Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Hilang nya para gadis


__ADS_3

"Saya yakin pasti Gusti prabu dan Jaka Alap Alap sedang memburu orang yang mengambil pedang itu"ucap Arya Soma.


"Kira-kira siapa orang itu Gusti Patih"tanya Pandan Wangi.


"Itulah tugas kita untuk segera menyelidiki nya Wangi"ucap Arya Soma.


"Coba Kakang Patih cerita kan bagaimana kronologi kejadiannya sehingga pedang itu sampai hilang begitu saja "ucap Dewi Sekar ingin tahu.


Huuuuff.,. terdengar Patih Arya Soma menghela nafas dan memperbaiki sikap duduk nya sebelum bercerita.


"Waktu itu kejadian nya begitu cepat sekali sampai aku dan Gusti prabu tidak sempat untuk merasakan kehadiran si pencuri pedang itu karena saat itu kami berdua fokus untuk membebaskan Arum dari cengkeraman maharaja Dawung "ucap Arya Soma, kemudian menceritakan seluruh peristiwa yang terjadi di istana siluman pada waktu itu.


Dewi Sekar mengangguk angguk mendengar cerita dari Arya Soma itu ,ia menduga bahwa pasti orang dari kerajaan siluman lah yang mengambil pedang itu ,walaupun saat itu juga ada para pendekar lain yang berdatangan ke istana siluman itu.


"Langkah apa yang akan kakang Patih ambil sekarang untuk menemukan pedang itu "tanya Dewi Sekar.


"Besok pagi saya berencana akan pergi ke istana siluman untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai hilang pedang itu Gusti ratu "jawab Arya Soma.


"Romo izinkan lah saya untuk ikut "ucap Dyah Ayu Larasati tiba-tiba.


"Tidak Larasati ini perjalanan yang berbahaya aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu"ucap Arya Soma melarang nya.


"Benar apa yang di katakan Kakang Patih Larasati,jika kau bosan di rumah lebih baik kau menemani Arum saja untuk berlatih besok"ucap Dewi Sekar.


"Baiklah Gusti Ratu "ucap Larasati tampak cemberut.


"Lapor Gusti ratu ada seorang Demang dari desa Rawa jati ingin menghadap"ucap seorang prajurit yang datang tiba-tiba.


"Baiklah bawa dia ke sini"ucap Dewi Sekar.


"Baik Gusti Ratu"ucap prajurit itu bergegas pergi.


Tak lama kemudian prajurit itu pun sudah kembali lagi menghadap Dewi Sekar dengan membawa seseorang di belakangnya.


"Ini Demang yang hamba maksud Gusti"ucap prajurit itu.


"Hormat hamba Gusti Ratu nama hamba Sulo Demang dari desa Rawa Jati mau melapor "ucap Demang Sulo dengan memberi hormat.


"Katakan apa yang ingin Ki Demang Sulo Lapor kan"ucap Dewi Sekar.


"Begini Gusti Ratu di desa saya telah terjadi penculikan terhadap anak anak gadis ,sudah tujuh orang anak gadis hilang di desa saya dalam waktu dua malam dan hamba kesini mohon supaya Gusti Ratu untuk menangkap penculik itu"ucap Demang Sulo.


Semua orang yang ada di situ langsung terkejut mendengar cerita dari Demang Sulo itu.


"Kurang ajar rupanya ada yang mau membuat teror di wilayah Martapura ini"ucap Dewi Sekar dengan marah.


"Sudah berapa lama kejadian seperti itu Demang Sulo"tanya Dewi Sekar.


"Baru dua hari ini gusti Ratu"ucap Demang Sulo.


Disaat Dewi Sekar sedang berbincang-bincang dengan Demang Sulo datang lah seorang prajurit tadi untuk melapor.


"Lapor Gusti Ratu ada dua warga desa yang ingin menghadap Gusti Ratu"ucap prajurit itu.


"Suruh masuk ke sini"ucap Dewi Sekar.


"Baik Gusti Ratu"ucap prajurit itu lalu bergegas pergi.


"Ini tidak bisa di biarkan Gusti Ratu kita harus secepatnya bertindak untuk menangkap penculik itu"ucap Ariani Dewi.


"Benar Ariani kita harus menangkap penculik itu"ucap Dewi Sekar.


"Hamba menghadap Gusti Ratu"ucap seseorang yang datang bersama prajurit tadi.


