Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
pernikahan Arya Soma


__ADS_3

Di halaman depan kerajaan Argara pagi itu Arya Soma tampak mondar mandir ,ia ke sana kemari seperti ada sesuatu hal yang sedang di pikirkannya,ia kadang diam kadang pula berdiri seperti sedang bingung dengan dirinya sendiri.


"Apakah aku harus memberi tahu hal ini pada dinda prabu"gumam Arya Soma berbicara pada dirinya sendiri.


"tidak... tidak ,bisa-bisa aku di tertawakannya nanti"gumamnya lagi.


"huuuuf ku rasa mungkin harus ku tunda dulu perasaan ini,"gumamnya lagi,


"kalau di pikir-pikir menghadapi musuh yang kuat lebih aku sukai dari pada memendam cinta pada seorang wanita,aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana mana mengatakannya,"ucap Arya Soma.


Melihat Arya Soma yang sedang mondar-mandir tak karuan itu Dewi kara yang kebetulan lewat situ ia pun langsung bergegas menghampirinya,


"gusti patih sedang apa di sini,"ucap Dewi Kara dengan lembut,


"sontak saja Arya Soma terkejut dengan pertanyaan Dewi Kara yang datang tiba-tiba itu,


"aku..aku... sedang cari angin...ya cari angin,"ucap Arya Soma dengan tergagap,


"boleh aku temani gusti patih,"ucap Dewi Kara menawarkan diri,


"boleh-boleh saja kalau putri mau "jawab Arya Soma ,


"ngomong-ngomong kapan gusti patih akan kembali ke Martapura,"tanya Dewi Kara mulai membuka percakapannya.


"soal itu tergantung pada dinda prabu mungkin hari ini atau juga lusa,"jawab Arya Soma sekenanya,


"aku penasaran sekali dengan suasana di Martapura apakah sama seperti di sini gusti patih,"tanya Dewi Kara ingin tahu,


"menurut ku tidak jauh beda putri ,ya mungkin di Martapura lebih ramai sedikit jika di bandingkan dengan suasana di sini,"jawab Arya Soma.


"Kalau saya ke sana bagaimana menurut gusti Patih"tanya Dewi Kara.


"Saya kira Gusti putri memang perlu ke sana supaya tidak penasaran "ucap Arya Soma.


"Tapi kalau aku ke sana pasti romo tidak akan mengizinkan ku, karena dia pasti kesepian jika aku tinggal "ucap Dewi Kara.


Di saat mereka saat mereka berdua sedang berbincang-bincang itu muncullah Rangga dan Dewi Sekar dari dalam.


"Kanda bukan kah itu yunda Kara dan Kanda patih,"ucap Dewi Sekar,


"iya benar sedangkan apa mereka berdua kelihatannya akrab sekali"tanya Rangga,


"sebaiknya kita hampiri saja mereka berdua bagaimana menurut kanda"ucap Dewi Sekar.


"tunggu dinda,"ucap Rangga sambil menarik tangan istrinya itu.


"kenapa kanda,"tanya Dewi Sekar.


"sini aku beritahu,"ucap Rangga lalu membisikan sesuatu ke telinga Dewi Sekar, mendengar itu Dewi Sekar pun tersenyum dan mengangguk-angguk tanda mengerti.


"saya sangat setuju dengan ide mu itu kanda,"ucap Dewi Sekar,


"sebaiknya kita temui Romo dinda,"ucap Rangga sambil menggandeng tangan istrinya masuk kedalam ruangan tengah menemui raja Bargola.


Ketika Arya Soma dan Dewi Kara tengah asyik berbincang bincang, tiba-tiba datanglah seorang prajurit menghampirinya,

__ADS_1


"Maaf gusti patih dan gusti putri hamba di perintah gusti prabu untuk memberi tahukan bahwa gusti berdua di perintah untuk segera menghadap gusti prabu Bargola,"ucap prajurit itu,


"ada apa kira-kira gusti Patih,Romo memanggil kita,"tanya Dewi Kara,


"entahlah putri"jawab Arya Soma sambil mengangkat bahunya,


"sebaiknya segera kita ke sana mungkin ada yang penting,"ucap Dewi Kara ,


,"saya kira juga begitu ,"ucap Arya Soma .


Rangga dan Dewi Sekar langsung mengutarakan rencananya itu pada raja Bargola yang sangat itu sedang duduk santai.


"Haaa...haaaa...ku rasa itu kabar yang sangat menggembirakan anak prabu,"ucap raja Bargola tertawa senang


"ya semoga ini menjadi seperti yang kita harapkan romo,"jawab Rangga sambil menoleh ke arah istrinya.


Dan tak lama kemudian Arya Soma dan Dewi Kara pun tiba di tempatnya raja Bargola yang sedang berbincang bincang dengan Rangga dan Dewi Sekar itu.


"Hormat saya romo dan dinda prabu,"ucap Dewi Kara dengan di ikuti oleh Arya Soma dengan melakukan hal yang sama.


"Duduklah kalian"perintah raja Bargola,


"ada apa romo memanggil saya dan gusti patih menghadap romo "tanya Dewi Kara.


mendengar pertanyaan anaknya itu raja Bargola melirik ke arah Rangga dan Dewi Sekar, melihat perilaku ayahnya itu Dewi Kara jadi penasaran.


"mengenai aku memanggil patih Arya Soma dan kamu Kara sebaiknya biar nak prabu Rangga saja yang menjelaskannya ,silahkan anak prabu,"ucap raja Bargola,


Rangga pun tersentak mendengar ucapan ayah mertuanya itu,ia benar-benar tidak menyangka kalau dirinya akan di tunjuk seperti itu.


