
"Matilah kau pengeran sombong haaa....haaa....," kata Kelabang Ireng dengan tertawa setelah melepaskan satu pukulannya ke arah Arya Soma .
Akibat pukulan kelabang Ireng itu meledaklah tempat Arya Soma tadi berada hingga tempat itu di penuhi dengan asap hitam tebal yang membumbung tinggi.
Raja Dungga dan yang lainnya melihat itu tanpa bisa berbuat apa apa,dengan perasaan sedih dia melihat kearah tempat di mana Arya Soma. Perlahan lahan asap pun mulai menipis dan lenyap sama sekali.
Namun betapa kagetnya raja Dungga setelah tidak melihat Arya Soma di sana.
"Di manakah dia apakah sudah mati"kata raja Dungga dengan rasa khawatir dan cemas , lalu dia mencari keberadaannya.
Sementara itu di tempat yang aman Rangga meletakkan tubuh Arya Soma yang penuh luka itu" syukurlah saya tidak terlambat"kata Rangga.
Waktu itu saat Rangga sedang menuju ke arena dan melihat Arya Soma sedang dalam bahaya dengan gerakan yang sangat cepat dia berhasil menyambar tubuhnya,maka selamatlah Arya Soma dari serangan itu maut itu.
Mengetahui Arya Soma lenyap dari hadapannya Kelabang Ireng pun memaki maki dengan kemarahannya.
"Kurang ajar rupanya ada juga orang yang mau cari mati, siapa lagi yang ikut campur " kata Kelabang Ireng dengan marah setelah melihat tubuh Arya Soma hilang dari pandangan matanya.
Uhuk...Uhuk... Arya Soma pun muntah darah menandakan luka dalamnya sangat parah,lalu dengan segera Rangga menyalurkan hawa murni ke tubuhnya.
"bagaimana keadaan mu pangeran," tanya Rangga,
"agak sedikit mendingan terima kasih kau telah menyelamatkan ku",kata Arya Soma lemah.
Ariani sudah berdiri kembali dan siap untuk menyerang lagi,ia memandang sekeliling nya dan pandangannya berhenti setelah melihat seorang pemuda sedang bersama dengan Arya Soma.
"bukankah itu Pemuda yang tadi pagi,mau apa pemuda kampung itu disini ,apakah dia mau cari mati," kata Ariani masih jengkel ingat kejadian pagi tadi.
Arya Soma merasa beruntung dapat selamat dari kematian dan merasa berhutang budi pada orang yang telah menyelamatkannya itu.
" terima kasih tuan telah menyelamatkan aku"ucap Arya Soma dengan lirih.
"Simpan dulu rasa terimakasih mu pangeran karena ini belum berakhir",kata Rangga.
" Bagaimana dengan ayah ku, Paman Martoloyo dan gadis itu Ki sanak",tanya Arya Soma.
"Aku akan berusaha menyelamatkan mereka Pangeran jadi pangeran tidak perlu khawatir.
"Baiklah aku serahkan keselamatan ayah saya pada mu tuan"ucap Arya Soma dengan penuh harapan.
Rangga segera melesat meninggalkan pangeran Arya Soma , menuju ke tempat raja Dungga dan Patih Martoloyo berada.
"Apakah yang Mulia tidak apa apa ?,"ucap Rangga setelah di tempati itu ,
"ya aku baik baik saja, cuma nafas ku sedikit sesak "kata raja Dungga ,
lalu Rangga kemudian menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh raja Dungga.
__ADS_1
Setelah Rangga menyalurkan tenaga dalamnya sesak di dada raja Dungga pun hilang seketika.
"Terima kasih anak muda aku rasa sudah agak baikkan sekarang,kamu tolong juga kakang Patih Martoloyo," perintah raja Dungga kemudian.
Rangga pun lalu menyalurkan tenaga dalamnya ke Patih Martoloyo yang berada di sampingnya raja Dungga.
"hamba kira sebaiknya yang mulia dan tuan Patih pergi ke tempat yang aman biar hamba yang mencoba menghadapi Kelabang Ireng itu "kata Rangga.
