Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
SOSOK ASLI RAJA GANDARA


__ADS_3

Pertarungan terus berlanjut diantara ketiga orang itu, sementara Pandan Wangi berdiri mengawasi jalannya pertarungan sambil bersiap siap untuk membantu.


Si pemburu bayangan di buat terkejut oleh jurus yang di mainkan oleh kedua wanita yang menjadi lawan nya itu.


Dalam hatinya Si pemburu bayangan bertanya tanya tentang kedua wanita itu.


"apakah hubungan kedua wanita itu dengan si raja Alam, kenapa mereka berdua memiliki jurus yang di miliki oleh nya"batin si pemburu bayangan .


Ternyata hal itu membuat nya tidak fokus pada pertarungan itu hingga akhirnya ia pun harus merasakan sebuah sabetan pedang Ariani Dewi ,walaupun tidak terlalu dalam sabetan pedang itu tapi cukup untuk membuat si pemburu bayangan merasakan sakit bukan main.


Akh.....crash....crash.... sebuah sabetan pedang berhasil mendarat di tubuh si pemburu bayangan dan dess...dess...di susul dengan tendangan yang juga mendarat di punggung nya tak ayal ia pun terjatuh sambil semboyan.


"Kurang ajar , gerakan mereka benar benar sulit di ikuti"maki si pemburu bayangan.


"Hai.. gadis tengik punya hubungan apakah kau dengan si raja Alam"tanya si pemburu bayangan.


Ariani Dewi yang mendengar pertanyaan itu tanpa basa-basi ia pun segera menjawab.


"Rupanya kau kenal dengan guru ku"tanya Ariani Dewi dengan pedang terhunus.


Mendengar perkataan Ariani Dewi itu si pemburu bayangan pun terkejut dengan tidak percaya.


"Seperti nya aku tidak bisa melanjutkan pertarungan ini"ucap si pemburu bayangan dalam hati.


Tanpa berkata apa-apa si pemburu bayangan pun langsung melesat pergi dengan kecepatan ilmu ringan tubuhnya.


Mereka bertiga saling melempar pandang melihat orang yang menjadi lawan nya pergi begitu saja.


"Apa yang terjadi dengan orang itu kenapa dia pergi setelah mendengar nama kakek guru bibi"tanya Arum.


"Aku juga tidak mengerti ,tapi sukur lah ia pergi kalau tidak mungkin kita sudah mati di tangan nya"ucap Ariani Dewi dengan menjatuhkan dirinya karena kehabisan tenaga begitu pula Arum .


"Apakah kalian baik baik saja"tanya Pandan Wangi setelah melihat dua rekannya itu.


"Kami tidak apa-apa , cuma tenaga ku benar benar habis "ucap Ariani Dewi.


"Kalau begitu sebaliknya kita istirahat dulu di sini untuk memulihkan tenaga kita"ucap Pandan Wangi.


"Baiklah "ucap Ariani Dewi dan Arum setuju dengan usul Pandan Wangi itu.


Akhirnya malam purnama yang di tunggu tunggu tiba juga,di mana malam purnama ini adalah malam yang sangat penting karena bagi siapa yang ingin mendapatkan tanduk naga , inilah waktu nya.


Sementara itu tempat di mana gua naga berada sudah banyak di penuhi oleh orang orang yang juga menginginkan tanduk itu, raja Gandara dan warok singa beserta yang lainnya pun juga tidak mau ketinggalan untuk merebut kan tanduk naga itu kecuali ratu Sarjani yang tidak kelihatan di tempat itu karena ia pun akan melaksanakan ritualnya sendiri untuk meningkatkan tenaga dalam nya dengan mengorbankan para gadis yang telah di culik nya.


"Siapa pun yang ingin mengambil tanduk naga itu harus berurusan dulu dengan pedang ku " ucap raja Gandara dengan suara lantang dan menggelegar sampai sampai membuat orang orang yang di situ harus mengerahkan tenaga dalam nya untuk membentengi dirinya.


"Seperti ada yang aneh dengan raja Gandara itu ,aku merasa itu bukan dia yang sebenarnya"ucap Arya Soma merasa curiga.


"Aku juga merasa tidak asing dengan tenaga dalam tadi,tapi kira kira siapa dia ...??? atau jangan jangan.."lanjut Arya Soma dengan tersentak .


