
Pertarungan Rangga dan pangeran Lintang , ternyata telah sampai di pinggir hutan tanpa mereka berdua sadari.
Pangeran Lintang tersenyum menyeringai sambil menatap Rangga,
"ternyata benar-benar tangguh raja Martapura itu, baiklah akan aku coba menyerangnya dengan jurus seribu langkah setan,"ucap pangeran Lintang ia pun lalu bergerak cepat sekali ke arah Rangga, melihat jurus pangeran Lintang itu ,Rangga berusaha setenang mungkin sambil mengamati gerak-gerik pangeran Lintang yang dapat menyerangnya dengan tiba-tiba itu,
"kemana dia,"gumam Rangga dengan menajamkan seluruh panca inderanya,
"kena kau "teriak pangeran Lintang tiba-tiba dari arah belakangnya hiiiaat... merasakan tenaga yang samar-samar itu Rangga langsung memutar badannya dan menangkis serangan itu dengan pedangnya tiiing.... Rangga langsung menyabetkan pedang di tangannya kirinya, namun pangeran Lintang kembali menghilang.
Wuusss... sebuah serangan datang dari arah samping Rangga dengan cepat , dengan panca inderanya yang sudah terlatih Rangga segera menyilang kan kedua pedangnya duuuaaarrr.... serangan gelap pangeran Lintang pun dapat di patahkan kembali oleh Rangga.
Namun ternyata itu hanya sebuah pancingan , karena pangeran Lintang segera melesat cepat ke arah Rangga dengan pedang terhunus .
"matilah kau sekarang,,"teriak pangeran Lintang dengan menyabetkan pedangnya, walaupun serangan dadakan itu berlangsung cepat , tapi Rangga masih dapat menghalaunya dengan kedua pedang kembarnya, tapi pangeran Lintang langsung bergerak cepat mengirimkan tendangannya dengan keras ke perut Rangga dan ia pun terpental lima tombak ke belakang.
"Huuuff... dia benar-benar cepat"desah Rangga.
Dewi Sekar dan Pandan Wangi terkejut melihat Rangga dapat di desak oleh pangeran lintang itu.
"Pandan Wangi cepat pinjaman kan pedang mu pada ku,"ucap Dewi Sekar,
"maaf sebelumnya gusti ratu,jika pedang ini di gunakan oleh orang yang tidak berjodoh ,maka pedang ini bisa menyedot tenaga dalam orang yang menggunakannya gusti,"ucap Pandan Wangi menerangkan karena khawatir Dewi Sekar tidak dapat menggunakan pedang nya,
"apa kau lihat pedang ini Pandan Wangi,"ucap Dewi Sekar sambil menunjukkan pedang naga hijaunya, Pandan Wangi pun terbelalak melihat pedang di tangan Dewi Sekar itu,
"jangan... jangan..itu, pedang naga hijau yang pernah di ceritakan oleh guru,"ucap Pandan Wangi dengan terkejut,
"benar Wangi ini Pedang warisan guru begawan Barnowo ,"ucap Dewi Sekar ,
"ja...di gusti ra...tu adalah saudara seperguruan hamba ,"ucap Pandan Wangi dengan terbata-bata,
"benar aku sengaja meminta guru untuk merahasiakan hal ini, jadi cepatlah kau pinjamkan pedang mu pada ku,"ucap Dewi Sekar,
"baik gusti ratu,"ucap Pandan Wangi segera mengeluarkan pedang naga mas dari tangannya dan segera menyerahkan pedang itu pada Dewi Sekar.
"Dengan kedua pedang naga mas dan pedang naga hijau ini aku akan segera membantu kanda prabu,"ucap Dewi Sekar segera meluncur ke arah Rangga ,
__ADS_1
"Hati hati Gusti Dewi"teriak pandan wangi .
"Apakah kita juga harus turun tangan Wangi "ucap Ariani Dewi yang tiba-tiba datang bersama dengan Dewi Kara.
"Jangan Ariani kita percaya pangeran lintang pada mereka berdua "ucap Pandan Wangi.
Dengan ilmu ringan yang sudah sempurna tidak berapa lama kemudian Dewi Sekar pun sampai di dekat Rangga.
"kau tidak apa -apa kanda,"ucap Dewi Sekar , sambil memandang wajah suami itu.
"aku baik-baik saja , kenapa dinda kesini,"tanya Rangga merasa khawatir,
"aku bermaksud membantu mu kanda untuk segera melenyapkan pangeran sialan itu"ucap Dewi Sekar.
"tapi...ini sangat....
belum sempat Rangga menyelesaikan kata-katanya tiba- tiba pangeran Lintang muncul di depannya mereka berdua,
"matilah kalian hiiiaat... pangeran Lintang langsung menyerang Dewi Sekar dengan pedang yang bersinar merah darah di tangannya itu.
namun Dewi Sekar langsung menangkis sabetan pedang itu traaaaang....!!!!
Ia kemudian melompat mundur menjauhi Dewi Sekar.