"Dia sangat kuat kau harus berhati hati anak muda,"kata raja Dungga memperingatkan.
"Ya ku rasa akan sangat sulit menghadapi nya," ucap Rangga ,
"baiklah saya serahkan pada mu anak muda ,mari kakang Patih kita menyingkir ,"kata Raja Dungga segera beranjak pergi.
Setelah raja Dungga dan Patih Martoloyo pergi ke tempat yang aman, Rangga lalu melesat ke arah Kelabang Ireng.
"Rupanya dia yang menyelamatkan pangeran sombong itu,kurang ajar rasakan pukulan ku ini wuuuuus... ,"kata Kelabang Ireng lalu melepaskan satu pukulan ke arah Rangga.
Merasakan adanya serangan yang datang ,dengan gerakan yang sangat cepat Rangga menghindarinya lalu dia mengirim kan serangan balasan kearah kelabang Ireng, wuusss... Kelabang Ireng mencoba menangkisnya duuuaaarrr.... meledaklah ketika dua pukulan itu bertemu.
"kurang ajar ternyata kuat juga serangan nya sampai membuat tangan ku kesemutan,"maki Kelabang Ireng.
Rangga berdiri di hadapan Kelabang Ireng dengan jarak sekitar tujuh tombak dari hadapannya.
"Itu hanyalah serangan perkenalan dari ku kelabang Ireng, semoga kau suka,"kata Rangga.
pukulan badai menerjang ombak Rangga melepaskan salah satu pukulan andalannya, kearah kelabang Ireng tapi tiba tiba dia menghilang ,"kemana dia ,"tanya Rangga dalam hati dengan waspada.
Rangga pun mempertajam panca inderanya ,lalu tanpa Rangga sadari dari arah belakang muncul satu pukulan tepat mengenai tubuhnya,ia pun terpental dengan keras menabrak dinding.
" Sial pancaran tenaganya tidak bisa aku rasakan," gerutu Rangga.
"Apakah dia mampu mengalahkannya yang mulia ,"tanya Patih Martoloyo, "entahlah kurasa Kelabang Ireng masih terlalu kuat untuk Pemuda itu,"ucap raja Dungga. dengan rasa cemas.
"Ternyata kau sama juga dengan yang lainnya haaa....haaa...,"kata Kelabang Ireng tertawa mengejek kepada Rangga,
"oh,ya mari kita lihat siapa yang nanti tertawa di akhir pertarungan ini ,"kata Rangga mulai menyerang.
"Jurus pedang kembar membelah bulan,"ucap Rangga terus melesat cepat menggunakan kedua pedangnya ke arah kelabang Ireng, dengan tebas tebasan yang sangat cepat dan bervariasi serangan itu membuat Kelabang Ireng terdesak ,
"kurang ajar apa hubungannya dia dengan si Raja Alam,"kata Kelabang Ireng dalam hati sambil menangkis serangan Rangga dan menghindari nya ,
makin lama serangan Rangga semakin dahsyat tidak luput kemudian tubuh kelabang Ireng pun tersayat oleh pedang Rangga , dan dalam itu juga Rangga berhasil memukul tubuhnya hingga dia pun terlempar.
"Apakah kau masih menganggap aku sama seperti yang lain?"tanya Rangga, kepada kelabang Ireng.
"Ternyata kau boleh juga ,ada hubungan apa kau dengan si Raja Alam,"tanya kelabang Ireng dengan marah, "apa perlu ku jawab pertanyaan mu itu,"kata Rangga tersenyum sinis.
__ADS_1
"Kurang ajar kau," kata Kelabang Ireng dengan sangat geram ,
"baiklah akan ku jawab biar kau tidak mati penasaran dengar baik baik, hubungan ku dengan si Raja Alam aku adalah muridnya,"jawab Rangga.
"Pantas saja semua jurus jurus mu sama persis dengan dia , dendam ku pada si raja Alam masih membara kali ini kau yang harus menerima nya,"ucap Kelabang Ireng ,
lalu ia menyerang Rangga dengan cepat wuusss,,, gerakan gerakan mematikan kelabang Ireng membuat Rangga harus berhati hati ,jual beli serangan pun terjadi antara keduanya.