Di saat Arya Soma dalam rasa keterkejutannya itu tiba tiba ia merasakan dua orang mendekat dari arah belakangnya , Arya Soma pun langsung membalikkan badannya sambil mempersiapkan ajian tapak dewa mautnya.


"Tahan diri mu kakang"ucap orang yang baru datang itu .


Arya Soma pun segera menyimpan kembali pukulan ajian tapak dewa mautnya dan langsung tersenyum lega setelah tahu siapa yang datang itu.


"Maaf aku Gusti prabu "ucap Arya Soma sembari memberikan hormat.


"Kakang seperti nya kita harus bersiap siap untuk menghadapi musuh lama kita ucap "orang itu yang ternyata adalah Rangga dan ratu Gandari.


"Jadi Gusti prabu juga sudah tahu siapa orang itu"ucap Arya Soma.


"Benar kakang ternyata orang itu belum mati , dulu dia luput dari kematian tapi kali ini ku pasti dia harus benar benar mati"ucap Rangga.


"Ayah"ucap Ratu Gandari.


"Dia bukan Ayah mu Gusti ratu "ucap Arya Soma.

__ADS_1


"Lalu dia sebenarnya siapa Gusti patih "tanya Ratu Gandari.


"Sekarang tidak ada waktu untuk menjelaskan nya Gusti ratu, karena sebentar lagi bulan purnama akan tepat tegak lurus di atas gua naga itu "ucap Rangga sambil mengepalkan tangannya.


"Apakah di saat bulan purnama tegak lurus di atas gua naga sesuatu akan terjadi"tanya Ratu Gandari.


"Benar , untuk lebih jelas sebaiknya kita lihat saja sesaat lagi"ucap Rangga .


"Sepertinya akan terjadi malapetaka yang besar jika tanduk naga itu sampai jatuh ke tangan Gandara ini tidak bisa dibiarkan"ucap Rangga dalam hati.


"Gusti prabu apa tidak sebaiknya kita langsung menyerang raja Gandara saja dan merebut dua pedang naga di tangan nya itu"usul Arya Soma.


"Tidak bisa kakang karena seluruh gua itu sudah di selimuti oleh kekuatan batu merah delima, kalaupun kita mencoba menghancurkan kekuatan batu merah delima itu akan membutuhkan kan waktu yang lama "ucap Rangga.


"Lalu bagaimana Gusti prabu jika tanduk naga itu sampai jatuh ke tangan raja Gandara "ucap Arya Soma tampak gusar.


"Kakang tenang saja aku sudah mempunyai cara untuk menerobos kekuatan batu merah delima itu "ucap Rangga.


"Gusti prabu menurut sepengetahuan ku kekuatan batu merah delima akan melemah jika terkena sinar bulan yang memantul melewati pedang naga itu"ucap andana.


"Benar menurut dugaan ku juga begitu kita akan mencobanya nanti Andana ", ucap Rangga.


"Caranya bagaimana Gusti prabu "tanya Arya Soma dengan hati lega.


"Sebentar lagi kakang dapat melihat nya "jawab Rangga.


Tak lama kemudian waktu yang di tunggu pun tiba-tiba, tepat tengah malam bulan purnama pun persis di atas gua naga itu.


Setelah melihat posisi bulan sudah sesuai raja Gandara pun segera menancapkan dua pedang naga milik Pandan Wangi dan Arum itu pada sebuah batu prasasti .


Sinar bulan purnama pun mengenai ke dua pedang itu dan kedua pedang tersebut langsung memantul kan sinar hingga sinar tersebut memancar menuju ke arah pintu gua naga.


Raja Gandara menunggu dengan hati yang berdebar-debar setelah sinar bulan mengenai pintu gua naga itu, sesaat kemudian pintu gua naga pun tampak bergetar kemudian bergerak pelan pelan dan pintu pun mulai terbuka,hal itu membuat raja Gandara merasa senang.


"Akhirnya dendam ku pada Rangga dan seluruh kerajaan Martapura bisa terlaksanakan setelah aku mendapatkan tanduk naga itu"ucap raja Gandara dalam hati dengan tangan terkepal.


