Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Kemarahan Arya Soma (bagian 4)


__ADS_3

"Sambaran angin pedang itu benar-benar tidak bisa ku anggap remeh"ucap Jubah Hitam, kemudian ia mencabut pedang besarnya, hiiiaat....ia segera ke arah Pandan Wangi tiiiing... Pandan Wangi menangkis pedang Jubah Hitam, udara sekitarnya pun tampak bergetar akibat dari benturan dua pedang itu,"tenaga dalamnya benar-benar kuat,"desah Pandan Wangi, saat tangannya merasa kesemutan akibat menangkis pedang Jubah Hitam itu.


,ia pun segera melompat mundur,tapi jubah Hitam tidak membiarkan itu, ia terus mengejar Pandan Wangi, sabetan-sabetan pedang Jubah Hitam memaksa Pandan Wangi harus bekerja keras untuk menghindarinya, adu pedang pun tak dapat dihindarkan , Pandan Wangi harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghadapi Jubah Hitam itu.


"Secepatnya aku harus bisa mengalahkan wanita ini"ucap Ariani Dewi yang berhadapan dengan Sarwati,


"jangan harap aku membiarkan kau membantu teman mu,"ucap Sarwati seolah-olah mengerti yang Ariani Dewi pikirkan,


"lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu,"ucap Ariani Dewi,"majulah dan buktikan omongan mu!! teriak Sarwati dengan suara lantang karena merasa di remehkan, padahal kalau Sarwati tahu , sebenarnya Ariani Dewi cuma memancingnya agar dirinya bertempur dalam keadaan marah sehingga menjadikan kurang perhitungan dan itulah salah satu keahlian Ariani Dewi selalu membuat lawannya bertempur dalam keadaan marah,


Sarwati segera menyerang Ariani Dewi dengan jurus -jurus mautnya, Ariani tampak tenang dalam menghadapinya ,ia menangkis serangan Sarwati dengan sesekali melirik ke arah Pandan Wangi yang bertarung melawan Jubah Hitam.


Pertarungan Balung Wesi dan bayangan Arya Soma tampaknya sudah akan membawa mereka ke babak final, dengan rasa gusar Balung Wesi segera merapal ajian tapak Wesinya,"rasakan ini"ucap Balung Wesi ia segera melepaskan pukulan itu duuuaaarrr...dan tepa mengenai tubuh Arya Soma di depannya itu,"mampus kau Arya Soma haaa..haaa.. ucap Balung Wesi,asap mengepul menyelimuti Arya Soma,namun betapa kagetnya saat melihat Arya Soma sudah dibelakangnya,dan telah bersiap melepaskan pukulan tapak dewa mautnya,


"apa kau lupa Balung Wesi,bahwa yang kau pukul itu hanyalah bayangan ku saja"ucap Arya Soma,"apa!!! Balung Wesi dengan terkejut "sekarang kau tidak bisa lepas lagi dari ku Balung Wesi,ini yang kedua kalinya kau membuat onar di Martapura dan tidak ada ampun lagi bagi mu,"ucap Arya Soma.


"Pukulan tapak dewa maut hiiiaat"teriak Arya Soma bola api berbentuk lima jari menerjang Balung Wesi ,tapi dengan gada ditangannya Balung Wesi mencoba menahan serangan itu tapi tidak mampu dan duuuaaarrr... Balung Wesi terlempar beberapa tombak ke belakang,namun ia belum mati,


melihat kemudian Arya Soma segera mencabut keris Guntur Geni dari pinggangnya"ini untuk senopati senopati Tunggul Jaya,"teriak Arya Soma sambil melempari keris Guntur Geni itu ke arah Balung Wesi dan keris itu pun menancap di kepala Balung Wesi ,dia pun roboh seketika ke tanah tanpa bisa bangun lagi.

__ADS_1


merasakan ada serangan dari belakang Arya Soma segera membuang tubuhnya ke samping duaaarrr... serangan itu mengenai sebuah pohon seketika itu pula pohon pun menghitam lalu mati,"bersiap kalian untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kalian pada senopati Tunggul Jaya,"ucap Arya sambil menatap tajam ke arah Lasmini dan Rukmini.


"Kau juga harus membayar kematian guru kami "ujar Lasmini melotot tajam ke Arya Soma,"jangan banyak cakap Lasmini ayo kita habisi dia seperti kita menghabisi Tunggul Jaya,"ucap Rukmini,"benar kata mu Rukmini,"ucap Lasmini.


