Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Air Terjun Bidadari


__ADS_3

Di Malam yang gelap gulita itu angin malam bertiup dingin menyapa kulit, namun tak di rasakan oleh Rangga yang diam terpaku di kegelapan menatap sebuah bangunan tua . Bangunan yang dulu bersih dan indah itu sekarang sudah menjadi puing puing kenangan.


"Ternyata sudah lama sekali aku melupakan tempat ini, hampir dua puluh tahun aku tidak pernah mengunjungi tempat ini,baiklah besok aku akan melihat lihat keadaan sekitar sini aku ingin tahu perubahan apa saja disini "ucap Rangga ketika telah sampai di tempat yang di tuju itu.


Karena malam sudah sangat larut akhirnya Rangga memasuki bangunan tua itu dan menyala api untuk penerangan sekaligus menghangatkan tubuh.


Karena merasa lelah dan mengantuk,Rangga kemudian mencari sesuatu untuk menyandarkan badannya, setelah mengedarkan pandangannya beberapa saat akhirnya Rangga melihat sebuah dipan.


"Sebaiknya aku segera istirahat supaya besok bisa bangun pagi"ucap Rangga seraya merebahkan tubuhnya pada dipan itu


Karena merasakan letih dan lelah dalam sekejap saja Rangga sudah tertidur pulas.


"Selamat datang cucu ku Rangga ,aku tahu bahwa suatu saat kau pasti akan kembali lagi kemari, untuk itu kakek telah tinggalkan sesuatu untuk kamu ,ambilah ini untuk bekal perjalanan hidup mu dan pergilah ke selatan di sana ada air terjun bidadari ada sesuatu yang istimewa di sana menunggu mu cucu ku"ucap kakek itu ,


dan ingat cucu ku ,sebentar lagi kau akan bertemu dengan musuh besar mu hancurkan mereka agar dunia ini menjadi aman dan damai"lanjut Kakek itu kemudian menghilang dari hadapan nya.


"Kakek !!!"teriak Rangga langsung terbangun dari tidurnya dengan badannya di penuh keringat, ternyata cuma mimpi"ucap Rangga,


"lalu siapa kakek dalam mimpi itu kenapa aku tidak mengenal wajahnya tapi jika di dengar dari suaranya sepertinya tidak asing bagi ku"ucap Rangga dalam hati.


"Benda apakah ini "ucap Rangga sambil ketika tersadar tangannya menggenggam sesuatu.


"Jangan-jangan ini yang di berikan kakek dalam mimpi tadi,


"sebaiknya nanti saja saya periksa benda apa ini"ucap Rangga, kemudian merebahkan kembali tubuhnya ,


"tadi kakek juga mengatakan ,aku akan bertemu dengan musuh besar ku,kira-kira siapa yang kakek maksud"ucap Rangga dengan pikiran di penuhi tanda tanya.


"kukuruyuuuuuk... kukuruyuuuuuk.. terdengar ayam hutan berkokok menandakan hari sudah pagi.


"Ternyata hari sudah pagi, baiklah sambil menunggu matahari terbit aku akan melihat lihat tempat ini"ucap Rangga segera bangun.


Rangga pun mengitari rumah itu berkali kali seperti ada sesuatu yang melekat dalam dirinya, rupanya ia merasa nyaman di tempat itu.


"sepertinya aku harus memperbaiki tempat ini suatu saat"gumam Rangga dalam hati.


Tak lama kemudian matahari pun terbit memancarkan sinarnya, tempat yang tadinya gelap itu pun menjadi terang, Rangga pun langsung teringat pada benda yang di berikan kakek dalam mimpinya itu.


"Rupanya ini sebuah gulungan ,apa kira kira isi gulungan ini"ucap Rangga kemudian membukanya.


Ia pun membuka gulungan itu lebar lebar dan mengamati nya dengan seksama , ternyata gulungan itu bergambar seperti orang yang sedang menari namun gerakan nya berubah rubah,


"Rupanya ini sebuah jurus ,tapi jurus apakah ini "tanya Rangga, sambil berfikir.


"Kalau di lihat dari gerakan orang dalam gambar ini sepertinya jurus ini cocok kalau menggunakan pedang "lanjut Rangga,


"saya yakin ini jurus pedang "gumam Rangga,


"Oh ternyata di bawah sini ada keterangan nya , baiklah akan coba saya baca"ucap Rangga lalu ia pun membacanya.


