
Melihat sang kakek berhenti Rangga pun lalu bertanya pada kakeknya itu" apakah kita sudah sampai kek? tanya Rangga ingin tahu.
"Sudah jangan banyak tanya ikuti saja kakek,"kata kakeknya , akhirnya tanpa banyak bertanya Rangga pun mengikuti di belakang kakeknya yang ternyata menuju ke sebuah gua .
"Ternyata gua ini masih seperti yang dulu tidak berubah berubah sama sekali"gumam kakeknya setelah sampai di dalam gua,
"Rangga di sinilah kakek akan mewariskan ilmu kakek yang terakhir ,yaitu jurus pedang kembar tanpa tanding "kata kakek nya memberi tahu.
"Tapi sebelum aku turunkan ilmu itu pada mu ada hal hal yang harus perlu kamu ketahui, karena berhasil atau tidak nya kamu menguasai jurus ini, tergantung usaha dan kerja keras kamu sendiri"kata kakeknya menasehati.
"Oh ya Rangga perlu kau ingat, jangan pernah sekali kali kau keluar dari gua ini sebelum kau dapat menguasai jurus ini ,karena jika kamu melanggar pantangan ini kamu akan mengalami kegagalan"kata sang kakek menjelaskan .
"Saya mengerti kek "jawab Rangga .
"Baiklah langsung saja akan kakek peragakan bagian-bagian dari jurus ini kamu perhatikan baik-baik"perintah sang kakek,
"baik kek "ucap Rangga singkat.
Dengan sebatang kayu yang di pegang nya itu lalu sang kakek pun langsung memperagakan bagian -bagian jurus pedang tanpa tanding itu, Rangga yang melihat itu merasa sangat kagum meskipun sudah tua tapi gerakan kakeknya masih terlihat cepat dan gesit.
"Benar-benar luar negeri biasa,"ucap Rangga tanpa sadar begitu melihat sang Kakek memperagakan jurus itu.
Sang Kakek mengayunkan batang kayu itu lalu menyabetkannya ke arah samping dan duuuaaarrr..... sebuah batu besar di depannya langsung hancur seketika menjadi berkeping-keping.
Sang Kakek kemudian menghentikan gerakan setelah di rasa cukup memperagakan jurus itu.
Rangga terperanjat melihat batu besar itu bisa hancur dalam sekali pukul,
"Sungguh luar biasa kekuatan kakek ini"ucap Rangga dalam hati., sangat kagum dengan kakeknya.
"Sekarang coba kau tiru gerakan kakek yang barusan tadi "perintah sang kakek, lalu memberikan batang kayu yang di pakainya tadi kepada Jaka .
__ADS_1
"baik kakek"jawab Rangga .
Tak menunggu lama Rangga pun memulai latihannya,dengan meniru gerakan gerakan yang sudah di pertunjukan oleh kakeknya .
Awalnya Rangga merasa kesulitan dengan jurus pedang itu,karena begitu rumit dan gerakan selalu berubah rubah ,
tapi setelah sang kakek memberikan beberapa petunjuk tambahan ,ia pun mulai paham sedikit demi sedikit.
Jurus pedang ini harus mengandalkan kecepatan dan ketangkasan gerakan tangan, juga harus disertai tenaga dalam yang cukup,itu yang teringat oleh Rangga akan ucapan kakeknya.
Hari demi hari berlalu tanpa terasa Rangga pun telah melalui hari yang ke empat puluh, ini adalah hari yang terakhir bagi Rangga untuk menyelesaikan latihannya .
Tiba tiba dari luar terdengar suara minta tolong ,Rangga yang mendengar suara itu cepat berlari.
Namun ketika sudah akan sampai ke mulut gua tiba tiba teringat kata kata kakeknya,"ingat Rangga selama kau masih mempelajari jurus ini janganlah sekali kali kau keluar dari gua ini" akhirnya dengan perasaan bimbang Rangga pun tidak jadi keluar gua,dan anehnya suara itu pun hilang seketika.
Genap sudah empat puluh hari lamanya akhirnya Rangga pun selesai mempelajari jurus pedang itu.
