi.
"Tapi biar bagaimanapun Arum adalah pewaris tahta Martapura yang sah Wangi dan itu tidak bisa di ganggu gugat oleh siapa pun, baik Dyah Ayu Larasati mau pun Arya Soma sekalipun"ucap Ariani tetap pada pendiriannya.
"Arum apakah kau mau mengambil tahta Martapura yang menjadi hak mu atau tidak"tanya Pandan Wangi.
"Kalau hanya akan menyebabkan pertumpahan darah buat apa bibi, biarlah aku di Argara saja untuk menemani kakek"ucap Arum.
"Anak ini benar benar seperti ibunya yang selalu mau mengalah"ucap Ariani Dewi dalam hati.
"Bagaimana menurut mu Ariani setelah mendengar ucapan Arum tadi"tanya Pandan Wangi.
"Ya apa boleh buat kalau Arum sudah berkata begitu"ucap Ariani Dewi sambil mengangkat kedua tangan nya.
"Sudah berapa kali kau ke Martapura Arum"tanya Ariani Dewi.
"Belum pernah sama sekali bibi , karena kakek tidak pernah mengizinkan"ucap Arum.
Mendengar perkataan Arum itu Ariani Dewi menggeleng kan kepalanya dan menatap ke arah Pandan Wangi di sampingnya.
"Saya cuma menjalankan perintah dari raja Bargola Ariani jadi jangan menatap saya seperti itu"ucap Pandan Wangi sambil menyengir.
"Setelah aku turun kan ilmu ku pada mu , aku putuskan kita bertiga berkunjung ke Martapura dan hari ini kau harus mulai latihan Arum"ucap Ariani Dewi.
"Baik bibi"ucap Arum.
Akhirnya di gunung Sinabung itu Dewi Sekar Arum pun berlatih jurus jurus milik Ariani Dewi , dengan penuh ketekunan dan kesabaran Arum pun dapat dengan cepat menangkap setiap petunjuk dari Ariani Dewi hingga dalam waktu singkat saja ia sudah dapat menguasai jurus jurus yang ia berikan.
...----------------...
Hiyaaa.... hiyaaa.....hiyaaa....... terdengar suara orang sedang memacu kudanya dengan cepat , di atas kudanya itu nampak seorang wanita berpakaian merah dengan rambut nya yang di kucir kuda dia adalah Dyah Ayu Larasati yang baru mengunjungi gurunya dari padepokan Atas angin.
Haaa.....haaa....haaa.... tiba-tiba terdengar suara tawa menggema di sekitar hutan yang sedang di lewati oleh Dyah Ayu Larasati itu.
Makin lama suara tawa itu terdengar makin keras hingga membuat nya harus menghentikan kudanya dan mencari tahu asal suara itu.
"Siapa kau tunjukkan diri mu "teriak Dyah Ayu Larasati dengan sikap waspada.
"Dasar pengecut , sialan"ucap Arum setelah merasakan adanya sebuah serangan yang membokongnya ia pun segera melompat dari kudanya dan duuuaaarrr........!!!
Dyah Ayu Larasati pun segera membalikkan badannya dan ia pun terkejut setelah tahu ada seseorang yang sudah berdiri de belakang nya.
"Kurang ajar rupanya kau yang tadi menyerang ku dengan cara pengecut...!!"teriak Dyah Ayu Larasati.
"Pengecut kata mu, dalam dunia ku tidak mengenal kata pengecut atau kesatria bagi ku semua sama"ucap orang yang menyerangnya tadi.
"Rupanya kau belum mengenal siapa aku "ucap Dyah Ayu Larasati dengan marah.
Haaa.....haaaa....haaaa...... orang itu langsung tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Dyah Ayu Larasati.
"Kalau aku tidak tahu siapa kamu buat apa aku menghadang mu di sini"ucap orang itu.
"Katakan siapa nama mu jangan berbelit-belit"ucap Dyah Ayu Larasati.
"Kalau kau ingin tahu nama ku dengar kan baik baik nama ku adalah Gondo Mayit"ucap orang itu.
__ADS_1
Mendengar perkataan orang yang mengaku bernama Gondo Mayit itu Dyah Ayu Larasati mengerutkan keningnya karena nama itu terdengar asing di telinganya.