"Ki sanak siapa dan ada perlu apa"tanya Dewi Sekar.


"Hamba Jidun Demang dari desa Watu Belah ingin melapor bahwa di desa kami telah terjadi penculikan terhadap anak-anak gadis kami Gusti"ucap Demang Jidun.


"Apa.. !!!"di desa Watu Belah juga terjadi penculikan anak gadis"ucap Dewi Sekar dengan terkejut.


Semua orang pun terlihat kaget mendengar laporan Demang Jidun itu karena kasusnya sama dengan yang di alami oleh Demang Sulo.


"Apa sebenarnya tujuan dari penculikan gadis gadis itu"ucap Arya Soma dalam hati.


"Demang Jidun ternyata peristiwa yang terjadi di desa mu juga sama seperti yang terjadi di desa Rawa Jati,aku benar benar perihatin mendengar itu, kalian berdua tidak perlu khawatir aku akan mengirimkan orang ke desa kalian masing masing untuk menangkap para penculik itu"ucap Dewi Sekar.


"Terima kasih Gusti Ratu"ucap Demang Sulo dan Demang Jidun.


"Pandan Wangi dan Ariani Dewi aku tugaskan kalian untuk pergi ke desa Rawa Jati untuk menangkap penculik itu"ucap Dewi Sekar.


"Baik Gusti Ratu"ucap Ariani Dewi dan Pandan Wangi serempak.

__ADS_1


" Lingga dan paman kencana Loka aku tugaskan kalian untuk pergi ke desa Watu Belah untuk mengatasi masalah di sana"ucap Dewi Sekar.


"Baik Gusti Ratu"ucap Kencana Loka dan Lingga.


"Saya harap kalian berempat dapat mengungkap dan menangkap siapa pelaku penculikan itu"ucap Dewi Sekar.


"Kami akan berusaha untuk semaksimal mungkin untuk menangkap penculik itu Gusti ratu"ucap Pandan Wangi mewakili teman temannya.


"Demang Sulo dan Demang Jidun pulanglah ke desa kalian bersama dengan mereka"ucap Dewi Sekar.


"Hamba ucapkan terima kasih pada Gusti ratu atas bantuan nya"ucap Demang Sulo.


"Hamba juga ucap terima kasih pada Gusti ratu atas bantuan nya"ucap Demang Jidun.


"Ya , silahkan kembali ke desa kalian masing masing"ucap Dewi Sekar.


Lalu kedua Demang itu pun segera pergi meninggalkan istana dengan di temani oleh Pandan Wangi, Ariani Dewi, Lingga dan kencang Loka.


Setelah keenam orang itu pergi Dewi Sekar lalu Dewi Sekar melanjutkan pembicaraan yang tertunda mengenai hilang nya dua pedang naga bersama Arya Soma,Arum dan Dyah Ayu Larasati sampai larut malam.


...----------------...


Pagi itu di sebuah sungai yang airnya sangat jernih terlihat Rangga sedang berdiri sambil menatap ke arah sungai , kemudian ia mengangkat tangan nya ke atas dan melepaskan pukulannya ke arah sungai itu duuuaaarrr....... setelah ledakan itu Rangga bergerak cepat dengan ilmu ringan tubuhnya untuk menangkap sebuah ikan besar yang terlempar ke atas akibat pukulan nya tadi.


Huuup... Rangga pun mendarat setelah ia berhasil menangkap ikan besar tadi.


"Saya kira sudah cukup ikan ini untuk sarapan aku dan Jaka Alap Alap"ucap Rangga lalu bergegas kembali ke gua dengan ilmu ringan tubuhnya.


Jaka Alap Alap yang saat itu sudah terbangun dari tidurnya terkejut begitu tidak mendapati Rangga lagi di tempat itu,ia kemudian berfikir bahwa Rangga sudah pergi ke istana siluman tanpa membangunkan dirinya .


Ia pun memutuskan untuk segera pergi ke gunung ceremai guna melakukan penyelidikan.


Di saat dia akan pergi tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dari arah belakang ,ia pun segera menoleh ke orang yang memanggilnya itu yang ternyata adalah Rangga yang baru kembali dari sungai menangkap ikan.


"Oh Gusti prabu, saya kira Gusti prabu sudah pergi ke istana siluman"ucap Jaka Alap Alap.