"untuk menguasai jurus dewa pedang membelah bulan ini harus sudah menguasai dasar-dasar teknik atau ilmu dalam bermain pedang dan juga tenaga dalam yang sudah matang karena jurus ini menitik beratkan pada penggunaan tenaga dalam"


"Jadi nama jurus ini adalah jurus dewa pedang membelah bulan mmmm.... rasanya mirip seperti jurus pedang kembar tanpa tanding"ucap Rangga sambil menggaruk garuk kepalanya.


Setelah lama mengamati dengan teliti gambar dalam gulungan itu , ia pun dapat mahaminya ternyata tidak jauh beda dengan jurus pedang kembar tanpa tanding, cuma kalau jurus pedang kembar tanpa tanding tidak menggunakan tenaga dalam yang berlebihan sedang jurus ini harus selalu menggunakan tenaga dalam terus menerus.


"Secepatnya aku harus pergi ke air terjun bidadari dan mempelajari jurus ini, ku harap dapat dengan cepat menguasainya"ucap Rangga ,lalu ia pun segera meninggalkan tempat itu dan mencari tempat yang di maksud kakek dalam mimpi nya serta untuk berlatih,ia pun segera melesat ke arah selatan dengan menunggangi kuda nya.


Rangga terus melarikan kudanya jauh kedalam hutan, namun tanda tanda air terjun bidadari belum nampak juga .


ia pun lalu memperlambat kudanya sambil melihat lihat keadaan sekelilingnya,


"apakah aku salah arah ,tapi jika melihat arah matahari rasanya aku tidak salah arah"ucap Rangga.


"Baiklah ku lanjutkan saja perjalanan ini, biar tidak lebih banyak memakan waktu"lanjut Rangga.


Karena yakin tidak salah arah ia pun segera melanjutkan perjalanan nya, semakin lama ia semakin jauh masuk ke dalam hutan.

__ADS_1


Di kejauhan Rangga melihat burung elang sedang berputar putar mengitari sesuatu,merasa penasaran ia pun segera mendekati tempat itu.


Setelah sampai di tempat burung elang terbang itu tanpa sadar Rangga mendengar bunyi air berjatuhan deras sekali.


"Jangan jangan di situ air terjun bidadari itu, "ucap Rangga ,karena penasaran ia pun segera mencari sumber bunyi air itu.


"Ternyata bunyinya semakin jelas setelah sampai sini,aku benar-benar yakin kalau itu air terjun bidadari "ucap Rangga , Segera mempercepat kudanya,tapi sayang jalan yang menuju ke situ di penuhi curah terjal yang tidak mungkin bisa di lalui oleh kudanya.


"Ternyata benar di situlah letak nya di sebrang hutan ini ,hai kuda untuk sementara kau ku tinggalkan di sini karena jalan ke sana tidak bisa untuk kau lalui"ucap Rangga sambil mengelus kepala kudanya dan segera mengikatnya pada sebuah pohon.


Tidak mau berlama- lama Rangga pun segera melesat menuju tempat itu dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh nya,ia meloncat dari pohon satu ke pohon yang lain begitu seterusnya hingga akhirnya ia sampai di air terjun bidadari itu.


"Betapa segarnya air ini , dahaga dan rasa lelah ku hilang seketika"ucap Rangga setelah membasuh muka dan minum air terjun bidadari itu.


Air terjun bidadari adalah air terjun yang pernah membuat geger dunia persilatan, karena air itu di percaya bisa membuat hidup awet muda dan menyembuhkan segala macam penyakit,tapi sebenarnya lebih dari itu ,barang siapa yang mandi dan minum air terjun bidadari selain awet muda juga akan mempunyai tenaga dalam yang berlipat ganda.


"Sungguh indah tempat ini di sana sini penuh dengan tumbuhan bunga,pantas namanya air terjun bidadari"ucap Rangga berdecak kagum.


"Oh,ya kata kakek dalam mimpi itu di sini ada sesuatu yang istimewa menunggu ku, kira kira apa, sekarang juga aku akan menjelajahi tempat ini untuk mencarinya"ucap Rangga segera melangkah mengitari tempat itu.