"haaa...haaaa.... kenapa anak prabu jadi grogi begitu"ucap raja Bargola setengah menggoda,


Arya Soma dan Dewi Kara saling pandang melihat kelakuan ayahnya dan Rangga yang menurut mereka terlihat aneh.


"baiklah romo saya akan menjelaskan nya pada mereka"ucap Rangga dengan sikap mengalah.


"begini kanda patih dan yunda Kara kami bertiga sudah sepakat untuk menjodohkan kalian berdua , karena saya tahu kanda Patih masih sendiri begitu pula dengan yunda kara bagaimana menurut kalian berdua"ucap Rangga.


Mendengar perkataan Rangga itu langsung saja Arya Soma dan Dewi Kara terperanjat seperti bermimpi,


"bagaimana dengan usul saya ini menurut yunda Kara,"ucap Rangga,


Dewi Kara pun terbelalak mendengar pertanyaan dari Rangga itu ,ia benar benar bingung mau jawab apa.


",jawablah yunda Kara,"lanjut Rangga,


"kalau saya sih terserah Gusti patih Arya Soma saja dinda prabu,"jawab Dewi Kara dengan menunduk di sertai dengan hati yang berdebar-debar tidak menentu.


"lalu bagaimana dengan mu kanda patih,"tanya Rangga,


"setelah mendengar jawaban dari putri Kara baiklah dinda prabu aku juga setuju kalau putri kara tidak keberatan"jawab Arya Soma ,


ia tidak menyangka bahwa perasaan yang selama ini di pendamnya tercurah saat itu juga.


"Apakah yunda kara merasa keberatan kalau kanda Patih Arya Soma melamar yunda"tanya Rangga sekali lagi.

__ADS_1


"Tidak Dinda prabu "ucap Dewi Kara.


" Saya merasa gembira mendengar jawaban kalian berdua dan selanjutnya saya serah semua ini pada romo prabu, silahkan Romo,"ucap Rangga,


"Baiklah, besok kita akan adakan upacara pernikahan antara Patih Arya Soma dan Dewi Kara di sini, bagaimana anak prabu,"tanya raja Bargola,


"saya juga setuju romo lebih cepat lebih baik,"jawab Rangga,


"apakah kalian berdua sudah siap,"tanya raja Bargola,


Patih Arya Soma dan Dewi Kara pun saling melempar pandangan dan mengangguk itu menandakan kalau mereka berdua sudah siap.


"Baiklah besok kita gelar pernikahan kalian"ucap raja Bargola.


Dan pada pagi harinya acara pernikahan Arya Soma dan Dewi Kara pun berlangsung dengan meriah,wajah Dewi Kara terlihat sangat cantik dan anggun , begitu juga dengan patih Arya Soma pun terlihat gagah, ucapan selamat pun mengalir kepada mereka berdua, dengan penuh kegembiraan raja Bargola pun memberikan doa restu kepada pernikahan mereka.


"Selamat menempuh hidup baru kanda dan yunda Kara,"ucap Rangga dengan di ikuti oleh Dewi Sekar,


"terima kasih dinda prabu dan dinda permaisuri,"ucap Arya Soma dan Dewi Kara,tidak ketinggalan pula Pandan Wangi dan Ariani Dewi serta senopati Wiro Kusumo dan yang lainnya juga mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


Pada hari itu orang yang paling merasa bahagia adalah raja Bargola dia benar-benar tidak menyangka kedua anaknya sekarang menjadi bagian dari kerajaan Martapura,


"seandainya saja ibu mu masih hidup tentu dia akan merasa bahagia sekali Kara,"gumam raja Bargola dengan terlihat sedih jika teringat dengan istrinya.


Dewi Sekar yang melihat ayahnya tampak sedih ia pun segera mendekatinya,


"apakah romo baik-baik saja,"tanya Dewi Sekar,


"romo tidak apa-apa anak ku,aku cuma teringat ibu mu tentu dia akan bangga jika melihat kalian saat ini"jawab raja Bargola,


"sudahlah romo ,ibu pasti juga bahagia di alam sana"ucap Dewi Sekar,


melihat istri dan ayahnya sedang berbincang-bincang itu Rangga pun segera menghampiri mereka,


"apakah romo baik-baik saja,"tanya Rangga saat melihat raja Bargola yang terlihat sedih itu,


"saya baik-baik saja anak prabu ,"ucap raja Bargola,


"Ada yang ingin aku sampaikan pada romo, mengenai keberangkatan kami ke Martapura,"ucap Rangga,


"apakah anak prabu akan segera berangkat ke Martapura hari ini"tanya raja Bargola,


"benar Romo saya dan seluruh pasukan akan segera kembali ke Martapura sekarang juga karena Romo sendiri tahu sudah lama sekali saya di sini dan aku khawatir jika ada apa apa di Martapura"jawab Rangga,


"baiklah anak prabu sekali lagi aku ucapkan terima kasih atas bantuan anak prabu,"ucap raja Bargola,


"sudahlah Romo tidak perlu berlebihan sudah sepatutnya aku membantu kerajaan ini karena kita ini adalah keluarga,"ucap Rangga.


"kamu benar anak prabu silahkan berangkat dan semoga tidak ada halangan di jalan "ucap raja Bargola.


"terimakasih Romo"ucap Rangga , segera bergabung dengan para pasukan yang telah menunggunya.


Setelah acara pernikahan Arya Soma dan Dewi Kara usai Rangga dan seluruh pasukannya pun berangkat ke Martapura dengan di iringi oleh para prajuritnya, sementara itu patih Arya Soma dan Dewi Sekar masih tinggal di Argara karena mereka bermaksud untuk menemani raja Bargola dan akan menyusul ke Martapura kemudian hari.


ikuti terus perjalanan pendekar pedang kembar.

__ADS_1


__ADS_2