"Tidak perlu terburu-buru Jaka ,sebaiknya kau bakar lah ikan ini untuk sarapan kita setelah itu baru kita melanjutkan mencari pedang itu "ucap Rangga.


"Baiklah Gusti prabu "ucap Jaka Alap Alap . kemudian ia mengambil ikan itu dari tangan Rangga dan segera membakar nya.


Sambil menunggu Jaka Alap Alap membakar ikan Rangga pun melakukan semedi untuk memulihkan tenaga dalamnya .


"Seharusnya aku tadi yang menangkap ikan ini kenapa malah Gusti prabu yang bangun duluan, dasar payah aku ini"ucap Jaka Alap Alap menyesali diri nya karena malu pada Rangga.


"Ikan nya sudah matang Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap.


Rangga pun segera membuka matanya begitu mendengar Jaka Alap Alap memanggilnya.


"Sepertinya enak Jaka mari kita makan bersama"ucap Rangga .


Lalu Rangga membelah ikan itu menjadi dua yang sama besar separuh untuk dirinya dan separuh lagi untuk Jaka Alap Alap.


mereka berdua terlihat makan dengan lahap sekali mungkin karena mereka semalaman tidak makan hingga menjadikan ikan begitu lezat dan nikmat di mulut mereka.


Tolong.. ... tolong....... tolong... tidak jauh dari gua mereka terdengar suara seorang wanita minta tolong.


"Gusti prabu ada yang mina tolong seperti nya tidak jauh dari tempat ini "ucap Jaka Alap Alap.


"Jaka Alap Alap mari kita periksa siapa orang yang minta tolong itu"ucap Rangga.


"Baik Gusti prabu"jawab Jaka Alap Alap.


Mereka berdua pun segera berlari ke arah suara itu untuk menolong nya.


"Gusti prabu lihat lah wanita itu"ucap Jaka Alap Alap ketika sudah sampai di tempat itu melihat seorang wanita yang di kerumuni oleh harimau.


"Sepertinya para harimau itu ingin memangsanya Alap Alap, cepat kau ambil wanita itu biar aku yang mengurus para harimau itu"ucap Rangga.


"Baik Gusti, Jaka Alap Alap segera melesat cepat menyambar wanita itu, melihat mangsa telah lolos para harimau itu langsung mengejar Jaka Alap Alap.


Rangga terkejut begitu melihat para harimau itu dapat bergerak cepat mengejar Jaka Alap Alap.


"Sepertinya mereka adalah harimau jelmaan "ucap Rangga .


Rangga kemudian bergerak cepat mengejar harimau itu , Jaka Alap Alap yang mengetahui harimau masih mengejar nya segera mempercepat larinya.


Desssss.... dessss.... desssss... Rangga memukul ketiga harimau itu hingga ketiganya terpental.


Tiba-tiba tubuh ketiga harimau itu seketika berubah menjadi asap kemudian menjadi tiga orang kakek dengan wajah yang sangat menakutkan.


"Siapa kau berani nya mengganggu kesenangan kami"ucap salah satu kakek jelmaan harimau itu.

__ADS_1


"Aku hanya melakukan apa yang semestinya aku lakukan"ucap Rangga.


"Rupanya kau minta di pukul anak muda,mari kita serang dia"ucap kakek itu mengajak teman temannya.


Ketiga orang kakek itu lalu bergerak menyerang Rangga dengan kuku kuku tajamnya.


Rangga mengelak menghindari serangan mereka dengan memiringkan badannya dan segera mengirimkan tendangan desssss... desssss. . desssss hingga membuat ketiga kakek itu terpental.


Rangga kemudian menyilang kan kedua tangan berniat menghabisi mereka , muncullah bola energi dari kedua tangan nya dan bersiap untuk melepaskan ke arah mereka bertiga.


"Menyerah lah atau ku bunuh teman mu"ucap seseorang tiba-tiba dari arah belakang nya.


Rangga terkejut melihat wanita yang di tolong oleh Jaka Alap Alap tadi menodong kan pedang ke lehernya.


"Rupanya mereka menjebak kita Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap.


"Siapa kalian sebenarnya dan apa tujuan kalian melakukan ini semua"tanya Rangga.


"Haaa..... haaaa.....haaaa.... cepat serahkan pedang naga itu atau ku bunuh teman mu itu"ucap seorang wanita yang tiba-tiba datang.


Melihat seorang wanita yang datang itu ,Jaka Alap Alap langsung terkejut bukan main karena wanita itu adalah Ratu Sarjani.