Seakan akan dalam mimpi Rangga di tempat itu bagaimana tidak, sejauh mata memandang banyak tumbuh bunga bunga bagaikan hamparan permadani yang terpampang.


Setelah lama mengitari tempat itu namun tidak menemukan sesuatu yang di carinya akhirnya karena lelah ia pun memutuskan untuk mandi di air terjun bidadari itu,


ia berdiri di bawah guyuran air terjun itu merasakan segarnya air itu, ketika mendongak kan kepala ke atas tanpa sengaja ia melihat sebuah lobang di belakang air terjun itu,takut penglihatan nya salah ia pun mengusap usap matanya dan melihat nya sekali lagi akhirnya ia pun yakin dengan apa yang di lihat nya.


"Kalau di pikir pikir rasanya itu seperti sebuah gua"ucap Rangga sambil terus memperhatikan lubang itu .


Karena penasaran ia pun segera melesat menuju lubang itu dan huup... sampai lah ia di lubang itu yang ternyata adalah sebuah gua.


ia segera melangkah memasuki gua itu, namun baru saja ia berjalan beberapa tombak saja ia menghentikan langkahnya karena ada batu besar yang menutup mulut gua itu.


"Kenapa mulut gua ini di tutup apakah ada sesuatu di dalam gua ini"tanya Rangga pada diri sendiri.


"Kalau tidak aku hancur kan batu ini, aku tidak akan pernah tahu apa yang ada di dalamnya "ucap Rangga,


Tidak mau kebanyakan mikir ia pun segera melangkah mundur beberapa tombak untuk menghimpun tenaga dalam nya dan hiiiaat.....duuuaaarrr....ia pun melepaskan pukulan nya,dan hancurlah batu itu menjadi keping keping,diam diam Rangga heran ,ia merasakan tenaga dalamnya besar sekali , padahal setahu dia untuk menghancurkan batu itu paling tidak dua atau tiga kali pukulan.


...----------------...


Di kerajaan Prada Jaya raja Anggara Dewa gelisah tidak menentu memikirkan Patih Kencana Loka, karena sudah beberapa hari lamanya kenapa ia tidak juga kembali .


"Apa yang terjadi dengan Kencana Loka kenapa lama sekali "ucap raja Anggara Dewa,


"Apakah aku harus menyuruh orang ke sana untuk menyusulnya , tidak tidak ini tugas rahasia cuma aku dan dia yang tahu"gumam raja Anggara Dewa.


"Tampak nya ada yang Gusti prabu pikirkan"tiba tiba terdengar suara teguran dari arah sampingnya.


"Oh... kamu Sariti ,"ucap raja Anggara Dewa,


"Apakah yang menjadi beban pikiran Gusti prabu berbagilah dengan hamba mungkin hamba bisa membantu"ucap Sariti dengan manja.


"Tidak ada apa apa Sariti aku tidak sedang memikirkan apa apa cuma sedikit sakit kepala"ucap raja Anggara Dewa berbohong.


"tapi tampaknya Gusti prabu serius sekali"tanya Sariti Ningrum,


"serius bagaimana Sariti"tanya raja Anggara Dewa,


"saya lihat dari tadi Gusti prabu tampak merenung lama sekali"selidik Sariti Ningrum,


"Baiklah Sariti ternyata aku tidak bisa berbohong pada mu,akan ku beri tahu pada mu hal yang sedang aku pikirkan"ucap raja Anggara Dewa,


Tampak seutas senyum mengembang di bibir Sariti Ningrum yang manis itu,


"kalau begitu cepat katakan Gusti prabu hamba sudah tidak sabar lagi ingin tahu tentang apa itu"ucap Sariti Ningrum genit genit manja.


"begini Sariti aku sedang memikirkan tentang... belum sempat melanjutkan kata-katanya mendadak datang seorang prajurit datang menghadap"lapor Gusti prabu ada seorang Demang bernama Sayuti dari desa karang sari ingin menghadap Gusti"ucap prajurit itu,

__ADS_1


"baiklah suruh dia masuk"ucap raja Anggara Dewa,


"baik Gusti prabu"jawab prajurit itu lalu pergi dari hadapannya.


