Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Banjir Darah di hutan Gede (bagian 4)


__ADS_3

Dengan tewasnya Ki Brajadara dan Ki Manggala seakan-akan para prajurit itu seperti anak ayam yang kehilangan induknya, mereka berperang tanda punya pegangan.


Patih Danuraka dan Arya Soma tidak siakan-siakan kesempatan itu , mereka berdua terus menggempur para prajurit itu tanpa mendapatkan nperlawanan yang berarti.


"Sebaiknya kalian menyerah tidak ada gunanya kalian melanjutkan perlawanan ini,"kata patih Danuraka,


mendengar itu para prajurit saling pandang seolah-olah saling minta pendapat,


"apa kalian mau membela Karang Hitam yang telah berkhianat itu,"kata putri Gandari yang juga telah sampai di tempat itu,


namun para prajurit itu belum juga ada yang membuka suara,


"baiklah jika itu yang kalian mau akan kami hancurkan kalian,"ucap putri Gandari lagi.


Setelah mendengar kata-kata itu kemudian salah satu dari mereka angkat bicara ,"baiklah kami menyerah,"kata prajurit itu lalu menjatuhkan senjatanya dan di ikuti teman-teman yang lainnya.


"Bagus jika itu pilihan kalian, sekarang semuanya berkumpul di sini ,"ucap patih Danuraka.


Lalu patih Danuraka menyuruh para prajurit Argara dan Martapura untuk menjaga para prajurit yang sudah jadi tawanan itu.


"Sebaiknya kita lihat tempat yang mulia dan Karang Hitam bertempur,"kata Arya Soma,


"saya rasa juga begitu,tapi harus ada yang tinggal di sini untuk mengawasi mereka,"kata putri Gandari,


"kalau begitu biarlah saya yang di sini "kata patih Danuraka,


"kalau itu mau mu baiklah ,"kata Arya Soma,lalu ia dan putri Gandari pun pergi menuju ke tempat Rangga sedang bertempur.


Duaaarrr.... Rangga dan Karang Hitam saling serang dengan melepaskan pukulannya,suasana di sekitar nya pun di penuhi asap tebal , wuusss keduanya saling serang kembali ,ting...ting.... terdengar bunyi pedang beradu... Karang Hitam tiba-tiba menghilang ,"sialan dia menggunakan jurus itu lagi,"kata Rangga dengan kesal.


Duuug .... Rangga kembali terkena tendangan Karang Hitam itu ,ia pun terpental dua puluh tombak, "benar-benar merepotkan"ucap Rangga.


"Haaahaa.....haaa.......apa cuma itu kemampuan mu,"ucap Karang Hitam dengan tertawa mengejek,

__ADS_1


"tertawalah sepuas mu sebelum ku robek mulut mu karang hitam"ucap Rangga sambil menyeka darah dari mulutnya, kemudian ia pun bersiap untuk menyerang kembali.


"Bagaimana kalau kita bantu yang mulia gusti patih,"tanya putri Gandari setelah di tempat itu,


"jangan kurasa yang mulia belum kalah,"jawab Arya Soma.


Rangga langsung menerjang Karang Hitam, pukulan badai menerjang ombak hiaaat... . wuuusss...Rangga melepaskan pukulannya duuuaaarrr .....Karang Hitam langsung menghilang untuk menghindari pukulan itu, kemudian muncul lagi begitu seterusnya,


duuuar.... Rangga kembali melepaskan pukulannya.. ,namun Karang hitam lagi-lagi menghilang.."baiklah "ucap Rangga dengan kesal ,


,lalu ia melesat cepat tebasan seribu pedang hiaaaat " teriak Rangga.... ting....pedang Rangga tepat mengenai pedang Karang Hitam ketika ia muncul kembali,


lalu dengan cepat Rangga langsung mengirimkan tendangannya duuug...dan tendangannya itu berhasil mengenai tubuhnya Karang Hitam sehingga ia terlempar cukup jauh, karena tanpa di sadari oleh Karang Hitam, Rangga sudah dapat memprediksi ke munculnya.