"Ratu Sarjani bukan kah kau sudah mati "ucap Jaka Alap Alap.


"Benar hampir saja aku mati di tangan kalian waktu ,tapi untungnya ada sahabat ku yang menyelamatkan aku"ucap Ratu Sarjani.


"Sialan "ucap Jaka Alap Alap.


"Raja Gandara keluar lah "ucap ratu Sarjani.


Mendengar nama yang di sebut Ratu Sarjani itu, Rangga langsung tercekat karena dirinya tidak asing dengan nama itu.


Tak berapa lama kemudian Raja Gandara pun muncul di samping Ratu Sarjani dengan pedang bintang di punggungnya.


Bagaikan mimpi Rangga melihat kemunculan raja Gandara di depan matanya ,ia benar benar tidak percaya dengan kenyataan itu,karena ia tahu bahwa raja Gandara sudah mati di bunuh oleh Karang Hitam beberapa tahun silam.


"Kau pasti terkejut melihat kemunculan ku Rangga"ucap Raja Gandara.


"Benar aku sangat terkejut sekali melihat kau masih hidup Gandara, lalu apa maksud mu menipu aku dan Gandari kalau kau telah di bunuh oleh Karang Hitam waktu itu "tanya Rangga.


"Nanti kau akan tahu bila saatnya tiba, untuk sekarang aku ingin kau cepat serahkan pedang itu atau nyawa teman mu akan melayang "ancam raja Gandara.


"Dengar baik-baik percuma kalian meminta pedang itu pada ku,karena pedang itu sudah tidak ada lagi pada ku"ucap Rangga.


"Kami tidak akan percaya semudah itu pada mu Rangga, cepat kau berikan pedang itu pada kami"ucap ratu Sarjani.


"Rupanya kalian semua benar benar tuli , Gusti prabu sudah bilang bahwa pedang itu sudah tidak ada lagi di tangan nya kenapa kalian tidak mengerti juga"ucap Jaka Alap Alap.


"Diam kau Alap Alap ,Rangga aku bertanya sekali lagi cepat berikan pedang itu"ucap raja Gandara.


"Percuma saja aku berbicara pada mereka, "gumam Rangga.


"Jaka Alap Alap awas..."teriak Rangga segera melempar keris pulang Geni nya.


Jaka Alap Alap menangkis tangan wanita yang di tolongnya itu dan segera menjatuhkan dirinya lalu....crash keris pulang Geni menancap tepat di kepala wanita itu.


Rangga pun dengan gerakan cepat buru buru menyambar Jaka Alap Alap dan segera membawa pergi dari tempat itu.


"Kejar mereka cepat* teriak Ratu Sarjani memerintahkan tiga harimau itu.


Ketiga harimau itu pun segera melesat cepat mengejar Rangga.


"Kurang ajar , sebaiknya kita juga ikut mengejar mereka "ucap raja Gandara.


"Tunggu dulu Gandara , sepertinya Rangga berkata benar bahwa pedang itu tidak ada padanya"ucap ratu Sarjani.


"Kenapa kau bisa mengatakan seperti Sarjani"ucap Raja Gandara.


"Aku yakin kalau pedang itu ada padanya pasti tadi dia memberikan pedang itu untuk menyelamatkan Jaka Alap Alap"ucap Ratu Sarjani.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Sarjani"ucap raja Gandara.


"Kira cari di istana siluman siapa tahu di sana kita menemukan petunjuk"ucap Ratu Sarjani.


"Kalau begitu baiklah"ucap raja Gandara ,lalu kedua orang itu pun pergi menuju ke istana siluman.


"Sepertinya di sini sudah aman dari kejaran mereka Jaka Alap Alap"ucap Rangga.


"Benar Gusti prabu ,sepertinya mereka sudah tidak mengejar kita lagi,lalu bagaimana dengan rencana kita semula Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap.


"Sepertinya kita harus mengubah rencana Jaka Alap Alap,kau pulang lah ke Martapura sementara aku akan ke Markuraka untuk bertemu dengan Ratu Gandari ,karena ada sesuatu yang penting untuk aku bicarakan padanya"ucap Rangga.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan pencarian pedang itu Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap.


"Pencarian tetap di lanjutkan "ucap Rangga kemudian melesat pergi meninggalkan Jaka Alap Alap.


__ADS_2