"Seperti nya ada sesuatu yang penting Sariti jadi kita lanjutkan nanti pembicaraan kita"ucap raja Anggara Dewa,


terlihat kekecewaan di wajah Sariti mendengar perkataan raja Anggara Dewa itu,


"baik Gusti prabu "ucap Sariti dengan wajah cemberut.


Sesaat kemudian datanglah prajurit itu kembali menghadap raja Anggara Dewa dengan bersama seorang Demang yang bernama Sayuti,


"kami menghadap Gusti prabu "ucap mereka berdua,


"ada keperluan apa Demang Sayuti "tanya raja Anggara Dewa,


"maaf Gusti prabu hamba ingin melaporkan bahwa di desa karang sari telah terjadi perampokan dan pembunuhan Gusti prabu"ucap Demang Sayuti,


"Apa . ..!!! siapa yang melakukan itu "tanya raja Anggara Dewa dengan marah,


"hamba tidak tahu Gusti prabu, mereka tidak menyebutkan nama ,tapi sikap mereka sangat kejam dan brutal"jawab Demang Sayuti dari Karang Sari itu.


"Aku paling tidak suka jika ada yang mengusik kehidupan rakyat ku, baiklah secepatnya akan ku kirim bantuan ke sana"jawab raja Anggara Dewa.


"Prajurit cepat panggil Senopati Gautama menghadap untuk menghadap ku"perintah raja Anggara Dewa,


"baik Gusti prabu"jawab prajurit itu kemudian pergi.


"Tampak nya kejadian beberapa tahun yang lalu akan terulang lagi seperti waktu dinda Saraswati masih ada di sini"ucap raja Anggara Dewa dalam hati.


"Hamba menghadap Gusti prabu"ucap Senopati Gautama,


"saya dengar laporan dari Demang Sayuti ini bahwa di desanya telah terjadi perampokan dan pembunuhan cepat kau selidiki siapa para perampok itu", ucap raja Anggara Dewa sambil menunjuk Demang Sayuti hadapannya.


"baik Gusti prabu"jawab Senopati Gautama,


"menurut mu apakah ini adalah perbuatan para perusuh beberapa tahun lalu Gautama"tanya raja Anggara Dewa,


"hamba tidak bisa menyimpulkan itu Gusti prabu bisa ya bisa tidak"jawab Senopati Gautama,


"Kalau begitu berangkat lah kau sekarang bersama Demang Sayuti ini menuju desa karang sari dan bawalah beberapa karung beras"ucap raja Anggara Dewa,


"baik Gusti prabu hamba mohon diri"ucap Senopati Gautama.


"Cepat lah kembali kencana Loka apa yang kau lakukan di sana"ucap raja Anggara Dewa sambil mengepalkan tangannya.


Setelah mendapat perintah dari raja Anggara Dewa , berangkat lah Senopati Gautama bersama dengan beberapa orang prajurit ke desa Karang Sari untuk melakukan penyelidikan,


"Ki Demang bagaimana ciri-ciri mereka "tanya Senopati Gautama di atas kudanya,


"mereka memakai pakaian serba hitam dan juga memakai cadar Gusti "jawab Ki Demang Sayuti,


"lalu apa lagi yang kau ketahui selain itu"tanya Senopati Gautama,


Demang Sayuti tidak langsung menjawab pertanyaan Senopati Gautama itu ia terlihat berfikir,


"ya aku ingat sesuatu Gusti Senopati"ucap Demang Sayuti.


"Apa itu Ki Demang"tanya Senopati Gautama,


"mereka memakai kalung berbentuk paruh burung Gusti"ucap Demang Sayuti,


mendengar itu Senopati Gautama pun tersentak dan segera menghentikan kudanya,


"Apa kamu tidak salah lihat Ki Demang"tanya Senopati Gautama ingin memastikan,


"Benar Gusti hamba tidak salah lihat"ucap Demang Sayuti dengan yakin.

__ADS_1


...----------------...


Barang istimewa apakah yang sedang di cari oleh Rangga dan siapakah para perampok yang merampok desa Karang Sari itu lalu siapakah sebenarnya kakek dalam mimpi Rangga itu, (ikuti terus perjalanan pendekar pedang kembar, jangan lupa like dan komentarnya ya,biar author nya tetap semangat ,up nya)


__ADS_2