"Majulah kalian berdua aku Arya Soma tak kan kalah pada kalian,"ucap Arya Soma sambil menggigit bibir saking marahnya,ia langsung menerjang Lasmini dan Rukmini, pertarungan sengit pun terjadi, pedang Lasmini dan Rukmini menari-nari mengincar leher Arya Soma,namun gerakan lincah dan gesit yang di tampilkan Arya Soma membuat pedang mereka hanya mengenai angin, Arya Soma memutar tubuhnya dan langsung mengirim tendangannya ke arah Lasmini dan dengan telak mengenainya ia pun terlempar ,


Rukmini kembali mencecarnya dengan permainan pedangnya , Arya Soma menundukkan kepalanya lalu berdiri dan memiringkan badannya lalu menyentil ujung pedang itu lalu ia mengirim pukulan ke perut Rukmini tak ayal lagi Rukmini pun terjatuh,


"Cepat bangunlah kalian aku pantang menyerang lawan yang masih belum siap,"ucap Arya Soma,


"kurang ajar"maki Lasmini sambil berdiri,"Lasmini kau tahu apa yang harus kau lakukan ,"ucap Rukmini,"baiklah aku mengerti ,",ucap Lasmini, Rukmini segera menghimpun kekuatannya dan langsung kembali menyerang Arya Soma, pedangnya kembali menyambar-nyambar bagaikan ular yang mencari mangsa.


udara di sekitarnya pun seketika menjadi bau busuk yang menusuk hidung akibat tenaga dalam Lasmini itu, ia pun segera mengambil ancang-ancang untuk mengincar Arya Soma.


Merasa serangannya selalu gagal Rukmini pun memutar badannya dan langsung melompat ke atas sambil mengarahkan pedangnya ke Arya Soma, hiiiaat,,, ia mencoba kepala Arya Soma ,namun Arya Soma juga melompat ke atas, Lasmini mengayunkan pedangnya,tapi Arya Soma langsung menendang tangan Rukmini sambil bersalto di udara hingga pedang Rukmini pun terlepas dari genggamannya dan Lasmini pun jatuh tersungkur .


Melihat posisi Arya Soma yang tak menguntungkan itu Lasmini langsung melepaskan pukulannya wuusss..."rasakan pukulan ku Arya Soma,"ucap Lasmini,


merasakan adanya serangan yang datang dari belakang itu ,Arya Soma yang baru mendarat itu ia pun segera menjatuhkan tubuhnya duuuaaarrr.... pukulan Lasmini menghantam ruang kosong,"jadi begini mereka mengalahkan senopati Tunggul Jaya, benar-benar cara yang licik, baiklah akan ku tunjukkan apa itu pertarungan,"ucap Arya Soma sambil berdiri,

__ADS_1


"padahal sudah ku bidik dengan tepat ternyata dia masih juga lolos,"ucap Lasmini dengan kesal.


"Jurus belah raga,"ucap Arya Soma langsung menyerang Lasmini, melihat Arya Soma menjadi dua itu Lasmini pun terkejut,


"cuma satu yang asli" ucap Lasmini ia pun segera menghimpun kembali tenaga dalam , melihat Arya Soma sudah dekat ia pun langsung melepaskan pukulan wuusss..... duuuaaarrr..... pukulan itu pun berhasil menerjang tubuh Arya Soma ,asap tebal pun membumbung tinggi.


"Haaa.... haaaa..... rasakan itu Arya Soma,"ucap Lasmini, dengan tertawa penuh kemenangan,


" serangan murahan mu tak berarti apa-apa buat ku ,"ucap Arya Soma dari arah samping nya.


"Apa..!!! bagaimana mana bisa ...di..dii..ucap Lasmini tercekat,


"sekarang rasakan ini, pukulan tapak dewa maut hiiiaat. ... pukulan Arya Soma meluncur cepat menghantam Lasmini duuuaaarrr....ia pun terpental cukup jauh dengan tubuh gosong, Kemudian Arya Soma mengalihkan pandangan ke arah Rukmini yang baru saja bangkit berdiri,


"Sekarang giliran mu,"ucap Arya Soma dengan menata tajam kepada Rukmini,


"aku ku balas kau "ucap Rukmini dengan kemarahan menyelimutinya,


ia pun langsung menerjang ke arah Arya Soma,tapi Arya Soma tak mau berlama-lama itu segera mencabut keris guntur geni di pinggangnya ,"sambutlah keris ku ini hiiiaat "ucap Arya Soma sambil melempar keris itu dengan tenaga dalam penuh wuusss.... crash keris itu pun bersarang di perut Rukmini,ia pun langsung tewas di tempat.

__ADS_1


"Itu lah bayaran untuk kalian yang telah berani macam-macam dengan Martapura,"ucap Arya Soma sambil mencabut kerisnya dari perut Rukmini.


__ADS_2