"sekarang akan ku tunjukkan apa itu pertarungan,"ucap Dewi Sekar segera menyerang pangeran Lintang.
Dewi Sekar memainkan kedua pedang itu bagaikan kupu-kupu yang menari -nari , sabetan-sabetan pedangnya terus mencecar pangeran Lintang dengan ganas,
"sejak kapan dinda Sekar mempunyai kemampuan seperti itu,"ucap Rangga ,ia pun segera bersiap-siap untuk membantu istrinya itu, Dewi Sekar memutar kedua pedangnya dan muncullah sinar Kecik-kecil yang menyerang pangeran Lintang,
"kurang ajar ternyata perempuan ini juga tidak kalah merepotkan,"ucap pangeran Lintang karena dirinya berhasil di desak.
Ia segera mengerahkan tenaga dalamnya untuk menghalau serangan itu, duuuaaarrr.... serangan itu dapat di musnahkan nya, sayangnya Dewi Sekar tak membiarkan pangeran Lintang begitu saja, ia segera menyabetkan pedangnya hiiiaat... melihat serangan itu pangeran Lintang memiringkan tubuhnya dan berhasil menghindari sabetan pedang itu ,
tapi pedang naga mas di tangan kiri Dewi Sekar segera beraksi dan crash...akhh... jerit pangeran Lintang kesakitan pahanya tergores pedang itu,
"sialan "maki pangeran Lintang segera memutar badannya dan langsung mengirimkan tendangannya ke arah Dewi Sekar desss... Dewi Sekar pun jatuh berguling-guling,
__ADS_1
"celaka "ucap Rangga langsung bersiap mengeluarkan jurus terakhirnya yaitu jurus pedang kembar tanpa tanding,
hiiiaat ... Rangga pun melesat dengan cepatnya,
"rasakan ini ,"teriak pangeran Lintang segera mengayunkan pedangnya ke arah Dewi Sekar yang masih dalam keadaan terjatuh itu,
"mampus lah kau ,"teriak pangeran Lintang.
Ariani Dewi, Pandan Wangi dan Dewi Kara pun terbelalak melihat itu,namun di saat pedang pangeran Lintang sudah akan sampai ke tubuh Dewi Sekar, tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat sangat cepat bagaikan cahaya dan crash..... roboh lah pangeran Lintang dengan kepala lepas dari badannya,
"benar-benar menguras tenaga jurus ini,"desah Rangga , segera menghampiri istrinya, bagaimana keadaan mu dinda,"tanya Rangga ,
"aku tidak apa-apa kanda ,"jawab Dewi Sekar sambil menyeka darah dari bibirnya, melihat istrinya luka dalam Rangga pun segera menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuhnya.
Melihat pangeran Lintang sudah tewas Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Dewi Kara pun segera berlari menghampiri mereka berdua,
"apakah gusti ratu baik-baik saja yang mulia"ucap Ariani Dewi dengan cemas,
"luka dalamnya tidak terlalu parah bawalah dia menyingkir dari sini,"perintah Rangga, tanpa banyak cakap mereka pun segera membawa Dewi Sekar minggir.
Rangga pun berkelebat cepat menuju ke tengah pertarungan dengan membawa kepala pangeran Lintang ,
"hentikan peperangan ini,"teriak Rangga dengan mengerahkan tenaga dalamnya, semua prajurit dari masing-masing kubu pun berhenti serentak,
"lihat ini ,"teriak Rangga sambil menunjuk kepada pangeran Lintang ke arah mereka, melihat itu raja Sura, senopati Rogo Wuling dan para prajurit Kumaya pun tercekat.
"Lintang anak ku !!"teriak raja,
"aku harus membalasnya"lanjut raja Sura ,ia pun segera bergerak cepat dengan pedang terhunus ke arah Rangga , namun tiba-tiba duuuaaarrr.... sebuah pukulan menghantam raja Sura sebelum sampai di depan Rangga,
"terima kasih kanda patih,"ucap Rangga setelah mengenali pukulan itu,
"sama-sama dinda prabu,"jawab patih Arya Soma, melihat rajanya telah mati para prajurit Kumaya pun langsung bertekuk lutut tanda menyerah,
Setelah pangeran Lintang dan raja Sura terbunuh berakhirlah perang antara kerajaan Argara dan Kumaya, Rangga dan seluruh prajuritnya pun kembali ke Argara untuk menemui raja Bargola untuk memberi tahukan kemenangan mereka itu.
Setibanya di Argara Raja Bargola pun menyambut kehadiran mereka dengan penuh suka cita atas kemenangan yang telah mereka raih.
__ADS_1
Hari itu juga raja Bargola langsung mengadakan pertemuan di Balairung istana yang di hadiri oleh segenap para pejabat-pejabat kerajaan dan juga tidak ketinggalan pula Rangga dan Arya Soma pun juga ikut serta dalam pertemuan itu, raja Sura mengucapkan terima kasih kepada Rangga dan kerajaan Martapura atas bantuan yang telah mereka berikan.
Dan sejak saat itu pula Dewi Kara pun mengubah sikapnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menghargai orang lain.