Ketika Rangga hendak keluar dari dalam gua itu tiba tiba ada sebuah batu besar melayang kearahnya, langsung tanpa pikir panjang Rangga pun menghancurkan batu itu dengan kedua pedangnya , batu pun hancur menjadi keping keping kecil.
"Ternyata kau sudah berhasil Rangga,"terdengar suara dari luar, mendengar suara itu,Rangga tahu bahwa itu kakeknya lah yang datang .
Lalu ia bersujud hormat di depan kakeknya ,"bangunlah Rangga selamat kau telah sempurna menguasai jurus pedang kembar tanpa tanding itu,"kata kakeknya.
"Terima kasih atas bimbingan kakek "kata Rangga, sudah sudah ,jangan pakai peradatan seperti itu cepat bangun ayo kembali ke rumah, akan aku berikan sesuatu untuk mu,"kata kakeknya kemudian.
Tanpa menunggu lama akhirnya Rangga pun melesat dengan kecepatan yang gerakannya sangat sulit di ikuti oleh mata dan meninggalkan kakeknya, sang kakek cuma geleng geleng kepala karena kagum dengan kemajuan Rangga itu.
"Ternyata setelah empat puluh hari berlatih di sini tenaga dalamnya pun sudah meningkat pesat" kata sang kakek dalam hati , ia pun cepat melesat mengejar Rangga dengan kecepatan yang sama.
Malam itu sang kakek memberikan petuah petuah kepada Rangga,
__ADS_1
" Rangga semua ilmu yang telah ku berikan pada mu gunakanlah dengan bijak untuk membela kebenaran dan keadilan dan perlu kau ingat jangan pernah sekali kali kau menyombongkan diri mu karena ilmu yang kau miliki itu , karena setinggi tingginya gunung masih ada yang lebih tinggi lagi yaitu langit"kata kakeknya menasehatinya panjang lebar.
" Akhir akhir ini kejahatan semakin merajalela itu sekarang menjadi tugas mu untuk memerangi mereka"lanjut kakeknya,
Rangga mendengar kan petuah dari kakeknya dengan seksama,tanpa berani memotong perkataan nya sedikit pun.
Tak lama kemudian sang Kakek mengambil sesuatu dari dalam kotak kayu (peti) lalu mengeluarkan dua buah pedang dari kotak kayu itu.
"Ambillah pedang kembar ini untuk melengkapi jurus mu , dengan ini kau bisa terbantu untuk memerangi kejahatan",, kata kakek nya sambil memberikan pedang itu.
Rangga pun menerima pedang itu dari sang Kakek lalu mengamatinya dengan kagum.
"Ada yang lebih hebat lagi dari pedang itu Rangga jika suatu saat kau berjodoh mungkin kau akan menemukan nya"terang sang kakek,
"jadi masih ada lagi pedang yang lebih hebat lagi selain pedang ini kek"tanya Rangga,
"Benar Rangga tapi kakek tidak tahu apa kau berjodoh dengan pedang itu atau tidak"jawab kakeknya.
"Agar pedang itu tidak mengundang perhatian orang -orang ,sebaiknya kau sembunyikan pedang itu pada tubuh mu" kata sang kakek.
Mendengar itu Rangga bingung dan tidak mengerti maksud kakeknya.
"tapi bagaimana caranya agar pedang ini bisa menyatu dengan tubuh ku saya kek" tanya Rangga.
"Pegang lah kedua gagang pedang itu dan berkonsentrasi lah , serta bayangkan pedang itu seperti cahaya, maka pedang itu akan menyatu dengan diri mu"kata kakek menjelaskan.
Rangga pun melakukan sesuai dengan petunjuk dari sang Kakek dan akhirnya pedang itu pun berubah jadi cahaya dan masuk ke tubuhnya.
"Ternyata pedang itu berjodoh dengan dirimu ,ketika kau akan menggunakan tinggal bayangkan saja pedang itu di kedua tangan mu,maka pedang itu akan muncul dengan sendirinya, kata kakeknya menjelaskan.
Karena malam sudah larut akhirnya sang kakek pun mengakhiri segala nasehat nya.
__ADS_1