Tidak lama kemudian pintu gua pun terbuka lebar tanpa membuang waktu raja Gandara pun cepat cepat masuk kedalam.


Mendengar nama kelabang Ireng tersebut raja Gandara pun terkejut bukan main,apa lagi orang tersebut dapat menerobos kekuatan batu merah delima yang memagari sekitar gua itu .


"Haaa...haa....haa.... tidak percuma raja alam mendidik mu ternyata kemampuan mu tidak memalukan guru mu , memang benar aku adalah kekabang Ireng"ucap raja Gandara sembari tertawa terbahak bahak.


Semua orang yang berada di sekitar gua langsung terkejut begitu mendengar pengakuan dari raja Gandara itu.


"Ternyata benar dugaan ku,dia memang kelabang Ireng yang berniat mengacaukan Martapura beberapa tahun lalu"ucap Arya Soma teringat waktu ia mengadakan sayembara waktu itu.


"Bukan kah dia adalah dedengkot aliran hitam yang sakti mandraguna itu Gusti Patih"ucap Ratu Gandari.


"Ya ..kau benar Gusti ratu, dulu hampir semua orang di kerajaan Martapura di bantai olehnya "jawab Arya Soma.


"Tapi kenapa dia menggunakan tubuh Ayah ku, Gusti patih "tanya Ratu Gandari.


" Ia menggunakan tubuh Ayah mu karena kemungkinan raja Gandara mempunyai tubuh yang kuat makanya ia memanfaatkannya"ucap Arya Soma.


"Kurang ajar, beraninya dia..."ucap Gandari tampak marah dan berniat menyusul Rangga.


"Tunggu Gusti ratu sebaiknya jangan ke sana terlalu berbahaya"ucap Arya Soma Begitu melihat ratu Gandari akan menyusul Rangga.


Ratu Gandari pun membatalkan niatnya begitu mendengar perkataan Arya Soma itu.


" Rupanya dulu kau berhasil lolos dari serangan ku kala Ireng, tapi kali ini jangan harap kau mendapat keberuntungan seperti itu lagi"ucap Rangga memperingatkan.


"Selama aku mempunyai ajian pindah raga aku tidak perlu takut mati di tangan mu Rangga,tapi aku heran bagaimana mana kau bisa menembus pertahanan batu merah delima ini"ucap kala Ireng,merasa penasaran.


"He'h aku memanfaatkan cahaya bulan untuk menembus pertahanan batu merah delima ini, karena di saat cahaya bulan mengenai dua pedang naga itu, ternyata melemah kan pertahanan batu merah delima sesuai dugaan ku ,sehingga aku dapat masuk ke sini "ucap Rangga menjelaskan.


"Kurang ajar... ternyata seperti itu "ucap Kala Ireng merasa geram.

__ADS_1


"Kau tidak dapat lari lagi kelabang Ireng inilah hari kematian mu"ucap Rangga.


"Sialan padahal tinggal selangkah lagi aku mendapatkan tanduk naga itu"ucap Kelabang Ireng dengan rasa kecewa.


"Dengar Rangga apa kau pikir selama ini aku tidak melakukan sesuatu untuk menghancurkan Martapura "ucap Kelabang Ireng.


"Apa maksudmu Kelabang Ireng, cepat jelaskan dan jangan bertele-tele "ucap Rangga.


"Haaa....haaa.... kalaupun aku mati saat ini tak mengapa tapi perlu kau tahu dendam ku pada Martapura masih belum berakhir karena anak ku Cadas Ireng yang akan meneruskan nya "ucap KeIabang Ireng.


"Kau jangan membual Kelabang Ireng kalau kau punya anak kenapa dia tidak di sini bersama mu"ucap Rangga.


"Memang saat dia tidak bersama ku tapi hari ini dia telah lahir ke dunia, bertepatan bulan purnama saat ini dan kau pasti tahu bagaimana anak yang lahir di saat sedang terjadi bulan purnama bercincin pelangi itu"ucap Kelabang Ireng.


Mendengar perkataan kelabang Ireng itu Rangga semakin terkejut,ia menyadari betul bahwa anak yang lahir itu nanti akan menjadi penghancur kedamaian dan membuat kerusakan di muka bumi.