"Rupanya dia bisa mengetahui saat kemunculan ku,"ucap Karang Hitam sambil memegangi dadanya yang sesak.


"Apakah kau masih bisa tertawa?"ejek Rangga,


"jurus pedang kembar tanpa tanding hiaat... "teriak Rangga dengan menyalurkan seluruh tenaga dalamnya pada dua pedang itu,sehingga nampak bercahaya biru pada dua pedangnya itu,


ketika jaraknya sudah dekat Rangga melompat ke atas melewati kepala Karang Hitam dan crash... pedangnya menggores tubuh Karang Hitam , "tidak mungkin dia secepat itu,"ucap Karang Hitam tidak percaya,


ia benar-benar tidak menduga akan mendapatkan serangan seperti itu,


kemudian ia mencoba menyerang Rangga"kita harus mati bersama hiaaat...."teriak Karang Hitam sambil mengarahkan pedangnya dengan memutar badan,


mengetahui itu l Rangga segera menundukkan kepalanya dan tebasan seribu pedang hiaaaat crash.. cliing....roboh lah Karang Hitam dengan kepala lepas dari badannya oleh dua pedang kembar Rangga itu.


"Ku harap dengan kematian Karang Hitam tidak ada Karang Hitam yang lain,"ucap Rangga ,


lalu patih Arya Soma putri Gandari berlari ke arahnya,"hormat kami yang mulia,"ucap Arya Soma dan putri Gandari.


"Semua prajurit Markuraka sudah menyerah yang mulia"ucap Arya Soma,

__ADS_1


"Bagaimana keadaan kalian,"tanya Rangga,"kami baik-baik saja yang mulia,"ucap Arya Soma,"mari kita lihat bagaimana keadaan yang lain,"ucap Rangga ,lalu berjalan menuju ke tempat pertempuran itu,


Setelah memeriksa semua keadaan Medan perang itu, lalu Rangga memutuskan untuk membawa seluruh para prajurit yang terluka ke kerajaan Markuraka untuk mendapatkan perawatan di sana.


"Apakah kita akan langsung ke Markuraka dinda prabu,"tanya Arya Soma,"benar kanda ,kita harus segera mengobati para prajurit yang terluka,"jawab Rangga,


"hormat kami yang mulia,"ucap Ariani Dewi dan Pandan Wangi tiba-tiba,"apakah kalian tidak apa-apa,"tanya Rangga ,


"ya kami baik-baik saja yang mulia,"jawab mereka berdua ,


"baiklah secepatnya kita berangkat ke Markuraka"ucap Rangga.


Dan setelah semuanya berkumpul berangkat mereka menuju ke Markuraka untuk memastikan komplotan Karang Hitam benar benar sudah habis,


Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya mereka pun sampai di istana Markuraka.


Melihat Rangga dan putri Gandari datang ,sisa sisa prajurit yang di sana segera membuang senjatanya dan menyerah.


"Sekarang silahkan putri pimpin kembali kerajaan ini,"ucap Rangga,


"Tidak yang mulia andalah yang berhak atas kerajaan ini sekarang,"jawab putri Gandari,"benar yang mulia,"ucap patih Danuraka,


"tidak begitu putri, kerajaan ini tetap hak putri Gandari,tujuan saya adalah membantu merebut kerajaan ini dari Karang Hitam dan saya tidak bermaksud untuk menguasainya,"ucap Rangga,


"Jika begitu baiklah dan saat ini juga saya menyatakan bahwa Markuraka adalah bagian dari kerajaan Martapura,"ucap putri Gandari,


",Jika Martapura butuh bantuan kami di Markuraka akan segera siap untuk Martapura yang Mulia",ucap putri Gandari.


"Begitu juga dengan Martapura juga akan selalu siap untuk membantu Markuraka putri"ucap Rangga.


Akhirnya putri Gandari pun memimpin kerajaan itu untuk menggantikan ayahnya dengan di dampingi oleh patih Danuraka.


Setelah satu minggu kemudian Rangga dan para prajurit nya pun kembali ke Martapura.

__ADS_1


__ADS_2