"Dia benar benar marah rupanya,"ucap Rangga sambil terus menghindari serangan Kelabang Ireng,
tak terasa sudah puluhan jurus mereka keluarkan hingga akhirnya adu tenaga pun terjadi, keduanya sama sama terpental sekitar puluhan tombak menandakan tenaga dalam mereka sama kuatnya .
Namun Kelabang Ireng masih sedikit unggul karena dia tidak sampai terjatuh,beda dengan Rangga ia jatuh tersungkur.
Melihat keadaan Rangga masih berusaha bangun Kelabang Ireng segera mengirim serangan ke arah Rangga , "celaka pemuda kampung itu,"kata Ariani Dewi yang tidak jauh di belakang Rangga ,ia segera melepas kan pukulan untuk menolong Rangga , dua tenaga beradu , duuuaaarrr....ternyata Ariani Dewi kalah kuat hingga ia pun terpental puluhan tombak dan tak sadarkan diri .
"Kurang ajar ternyata dia selalu licik menyerang di saat lawannya sedang lengah,"ucap Rangga marah.
"Selalu saja ada yang ikut campur,"ucap Kelabang Ireng geram.
"Rupanya gadis galak itu yang menolong ku tadi, "kata Rangga setelah melihat Ariani Dewi tergeletak jauh di belakangnya .
"baiklah, aku ku balas kau kelabang Ireng,"ucap Rangga, ia pun segera memasang kuda kudanya dan mengeluarkan jurus pedang kembar tanpa tanding ,ia langsung bergerak cepat ke arah Kelabang Ireng ,
melihat lawannya mendekat kelabang Ireng pun menghujani Rangga dengan pukul pukul mautnya,
Rangga terus berlari sambil menghindari pukulan pukulan itu, kemudian ia melompat tinggi hingga melewati kepala kelabang Ireng dan dengan gerakan yang cepat disertai kekuatan penuh ia pun menusuk tubuh dan memotong tangan kelabang Ireng, aaakkh......jerit kelabang Ireng,...,"kurang ajar ku bunuh kau," teriak kelabang Ireng dengan marahnya sambil mencengkram kaki Rangga dan melemparnya dengan keras hingga menabrak batu besar , sialnya kedua pedang Rangga pun terlempar dari genggaman tangannya.
Dengan tubuh di penuhi darah yang menetes Kelabang Ireng terus maju mendekati Rangga.
"Manusia macam apa dia sebenarnya ,"kata Rangga sambil berusaha bangun,
"rasakan kematian mu wuusss....,"kata Kelabang Ireng dengan melepaskan sebuah pukulan dahsyat ke arahnya.
"Apakah aku akan berakhir di sini "ucap Rangga dalam hati sembari menatap kelabang Ireng melepaskan pukulannya ke arah dirinya.
"Tenaga ku benar benar sudah habis "ucap Rangga yang saat itu dalam keadaan bersandar di sebuah batu besar yang berada di halaman depan istana Martapura itu.
Lalu tanpa disadarinya Rangga memegang sebuah benda yang ada di batu itu, yang ternyata itu adalah keris pulang geni.
Di dalam keadaan yang terjepit itu Rangga tanpa berfikir panjang menegang gagang keris itu dan tanpa dia sadari ternyata dengan mudah ia pun mencabut keris itu,padahal raja Dungga dan Arya Soma pun tak dapat mencabut nya,tapi beda dengan Rangga,
seakan akan keris itu memerintah Rangga untuk menggunakan dirinya ,ia merasakan ada aliran tenaga besar merasuk ke tubuhnya .
"Semoga dengan keris ini aku dapat mengakhiri pertarungan ini",kata Rangga ,ia pun bergerak menghindari serangan itu dan dengan gerak kan yang cepat disertai tenaga dalam ia melempar keris itu dan tepat menancap pada kepala kelabang Ireng dan roboh lah Kelabang Ireng dengan kepala tertembus ,"apakah aku berhasil ,"kata Rangga lalu ia pun tak sadarkan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1