"Kelabang Ireng langsung maju menerjang Rangga dengan pedang bintang wusss.... Rangga bersalto kebelakang disertai mengeluarkan pukul wuusss...duuuaaarrr... namun dengan mudah kelabang Ireng menepisnya.


Kelabang Ireng melesat cepat mengayunkan pedangnya sebuah sinar pun menerjang ke pada Rangga , tidak mau hanya menghindar Rangga segera mengeluarkan dua pedang kembarnya dua buah sinar pun keluar dari pedang itu lalu meluncur dan beradu dengan sinar pedang bintang milik kelabang Ireng duuuaaarrr...... sebuah ledakan mengguncang tempat itu.


Asap hitam mengebul membumbung tinggi ke angkasa, akibat benturan tadi.


Tak lama kemudian asap Hitam pun menghilang sehingga Rangga dan Kelabang Ireng pun kembali saling berhadapan.


"Kelabang Ireng seperti nya kita harus cepat masuk ke dalam gua untuk mendapatkan tanduk naga itu"ucap Barkara roh dalam pedang bintang milik nya.


"Kau benar Barkara "ucap Kelabang Ireng.


Kemudian ia segera merapatkan kedua tangan nya , tiba-tiba muncul lah sebuah sinar merah kehitaman hitaman disertai hawa panas yang menyengat .


"Apakah ini ajian banaspati mengguncang alam "bisik Rangga.


"sepertinya bukan Gusti prabu ini lebih kuat dari ajian itu"ucap Andana.


",Ya kau benar dan hawa panasnya pun kali ini lebih menyengat dua kali lipat dari ajian banaspati mengguncang alam "ucap Rangga.Lalu ia pun segera mengerahkan tenaga dalam untuk meredam hawa panas itu .


Tak lama kemudian bumi pun bergetar bak di landa gempa bumi akibat pengerahan tenaga dalam nya di lakukan oleh Kelabang Ireng.


Melihat keadaan yang gawat itu Rangga langsung meningkatkan kekuatan nya.


"Haaa.....haaa.... matilah kau Rangga rasakan pukulan ku ini,hiaaaa..t "teriak kelabang Ireng sambil melepaskan pukulan nya .


"Kalian berdua bersiap lah kita jemput serangan Kelabang Ireng itu"ucap Rangga pada kedua pedang nya.


"Baik Gusti prabu, mari kita tunjukkan kekuatan kita padanya"ucap Andana dan Andini.


Rangga melesat dengan cepat menyambut sinar merah kelabang itu,hiiaaaat... Rangga pun membelah Sinar itu dengan kedua pedangnya duuuaaarrr.... duuuaaarrr... ledakan kembali terdengar duuuaaarrr...., rupanya ledakan kali ini lebih dahsyat , hingga membuat perisai batu merah delima pun retak dan kemudian pun hancur saat itu juga.


Arya Soma dan Ratu Gandari pun bergegas menuju ke tempat pertempuran Rangga dan Kelabang Ireng itu namun mereka segera menghentikan langkahnya ketika melihat warok singa ,kala weling beserta Darkala gurunya sudah menghadang mereka.


"Kau mau kemana Arya Soma"ucap Warok singa.


"Oh rupanya kita bertemu lagi Warok singa "ucap Arya Soma.


"Kau harus membayar nyawa ketiga murid ku Arya Soma "ucap Darkala.


"Oh jadi,aki adalah gurunya Warok singa dan teman temannya "ucap Arya Soma.


"Benar aku Darkala gurunya Warok singa,hari ini juga aku menuntut balas atas kematian murid murid ku"ucap Darkala.


"Kebetulan kalau begitu , sudah saatnya orang orang seperti kalian di bumi hanguskan dari dunia ini"ucap Arya Soma.


"Warok singa dan Kala weling mari kita balas kematian Tengko putih,karang bolong dan Rupaksa Dara"ucap Darkala.


"Dengan senang hati guru "ucap Warok singa.


"Ratu Gandari apakah kau sudah siap "ucap Arya Soma.

__ADS_1


"Tentu Gusti patih, dari tadi aku sudah muak mendengar ocehan ocehan mereka yang tidak mutu itu"ucap Ratu Gandari.


Mendengar perkataan Ratu Gandari itu ketiga orang itu pun merasa kepanasan dan bersiap ingin segera menyerang.


__ADS_2